Little Mom

Little Mom
Bab 9 Kasih sayang & Perhatian



Keesokan harinya Mutiara sedang menatap dirinya di cermin


"Bagaimana cara menyembunyikan bekas luka di bibirku ini"batin Mutiara, tiba-tiba muncul dalam kepalanya.


"Mungkin ini lebih baik"gumamnya sambil memakai masker untuk menutupi wajahnya. Setelah itu dirinya yang yang mengendap-endap keluar rumah, supaya tidak ketahuan tapi tiba-tiba Mamahnya Kirana menepuk punggung mutiara sehingga membuat dirinya terlonjak kaget.


"Ara, kamu nggak sarapan dulu, eh tunggu kenapa wajahmu ditutupi Masker"tanya Kirana.


"Itu Hacih Hacih.... Aku sedikit flu Mah makanya memakai masker, lagian aku sedang terburu-buru Mah jadi nanti aja sarapannya di sekolah"setelah itu mutiara mencium tangan Mamahnya untuk pamit berangkat sekolah.


-


Saat berada di dalam taksi


"Permisi de tujuannya mau ke mana"tanya sopir taksi itu.


"Ketaman xxx pak"


"Loh emang enggak sekolah dek? Bapak kira adek pakai seragam mau ke sekolah"


"Sementara Mutiara hanya bisa tersenyum mendengar pertanyaan dari sopir taksi itu. Bapak itu juga tidak enak bertanya seperti itu, akhirnya mereka berdua hanya diam saja dan tidak ada pembicaraan yang telah mereka.


"Sudah sampai"


"Ini pak uangnya"


Setelah Mutiara berada di taman dirinya mengirimkan pesan kepada gurunya bahwa tidak bisa bersekolah karena sakit.


"Maaf Mah aku harus berbohong"


"Maaf juga Bu guru aku membohongimu jangan mengatakan alasan sakit sebenarnya aku memang sedang sakit raga dann jiwaku"batin Mutiara. Dan semenjak beberapa hari Mutiara tidak benar-benar berangkat sekolah dengan alasan yang sama, dan dirinya hanya menghabiskan waktu pergi ke taman ,berkeliling ,melihat bunga-bunga yang indah bermekaran. Untuk menghilangkan stres karena geraknya tekanan dalam hidupnya, ditambah lagi dengan kejadian beberapa hari lalu dirinya mendapatkan perundungan sehingga tindak kekerasan yang pastinya akan membekas menjadi trauma dalam dirinya. Kadangkala mutiara juga sering mengunjungi makam Ayahnya, untuk mendoakannya dan juga curhat masalah hidup di depan pusara nisan Ayahnya.


"Yah, kenapa hidupku harus seperti ini, kenapa ujian selalu datang bertubi-tubi. Aku tidak kuat menghadapinya Yah lebih baik Aku dengan Ayah bebas dari beban masalah dunia ini ... hiks hiks hiks"ucap mutiara dengan terisak-isak memeluk batu nisan Ayahnya.


Tiba-tiba ada penjaga makam yang menghampirinya.


"Neng ini udah sore sebaiknya segera pulang, dan doakan Ayah Eneng, semoga ditempatkan di surga"


"Amin... Terima kasih pak untuk doanya"


kemudian mutiara pulang ke rumah


Saat mutiara senang membaca baca beberapa majalah di ruang tamu, tiba-tiba ada yang membunyikan bel mutiara membukakan pintunya.


"Sayang kebutuhan kamu di sini sama ada sesuatu buat kamu, yuk sekarang kita ke kamar"ucap Mama kiranya dengan girang kemudian menarik tangan anaknya ke kamar Mutiara.


Ketika sedang berada di kamar Mutiara bertanya kepada Mamanya tentang isi paper bag itu"


Tara


"Ini adalah baju kebaya yang akan dipakai untukmu besok sayang, dan besok akan ada kelulusanmu dan guru wali kelas mengirimkan surat lewat email ke Mama katanya diwajibkan memakai baju kebaya untuk perempuan dan jas untuk laki-laki serta dihadiri oleh orang tua"jelas Kirana panjang lebar dan mutiara menjawab hanya dengan oh saja.


"Sekarang mama pengen kamu memakainya"bagian mutiaranya mengerti keinginan Mamahya.


Sandra membuka pintu kamar mandi dan berjalan kearah mamanya.


" Wah, kebaya yang cocok sekali jangan mu sayang"pujinya


"Apa ukurannya pasti di badanmu"tanya Kirana dan mutiara hanya menjawab dengan menganggukkan kepala


"Ara, di sebelah sini apa terlalu sempit"dan laki-laki mutiara hanya menjawab dengan gelengan kepala.


"Ya udah sekarang kamu tidur ya, oh iyah sekarang kamu udah makan?


"Udah Mah" jawab singkat


"Sekarang kamu ganti baju, gosok gigi, lalu tidur "Kirana menutup pintu kamar anaknya.


Besok paginya


"Mutiara yang sedang dilihat oleh mamanya, karena mamanya memang jago dalam nikah sementara Kirana juga sudah terlihat cantik dengan balutan gaun dress selutut tentang boneka yang sama-sama di sanggul memperlihatkan leher jenjang keduanya, ditambah lagi dengan warna kulit mereka berdua putih mulus seperti susu. Menambahkan daya tarik kaum Adam saat melihatnya.


_


Saat mereka berdua sedang menuruni anak tangga dengan berpegangan tangan.


sementara mereka yang dibawa saat sedang menunggu pasangannya masing-masing.


Mereka menatap kedua perempuan cantik itu bak bidadari, dan membuat mereka tak berkedip sedikit pun saat melihatnya,...ya mereka adalah Hartanto dan anaknya Dimas dengan berpakaian setelah jas kompak berwarna hitam.


"Mas, kenapa malah bengong"ucap Kirana sambi melambaikan tangan di wajah suaminya dan Anak tirinya, seketika mereka pun tersadar .


"Ayo, segera berangkat Mas, kasihan nanti para tamu nungguin lama, lagian kan acaranya akan di buka sama kamu masa kita masih disini"ucap Kirana sebel karena suaminya hanya diam mematung.


Setelah itu mereka masuk ke mobil masing-masing, Hartanto dengan Kirana dan Dimas dengan Mutiara.


Sepanjang perjalanan menuju sekolah Mutiara, jantungnya berdebar-debar saat Adiknya duduk di sampingnya. Terlihat Kecanggungan di antara mereka berdua, sehingga mereka memilih diam tidak saling


***


Setelah sampai di sekolah, Dimas membukakan pintu mobil untuk Mutiara dan semua orang yang berada di parkiran itu melirik ke arah pasangan itu, ada juga yang berbisik-bisik di antara mereka.


"Siapa yah cewek cantik itu" puji salah satu adik kelas Mutiara, sedangkan para cewek centil teman Mutiara sibuk melihat ke arah Kakaknya.


"Gila tu cowok cakep banget, tajir lagi"


"Incaran gue nih"celetuknya


"Cowok itu siapanya cewek itu, pacar kah?"pikirnya


"Cih, pantesan gue dari pada tuh cewek sok cantik"sinisnya


"Dasar bocil- bocil lihat cewek cantik dan cowok cakep dikit aja orang hijau tuh mata"gumam Dimas, masih bisa didengar oleh Mutiara.


Dan mutiara hanya tersenyum kecil mendengarnya, tapi justru Dimas yang melihatnya membuat jantung dirinya berdegup kencang hanya karena senyum manis adiknya.


" Ehem... Mutiara di mana tempat acaranya"ucap Dimas sambil menetralkan perasaannya.


Kemudian mereka telah sampai di lapangan tempat acaranya berlangsung, saat mereka berjalan dengan beriringan semua mata langsung tertuju mereka terutama cowok-cowok yang ada di sana.


"Siapa dia, aku tidak pernah melihat cewek itu selama bersekolah di sini"kemudian cowok itu memberanikan diri bertanya kepada Mutiara


"Hai siapa namamu?"cara melihat cowok itu mendekatinya gemetar ketakutan, dan Dimas memperhatikan ekspresi adiknya itu.


Kemudian saat cowok itu mengangkat tangan bermaksud ingin berjabat tangan, tapi dengan refleks mutiara malah menggenggam tangan kakaknya dengan erat. Dimas yang mulai tidak nyaman dengan kehadiran cowok itu.


"Saya Dimas kakaknya Mutiara"Dimas sambil meremas tangan cowoknya itu dengan kuat sehingga hampir remuk.


"Akkhh"jerit cowok tersebut.


Kemudian Dimas mempererat genggaman tangan adiknya saat mutiara hendak melepaskannya. Tiba-tiba terdengar MC suara mempersilakan hadirin yang sudah datang untuk duduk pada kursi yang telah dipersiapkan, mendengar intruksi MC tadi Dimas dan mutiara segera mencari tempat duduk yang nyaman. Setelah itu datang cewek-cewek kehadapan Dimas untuk menggodanya.