Love In Bangkok Thailand

Love In Bangkok Thailand
bagian sebelas



JANGAN LUPA VOTE, LIKE, KOMEN, DAN RATE JUGA YA♡


keesokan harinya Revano menelpon Stevy.


Rev: "hallo stev"


Stev: "iya ka ada apa"


Rev: "kita pulang ke Jakarta nanti malam, sekarang mau pesen tiketnya"


Stev: "oh yaudah hati hati ya"


Rev: "eh bukan gitu, kita mau ngajak lo stev buat pulang bareng"


Stev: "gapapa emang kalo bareng?"


Rev: "gapapa dong stev, orang kaka kamu yang nyuruh pulang bareng, dan orang tua gue juga ga keberatan. nanti aku jemput lo ya"


Stev: "hm oke deh"


****


siang hari


Revano datang untuk menjemput Stevy ke hotelnya. Revano menunggu Stevy di lobby, sambil menunnggu Stevy, Revano foto foto menggunakan hand phone miliknya.



Tidak lama kemudian Stevy datang dengan baju casualnya, dia tampak terlihat sangat cantik. dia memiliki kulit yang putih dan juga mulus dengan gaya rambut yang di ikat di belakang membuat Stevy tambah cantik, sampai Revano melihat Stevy dengan kagumnya.



Stevy menghampiri Revano yang sedang melihatnya tanpa berkedip. untung dia pake masker ya haha, kalo ga mulutnya bisa kemasukan lalat tuh.


"ka, gue dah siap nih" ucap Stevy menyadarkan Revano, Revano yang sadar Stevy bicara padanya pun kaget.


"e... eh stev lo udah siap" ucap Revano gugup


Srevy tersenyum melihat tingkah Revano yang gugup. "iya ayo cepet" ucap Stevy.


mereka berjalan menuju parkiran. ketika mereka berjalan tidak ada yang bicara sama sekali sampai pada saatnya mereka telah sampai di mobil. Revano menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Di dalam mobil tidak ada yang brrsuara, Stevy asik memainkan ponselnya sedangkan Revano fokus kedepan melihat jalan dan dia sesekali melihat Stevy.


****


"kami datang" ucap Revano saat masuk rumah.


"eh stevy ayo sini sini" ucap meera sambil narik tangan Stevy menuju ruang Tv.


"hai teflon" ucap Verrel sambil tersenyum. Namun Stevy tidak menjawab sapaan dari Verrel karena Stevy sangat asik berbicara sama meera. Revano yang melihat adiknya cemberut pun tertawa. Verrel sadar kakanya menertawainya, Verrel tambah cemberut. ada ada aja ya tingkah verrel, di cuekin dikit cemberutnya minta ampun.



"stevy kami mau pulang ke Jakarta nanti malam, kamu juga harus bareng sama kita, sekarang kita mau pesen tiket secara online. kamu mau kan pulang bareng kita?" ucap meera.


"boleh tante, yaudah aku pulang bareng kalian aja" ucap Stevy.


"okey" ucap meera sambil tersenyum.


"oiya om ken kemana?" ucao Stevy.


"oh om ken lagi kerja sayang" ucap meera.


"oh... tante ngapain aja selama disini" ucap Stevy.


"tante disini sering masak stev, soalnya ga ada kerjaan lain lagi selain bikin kue, bikin apalah yanh aneh aneh gitu" ucap meera.


"wahh tante pinter masak ya, lain kali ajarin stevy bikin kue dong tante hehe" ucap Stevy.


"ahaha sedikit sedikit sih bisa, tante ga jago jago amat. kalo kamu mau di ajarin tante sekarang juga boleh kok" ucap meera.


"serius tan sekarang boleh?" ucap Stevy, dia sangat bahagia, karena dia paling suka kalo membantu orang masak.


"oke tante" ucap Stevy sambil tersenyum. mereka sangatlah akrab, padahal baru beberapa hari mereka kenal.


_di sisi lain_


Revano sedang telponan bersama Steven, mereka banyak cerita tentang pekerjaanya, dan Revano juga memberitahu kalau Revano mau kembali ke Jakarta dan keluarga Steven berniat untuk menyambut kedatangan Stevy dan sahabat lamanya.


"ka... revann..." teriak meera.


"eh stev udah dulu ya gue di panggil nih" ucap Revano.


"oh ok jangan lupa kabarin gue ya kalo mau berangkat" ucap Steven.


"ok ok bye" ucap Revano langsung mematikan telponnya.


"iya ma.." teriak Revano.


"sini makan dulu cepet..." ucap meera.


mereka ber-4 makan siang bersama. setelah makan siang Stevy memutuskan untuk pulang karena dia harus siap siap buat pulang nanti, Stevy dan meera tidak jadi membuat kue karena meera juga harus bersiap siap, jadi mereka akan membuat kue jika sudah di Jakarta. Stevy diantar pulang Verrel.


di dalam mobil.


"stev lu umur berapa" tanya Verrel.


"gue 18 kalo lo" ucap Stevy.


"gue 20" ucap Verrel.


"BUAHAAHA" stevy tertawa.


"woy teflon ngapa lu tertawa jangan jangan lu kesurupan ya, please stev jangan kek gitu di mobil gua dah, ya tuhan tolongin hamba..." ucap Verrwl ketakutan sambil menyetir.


Stevy yang mendengar Verrel bicara seperti itu kembali tertawa sambil megang perut. "Stevv Stevv ku mohon, gue takut asli, gue harus gimana ya tuhann" ucap Verrel.


"gue turunin lo dah, tapi gue takut megang lo, ah elah ya tuhan harus bagaimana ini..." ucap Verrel.


Stevy tidak henti hentinya tertawa melihat Verrel yang ketakutan.


"hallo monster sayang" goda Stevy dengan manja sambil tangannya memegang tangan kiri Verrel dengan begitu lembut. Stevy sengaja menakut nakuti Verrel. mobil sudah ada di tepi jalan karena Verrwl takut ga fokus kerika nyetir.


"Stev.. Stevyy gue takut beneran woyyy" teriak verel sambil agak menjauh.


"hei monster kamu kenapa beb" ucap Stevy.


"Stev gue cape" ucap Verrel.


"lagian siapa yang suruh lo teriak teriak sih" ucap Stevy. Stevy sudah mulai kelelahan karena dari tadi tertawa lepas.


"lu ngajak ribut mulu dah, nyebelin banget sih lu jadi orang" ucap Verrel. Verrel kesal marena Stevy telah menakut nakutinya.


"maafin gue monsterku" ucap Stevy manja. Verrel yang mudah luluh jika cewenya udah manja manja gitu.


"kenapa tadi ketawa" tanya Verrel.


"karena denger umur lo yang udah tua hahaha" ucap Stevy kembali tertawa, Verrel hanya cemberut tidak mengubris perkataan Stevy.


mereka telah sampai di hotel tempat Stevy tinggal, Setelah mengantarkan Stevy pulang, Verrel pun pulang ke rumahnya.


_BERSAMBUNG_





KALAU SUDAH BACA [WAJIB] LIKE YA...


JANGAN LUPA BUAT VOTENYA, KOMEN, DAN RATE JUGA.