Little Mom

Little Mom
Bab 12 Kabur dari Rumah



Flashback


8 tahun yang lalu saat mutiara berusia 7 tahun, dirinya diajak oleh sang ayah dan mama nya untuk mengunjungi kakek dan neneknya, Ayah Mutiara. Sedangkan Kirana sudah tidak memiliki orang tua lagi, karena sejak kecil Kirana sudah yatim piatu sehingga ia menghabiskan masa kecilnya di panti asuhan. Namun saat dirinya menikah dengan sosok Devan yang baik hati, penyabar, dan sangat mencintainya apa adanya.


Tapi justru orang tua Devan menolak hubungan mereka, sehingga Devan dan Kirana menikah tanpa restu kedua orang tua Devan. Sampai akhirnya Kirana melahirkan anak perempuan yang diberi nama Mutiara, kemudian Kirana memberanikan diri menemui orang tua suaminya dengan membawa Mutiara yang masih kecil berharap orang tua Devan bisa menerima kehadirannya dan putriku.


Namun tetap saja lagi-lagi orang tua Devan tetap menolak dirinya dan juga anaknya, membuat Kirana tidak ingin datang lagi kepada mereka.


Bahkan waktu itu Kirana sangat takut sekali saat dirinya diseret keluar dari rumah mertuanya, dan Kirana hampir saja terjatuh karena didorong oleh Lastri untungnya Devan menolongnya.


"Pergi kamu dari rumah ini, kami tidak mengharapkan kehadiranmu di sini"usir Lastri ibu Devan.


"Dan kamu Devan, jangan pernah lagi membawa istrimu ke sini. Karena sejak kamu memutuskan untuk menikahi wanita ini, berarti kamu sudah bukan anak kami lagi"bentak Lastri kepada anaknya sendiri.


"Baiklah aku akan pergi, jika kalian tidak bisa menerima kehadiran istriku dan anakku"


Dan semenjak saat itu mereka tidak pernah berkunjung lagi, terutama Kirana masih trauma dengan perlakuan kasar mertua nya itu.


Flashback off


"Oh iyah, ini kan alamat rumah tempat tinggal nenek dan kakekku, apa aku pergi saja dari rumah ini dan menemui mereka? Tanya Mutiara dalam hatinya.


"Tapi apakah mereka akan menerima kehadiranku?


"Semoga saja, Aku hanya bisa berdoa supaya hati mereka bisa luluh saat melihatku".


Selanjutnya Mutiara langsung mengemasi barang-barangnya ke dalam koper dan tasnya.


Setelah selesai dirinya segera keluar kamar untuk melihat situasi apakah dirinya ada celah untuk kabur dari rumah ini?, Setelah itu Mutiara celingak-celinguk memperhatikan setiap sudut rumah itu.


"Aman"gumamnya


Setelah itu dirinya kembali masuk ke dalam kamar, kemudian ia mulai berpikir untuk menyusun rencana.


"Gimana nih, nggak mungkin kan kalau aku keluar lewat jendela sedangkan kamarku berada di lantai atas, tapi aku juga tidak mungkin keluar dari rumah ini membawa koper sampai pintu depan nanti pasti ketahuan sama Bi Idah dan kakak"Mutiara memijat kening dirinya karena merasa pusing dalam berpikir.


"A...Ha, mungkin itu cara terbaik"kemudian mutiara berjalan ke arah jendela sambil mengambil kopernya.


BRUK


Mutiara melempar kopernya ke luar jendela.


"Sudah beres"setelah itu mutiara pergi mengendap-endap mengamati situasi kalo- kalo ada yang melihatnya.


Namun saat ia hendak membuka pintu keluar tiba-tiba ada seseorang yang berbicara dari belakang.


"Mau ke mana kamu, oh tunggu dulu. Apa kamu berniat keluar dari rumah ini?" tanya Hartanto


"Syukurlah jika memang seperti yang aku pikirkan, Dan satu hal yang harus kamu tahu jangan pernah kembali lagi ke rumah ini, silakan pergi Aku tidak akan menghalangimu."


"Anda tidak usah khawatir saya akan pergi dari sini, dan tidak akan pernah kembali lagi ke rumah ini. Rumah yang seperti neraka bagiku"dengan perasaan kesal iya keluar dari rumah itu, kemudian Mutiara mencari koper yang tadi aja tuh kan. Dan akhirnya Ia menemukan koper dan membawanya, saat mutiara berjalan ke arah pos depan ya teringat akan sesuatu. "Aduh aku lupakan di depan ada satpam yang jaga, pasti aku nanti banyak ditanya-tanya sama mereka, karena membawa koper. Di saat ia sedang memikirkan cara untuk mengalihkan perhatian mereka, tiba-tiba ada mobil yang hendak pergi ke arah pos depan.


Mutiara melambaikan tangan kepada mobil itu memintanya berhenti, agar dirinya bisa menumpang sebentar.


"Permisi kak"


"Hmm... Bolehkah saya ikut menumpang hanya sampai pos depan saja Kak"


"Ya udah naik"


"Beneran Kak makasih"


Akhirnya Mutiara bisa keluar juga dari perumahan itu.


"Makasih lagi ya Kak untuk tumpangannya"


"Santai aja"jawabnya singkat


Kemudian Mutiaraiara mulai kebingungan


"Bagaimana caranya aku bisa sampai ke alamat ini"pikirnya karena alamat itu berada dalam sebuah pedesaan di kota xxx sedangkan mutiara berada di kota xxx, jadi iya bingung harus naik apa untuk tiba di desa itu.


"Aku harus naik kendaraan apa, bus kah? Berarti aku harus pergi ke terminal bus.


"Taksi"mutiara memberhentikan taksi itu.


"Pak ke terminal bus"


"Siap"


Setelah sampai terminal mutiara mencari bus yang jurusan menuju kota xxx dalam perjalanan mutiara diperhatikan oleh beberapa penumpang di sana.


kemudian salah satu penumpang disamping Mutiara menyapanya. "Dek kesini naik bus sendiri?"tanyanya.


"Iya kak hanya sendiri"


"Ouh, menangnya tujuan adek mau kemana?"


"Mau kerumah Nenek dan kakek kak" dan seterusnya mereka saling mengobrol untuk menghilangkan rasa bosan dalam perjalanan menuju tempat tujuannya.


Di sisi lain Kirana yang sudah pulang dari acara arisannya, setelah sebelum di acara pesta ulang tahun perusahaan. Sehingga membuat dirinya merasa sangat letih dan langsung saja Kirana beristirahat, sementara dirinya tidak menyadari bahwa anaknya telah kabur dari rumah.


_


Selama di bus mutiara merasa pusing dan ingin muntah karena mabuk kendaraan dan juga tidak terbiasa menaiki bus, meskipun Mutiara dulu pernah menaiki bus saat study tour di sekolahnya.


Untuk menghilangkan pusing, dan mual mutiara memilih tidur di bus.


Sampai pada di pemberhentian terminal bus yang ia tuju, Mutiara segera turun dari bus itu walaupun suasananya masih agak gelap karena bus itu tiba jam 3:00 pagi.


Setelah itu Mutiara singgah dulu untuk mencari makan, karena perutnya sudah sangat lapar di sekitaran terminal itu.


Kemudian dirinya membeli mie cup untuk mengganjal perutnya."Bu mie cup sama 1 botol minum, dan ini uangnya"lalu Mutiara menyantap mie itu sambil melihat hpnya, "kalau Aku lihat dari maps perjalanannya sekitar setengah jam dari terminal ke pedesaan itu, berarti sebentar lagi udah sampai.


Dan mutiara pun memasukkan hp-nya ke dalam tas, di sisi lain ada dua orang yang sedang perhatikan dirinya.


Tapi Mutiara tidak menyadari, kemudian salah seorang pria itu mulai mendekati Mutiara."neng sendirian aja?"dan Mutiara menyipitkan matanya penuh curiga, "iya"balasnya singkat. Dirinya merasa risih pria itu terus-terusan mengajak mengobrol dirinya, sementara tanpa diduga teman pria santunnya lagi sedang melihat situasi untuk memastikan tidak ada satupun orang yang melihat dirinya beraksi.


Kemudian pria itu memberikan kode kepada temannya untuk segera melancarkan aksinya, temannya menganggukkan kepala sebagai tanda mengerti.