
SAY JANGAN LUPA DI VOTE, LIKE, RETA, DAN KASIH SARAN YEU...
Hari demi hari minggu demi minggu telah Stevy lewati dengan terus belajar dan belajar agar dia tidak mengecewakan sang ayah. Ya! besok adalah hari dimana Stevy akan melaksanakan ujian.
Stevy hatinya tidak tenang karena dia takut kalu besok dia tidak bisa menjawab pertanyaan pertanyaan yang tersedia.
drrt.. drtt..
ponsel Stevy bergetar tanda ada yang menelponnya.
"hallo ka, ada apa" tanya Stevy.
)"kamu ujian besok?" tanya Revano.
)"iya kak, doain ya semoga lancar, Stevy ga tenang nih" sahut Stevy.
)"kaka doain kok, tetep semangat ya stev meskipun itu bukan cita cita yang kamu inginkan, tapi demi ayah mu kamu berjuang. kamu pasti bisa kok. keep sprit" ucap Revano memberi semangat kepada Stevy.
)"makasih ya kaa" ucap Stevy.
)"kak gimana ya kalo misalkan Stevy gak keterima? terus Stevy mau jadi bridal makeup aja" tanya Stevy.
)"kamu jangan berpikir dulu keterima atau gak nya yang penting kamu tetap harus berusaha. tapi kalo emang sebenarnya kamu ga masuk menurut kaka kamu boleh jadi bridal makeup" ucap Revano.
)"tapi ka emang bisa" tanya Stevy.
)"semoga aja bisa, coba aja dulu Stev" ucap Revano.
)"oke ka, makasih ya" ucap Stevy.
)"oke sama sama stev..." jawab Revano.
)"oh iya kamu besok berangkat sama siapa?" tanya Revano.
)"ujiannya kan jam 10 ya kak, jadi aku masih bisa di anterin sama bunda" ucap Stevy.
)"emang bunda kamu biasanya pergi ke butik jam berapa" tanya Revano.
)"jam delapanan sih kak, tapi karna Stevy mau ujian jadi bunda berangkat agak siang aja" ucap Stevy.
)"oh gitu, gimana kalo gue yang anterin stev?" tawar Revano.
)"serius kak?" tanya Stevy memastukan.
)"serius stev, yu mau ga" tanya Revano.
)"emang ga kerja?" tanya Stevy.
)"kerja sih, tapi bisa lah datangnya agak siang" ucap Revano.
)"oh iya gue lupa kalo kaka tuh presdir haha" ucap Stevy.
)"haha ya udah besok jadi yah gue jempt jam setengah sembilan aja ya" ucap Revano.
)"oke eh tapi kenapa jam setengah sembilan ka" tanya Stevy.
)"gapapa nanti kamu tahu" ucap Revano. lalu mereka menutup telepon itu.
"dia perhatian banget sih argh ga kaya si monster gila itu, bisa nya cuma bikin nangis gue dan bikin gue bad mood aja huhftt" ucap Stevy
Stevy memejamkan matanya namun tiba tiba ada pesan masuk.
tring..
๐ฌ"hai cantik" pesan dari Verrel.
stevy membuka lesan dari Verrel menggunakan aplikasi what***** dia hanya membaca chat dari Verrel.
๐ฌ" woy teflon jangan pura pura tidur lu" pesan Verrel.
๐ฌ"Stevy... main yu..."
๐ฌ"stevy... bobok bareng yuk"
๐ฌ" woy teflon kemana sih lu, gue tau lu belum tidur, jan di read diang dong beb"
๐ฌ" teflonn masak yukk..."
verrel terus saja ngechat Verrel meskioun belum ada balasan dari Stevy dia tetap terus mengetikan lesan untuk Stevy.
๐ฌ" BERISIK JELEK!!!" balas Stevy.
๐ฌ"GUE LAGI TIDUR, KENAPA LU GANGGU SIHH" pesan Stevy.
๐ฌ"ya tuhan apa salah hamba :(" pesan Verrel.
๐ฌ"BCT!!!" pesan Stevy.
๐ฌ"stevy jan gitu dong, kenapa sih lu marah marah mulu"
๐ฌ"gue chatan sama lo bawaan nya marah marah mulu, gue juga ga tau kenapa" pesan dari Stevy.
๐ฌ"yahh:(" verrel.
๐ฌ"mau apa lo chat gua?" tanya Stevy.
๐ฌ"gue kangen aja sama lo stev hehe telpon yukz" ajak Verrel.
๐ฌ"gak gue harus tidur, besok mau ujian" balas Stevy.
๐ฌ"lah ujian apa stev, lo udah lulus kan?" kata Verrel.
๐ฌ"iya gue udah lulus sekolah, tapi gue mau UTBK besok monster..." balas Stevy.
๐ฌ"oh yaudah lah semangat buat kamuuโกโก" balas Verrel.
๐ฌ"hm makasih, dah ya gue block biar lo ga ganggu gue tidur huft" balas Stevy.
๐ฌ"woy teflon ngapa lo ngeblock gue coba?" Verrel.
๐ฌ"BLOCKED" Balas Stevy.
"entah kenapa gue marah terus kalau bicara sama dia, heran gue." kata Stevy bermonolog.
****
"eh buset dah gue di block beneran" ucap Verrel bermonolog.
"gue minjem hand lhone abang gue dah" ucap Verrel lalu bergegas menuju kamar Revano.
"BANG REV.... BUKA PINTUNYA CEPAT BANG ADA ULAR BANG... REVANO BUKAA!!!" Teriak Verrel.
Revano membukakan pintu kamarnya "apasih lo teriak teriak. mana ular? katanya ada ular." ucap Revano.
"iya emang ada, ada 2 malahan" ucap Verrel.
"mana rel, gue ga liat" ucap Revano sambil menatap kesana kemari.
"ish abang ni.. ularnya ada di tubuh kita lho" ucap Verrel sambil mata tertuju ke bawah๐๐
"jangan ngadi ngadi lu, mau apa kesini teriak teriak" tanya Revano.
"mm itu kak, hp gue rusak dan tadi gue lagi cerita sama temen sma Verrel, terus hpnya tiba tiba mati jadi gue mau minjemp hp lu bang" ucap Verrel.
"masuk!" suruh Revano.
verrel masuk dan duduk di meja kerja milik Revano.
"nih jangan lama lama. awas aja kalo macam macam sama hand phone gue" ancam Revano.
"siap abang ganteng" ucap Verrel.
Verrel membuka room chat dengan stwvy, dia tidak membaca pesan pesan di atas melainkan dia labgsung memveri pesan kepada Stevy.
๐ฌ"stev" pesan dari Verrel.
๐ฌ"iya ka?" balas Stevy.
๐ฌ"belum tidur?" tanya Verrel.
๐ฌ"belum tidur?" balas Verrel.
๐ฌ"belum, ada apa emangnya?" tanya Stevy.
๐ฌ"dah lah gue ga kuat pura pura jadi abang gue, stev buka bloknya dong, pengen telponan:(" pesan dari Verrel.
๐ฌ"bye gue harus tidur!!!" pesan Stevy.
๐ฌ"teflon lo jahat banget sih sama gue aish" Verrel.
Stevy tidak memperdulikan lagi hand phonenya kini ia sudah terutidur lelap, namun di sisi lain Verrel cenberut. Revano yang melihat adiknya cemberut segera menanyakan pertanyaan.
"lo kenapa" tanya Revano.
"katanya mau cerita sama temen, dah jelar nih ceritanya sini hp nya balikin" ucap Revano sambi menampan tangannya.
"bentar belum gue hapus" ucap Verrel.
"udah ga usah di hapus sini sini cepet" ucap Revano.
"GA" Tolak Verrel. tiba tiba ada yang datang menemui mereka berdua.
"ya ampun kalian jam segini masih ngegosip aja, Verrel cepat tidur kembali ke kamar mu!" ucap kendro.
"baik pah" ucap Verrel.
Verrel kembali ke kamarnya dengan wajah cemberut tanoa menghapus pesannya dengan Stevy. Revano beranjak dari sofanya menuju ranjangnya karena disana masih ada papahnya jadi dia pura pura tertidur. Dirasa sudah tidak ada lagi papa nya, Revano langsung bangun dan mengecek ponselnya.
berapa terkejutnya Revano saat melihat chat dengan Stevy.
"oh jadi dia bukan chat temen sma nya ya, awas aja kau Verrell..., dia minjem hp bukan karena hpnya mati tapi karna di blok oleh Stevy, ada ada aja tu anak." ucap revano.
"kasian sekali dia di tolak ahahhaha" Revano tertawa terbahak bahak.
****
Pagi yang cerah membuat semua orang semangat bekerja, namun beda dengan Stevy dia sangat lah takut, jantungnya berdegup sangatlah kencang.
"Bun Stevy deg degan" ucap Stevy.
"Tenang aja Stev, kamu ga usah takut rilexan dulu coba tarik nafas dalam dalam.... lalu lepaskan" ucap Ajeng.
"Ah... oh iya bun Stevy berangkat bareng ka Revano" ucap Stevy.
"Oh jadi kamu ga jadi bareng bunda gitu?" Tanta Ajeng.
"Iya bun, ka rev semalam nelpon mau nganterin aku katanya." Balas Stevy.
"Ohh yaudah bunda duluan aja kalo gitu" ucap Ajeng.
"Iya bun" balas Stevy.
Mereka sarapan bersama setelah sarapan Haryanto, Steven dan Ajeng sudah bersiap siap untuk pergi tempat kerja masing masing, tinggalah Shavyra Stevy dan beberapa ART lainnya.
Shavyra sekarang tengah libur sekolah, dia tidak mengambil liburan di karenakan dia lebih suka diam di rumah membaca komik dan beberapa novelnya karena itu lah hkbi Shavyra yaitu membaca.
Jam menunjukan pukul setengah sembilan, setengah jam lagi Revano akan menjemputnya, Stevy bergegas pergi ke kamarnya untuk bersiap siap.
Ting... nong...
*Suara bel berbunyi.
Shavyra mebukakan pintu rumahnya dan di dapatilah Revano sedang berdiri di depan pintu. "Hei vyr, kaka mu ada?" Tanya Revano.
"Yang mana kak" tanya Shavyra menanyakan kakanya karena dia memiliki 2 kakak dan dia ga tau kalu Revano mau menjemput Stevy.
"Stevy" ucap Revano singkat.
"Oh ada ka mari masuk dia lagi siap siap di kamarnya, tunggu sebentar ya kak, kaka mau minum apa biar aku ambilkan mau teh, kopi, susu atau jus apa?" Tawar Shavyra.
"Mau teh aja, makasih ya" ucap Revano.
"Iya ka, tunggu ya nanti bibi yang ambilin, vyra mau ke atas dulu" ucap Shavyra lalu dia bergegas ke kamar Stevy untuk memberitahu kalau ada yang menunggunya.
Di kamar Stevy.
"Ka ada ka revan di bawah nungguin" ucap Shavyra.
"Dia datang secepat ini, oke aku kan turun" ucap stevy sambil melabgkahkan pergi meninggalkan kamarnya.
Stevy turun dari tangga kemudian ia memasuki ruang tamu. Du dapatilah Revano yang sedang minum teh.
_bersambung_
Guys jangan lupa buat Vote, like, komen, share, dan rate juga yaโก maaf update nya lama hehe