
GUYS JANGAN LUPA VOTE NYA, LIKE, KOMEN, AND SHARENYA YA.
Keesokan harinya di Indonesia.
)"stev gue ke rumah lo ya, gue bosen di rumah mulu nih" ucap Aurel di balik telpon.
)"yaudah cepet sini, sekalian beli cemilan ya ehehe" sahut Stevy.
Mereka menutup telponnya. Beberapa menit kemudian Aurel datang dengan membawa cemilan cemilan kesukaan mereka.
"Ke belakang aja yuk" ajak Stevy. Lalu mereka berjalan menuju gazebo di halaman belakang.
Disana mereka banyak bercerita, bersenda gurau.
Di sisi lain.
Di Amerika jam sedang menunjukan pukul 10 malam. Dan sekarang Verrel sedang berada di club malam seperti biasa.
"Rel lo mau pesen cewe ga" tanya temen Verrel.
"Bosen gue, cewe disini ga nantang bro" ucap Verrel.
"Maksud lo gimana?" Tanya temen Verrel. Dia namanya Bram.
"Gue lagi mau cewe yang polos" ucap Verrel.
"Nah kan kebetulan banget, ada tuh cewe yang belum disentih sama sekali lo mau ga?" Tanya Bram.
"Serius lo?" Tanya Verrel ga percaya.
"Ya...."
"Dimana dia sekarang" tanya Verrel.
"Dia lagi duduk tuh disana" ucap Bram sambil menunjuk ke arah wanita itu.
Tidak harus menunggu lama Verrel langsung menghampiri wanita itu.
Wanita itu sedang duduk dengan pakaian yang tidak terlalu sexy.
Verrel langsung membopong tubuh wanita itu ke dalam kamar vvip.
****
"Stev gimana kabar si Verrel." Tanya Aurel tiba tiba.
"Gue juga ga tau rel, dia belum ada ngechat gue atau nelpon gue." Ucap Stevy.
"Ah masa sih, coba liat chatnya." Pinta Aurel.
Stevy membuka ponselnya dan roomchat dengan Verrel.
"Astaga STEVY...." teriak Aurel.
"Apasih jangan teriak teriak gitu kali." Ucap Stevy sambil menggosok gosokan telinganya.
"Lo **** banget sih jadi orang, mana mungking lo tau si Verrel ngechat apa kaga, ya nomernya aja lo blok. Ya tuhann..." ucap Aurel greget.
"Hah? Serius? Ya tuhan gue lupa buka blok dia" sahut Stevy.
Lalu mereka tertawa terbahak bahak.
"Ni orang begonya ga ada dua sumpah" ucap Aurel geregetan.
"Hahaha maaf maaf aduhh kenapa gue bisa lupa sihh" sahut Stevy.
"Ga ngerti gue sama lo" ucap Aurel.
"Rel jalan yuk keliling komplek" ajak Stevy karena ini masih pagi.
"Yaudah you, gue kesini ga pake sepatu Stev, gue malam pake high heals hehe" ucap Aurel nyengir.
"Ribet banget sih lu, yaudah tuh pilih sepatu gue, mau yang mana serah lu" ucap Stevy.
"Sahabat gue emang the best deh muach" ucap Aurel sambil mencium pipi Stevy.
"Stop gue jijik" ucap Stevy dan Aurel hanya tertawa melihat sahabatnya yang jijik.
****
"Lari pagi ya neng" ucap satpam komplek rumah Stevy.
"Iya pak, duluan ya pak..." sahut Stevy, Stevy emang sopan kalau bicara dengan orang yang lebih tua, namun mungkin kecuali Verrel haha.
"Hati hati neng, nanti ada cowo cowo yang demen sama kalian berdua hehe" ucap Satpam itu bercanda.
"Haha ada ada aja. Bye paa" kata Stevy.
Stevy dan Aurel jalan jalan berdua, mereka menghabiskan banyak waktu bersama sama dengan senang hati
****
2 minggu kemudian
Stevy telah tahu hasil dari ujiannya. Ternyata dia tidak keterima disana. Perasaan Stevy pada saat itu adalah antara senang dan sedih, sedih karena gabisa ikutin keinginan ayahnya. Namun Revano setia untuk menyemangati Stevy terus, jadi Stevy tidak terlalu larut dalam kesedihannya. Tapi, kini Stevy telah masuk ke Salah satu Universitas di Jakarta jurusan tata rias. Akhirnya keinginan Stevy tercapai...
Hari ini adalah jadwal Verrel terbang ke Indonesia. Verrel hanya memberitahukannya kepada Kakanya Revano agar dia dijemput.
Beberapa jam kemudian Verrel sudah sampai di Bandara International Soekarna Hatta. Revano dengan setia menunggu sang adiknya.
"Hai kak, maaf nunggu lama" ucap Verrel.
"Gapap, yu sini kaka bantuin ambil tas kamu" ucap Revano sambil menarik koper dari tangan Verrel.
"Makasih ka" kata Verrel.
"Iya ka pulang aja, papa mama ada di rumah ga?" Tanya Verrel.
"Gaada mereka pulang ke Thailand 2 hari yang lalu" sahut Revano.
"Ohh, lalu gimana kabar perusahaan?" Tanya Verrel lagi.
"Baik baik aja rel normal seperti biasa." Ucap Revano.
Setelah pembicaraan itu mereka diam tidak ada yang bersuara lagi. Tiba tiba Revano dan Verrel tìdak sengaja melihat Stevy sedang duduk sendirian di halte sambil bengong. Kemudian Revano dan Verrel segera menghampirinya.
"Stev? Lo ngapain disini?" Tanya Revano, Verrel hanua diam saja tidak membuka suaranya.
Srevu melirik ke arah Revano sejenak lalu tiba tiba dia memeluknya dan menangis tersedu sedu.
"Hiks... hiks... ka... huhuu"
"Tenang stev tenang, udah jangan nangis lagi. Kamu mau ikut kita?" Ajak Revano kemudian dibalas dengan anggukan oleh Stevy.
"Rel lo mau gue anterin dulu pulang atau mau ikut?" Tanya Revano kepada Verrel.
"Ikut aja " jawab Verrel.
"Rel lo duduk di belakang ya" ucap Revano. Verrel hanya mendengus kesal.
Di dalam mobil Stevy hanya bengong sambil masih sesenggukan akibat nangis.
Revano dan Verrel hanya diam.
Sesampainya di caffe yang tidak begitu ramai merek bertuga turun menuju meja yang kosong dan jauh dari pelanggan lain.
"Stev are you okay?" Tanya Revano.
Stevy menunduk. "Stev, gue bersedia ngedenger cerita dari lo kok. Ceritalah..." ucap Revano.
"Huft... tadi aku abis bertemu sama Reino." Ucap Stevy singkat.
"Apa yang dia lakuin padamu stev, dia mau apa ketemu kamu?" Tanya Revano cemas.
"Jadi gini ka, siang hari selesai makan siang dia ngechat aku dan ngajakin aku ketemu terus aku iyain aja, entah kenapa aku setuju di ajak ketemu sama dia. Nah terus aku di ajak ke caffe. Disana dia bilang "stev gue mohon, please kasih gue kesempatan sekaliii lagi ini aja sumpah. Stev gue masih sayang sama lo gue masih cinta sama lo. Bisa ga stev kita ulang lagi dari awal, luapakan masalah kemarin kemarin yang sudah terjadi stev... please..." gitu kak nah terus aku nolak lah aku bilang gini "maaf gue ga mau balikan lagi sama lo, karena gue udah muak dengan semuanya, gue udah terlanjur benci sama lo rei" gitu nah terus tiba tiba dia namlar aku ka... hiks hiks... terus aku ingin namlar balik dia tapi tangan aku keburu di tarik sama dia lalu aku di seret ke mobilnya, dia ngelajukan mkbilnya sangat cepat samlai dia menurunkan aku di halte itu. Disana aku cuma bisa nangiss..." jelas Stevy kembali menangis.
"Kamu janhan nangis gini dong stevv nanti dia malah ngira kamu lemah jangan nangis lagi ya cantik. Nih stev lain kali kalau dia ngajak ketemu, mending jangan nerima, dia cowo yang ga bener stev. Masa cowo berani nampar cewe yang di sayangi dan di cintai sih? Kamu pikir baik baik ste orang yang sayang sama kita ga bakalan ngelakuin itu, sebesar apapun kesalahannya dia ga bakalan nyakiti kamu. Kamu paham kan maksudku?" Jelas Revano.
"Iya ka aku paham, makasih banyak ya ka. Pantesan ka Steven sayang banget sama kaka hihi" ucap Stevy sambil Kembali tersenyum.
Sedangkan Verrel yang merasa tersinggung karena kakanya tadi bilang "masa cowo berani nampar sama cewe yang disayanginya." Jadi merasa marah jadi dia memutuskan untuk keluar karena dia sediit tersinggung.
"Eh ka yang tadi duduk disini Verrel bukan?" Tanya Stevy yang baru menyadarinya.
"Iya Stev dia baru kembali." Balas Revano.
"Lah kok aku baru sadar sih, dimana dia sekarang?" Tanya Stevy penasara.
"Tadi dia keluar stev" balas Revano.
"Oh iya, boleh aku menemuinya?" Ucap Stevy meminta izin.
"Oke silahkan, aku akan nunggu disini" jawab Revano.
Kemudian Stevy langsung berjalan menui Verrel yang sedang duduk dj salah satu kuris yang jauh dari tempat duduk Revano.
"Hai rel" sapa Stevy.
"Eh stev hai ..." sahut Revano.
"Maaf rel tadi gue nyuekin kamu, karna gue baru sadar kalo ada lo hehe" jelas Stevy.
"Gapapa kok gue ngerti" balas Verrel.
Pembicaraan itu sangatlah canggung.
"Kemana aja lo selama 1 bulan rel?" Tanya Stevy.
"Ah itu gue lergi ke Amerika karena ada urusan kantor." Sahut Verrel.
*iya iya urusan kantor... padahal main sama cewe cewe, dasar lria hidung belang
-_-* batin Stevy.
"oh gitu ya" kata Stevy.
"stev..." ucap Verrel ragu ragu.
"ya?"
"gue mau ngomong sesuatu" ucap Verrel.
"bicaralah! jangan lama lama kasian ka rev nunggu lama nanti." balas Stevy.
"huft... okey nanti aja stev besok gue jemput lo pukul 12 siang oke" ucap Verrel.
"bikin lenasaran aja ni anak -_-"
****
Revano dan Verrel mengantarkan Stevy pulang ke rumahnya.
_BERSAMBUNG_
**HABIS BACA LIKE YA... DAN JANGAN LUPA BUAT VOTE, RATE, KOMEN, DAN SHARE NYA YA...
OKE THANK YOU....
SBELUMNYA MAKASIH BANGETTT BUAT KALIAN YANG UDAH BACA NOVEL AKU DAN SUPPORT AKU... MAU ITU DENGAN VOTE, LIKE, KOMEN YANG POSITIF DAN YANG UDAH UDAH SETIA BACA NOVEL AKU DARI AWAL EP.1 SAMPAI EP.25 INI DAN MAKASIH BUAT YANG SETIA NUNGGU NKVEL AKU UP🥺
THANK TOU💜💜💜♡♡♡♡**