
VOTE, LIKE, KOMEN, RATE, DAN SHARE JUGA. WAJIB!! APALAGI KALAU SUDAH BACA WAJIB DI LIKE!! WAJIB YA :)
Stevy tiba di ruang tamu lalu dia duduk di sofa saming sofa yang Revano duduki.
"ka kenapa jam segini, katanya mau jemput stevy jam 9" tanya Stevy.
"gapapa dong stev, sengaja hehe udah siap belom?" tanya Revano memastikan.
"yok, huhft..." stevy membuang nafasnya.
"tenang dong stev haha" kata Revano.
"gimana mau tenang, stevy nanti takut ga bisa ngerjain, kalo ga bisa ya gabakalan lolos" ucap Stevy.
"bukannya itu yang kamu jnginkan stev hehe" ejek Revano.
"haha tapi aku masih punya hati loh ka, ga sampe segitunya juga, aku ingin ayah bangga padaku bagaima pun caranya, contohnya selerti ini, aku ninggalin hobiku merias wajah orang demi ayah" jelas Stsvy sambil tersenyum. mereka telah sampai di parkiran mobil tempat mobil Revano terparkir.
Revano membukakan Pintunya untuk Stevy lalu dia segera berjalan memasuki mobilnya.
"kamu wanita kuat Stev, kamu pasti bisa ngelewatin ini, percalah padaku, kamu sudah berusaha semaksinal mungkin agar ayah mu bangga padamu dan nantinya kamu bakalan menemukan pekerjaan yang tepat, semuanya sudah rencana tuhan stev, kita hanya bisa jalanin aja." ucap Revano.
"iya ka, makasih yah udah jadi penyemangat Stevy" ucap Stevy sambil tersenyum.
"iya stev sama sama" ucap Revano. Tujuan Revano menjemput Stevy lebih awal adalah, dia ingin Stevy merilexan tubuhnya dulu. Revano mengajak Stevy menuju taman yang sangat asri dan bersih di sana udaranya sangatlah sejuk.
Sampailah mereka di taman yang tidak jauh dari perkotaan. Stevy sangat senang karena di ajak kesana meskipun dengan waktunya yang singkat.
"Indah sekali kak tamannya, Stevy baru tau kalau ada taman di sini" ucap Stevy.
Stevy dan Revano berjalan jalan di taman itu. Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 9.30 pagi, Stevy dan Revano bergegas ke tempat unian Stevy di laksanakan.
Sampailah mereka di tempat itu.
"Semangat Stev" ucap Revano sambil mengangkat tangannya dan mengepalkannya tanda dia meberikan semangat kepada Stevy. Stevy hanya membalas dengan senyuman.
****
Revano pergi ke kantornya karena ketika ujian Stevy tidak boleh di tunggu.
Di Kantor
Tok tok tok
"Masuk" sahut Revano.
Asisten pribadi Revano masuk. "Tuan, perusahan di Thailand sedang mengalami kekacauan, kita harus segera membereskannya" ucap asisten pribadinya itu.
"Kapan kita akan berangkat?" Tanya Revano.
"nanti malam tuan, saya sudah menyiapkan berkas berkas yang harus di bawa" ucap asisten itu.
"Baik, kamu boleh keluar" ucap Revano.
Asisten itu pun keluar.
"Sebentar lagi jadwal makan siang dan Stevy akan segera selesai ujiannya." Gumam Revano.
)"hallo pah" ucap Revano menelpon Papahnya.
)"ada apa rev?" Tanya haryanto di balik telpon.
)"nanti malam aku mau pergi ke Thailand buat beresin masalah di sana" jelas Revano.
)"oh yaudah kamu pergi aja" sahut Haryanto.
)"oh gitu, papah ga ah biar kamu aja yang ngehandle disana" ucap Haryanto.
)"oh iya tadi Verrel bilang dia mau pergi ke Amerika" ucap Haryanto.
)"oh, kapan dia pergi pah?" Tanyq Revano.
)"besok siang" sahut Haryanto.
Kemudian mereka menyudahi telponnya.
Revano bergegas menuju tempat ujian Stevy. Tidak lama kemudian Stevy datang menemui Revano.
"Hi ka, maaf nunggu lama" ucap Stevy.
"Engga tenang aja, baru sampai kok ini" sahut Revano.
"Oh iya, kamu belum makan siang kan?, kita mau makan siang dimana" tanya Revano.
"Aku lengen makanan seafood ka" tawar Stevy.
"Oh yaudah" sahut Revano.
Di dalam mobil tidak ada yang bersuara, mereka hanya diam seribu bahasa. Sesampainya di restoran seafood mereka langsung memilih tempat yang sangat nyaman.
"Kamu boleh pesen banyak banyak asal harus habis, anggaplah ini sebagi hadian buat kamu" ucap Revano.
Stevy memesan banyak makanan seafood kesukaannya. "Makasih ka hehe" ucap Stevy.
"Sama sama" sahut Revano.
"Oh iya stev nanti malam aku mau terbang ke Thailand" ucap Stevy.
"Serius? Kenapa ke Thailand?" Tanya Stevy.
"Perusahanku ada masalah" jawab Revano.
"Oh iya hati hati ya" ucap Stevy pelan. Dia merasa sedih karena Revano akan pergi ke Thailand.
"Berapa lama disana?" Tanya Stevy.
"Sekitar 5 harian lah" sahut Revano.
"Oh"
"Kamu gimana ujiannya lancar ga?" Tanya Revano.
"Pusing sih ka sebenarnya, tapi untungnya Stevy ngejawab semua soalnya dengan percaya diri hehe. Gatau itu bener gatau salah Stevy juga" ucap Stevy.
"Oh gitu" kemudian makanan lesanan mereka pun datang.
Stevy yang sudah tidak sabar lagi segera melahap semua makanan yang ada di depannya dengan rakus, Revano yang melihat itu hanya tersenyum.
Revano dan Stevy selesai makan. Revano mengantarkan Stevy lulang ke rumahnya dan Revano kembali ke kantornya.
_bersambung_
WAJIB LIKE! WAJIB LIKE! WAJIB LIKE!
WAJIB LIKE! WAJIB LIKE! WAJIB LIKE!
KALAU SUDAH BACA JANGAN LUPA LIKENYA, DAN VOTE NOVEL INI YA...