
JANGAN LUPA DI VOTE, LIKE, SAMA KOMEN YAA
Sejak SMA Stevy mengikuti les make up dengan biaya sendiri, karena itu cita cita stevy sejak smp maka Stevy memutuskan untuk menabung untuk biaya les make up yang di perlukan, bundanya mengizinkan stevy jadi MUA, tapi lain dengan ayahnya, ayahnya menolak keras Stevy, dia ingin Stevy menjadi seorang dokter.
Stevy anak kedua dari 3 bersaudara, kaka stevy bernama Steven dia adalah seorang dokter anak di salah satu rumah sakit, rumah sakit itu milik ayahnya. adik stevy yang masih duduk di bangku Sma kelas 10 bernama Shavyra.
****
-DI KEDIAMAN STEVY-
hari ini hari minggu, dimana stevy bangun pukul 9 siang, itulah kebiasan stevy ketika libur sekolah, apalagi sekarang dia udah lulus.
"anak ini jam segini belum bangun, cepat bangun" ucap bunda stevy sambil narik selimut Stevy.
"ini kan hari libur bun, stevy juga ga ada kerjaan kok" ucap stevy
"bukannya olahraga kek, bantu bantu bunda beresin rumah atau masak, ni anak malah enak enakan tidur disini, cepat bangun! bunda ada pertemuan sama temen temen" ucap bunda Stevy
"hmmm" balas stevy
bunda Stevy keluar dari kamar stevy, kemudian dia masuk ke kamarnya untuk siap siap. Stevy yang malas bangun pun terpaksa buat bangun dan mandi, setelah mandi ia pergi ke dapur buat sarapan sendiri, karena saudara saudaranya sudah sarapan ketika Stevy tidur.
"bunn... bunn.. bunda..." teriak stevy mencari bundanya
"iya stev ada apa.." teriak sang bunda yang berada di kamarnya.
"stev boleh masuk ga bun?" tanya stevy
"masuk aja stev gapapa"
stevy pun masuk dan duduk di ranjang milik orang tuanya, dan bundanya sedang merias diri di depan meja rias.
"ada apa stev?" tanya bunda
"stevy mau izin main sama temen bun, boleh ya.." tanya stevy dengan tingkah lucu.
"hmm boleh ga ya.. terus siapa yang jagain rumah dong?" tanya bunda
"kan ada pembantu bun di rumah" jawab stevy
"hmm yaudah deh boleh, tapi berangkat bareng aja yah, kamu yang anterin bunda ke rumah temen bunda ya" ucap bunda
"iya bunn, eh si vyra kemana bun? tanya stevy.
"shavyra ke rumah temen buat ngerjain tugas kelompoknya." jawab bunda.
"ohh" kata stevy.
Stevy menyalakan mobilnya sambil nunggu bundanya keluar rumah, tidak lama kemudian bundanya keluar rumah, stevy mengantarkan bundanya ke rumah temannya. dan stevy main bersama temannya.
****
Revano sedang ada tugas di Thailand, Bangkok. Dia pengusaha yang sangat sukses dengan usia yang masih terbilang muda, Revano anak blasteran Indonesia&Thailand, ayahnya asal Thailand dan ibunya asal Indonesia, Revano di Bangkok bersama keluarga dan asisten pribadinya, kemungkinan ia tinggal di Bangkok 2 bulan untuk sementara.
"vin, kapan meeting mulai" tanya revano pada asistennya kevin.
"1 jam lagi meeting mulai tuan muda" balas kevin.
revano berusia 27 tahun dan dia masih belum pernah pacaran, papanya sangat ingin cepat mempunyai seorang menantu, tapi revano selalu menolak, karena menurut revano wanita itu hanya menyusahkan saja, apalagi kalalu sudah menikah dan punya anak, akan ribet urusannya, pikir revano begitu, papanya mencoba menjodohkan anaknya dengan anak pengusaha lain tapi revano tetap saja menolak.
****
Stevy sudah lulus sekolah sejak 1 minggu yang lalu, dia sudah daftar di kedokteran tapi tidak keterima, tapi dia akan mengikuti sbmptn nanti. meskipun terpaksa karena sang ayah ngebet banget pengen punya anak semua dokter. stevy pernah bilang ke ayahnya.
*flashback*
"yah, kalo stevy ga keterima di kedokteran jangan maksa stevy lagi ya, stevy udah berusaha buat masuk kedokteran, tapi itu bukan hal yang mudah bagi stevy yah" ucap stevy.
"tapi kamu masih bisa mencoba tahun depan stevy... apa salahnya mencoba ya kan bun? ucap ayah stevy.
"kalo bunda sih gimana maunya stevy aja yah, soalnya kalo dia di paksa buat sekolah kedokteran, hasilnya juga akan beda, biarkan dia memilih sendiri. kalo kamu nunggu 1 tahun kamu bakalan ngapain aja stev? " tanya sang bunda kepada stevy.
"aku mau jadi MUA bun, nanti aku mau jadi mua untuk sementara waktu dan kalau banyak yang pesan jasa mua, izinkan stevy buat jadi mua ya" ucap stevy sambil menunjukan wajah sedikit sedih.
"lah emang kamu bisa make up in orang gitu?" tanya ayahmya.
"mmm sebenarnya, boleh stevy jujur? tanya stevy ragu.
"harus jujur sayangg" sahut bunda stevy.
bundanya emang sangat baik hati ia selalu mengikuti kemauan anaknya, selagi baik buat kehidupannya.
"jadi gini selama aku masih smp, aku mau banget jadi seorang mua, namun karena aku tidak punya uang yang cukup buat biaya les mua, jadi aku berusaha nabung selama 3 tahun dan mulai sejak kelas 1 sma, aku udah les mua, terakhir aku les mua 1 bulan yang lalu, karena aku udah lulus ujian mua dan di perbolehkan berhenti. karena ini sistemnya siapa yang udah lulus dalam ujian tiap minggunya, maka bisa di bilang dia udah lolos. gitu" kata stevy.
"hmm ayah jadi terharu sama perjuangam kamu nak, kenapa kamu ga bilang dari dulu kalo kamu kaya gini dan kamu butuh uang?" kata ayahnya
"iya nak, kamu kenapa ga bilang, padahal bunda bisa biayain kamu loh, kamu kan tahu bunda selalu mendukung buat keinginan anak anak bunda"
"maafin stevy yah, bun, sebenarnya stevy takut kalo nanti ga bakal di izinin, jadi stevy berusah sendiri." jawab stevy.
"bunda bangga pada kamu nak, kamu bisa berusaha buat capai cita cita kamu" sahut bundanya sambil tersenyum haru.
"ayah juga bangga padamu nak, kirain kamu tuh kerjaannya tidur mulu, main mulu, ternyata kamu anak yang pekerja keras, jadi gimana apakah kamu masih ingin kuliah kedokteran?" tanya ayahnya.
stevy berfikir keras, bagaimana pun ia harus menuruti permintaan ayahnya, tapi dia juga ingin mencapai cita citanya sebagai mua.
"hmm gimana ya yah, stevy sih tetep gamau yah, tapi stevy akan berjuang demi ayah" ucap stevy dengan raut wajah sedih.
"ya udah kamu tetep harus ikut ujiannya yah, apapun hasilnya ayah akan terima. jika kamu ga berhasil ayah izinin buat jadi mua, kalo kamu berhasil kamu harus jadi dokter ya?" kata ayahnya.
"okelah stevy akan menuruti keinginan ayahnya" jawab stevy.
*flashback off*
stevy dan bunda Ajeng sudah kembali kerumahnya. ya! Ajeng ialah nama ibunda stevy, shavyra, dan steven.
di meja makan mereka sedang makan malam bersama, tidak ada yang bersuara kecuali suara sendok dan garpu yang beradu dengan piring. setelah makan mereka pergi ke ruang keluarga. mereka berbincang bincang sambil nonton film.
"ka gimana kerjaannya?" tanya ayah kepada steven.
"lumayan yah, tadi banyak pasien yang di periksa, cape tapi steven membuang rasa cape dengan main bareng anak anak kanker."ucap steven.
"syukurlah, kamu harus tetep semangat, bagaimanapun itu keinginan kamu ingin menjadi dokter, tapi ayah ingin setelah kamu menikah, kamu pegang perusahaan milih ayah, kamu harus belajar dari sekarang." kata ayah.
"tapi gimana dengan profesi steven yah?" tanya steven.
"kamu akan tetap jadi dolter untuk kali ini, kamu hanya mengontrol sesekali saja untuk kali ini." kata ayahnya.
steven hanya manggut manggut, tanda mengerti.
"oh iya ka, vyra mau ketemu anak anak yang kanker dong kaa, vyra juga ingin ngehibur mereka, pasti mereka lucu lucu kan ka?" cap vyra.
semua orang yang ada di sana hanya tersenyum melihat shavyra berbicara seperti anak kecil. dia sangat dimanja oleh kedua orangtuanya.
"bisa kok vyra, tapi ada jadwalnya, jadwalnya tiap hari sabtu dan minggu, kamu mau kapan kesana?" kata steven.
"sabtu aja kali ka, ka stevy ikut vyra yaa.." kata shavyra.
"lah kok ajak aku sih, pergi aja tuh sama ka steven kan bisa" ucao stevy malas.
"yahh ka stevy selalu aja kek gini, kenapasih?"ucap shavyra sedih.
"stevy.. kamu ikutlah bareng shavyra, kasian dia kalo sama steven, steven kan harus kerja" sahut bunda sambil tersenyum.
"hm ya udah deh, stevy ikut." kata stevy.
"steven pamit dulu ya mau ke kamar dulu" ucap steven sambil berdiri.