
KALAU SUDAH BACA BIASAKAN LIKE YA....
▪︎
▪︎
▪︎
Stevy sudah sampai di hotel nya, dia segara mebereskan barang barangnya karena sekarang sudah jam 2 siang sedangkan Stevy harus check out jam 5 sore nanti. Stevy mengemas barang barangnya selama kurang lebih 1 jam.
"huft cape juga ya, padaha cuma dikit. eh bentar bentar kek ada yang kurang. tapi apa ya" ucap Stevy.
"oh iya makanan belum di beresin" ucap Stevy.
jam menunjukan pukul 4 sore Stevy harus segera siap siap untu check out, dia segera mebersihkan dirinya.
kring... kring... kring...
suara telpon bunyi, tanpa menunggu lama Stevy yang sedang merias diri pun mengangkat telponnya.
("hallo ka rev ada apa" ucap Stevy.
("lo check out jam berapa?" tanya Revano.
("jam 5 ka" ucap Stevy.
("oh yaudah nanti gue ****** jam setengah 5 ya" ucap Revano kemudian dia mematikan telponnya.
jam menunjukan pukul 16.35 Revano telah sampai di hotel, Revano segera menaiki lift karena dia ingin membantu Stevy mengambilkan koper.
mereka sudah keluar dari hotel, Revano dan Stevy sudah berada di dalam mobil. "huft ga rela ninggalin kota ini" ucap Stevy sambil melihat ke arah luar jendela.
"lain kali lo bisa datang lagi kesini, bentar lagi kakamu tunangan masa ia lo ga bakalan hadir dalam acara kaka lo" ucap Revano.
Stevy yang mendengar kakanya mau tunangan pun menoleh dengan cepat kepada Revano, karena selama ini dia belum mengetahui kalau kakanya mau tunangan. "hah apa? tunangan?" kata Stevy dengan wajah terkejutnya.
"lah lo ga tau stev?" ucap Revano.
"gue ga tau sama sekali ka" ucap Stevy.
"gaada yang ngasih tau lo gitu? Steven mau tunangan 1 minggu lagi" ucap Revano.
"hah 1 minggu lagi? kenapa bunda ga ngasih tau gue ya." ucap Stevy.
"mungkin punya maksud lain" ucap Revano.
mobil sudah memasuki pekarangan rumah keluarga Revano. Stevy langsung turun dari mobilnya dan memasuki rumah Revano beriringan. Revano telah menyuruh para pelayannya untuk menurunkan koper milik Stevy.
"kita beragkat ke bandara pukul 3 pagi" ucap meera.
"oh iya tante" ucap Stevy.
"kita makan malam di rumah aja ya" ucap meera.
"kamu istirahat dulu aja sana di kamar tamu kalau kamu kecapean." ucap meera.
"ga usah tan aku ga kecapean kok" ucap Stevy sambil tersenyum.
"oh yaudah kamu duduk disini aja nonton tv" ucap meera.
Verrel dan kendro sedang tidak ada di rumah, mereka sedang menyelesaikan pekerjaan di kantornya. jam menunjukan pukul 6 sore, Verrel dan kendro telah pulang ke rumahnya. Verrel melihat ada seorang wanita yang duduk di ruang keluarga. Verrel berjalan menuju wanita itu karena dia sangat penasaran siapa wanita yang sedang duduk disana karena posisinya membelakangi Verrel.
Verrel semakin mendekat dia menengok wanita itu dari belakang. Stevy merasa ada seseorang di belakangnya, Stevy menoleh kebelakang dan mereka berdua teriak karena kaget.
Aaaaa......
"ya tuhan... ini si tefnon ngagetin aja." ucap Verrel.
"lu yang ngagetin monster ngapain juga lu ngintip ngintip gue dari belakang hah?" ucap Stevy.
"yee jangan nge gas dong mba.. gue cuma penasaran siapa yang sedang duduk disini." ucap Verrel.
"terserah lu, asal lo jangan kesurupan lagu di mobil gua" ucap Verrel sambil mendudukan tubuhnya di sofa.
"berarti kalau disini gue boleh kesurupan ya?" ucap Stevy.
"ye.. teflon... ga gitu juga kali, sama aja nanti gue takut" ucap Verrel.
"bodo amat dah gue mau manggil setan nya nih" ucap Stevy sambil memejamkan mata dengan tangan di satukan(🙏)
"woy stev lu mau ngapain, stev jangan panggil setan setan itu ke rumah gue woy..." ucap Verrel sambil menggoyang goyangkan tangan Stevy.
kendro telah masuk rumahnya. "kapan kalian damainya sih?" ucap kendro.
"pah pah jangan ngedeketin Stevy dia lagi manggil setan, Verrel takut pah" ucap Verrel sambil lari ke kendro.
"apasih kamu ini mana bisa panggil setan kaya gitu" ucap kendro.
"eh om, hallo om" ucap Stevy sambil berdiri.
"stop disana jangan mendekat, apa benar kamu sedang manggil setan?" ucap kendro.
"Buahahaha.... " stevy tertawa, menurutnya om ken sama Verrel sama aja.
"tuh kan pah bener, kayanya setannya udah masuk tuh" ucap Verrel.
"iya deh rel, gimana cara ngeluarinnya ya, kalau dia gini terus, penerbangannya bisa gagal nih" ucap kendro berbisik.
"terus gimana pah" ucap Verrel.
"oh iya coba kamu ambil garam dengan besi" ucap kendro. Verrel pergi mengambil garam dan besi.
"ini pah garam dam besinya, terus gimanain" ucap Verrel.
"kamu taburin aja tuh di sekeliling Stevy terus simpen besi di dekatnya." ucap Kendro.
"oke pah" ucap Verrel kemudian mengikuti perintah papanya.
"eh eh kenapa ini di taburin garam, emang di rumah ini ada ularnya" ucap Stevy yang sudah berhenti tertawa.
"bukan itu stev, biar setan yang ada di dalam tubuhmu keluar" ucap verrel.
"buahahaha" Stevy kembali tertawa setelah mendengar, alasan Verrel.
"pah pah kayanya dia makin kesurupan lagi, gimana nih pah" ucap Verrel berbisik.
meera datang ke ruang keluarga "hey ada apa ini" ucap meera.
"ma coba liat stevy dia sedang kesurupan, tadi dia manggil setan ma, terus abis itu dia ketawa tawa, terus sekarang ketawa lagi" ucap Verrel.
"ada ada aja kamu ini, cepat pah, rel kalian genti baju dulu abis itu makan, Stevy ayo ikut tante" ucap meera.
Stevy pun berhenti tertawa kemudian mengikuti meera dari belakang. "lah kok berhenti" ucap Verrel.
"mungkin setannya udah keluar kali rel, dah yu genti baju dulu." ucap kendro.
mereka pergi ke kamar masing masing setelah genti baju, mereka kumpul di ruang makan. mereka makan tanpa ada yang bersuara.
sekarang semuanya sudah kumpul di ruang makan, mereka makan tanpa ada yang berbicara. setelah makan meera menyuruh mereka cepet tidur arena harua bangun pagi untuk berangkat ke bandara.
_**BERSAMBUNG_
•
•
•
KALAU SUDAH BACA [WAJIB] LIKE YA...
JANGAN LUPA BUAT VOTENYA, KOMEN, DAN RATE JUGA**.