Love In Bangkok Thailand

Love In Bangkok Thailand
bagian enam belas



JANGAN LUPA DI VOTE, LIKE, RATE DAN JUGA KASIH SARAN YA...


Keesokan harinya sesuai janji Stevy kepada kakanya bahwa hari ini dia akan merias wajah Aulia. Stsvy berangkat sendiri karena kakanya harus bekerja.


Ting... nong...


Suara bel berbunyi Aulia segera membukakan pintu rumahnya. "Eh Stevy mari masuk, kaka kira kamu bakalan siang datangnya." Ucap Aulia.


"Hehe maaf ka ga ngasih tau dulu, lagian di rumah mulu bosenn" seru Stevy.


"Gapapa stev, yaudah mau mulai kapan ni?" Ucap Aulia.


"Sekarang boleh" sahut Stevy.


"Kamunke kamar kaka aja, kaka mau ngambil cemilan buat kita" ucap Aulia, Stevy berjalan menuju kamar Aulia sedangkan Aulia pergi ke dapur mengambil cemilan.


Aulia datang membawakan biskuit dan teh ke dalam kamarnya. Tidak lama kemudian Stevy mulai memoles wajah cantik Aulia itu dengan sangat hati hati.


Stevy dan Aulia terlihat sangat akrab. "Oh iya ka, aku bawain kaka oleh oleh dari Thailand lhoo" ucap Stevy.


"Serius kamu?" Tanya Aulia.


"Iya ka, nanti aku bawa, oleh olehnya ada di dalam mobil." Ucap Stevy.


"Terima kasih ya Stev, padahal jangan beliin buat kaka, biar ga repot repot." Ucap Aulia.


"Ga repot kok kak, lagian kan kaka calon kakak ipar aku hihi" ucap Stevy sambil menkankan kata calon tadi.


"Kamu ini bisa aja hahaha" ucap Aulia dan mereka tertawa bersama.


"Ka matanya tutup dulu" ucap Stevy mau memberikan eye shadow.


"Bentar ka sebelah lagi" ucap Stevy sambil memoles mata Aulia.


"Selesai" ucap Stevy.


"Sekarang pakai eyeliner" ucap Stevy lagi.


"Kamu kayanya jago banget yah salam hal ginian" ucap Aulia.


"Haha kaka bisa aja, aku masih belajar ka" ucap Stevy.


"Kamu cita citanya ingin jadi MUA kan ya?" Ucap Aulia.


"Iya ka, pengen banget Stevy jadi MUA." Ucap Stevy.


"Coba deh kamu ikut kuliah tata rias dulu" ucap Aulia.


"Lah iya juga, kenapa Stevy ga kepikiran kesana ya" ucap Stevy.


"Haha kamu ini ada ada aja" ucap Aulia


"Tapi ka ayah pasti ga bakalan izinin aku deh kayanya, soalnya dia hanya mau Stevy jadi dokter kaya ka Steven." Ucap Stevy sambil menunjukan wajah sedihnya.


"Coba dulu siapa tau ayah kamu izinin, nanti kaka bantu kamu buat daftar ya" ucap Aulia.


"Makasih ya kak, nanti stevy ciba bicara" ucap Stevy.


"Sekarang kita beri blush on" ucap Stevy.


"Stev jangan terlalu merah ya" ucap Aulia nawar.


"Siap laksanakan" ucap Stevy.


"Udah ka blush on nya, suka ga warna nya?" Tanya Stevy.


"Suka suka, ini bagus stev" ucap Aulia.


"Baik, kita lanju ke bibir, ka mau pilih ga mau warna apa" ucap Stevy.


"Mmm bingung stev bagus semua, kamu yang pilih aja deh kira kira yang cocok buat kaka apa" ucap Aulia.


"Oke deh, Stevy pilih yang nomer 03 ya kak" ucap Stevy.


"Stev kaka denger mantan kamu kecelakaan ya" ucap Aulia.


"Iya ka, dia kemaren lusa di operasi sama ka Steven" ucap Stevy. Stevy wajahnya mulai kurang bersemangat.


"Ohh, kalo ga salah pacarnya meninggal ya" ucap Aulia.


"Iya ka, dia meninggal sebelum di operasi." Ucap Stevy.


"Emangnya ka Sten ga ada cerita gitu sama kaka?" Ucap stevy.


"Ga ada stev, dia lagi sibuk soalnya dia harus ngosongin 2 hari buat acara tunangan nanti, jadi jadwalnya penuh" ucap Aulia.


"Oh iya juga ya. Dah selesai ka" ucap stevy.


"Waaahhh bagus sekali stev, kamu udah kek MUA pro deh haha" ucap Aulia.


"Ka jangan bikin aku ngefly dehh" ucap Stevy dengan wajahnya yang mulai memerah.


"Haha kamu bisa aja" ucap Aulia.


"Udah deal yah kaka mau nyuruh kamu buat ngeriasin kaka di tunangan nanti" ucap Aulia. Aulia sangat puas dengan hasil make up Stevy.


"Siap ka, makasih ya" ucap Stevy.


Sekarang jam makan siang Aulia mengajak Stevy buat makan siang bareng. Mereka menggunakan mobil Stevy mereka pergi ke suatu reatoran yang cukup strategis tempatnya.


Di restoran


Stevy dan Aulia memasuki restoran itu mereka memilih tempat yang nyaman, dan kini mereka menemukan tempat yang nyaman. mereka duduk di pojokan disana tempatnya lumayan indah akan pemandangannya karena di depannya ada taman bunga yang sangat asri. Mereka memesan makanan kesukaan masing masing, tapi Stevy melupakan sesuatu dia tidak memesan desertnya. Stevy memanggil pelayan dan segera memesan desert nya.


Stevy melihat ke arah pintu masuk ia melihat sesorang yang dia kenal "Eh bentar bentar kek kenal dan pernah liat tapi dimana ya, bukan kali ah gue salah liat nih" Stevy berkata dalam hati, dia tidak begitu jelas melihatnya karena jaraknya yang emang lumayan jauh.


Namun orang itu semakin dekat an Stevy dapat mengenalnya "tuh kan bener gue kenal, itu verrel atau temen sma gue yah... oh iya itu bener verrel. Eh bentar kenapa gue kek nyesek gini yah" kemudian Stevy memalingkan wajahnya tidak melihat pria itu lagi dan Stevy keliatan seperti lagi sedih, Aulia yang sedang memainkan ponselnya segera menyimpan ponselnya.


"Stev lo kenapa" ucap Aulia.


"Gapapa ka" ucap Stevy sambil melihat ke arah Aulia namun ia sesekali ngelirik ke arah verrel yang sedang bersama wanita yang lumayan sexy.


Aulia melihat ke arah mata yang di tuju Stevy. "Kamu liatin cowo itu stev" tanya Aulia.


"Ah engga ka, Stevy ga liat apa apa kok" ucap Stevy yang kelihatan berbohongnya.


"Jangan ngelak gitu deh stev, emang itu siapa?" Tanya Aulia penasaran.


"Hah.. ah i.. itu ya yang mana ka, stevy ga liat orang yang di kenal kok" ucap Stevy gugup.


"Kamu ini, keliatan banget deh bohongnya haha" ucap Aulia.


"Ayo cepat katakan, ada apa?" Tanta Aulia sedikit menyelidik muka Stevy.


"Harus?" Ucap Stevy malu malu.


"Iya, ayo cepat" ucap Aulia dengan gayanya yang ala ala bos jahat haha.


"Itu cuma adik dari sahabat ka Steven ka" ucap Stevy.


Aulia menyatukan alisnya tanda dia lagi mencari tahu sesuatu apakah benar? Atau tidak?


"Terus, kenapa tadi wajahmu sedih gitu" ucap Aulia.


"Gapapa ka" ucap Stevy.


Stevy hanya nyengir menunjukan deretan gigi putih nanrapih. "Stev ayolah jujur, kali kali curhat yakan? Kita kan sebentar lagi akan menjadi adik kaka" ucap Aulia memastikan Stevy.


"Hmm jadi gini ka, Stevy juga ga tau kenapa sedih gitu liat mereka, padahal kita juga ga ada hubungan apa apa." Ucap Stevy.


Aulia mengetuk ngetuk pelan dagunya menggunakan jari telunjuknya tanda dia sedang berfikir. "Stev jangan jangan lo ada rasa ya sama dia" ucap Aulia dengan suara pelan.


"Hah apaan sih ka, jangan ngadi ngadi dah gue suka sama si monster gila itu" ucap Stevy sebal.


"Katanya ga suka tapi tadi apaan dah? Coba ulang.. haha, udah ada panggilan sayang masih aja... belum ngaku aduhh dasar anak muda ya" ucap Aulia ngejek sambil tertawa terbahak bahak.


"Ish apaan sih kak jangan kenceng kenceng dong ketawanya nanti kedengaran mereka." Ucap Stevy.


"jangan bohong ya kamu" ucap Aulia.


makanan yang di pesan mereka pun akhirnya datang, mereka menghabiskan makanan sampai tidak tersisa sedikit pun. tinggalah desert yang belum di makan.


"ayolah stev kamu belum cerita" ucap Aulia.


"ya ampun ka harus ceirta bagian mana lagi ini" ucap Stevy berbohong.


"kaka tau ada yang di sembunyiin dari kamu" ucap Aulia.


"hm baiklah cerita daei mana dulu nih" sahut Stevy.


"mm dari mana ya, daei awal kalian bertemu ajalah boleh yaaa" ucap Aulia sambil tersenyum.


"okee. jadi kita bertemu waktu di rumah makan yang ada di Bangkok. nahh waktu itu aku mau ke toilet nih karena terburu buru jadi aku ga sengaja nabrak dia. aku udah bilang maaf tapi dia tetep aja narik tanganku untuk berbicara sampai akhirnya aku ke toilet dia nunggu aku di luar, dan ternyata emang benar waktu aku keluar dia ada di luar nungguin. abis itu kita ngobrol lah, tapi ngobrolnya ga ada kata sopan santu gitu haha, karena emang disana aku mulai kesal karena dia terus menggodaku dan aku panggil dia dengan sebutan monster gila. entah darimana itu kata monster gila tapi aku suka dengan seburan itu." ucap Stevy. Stevy menceritakan semua kejadian yang di alami bersama Verrel ke Aulia. Aulia yang mendengarnya merasa gemas.


"keknya udah ada benih benih nihhh" ucap Auli ngejek.


"benih apaan sih ka" ucap Stevy.


"benih cinta lahh" ucap Aulia sambil tertawa.


"apasih ka dengerin ya ka stevy hanya suka sama reino gaada yang lain. Eh ups" ucap stevy sambil menekankan kata 'stevy hanya suka sama reino'nya, dan dia baru sadar bahwa telah terlalu jujur ahaha.


"oh gitu ya, ternyata kamu masih suka sama dia" ucap Auli sambil menganguk anggukan kepalanya.


"sttt ka udah ah malu" ucap Stsvy sambil menundukan kepalanya.


****


"sayang abis ini kita mau kemana" tanya Verrel kepada wanita itu. Wanita itu bukan pacarnya malahan mereka baru bertemu hari itu. Verrel emang playboy orangnya dia sering gonta ganti pasangan.


"sayang, kamu boleh kan belikan aku tas branded?" tanya wanita itu.


"boleh dong yang" ucap Verrel.


"makasih ya sayang" ucap wanita itu. wanita itu bernama sisil.


Stevy yang melihatnya mulai panas. wah wah kayanya Stevy udah ada rasa nih yaa haha.


"yang aku mau ke toilet dulu ya. bentar kok" ucap Verrel.


kebetulan jalan menuju toilet nya itu melewati tempat duduk Stevy.


"eh stev lo ada disini" ucap Verrel.


"eh Verrel, lo sama siapa disini?" ucap Stevy.


"sama klien stev, ini siapa stev" sahut Verrel. entah kenapa Verrel berbohong kepada Stevy bahwa itu klien nya.


"ohh, ini calon kaka ipar gue rel" ucap Stevy sambil terpaksa tersenyum.


"ohh hai salam kenal gue Verrel" ucap Verrel sambil mengulurkan tangannya dan di bales oleh Aulia.


Sisil yang melihat keakraban Verrel bersama wanita wanita itu merasa panas dan geram. Verrel telah pergi ke toilet. Sisil yang sudah tidak bisa menahan emosinya langsung menemui Stevy dan Aulia. Aulia yang sedang asik berbica dengan calon adik iparnya pun tiba tiba di kagetkan dengam kedatangan sisil.


"heh wanita murahan, awas ya lo kalo barani berani ngedeketin cowo gue, gue patahin noh tangan lo" ancam sisil.


Stevy tersenyum kecut "hai wanita cantik, apa gue ga salah denger gitu ya bahwa tadi Verrel bilang lo itu klien nya" ucap Stevy merendahkan.


"jangan asal bicara lu, dia itu calon pacar gue" ucap sisil sewot.


"baru calon aja bangga, dah di tinggalin nagia di pojokan kamar hahaha" ucap Stevy sambil tertwa.


PROK....


Sisil menampar wajah Stevy wajah Stevy seketika memerah. Stevy memegang pipinya dengan sebelah tangan. Stevy yang ingin berdiri tiba tiba di tahan oleh Aulia.


"hei wanita so cantik, berani beraninya lo nampar adik gue, lo mau gue balas hah?" ucap Aulia.


"silahkan aja kalo berani, gue bakal aduin kalian ke Verrel. wlee" ucap Sisil sambil menjulurkan lidahnya.


"cih, beraninya cuma ngadu doang haha" ucap Aulia.


"bodo amat" ucap Sisil.


Verrel sudah keluar dari toilet, dia mwlihata seperti ada kegaduhan segera menemui mereka. "ada apa ini?" tanya Verrel.


"tanya aja sendiri sama yang katanya calon pacor lo tuh" ucap Stevy sambil mengencangkan kata 'katanya'. Stevy dan Aulia memilih untuk makan desert dan membiarkan Verrel dan Sisil disana.


"ada apa sil" tanya Verrel.


"sayangg tau ga" ucap sisil.


"woy jangan sayang sayangan disini lah risih gue dengernya" ucap Aulia.


"kenapa" tanya Verrel kepada sisil.


"tadi si cewe ini nampar aku yang" ucap Sisil kepada Stevy. Verrel melirik kepada Stevy dengan tatapan yang tidak dapat di artikan.


uhuk... uhuk...


Stevy tersedak kemudian Aulia memberikan minumnya ke Stevy. "minuk dulu stev" ucap Aulia.


"rel mending lo urusin si cewe murahan ini dah" ucap Stevy sambil berdiri dan dia segera meninggalkan mereka. Aulia juga segera berdiri untuk mengikuti Stevy dari belakang dandia juga tak lupa mengucapkan "hai cantik, sayang loh mukanya cantik cantik tapi kok mulutnya suka nuduh orang yah. sayang bangett dehh. Ku harap kamu bisa memperbaiki mulut kamu yang kurang bersih itu." ucap Aulia sambil tersenyum. perkataan Aulia memanglah lembut tapi menyakitkan bagi Sisil.


Di dalam mobil Stevy banyak diam. Sekarang Aulia yang menyetir mobilnya. "apakah pipi kamu masih sakit" tanya Aulia sambil sesekali melirik Stevy.


"udah mendingan ka, tapi sakitnya masih ada disini ka" ucap Stevy sambil menunjukan bagian hatinya.


Aulia hanya tersenyum "kamu ini haha" Auli tertawa kecil.


"ka aku serius, kenapa perasaan ku sakit gitu ya..." ucap Stevy.


"mungkin karena kamu di tampar oleh wanita yang gak kamu kenali Stevy, jadi kamu ngerasa sakit hati. udahlah lupakan yang sudah terjadi" ucap Aulia sambil tersenyum.


_BERSAMBUNG_


▪︎


▪︎


▪︎


GUYS PLEASE VOTE YANG BANYAK YAA


KALAU UDAH BACA WAJIB LIKE NOVEL INI OK!!


JANGAN LUPA JUGA KASIH SARAN DAN KRITIKNYA.