Love In Bangkok Thailand

Love In Bangkok Thailand
bagian dua



JANGAN LUPA DI VOTE, LIKE, SAMA KOMEN YA


mereka semua sudah masuk ke kamar masing masing, shavyra dan stevy berada di kamar stevy, karena shavyra katamya mau curhat.


"cepet mau ngomong apaan?" tanya stevy.


"ya ampun ka, bisa slow dikit ga sih?" jawab shavyra.


perkataan shavyra tidak dijawab oleh stevy, dia memilih chatan dengan sang kekasih, stevy pacaran udah 1 tahun lamanya dengan Reino, mereka beda kelas, kalau stevy kelas XII ipa 1, sedangkan Reino kelas XII ipa 3.


"jadi gini ka, vyra kan lagi deket sama seseorang, dia tuh orangnya ganteng, pinter ngomong, lahir dari orang terpandang, tapi sayangnya dia tuh playboy ka, jadi harus gimana ya? kalo misalkan dia nembak shavyra harus gimana? curhat shavyra.


"eh ternyata lo bisa juga ya suka sama cowo haha" stevy pun tertawa.


"kaa vyra tuh pengen dapat saran dari kaka, vyra harus gimana malah di ketawain, emang vyra bukan manusia apa? sampe ngomong gitu, vyra juga bisa suka sama cowo juga kalii" ucap shavyra sewot.


ya sudah pasti di ketawain stevy, karena shavyra orangnya sangat manja, mungkin karena dia anak terakhir jadi kaya gitu.


"menurut kaka sih itu tantangan, seru tau kalo lo bisa naklukin si cowo itu, dan ga playboy lagi, berarti vyra hebat, coba kamu berjuang buat rubah dia, kalo dia berubah berarti dia bener bener tuh sama lo vyr"ucap stevy.


"oh gitu ya, ya udah makasih ya ka, aku mau balik. bye"ucap shavyra sambil berdiri dari ranjang stevy.


_di kamar shavyra_


shavyra masih mencerna perkataan kakanya tadi, dia harus bagaimana. dia harus berjuang naklukin hati seorang cowo playboy. jam menunjukan pukul 23.45 namun gadis itu tetap belum bisa memejamkan matanya, hingga jam 00.12 dia tertidur.


****


keesokan harinya


"bun, aku pengen pergi ke Thailand" ucap stevy.


"mau apa sayang kamu ke Thailand" tanya bunda.


"mau liburan sebentar kok bun, boleh yaa" ucap stevy dengan memperagakan wajah imutnya. sebenarnya stevy pergi ke Thailand ingin mencoba menajdi MUA disana siapa tau ada yang mau.


"tanya tuh sama ayah kamu" jawab bunda.


"tapi bunda izinin aku kan?" tanya stevy.


"hmm emangnya kenapa harus ke luar negeri sih? kan disini masih bisa liburan" ucap bunda.


"gatau bun stefy tiba tiba pengen ke Bangkok" ucap stevy sedih.


stevy pun berjalan mendekati ayahnya


"ayah..." kata stevy manja.


"apaan sih kamu, manja manjaan kaya gini?" ucap ayah.


"stevy mau pergi ke Thailand boleh kan yah?" ucap stevy gugup dan malu malu, karena takut ga di izinin sama ayahnya.


"emangnya kamu ada perlu apa ke thailand sayang?" tanya ayah.


"aku pengen liburan yah, dan menghilangkan penat sebelum ujian. bolehkan yah, ayah man baik hatii" ucap stevy.


"hmm gimana yahh, emang kamu mau berapa lama disana?" tanya ayah


"1 minggu paling yah" jawab stevy.


"kamu mau sendiri aja gitu stev?" tanya ayah.


"iya ayah stevy sendiri aja, gapapa kok" jawab stevy.


"yaudah deh, kapan kamu mau berangkat" ayah


"besok lusa yah" kata stevy.


****


hari ini hari dimana stevy pergi ke Bangkok, dia diantar keluarganya.


"hati hati disana sayang, jaga diri baik baik ya"ucap bundanya sambil memeluk.


"stevy akan baik baik saja kok bun, tenang saja". ucap stevy.


ayahnya sebenarnya tidak mengizinkan stevy, namun karena dia merasa kasihan dengan stevy, akhirnya ayahnya pun mengizinkan anaknya untuk lergi ke Bangkok, Thailand. Namun siapa sangka, ayahnya tidak akan tinggal diam, stevy di ikuti secara diam diam oleh suruhan ayahnya demi keselamatan anaknya.


setelah berpamitan kepada semuanya, stevy pun menunggua sendirian. keluarga sudah pulang terlebih dahulu. pesawat pun telah lepas landas.


setelah beberapa jam di perjalanan, pesawat pun sampai dengan selamat sampai tujuan. stevy berjalan mencari taksi dan kemudian dia memberikan alamat yang di tuju. sebelumnya stevy sudah memesan hotel di Bangkok.


stevy pun sudah sampai di hotel dan dia langsung berkemas. karena jam di thailand kini sudah menunjukan pukul 18.00. dia bersiap siap buat makan malam di restaurant.


keesokan harinya dia pergi ke taman lumpini sendirian, dia berjalan jalan, bersantai, dan tidak lupa untuk berfoto. stevy menghabiskan waktunya sendirian di Thailand.


Hari ketiga di Bangkok


stevy keluar kamar hotel, dan berpapasn dengan orang yang ada di depan kamar hotel. stevy kagum melihat cowo yang ada di depannya, secara tidak sadar mereka bertatapan cukup lama, dan ketika mereka tersadar mereka mun menyunggingkan senyumnya kemudian pergi. seperti biasa stevy pergi ke taman lumpini.


****


Revano telah selesai dengan pekerjaannya di Bangkok, namun ia masih ingin tetap di Bangkok bersama papanya, Kevin sudah pergi ke Indonesia kemarin, malam. revano sudah keluar dari hotel setelah kevil pulang, sekarang revano tinggal bersama ayahnya. hari ini dia pergi taman lumpini sendirian tanpa di temani sang asisten pribadinya.


****


Stevy sedang berfikir keras tentang masa depannya, dia bingung antara harus nurut kepada sang ayah atau melanjutkan cita citanya sebagai Mua, tanpa terasa air mata jatuh, dia cita citanya sejak smp yang di idamkan stevy tidak tercapai.


tanpa stevy sadari ada seseorang yang melihatnya, ya! dia adalah Revano, Revano sedang jalan jalan di sekitar taman itu, dan tanpa sengaja dia melihat wanita yang pernah ia temui sebelumnya di hotel. revano ingin menemui stevy, namun melihat stevy dengan kondisi seperti itu, revano mengurungkan niatnya untuk menemui stevy. biarkan dia tenang dulu pikir Revano. setelah beberapa lama stevy pun angkat kaki dari taman itu, revano pun segera mengikuti stevy dan mengejarnya.


"hi" teriak revano pada stevy.


stevy yang merasa terpanggil langsung membalikan badan, dan dia terkejut melihat seorang lelaki yang baru saja kemarin lihat di hotel.


"hi, who are you, aren't you the one from yesterday?" tanya stevy, stevy menggunakan bahasa jnggris karena dirinya tidak bisa berbahasa thiland dengan lancar, stevy hanya bisa sedikit sedikit.


[hai siapa kamu, bukankah kamu yang kemarin?]


"yes, my name Revano" ucap revano sambil mengulurkan tangannya


[iya, nama saya Revano]


"my name stevy" ucap stevy membalas uluran tangan dari revano.


[namaku stevy]


"can we talk now" ucap revano.


[bisakah kita bicara sekarang]


"its ok, lets" ucap stevy.


merekapun duduk di kursi yang tersedia di taman tersebut.


"where do you come from?"tanya revano.


[kamu asal mana?]


"i'm from Indonesia" jawab stevy


[aku asal Indonesia]


"oh, kita bicara bahasa indo aja ya?" ucap revano.


"oke" jawab stevy.


"akuu tadi liat kamu nangis, why? tanya revano.


stevy menunduk mulu, dan mulai menangis lagi.


revano yang tahu stevy menangis lagi, segera memeluk, untuk menenangkan.


"kalo kamu ga bersedia buat cerita, gapapa kok lain kali aja, tenanngin diri kamu dulu" ucap Revano.


revano memang memiliki hati yang lembut kepada semua orang, namun beda dengan orang yang suka menantang keinginannya, apa yang di perintah dia harus di lakukan, kalau tidak, akan panjang tuh urusannya.


"boleh aku cerita?" tanya stevy.


"ceritalah!"sahut revano.


stevy pun menceritakan semua tentang cita cita yang ia inginkan dan kemauaan sang ayah untuk menjadi dokter. dia juga menceritakan tentang kepergiannya ke thailand. revano merasa iba dengan kisah yang di alami stevy, ya bagaimana pun stevy udah berjuang buat cita cita yang ingin di capainya.


"aku akan menolongmu jadi MUA" ucap Revano.


stevy yang awalnha menundukan kepala, langsung mengangkat kelala dengan tampang yang kebingungan.


"hah? menolong?" tanya stevy.


"iya, kamu akan jadi mua" ucap revano.


"bagaimana mungkin, gimana caranya?" ucap stevy.


revano hanya tersenyum.


"pasti bisa dong" ucap revano.


"kamu lucu sekali" ucap revano sambil mebelai rambut stevy.


setelah itu mereka berdua jalan jalan di sekitar taman lumpini, jam menunjukan pukul 11 siang, sebentar lagi waktunya makan siang, revano mengajak stevy buat makan siang di rumah makan terdekat, dan di setujui oleh stevy.


_di rumah makan_


mereka pun makan bersama, setelah makan mereka berbincang bincang.


revano:"apakah kamu sudah punya kekasih?"


stevy memnundukan kepala, karena teringan dengan kekasihnya yang berubah, dia pun menangis lagi.


"hei, kenapa nangis lagi?" tanya revano.


"aku punya kekasih ka, udah 1 tahun aku bersama, tapi sekarang dia banyak berubah, awalnya yang perhatian banget, kemana mana selalu di temeni, tapi sekarang udah 3 hari ga ada kabar, aku coba tanya temennya, dia jawab 'ada kok, kita sering main' terus kenapa setiap aku telpon ga di angkat aku chat ga di bales." ucap stevy.


"menurut aku, lebih baik tinggalkan dia" ucap revano sambil tersenyum.


"di luar sana masih banyak lelaki yang ingin sama kamu stevy" ucap revano lembut.


"tapi aku belum bisa buka hati buat yang lain ka" ucap stevy samnil menundukan kepala.


"coba aja dulu, setelah kamu pulang dari thailand, coba kamu temui dia, dan selesaikan masalahnya."ucap revano.


"baiklah ka, makasih ya" ucap stevy tersenyum.


stevy di antarkan pulang ke hotel oleh revano.


setelah sampai di kamar hotel, stevy langsung merebahkan badannya di ranjang.


apakah aku harus putus dengan dia? tapi aku masih ingin bersamanya, reii kamu tuh kemana aja sih?.


guman atevy.


kring.. kring..


tanda ada pesan masuk, stevy pun mengambil ponselnya di saku celana, dia membuka ponselnya, dan betapa terkejutnya stevy saat melihat notif di ponselnya.


reino: "stev, lo kemana?"


stevy: "gue yang harusnya nanya sama lo, lo kemana aja selama ini ngilang tanpa jejak hah?"


reino: "maaf stev, kemarin kemarin gue ada urusan penting sama bokap gue, jadi gue ga ngabarin lo"


stevy: "halah alasan, gue tanya sama temen lo, katanya lo main sama dia. hah?


reiono: "lah, lo kok jadi kek gini?"


stevy: "lu yang berubah, semenjak 3 hari ngilang, gue telpon ga di angkat, di sms ga di bales, sesibuk itukah? sampe main sama temen lo bisa, buat bales chat gue ga bisa?"


reiono: " mmm... maaf stev, gue selama ini ga ada kabar"


reiono: "gue mau jujur"


stevy: "apa?"


reino: " sebenarnya aku udah jadian sama zia stev, maafin aku"


stevy: "minta maaf? emang ya lo tuh cowo br****** bisa bisanya jadian sama cewe lain dengan posisi masih punya pacar.


reino: "maafin ague stev"


stevy: "ya udah kalo lo milih si zia, mendingan kita udahan."


reino: "tapi stev"


stevy: "apa hah? lo dah punya pacar baru, dan masih ingin sama gue hah?"


reino: "gue masih ingin sama kamu stev"


stevy: " cih, bisa bisnaya lo bilang gitu, ga sudi gue balikan sama lo, awas aja kalo lo hubungin gue lagi."


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA GUYS DENGAN CARA LIKE, KOMEN, VOTE SEBANYAK BANYAKNYA.