
MARI BERSESEKAH DENGAN CARA LIKE, VOTE, KOMEN DAN RATE:)
Setelah mereka makan, mereka pergi ke ruang keluarga, disana mereka banyak bercerita, kedua keluarga itu terlihat sangat akrab.
Kring... kring... kring...
Hand phone Steven berbunyi tanda ada yang menelpon. "Hallo ada apa" ucap Steven.
"Hallo dok, ini ada pasien kecelakan lalu lintas, mereka harus segera di operasi" ucap wanita di balik telpon tersebut.
"Oke aku akan segera datang" ucap Steven. Steven berjalan menuju ruang keluarga. Dia memberitahukan kepada mereka bahwa steven akan pergi ke rumah sakit untuk mengoperasi pasien kecelakaan.
Ketika mendengar Steven akan mengoerasi pasien kecelakaan entah kenapa hati Stevy tidak tenang, dia mulai gelisah. Revano yang mengetahui stwvy sedang gelisah pun bertanya.
"Stev ada apa, kok kelihatan gelisah gitu." Ucap Revano.
"Gatau ka, hati gue tiba tiba ga enak, kek ada yang mengganjal gitu" ucap Stevy.
"Mending kamu istirahatin dulu gih" ucap Revano.
"Mm... baiklah Stevy tinggal dulu ya" ucap Stevy pamit.
Tak terasa waktu sudah sore, keluarga Rochana pamit pulang. Steven telah kembali ke rumahnya.
"Sore bun" ucap Steven.
"Sore stev, gimana lancar?" tanya bunda.
"Alhamdulillah bun, Stevy mana?" Ucap Steven.
"dia di kamarnya" ucap Bundanya.
"Oh Steven tinggal dulu ya, mau ke kamar Stevy." Ucap Steven, kemuadian Steven berjalan menuju kamar Stevy, dia mengetuk pintu kamar Stevy dan tidak lama kemudia Stevy membukakan pintunya.
"Boleh masuk?" Ucap Steven dan dianggukan oleh Stevy, Steven masuk kedalam kamar Stevy.
"Kaka mau ngasih tau sesuatu stev" ucap Steven.
"Cepat katakan, ada apa" sahut Stevy.
"pacar lo stev" ucap Steven.
"pacar? siapa ka?" tanya Stevy.
"iya pacar lo Stev" ucap Steven.
"siapa pacarku" tanya Stevy.
"bukannya reino itu pacarmu" ucap Steven. Stevy meenpuk jidatnya.
"gue dah putus sama reino ka, waktu gue di Thailand" ucap Stevy.
"ohh kirain masih pacaran" ucap Steven.
"emang ada apa ka?" tanya Stevy penasaran.
"oh iya, tadi kaka abis operasi dia" ucap steven.
"hah operasi? berarti yang kecelakaan itu reino ka? coba jelaskan ka" ucap Stevy kaget.
"iya dia Reino, kata perawat Reino kecelakan mobil bersama kekasihnya. Reino mengalami geger otak yang cukup parah. sedangkan yang perempuan belum juga di operasi dia sudah meninggal dunia karena kehabisan banyak darah jadi nyawanya tidak bisa tertolong. Kaka kira lo belum putus jadi kaka kasian sama lo stev." Ucap Steven.
"Oh gitu, kasian sekali mereka, kaka tau siapa wanita itu?" Tanya Stevy.
"Kalo gak salah dia Zia" ucap Steven.
"Hah? Zia? Ya tuhan dia meninggal secepat ini" ucap Stevy.
"Kaka kira dia sedang selingkuh stev, ternyata kalian udah putus ya" ucap Steven, Stevy yang mendengar itu langsung menundukan kepalanya.
"Eh maafin kaka stev, kalo boleh tau lo kenapa putus" ucap Steven. Stevy menangis.
"Hiks.. kihs.. dia selingkuh sama Zia ka, dulu rei udah 3 hari ga ada kabar dan ternyata dia sudah punya kekasih baru. Dia lebih memilih Zia dari pada Stevy kak, untung waktu di Thailand Stevy tidak terlalut dalam kesedihan karena ada ka Revano yang menghibur Stevy." Ucap Stevy.
"Maafin kaka stev udah ngungkit masa lalu lo" ucap Steven.
"Gapapa ka, besok Stevy akan jenguk rei" ucap Stevy. Steven pergi ke kamarnya.
Keesokan harinya
Stevy sudah bersiap siap untuk pergi ke rumah sakit menjenguk Reino, meskipun ia sedikit ragu karena mau menjenguk sang mantang kekasih, namun Stevy berusaha tegar.
Verrel sedang berada di perjalanan menuju rumah Stevy, dia berencana untuk mengajak Stevy makan siang. Verrel telah sampai di kediaman Stevy, Verrel melihat Stevy mau menaiki mobil namun Stevy yang melihat ada Verrel langsung mengurungkan niatnya.
"Hai teflon... mau kemana" ucap Verrel.
"Mau ke rumah sakit rel" ucap Stevy.
"Yahh tadinya mau ngajak lo makan siang tapi gapapa lah, gimana kalo kita bareng aja abis itu kita makan siang bareng" ucap Verrel.
"Kamu gapapa ikut gue ke rumah sakit?" Tanya Stevy.
"Gapapa lah, ayo naik" Verrel mebukakan pintunya untuk stevy. Di perjalanan Stevy banyak melamun.
"Stev lo kenapa? Kalo boleh tahu lo mau jenguk siapa?" Tanya Verrel.
"Gue gapapa rel, gue mau jenguk temen." Jawab Stevy bohong.
Verrel tahu kalau Stevy sedang menyembunyikan sesuatu, tapi Verrel tidak banyak bicara seperti biasanya, karena dia yakin kalo Stevy sedang ada masalah.
Stevy berjalan menuju ruangan yang Reino tempati, ketika mereka berjalan, para perawat dan staf staf lainnya menundukan kepalanya karena mereka tahu kalau Stevy adalah anak dari pemilik rumah sakit tersebut ada juga yang memotret kebersamaan Verrel dan Stevy, karena Verrel juga lumayan terkenal di Indonesia selain penyanyi dia juga anak dari pengusaha sukses se Asia.
Stevy telah sampai di ruangan Reino. dia mengetuk pintunya tanpa menunggu lama seseorang yang ada di dalam sana membuka pintunya.
"Hai ka Stevy silahkan masuk, gimana kabarnya ka" ucap adik Reino. Untung saja orang tua Reino tidak ada disana kalau ada habislah Stevy.
"Kaka baik rey" ucap Stevy kepada reyna.
"kaka bawain kalian buah buahan. Gimana kabar kakamu" ucap Stevy.
"wah masih ka. Dia baru sadar tadi pagi ka" ucap reyna. Reino yang mulai terganggu karena kebisingan di dalam ruangan tersebutpun terbangun.
"Ka udah bangun, ka Stevy aku keluar dulu ya" ucap Reyna. Stevy hanya melihat Reino tanpa bersuara. Hati tidak bisa di bohongi bahwa Stevy masih ada rasa sama Reino. Verrel hanya diam di belakang Stevy, ia sangat penasaran apakah benar kalau Reino itu temannya atau lebih dari teman? Pertanyaan itu yang terus ada di pikiran verrel.
"Stevy..." ucap Reino sambil meraih tangan Stevy namun perlahan Stevy menarik tangannya, ia tak kuasa menahan air mata yang di bendungnya, diapun mengeluarkan air matanya.
"Jangan menangis stev" ucap reino. Stevy menundukan kepalanya dan mengusap air yang membasahi pipinya.
"Maafin gue stev, gue tau gue salah" ucap reino.
"Udahlah rei jangan mengungkit ungkit masa lalu, gue kesini cuma mau jenguk lo, gue turut berduka cita rei atas meninggalnya Zia" ucap Stevy.
"Terima kasih telah meluangkan waktu lo buat jenguk gue stev, tapi bisakah kamu kembali bersamaku lagi" ucap Reino yang kini telah menajatuhkan ai matanya.
"Ga bisa rei, kita ga akan pernah kembali lagi, maaf rei" ucap Stevy.
"Kenapa stev, bukankah lo dulu tidak ingin di tinggalkanku? Hah?" Ucap Reino sedikit membentak.
"Rei dengerin gue, dulu sama sekarang itu beda ya, ingat sekarang kita ga ada hubungan apa apa lagi, dan dulu gue emang gamau di tinggalin sama lo tapi sekarang beda lagi rei, lo udah ngecewain gue, apakah lo ga malu ngelakuin ini hah?" Ucap Stevy dengan mata yang berkaca kaca.
"Kenapa lo berubah stev, apakah gara gara pria itu iya kan? Pria itu yang telah merubah lo jadi kek gini kan? Ucap Reino.
"Cukup Reino, keaadan lo belum stabil lebih baik lo istirahat. kami pamit dulu." Ucap Stevy sambil meninggalkan ruangan itu dan diikuti Verrel. Verrel yang mendengar semua perkataan mereka, mulai sedikit paham bahwa hubungan Stevy dengan pria itu tidak baik baik saja.
Verrel membukakan pintu mobilnya untuk Stevy. Setelah itu dia juga masuk ke dalam mobilnya. Verrel mulai membuka suara.
"Stev temenin gue makan siang sama belanja ya" ucap Verrel.
"Ya" sahut Stevy singkat. Verrel memaklumi sifat Stevy kali ini.
Verrel mengendarai mobil sportnya menuju mall terbesar di kota tersebut. Setelah sampai, seperti biasa Verrel membukakan pintu mobilnya untuk Stevy. Mereka memasuki mall milik keluarga Rochana itu.
"Kita sebaiknya pergi makan dulu" ucap Verrel.
"Okey" sahut Stevy. Mereka pergi ke restoran yang cukup ramai.
"Lo mau makan apa stev" ucap Verrel.
"terserah lo rel, lo yang pesen aja" ucap Stevy.
"Stev gue boleh nanya sesuatu ga sama lo" ucap Verrel.
"Katakan!" Ucap Stevy.
"Hubungan lo sama pria tadi di rumah sakit kurang baik ya? Gue liat lo keknya bukan temennya deh? Maaf stev" ucap Verrel.
"Gausah minta maaf rel, maaf gue tadi bohong sama lo. huft... emang sih hubungan gue sama dia itu bisa di bilang buruk, mungkin karena perpisahan kita yang ga baik baik aja, kita ga nyelesain masalahnya dengan baik sampai akhirnya kita putus karena ada orang ketiga, dia lebih memilih cewe itu dan ninggalin gue dan sekarang cewe itu udah meninggal dunia kemarin sore saat jalan jalan bersama reino mantan gue. Terus semudah itu dia ngajakin gue balikan... baru aja di tinggal kekasihnya masa ia dia minta balikan. Lucu sekali dia, dia yang ngeduain gue dan sekarang dia minta balikan. Dasar cowo bren****" ucap Stevy.
Makanan yang dipesan datang. "Mending lo makan dulu" ucap Verrel.
Mereka berdua makan tanpa ada yang bersuara. Melihat raut wajah stevy yang kelihatan sedang sebal dengan seseorang membuat Verrel tersenyum. Karena pikir dia Stevy sangatlah lucu.
Mereka selesai makan. "Gue mau beli baju" ucap Verrel dan Stevy pun menytujuinya.
Di toko baju
"Stev bagus yang mana hitam atau abu?" Ucap Verrel menunjukan kaos warna hita dan abu.
"Mending yang abu, boleh gue pilihin buat lo?" Ucap Stevy.
"Oke boleh" sahut Verre. Kemudian Stevy memilih beberapa baju yang cocok buat Verrel.
"Ka saya saranin buat beli baju ini biar couplean sama pacarnya" ucap pelayan baju tersebut.
Stevy dan Verrel saling tatap. "Maaf mba kita ga pacaran hehe" ucap Stevy.
"Ah maafin saya ka, saya ga tau, tapi kalian seperti orang pacaran kalian sangat cocok" ucap pelahan tersebut. Stevy hanya membalas dengan senyuman.
"Maaf ka saya pergi dulu" ucap pelayan tersebut namun Verrel menahan nya.
"Stev baju couple ini bagus juga buat kita. mba bungkus yang ini ya" ucap Verrel. Stevy hanya bisa diam.
Stevy memilihkan Verrel baju casual yang lumayan bagus, dan Verrel juga memberikan Stevy baju, sepatu dan tas. Karena itu niat awal Verrel dia ingin ngasih Stevy sesuatu.
Setelah mereka keliling mall, tak terasa waktu sudah sore, Verrel mengantarkan Stevy pulang.
_BERSAMBUNG_
▪︎
▪︎
▪︎
PLEASE LIKE, VOTE, DAN KOMEN YA.....