Love In Bangkok Thailand

Love In Bangkok Thailand
bagian dua puluh delapan



**GUYS MAAF NIH BARU UPDATE, JANGAN LUPA DI VOTE, LIKE, KOMEN, SAMA SHARENYA YA...


SELAMAT MEMBACA...🎭**


keesokan harinya


)"Stev gue datang dalam 30 menit lagi ya" ujar Verrel dibalik telpon.


)"okey, nanti kabarin gue lagi ya..." sahut Stevy.


****


"Beliin apa ya buat zayn" ucap Stevy bergumam sendiri.


"Mmm mainan kali yak... mainan yang limited edition sih kalo bisa haha" ujar Stevy.


****


)"Stev gue dah di depan nih, buru keluar" ucap Steven dibalik telpon itu.


)"oke bentar ye gue pake sepatu dulu" sahut Stevy.


)"hmm"


Tut tut tut...


Di mobil


"Rel mau beliin apa buat Zayn?" Tanya Stevy.


"Mmm apa ya kira kira, oh beliin aja dia mobil mobilan" ucap Verrel.


"Dah kudagu lu pasti bilang itu. Huft..." ujar Stevy


"Terus apa? Mau beliin boneka gitu?" Tanya Verrel.


"Lu pikir dia cewe gitu?" Tanya Stevy sedikit membentak.


"Yaa kan gue cuma kasih saran stev, eh lu malah ngegas. Bonekakan bisa aja dimainin sama cowo. Soalnya gue waktu kecil juga pernah main boneka hehe" ceplos Verrel.


"Hah? Serius lu? Ngapain main boneka coba?" Ucap Stevy.


"Eh astagaaa... STEV gue ga pernah main serius..." ucap Verrel kaget.


"Lah tadi lu bilang apa AHAHAHA" sahut Stevy sambil tertawa.


"Gue keceplosan stev... ishh" balas Verrel.


"Keceplosan? Aaa berarti bener ya kan?? Buahahaa" Stevy tertawa terbahak bahak.


"Dahlah males"


"Baperan lu jadi anak" ucap Stevy.


***


Mereka telah sampai di mall.


"Kita langsung ke toko mainan aja yuk rel" ajak Stevy.


"Yo" balas Verrel.


"Oh iya, gue mau ngado mobil mobilan aja terus gue juga mau beliin yang lain" ucap Stevy.


"Hmm terserah" Ucap Verrell.


"Lu mau ngado apa rel?" Tanya Stevy.


"RAHASIA..." Ucap Verrel sambil memalingkan wajahnya.


"Hilih..."


****


Stevy sudah berada dirumahnya. Dia akan membungkus kado untuk Zayn. Stevy memilih membungkus kadonya sendoro dibanding dengan orang lain.


Stevy memasukan semua barang barangnya kedalam box. Dia memberikan kado berupa mainan mobil remot yang ukurannya lumayan besar, robot robotan, dan sepatu couple. Sepatunya couplean dengan Stevy. Dia sengaja membelinya.


Verrel sedang sibut memainkan ponselnya, dia juga sedang menyiapkan kado untuk Zayn.


Malam hari di kediaman Stevy. Stevy masih bingung memilih baju untuk datang ke acar ulang tahun Zayn. Dia mengeluarkan semua pakaian pestanya.


Setelah sekian lama dia mengeluarkan semua pakainnya, akhirnya dia dapat 1 gaun yang lumayan cocok untuk dipake ke acara ulang tahun Zayn.


Beda dengan Verrel dia terlihat santai, dia tidak memperdulikan besok pakai baju apa. Mungkin dia pikir yang penting besok gue tampil oke. Haha


Keesokan harinya.


"Stevy...." panggil bunda Ajeng


"Apa bun..." teriak Stevy.


"Kamu ini kebiasaan jam segini baru bangun, cepat makan abis itu mandi jangan lupa cuci piringnya" ucap Ajeng ketika melihat Stevy sedang turun dari tangga.


"Astaga bun... kan Stevy udah ga sekolah sekarang. Terus kenapa Stevy yang disuruh cuci piring sih kan ada art bun" tolak Stevy.


"Kamu ini dah gede masih aja kaya gini. Cepat makan" ucap Ajeng.


"Ka, hari ini kosong gak" tanya shavyra.


"Gak vir mau apa emang" tanya Stevy.


"Gaada kak, vyra cuma mau nyuruh kaka buat kerjain tugas vyra ka hehe" ucap Shavyra polos.


"Masa iya harus gue kerjain sih, kan lo bisa sendiri kali" ucap Stevy.


"Vyr, kenapa ga ngerjain sendiri aja" sambung Steven.


"Mmm Shavyra males mikirnya kak, soalnya di sekolah belajar mulu, jadi cape. Hehe" ucap Shavyra.


"Kan emang gitu vyra... kamu sebagai pelajar harus terima risikonya dong, jangan enak aja nyuruh kaka kamu" ucap Steven.


/Stevy menyentil jidat Shavyra lalu dia pergi ke kamarnya/


"STEVY... mau kemana?" Teriak Ajeng.


"Mau ke kamar bun, mau mandi" balas Stevy.


"Suruh siapa mandi ha?" Tembak Ajeng.


"Kan tadi bunda bilang..." sahut Stevy.


"Engga, bunda ga bilang, bunda cuma nyuruh kamu buat makan dan cuci piringnya" ucap Ajeng menolak lupa.


"TERSERAH Stevy mau mandi dulu" ucap Stevy lalu pergi meninggalkam ruang makan.


"Punya anak gitu amat, ya ampunn..."


"Udah bun, biarkan dia" ucap haryanto. Ayah Stevy.


****


Stevy sedang bersiap siap untuk olahraga pagi, dia memakai pakaian serpa putih dengan rambut yang di kuncir kuda.


Sore hari


Stevy dan Verrel sudah berada di lokasi rumah Zayn berada. Zayn sangat senang karena Stevy dan Verrel bisa datang juga.




_BERDAMBUNG_


**GUYS CERITANYA SAMPAI DISINI DULU YA, AUTHOR MASIH NULIS UNTUK BAGIAN BAGIAN SELANJUTNYA😍


JANGAN LUPA BUAT LIKE YA KALAU SUDAH BACA. VOTE, KOMEN KASIH SARAN ATAU KRITIKNYA JANGAN LUPA.


TERIMA KASIH KEPADA PARA READERS YANG SETIA BACA NOVEL INI...


LOVE YOU GUYS**....