Love In Bangkok Thailand

Love In Bangkok Thailand
bagian tiga belas



BUDAYAKAN JIKA SUDAH BACA DI LIKE YA...


jam menunjukan pukul 2 dini hari. Stevy terbangun karena alarm, Stevy melihat jam menunjukan pukul 2 dia langsung bergegas untuk mandi, setelah mandi dia melakukan rutinitasnya yaitu skin carean. Stevy keluar kamar untuk mengambil minum. namun, ketika dia berjalan menuju dapar ada penampakan yang cukup besar di depan kompor, dan kebetulan lampu dapur belum di nyalakan.


"itu apa ya tuhan..." ucap Stevy sambil mendekat perlahan.


Stevy mengambil kemoceng yang ada di meja dekat pintu kamarnya. Stevy berjalan mengendap ngendap, dia menutup kedua matanya dengan tangan kirinya namun masih ada sedikit celah untuk melihat dan tangan kanannya di pakai untuk memegang kemoceng. Stevy memukul penampakan itu.


"ah.. aw.. woy kenapa mukul gue" ucap Verrel. Stevy masih saja memukul Verrel karena dia belum membuka matanya, kemudian Verrel menarik tangan Stevy karena Verrel menarik tangannya terlalu kencang sampai Stevy terpeleset kebelakang. Stevy memegang kedua tangan Verrel dan otomatis Verrel juga ikut terjatuh. dan sekarang mereka sudah ada di lantai dengan posisi Stevy di bawah dan Verrel di atas. mereka bertatapan cukup lama.


"ya tuhan tolong kondisikan jantung gue..." ucap Stevy dalam hati.


"woy jantung jangan bikin gue malu dong please" ucap Verrel.


setelah mereka tertidur di lantai cukup lama, mereka di sadarkan oleh air yang meluap dari wadah. Stevy dan Verrel baru menyadari bahwa mereka sedang berpelukan di lantai, Stevy jadi canggung.


"heh teflon ngapain lo mukul mukul gue pake kemoceng hah?" ucap Verrel menghilangkan rasa canggung mereka.


"ya.. gue kira lo hantu gitu jadi gue pukul aja biar setannya pergi." ucap Stevy.


"terus lo ngapain kesini" ucap Verrel.


"mau ngambil minum" sahut Stevy sambil mengambil minum. Kemudian Stevy pergi ke kamarnya sambil menjulurkan lidahnya ke Verrel.


"dih apaansi tu anak" ucap Verrel. Verrel sedang memanggang roti karena dia kelaparan.


_di kamar Stevy_


"kenapa tadi jantung gue loncat loncat ya, aduh... ada ada aja deh ni jantung" ucap Stevy. Stevy masih memakai jubah mandinya dengan rambut yang masih basah. Stevy mengeringkan rambutnya setelah itu dia memakai baju dan make up.


jam menunjukan pukul 3 tepat mereka semua sudah kumpul di ruang tamu. merekapun masuk ke dalam mobil.


perjalanan menuju bandara kurang lebih 50 menit. di dalam mobil A ada sopir, Stevy, verrel, Revano dan asisten pribadinya Verrel. dan di mobil B ada sopir, kendro, meera, dan asisten pribadinya kendro.


di dalam mobil A. Stevy, Verrel dan Revano duduk di kursi ke dua, Stevy berada di tengah, di sebelah kiri ada Verrel dan di sebelah kanam ada Revano.


Stevy yang merasa ngantuk tertidur di bahu Verrel, Revano yang melihat Stevy tidur di bahu Verrel pun segera untuk memindahkan kepala Verrel ke bahu Revano. mereka saling rebutan kepala Stevy. ada ada aja ya kelakuan 2 adik kaka itu, sini Rev mending sama aku aja haha.


Asisten pribadinya Verrel bernama koko. koko yang melihat kelakuan para majikannya itu tertawa, dan tanpa di sangka Verrel mengathui koko sedang menertawainya. "ko lu ngetawain gue" ucap Verrel. koko dan Verrel cuma beda 1 tahun, koko berusia 21 tahun.


"eh engga tuan, saya sedang memainkan ponsel" ucap koko alasan.


"bisa aja kamu nyari alasannya" ucap Verrel.


"maaf tuan" ucap koko.


Revano hanya tertawa sambil memegang kepala Stevy yang tertidur di bahu nya.


setelah beberapa menit, mereka telah sampai di bandar udara Suvarnabhumi. Stevy telah bangun dia mendorong kopernya begitu juga dengan verrel revano dan yang lainnya.


_di dalam pesawat_


Verrel duduk diantara Stevy dan Revano. Stevy berada di dekat jendela. Sepanjang jalan mereka hanya tidur. Dari Bangkok ke Jakarta menghabiskan waktu 3 jam 20 menit [maaf kalau salah]


****


mereka telah sampai di Bandar Udara International Soekarno-Hatta pada jam setengah delapan pagi. keluarga Revano di jemput oleh supir pribadi keluarga Rochana. Rochana adalah nama panjang dari Kendro, anak anaknya dan juga Meera, nama kepanjangan itu turun menurun dari buyutnya Kendro. Sedangkan Stevy di jemput oleh supir pribadi keluarganya.


_di rumah Stevy_


Stevy telah sampai di kediaman keluarganya, Stevy memasuki rumahnya dengan membawa tas tasnya. baru aja sampe Stevy sudah di serbu oleh adiknya.


"eh bocil, baru aja gue nyampe bukannya di persilahkan duduk kek, atau kasih minum, lah ini malah di pinta oleh oleh, dasar ade luknut.


"hehe maaf ka, mari duduk ka aku buatin teh hangat ya, tapi kaka bawa oleh oleh buat Shavyra kan?" ucap Shavyra sambil tersenyum.


"sudah sudah cepet sana" ucap Stevy.


Ajeng sedang memasak di dapur bersama pembaru lainnya. meskipun di rumah itu sudah ada pembantu namun Ajeng tetap melakukan kegiatan ibu rumah tangga karena itu adalah salah satu kewajiban bagi dirinya. sedangkan Haryanto sedang mandi di kamarnya.


Steven datang ke ruang keluarga dimana Stevy duduk. "stev, gimana kabar lo" ucap Steven.


"baik ka, kaka gimana" ucap Stevy.


"kaka baik baik aja stev." sahut Steven


"oiya ka, kenapa ga bilang stevy kalau kaka mau tunangan" ucap Stevy.


"ohh itu, kaka sengaja ga ngasih tau dulu kamu, biar kamu ga kepikiran buat cepet pulang, karena kaka tau kamu sudah nyaman di sana. ya kan?" ucap Stevy.


"haha kaka tau aja, kapan kaka mau tunangan" ucap Stevy.


"6 hari lagi Stev" ucap Steven.


"ohh bentar lagi yaa, ka gimana kalo Stevy make up ka Aulia" ucap Stevy.


"mmm... boleh juga tuh" ucap Steven.


"oke, lusa aku mau coba dandanin ka Aulia gimana, buat percobaan dulu gitu, takutnya nanti ka Aulia ga suka, kalo ga suka make overnya ganti aja sama yang lain" ucap Stevy.


"oke oke nanti kaka kabarin Aul" ucap Steven.


Shavyra datang ke ruang keluarga membawakan teh hangat milik Stevy. "nih ka, maaf lama hehe" ucap Shavyra.


"hmm" ucap Stevy.


"ka mana oleh olehnya, sini sini" ucap Shavyra.


"vyra vyra, masalah oleh oleh gercep amat" ucap Steven sambil menggelengkan kepala.


"hehe" cengir Shavyra.


"oh iya ka, gimana kaka sama Ka Revan?" ucap Stevy.


"seneng banget stev, dah berapa lama kita lost contact dan akhirnya kita bisa telponan lagi dan sekarang mau bertemu. thanks ya stev." ucap Steven


"ahaha syukurlah" ucap Stevy.


_BERSAMBUNG_





KALAU SUDAH BACA [WAJIB] LIKE YA...


JANGAN LUPA BUAT VOTENYA, KOMEN, DAN RATE JUGA.