Little Mom

Little Mom
Bab 26 Sahabat Dimas



Sementara itu Mutiara memeriksa popok bayinya ternyata masih bersih"Oh... Pelangi lapar yah, tunggu sebentar mamah hangatkan dulu ASInya dari freezer"Mutiara Langsung bergegas kedapur untuk membuat ASI ke Dot botol untuk di diminum Pelangi, begitulah aktivitas Mutiara dalam mengurusi bayinya dari pagi hingga malam hari. Beruntungnya Mutiara dibantu Nenek dan Kakeknya serta Bi Inah yang selalu bergantian dalam Membantu Mutiara mengurusi Baby Pelangi.


*Dilain tempat


Seorang dokter sedang memeriksa pasien terakhirnya di bagian instalasi rawat jalan, dan tak lama kemudian rekannya yang sesama dokter menghampiri dokter Dimas yang sedang menuliskan resep obat untuk pasien yang akan ditebus di bagian depo farmasi


"Bro, udah selesai kan gak ada pasien lagi?"tanya dokter Frans


"Hemmm..." Dimas hanya membalasnya dengan deheman sambil membereskan beberapa dokumen di mejanya.


"Gue mau ajakin Lo, nanti malam kita senang-senang yuk. Lo kan gak ada sip jaga di IGD? Lagian ya gue penat nih kerja lembur bagai kuda kali-kali kita cari hiburan, Lo yang pilih mau ke Bar atau Club?"ajak Frans


"Lo ajak yang lain, Gue gak ikut"tolak Dimas


"Aishhh... Lo ini kenapa sih semenjak lulus kuliah gak pernah lagi kumpul bareng kita sama anak-anak lain, Lo selalu sibuk kerja lembur mulu. Jelasin ke Gue kenapa bro Ouh...atau mungkin Lo lagi kurang duit? sarkas Frans


"Yaelah kalau masalah itu mah kecil nanti Gue naikin haji Lo, lagian kan pemilik rumah sakit ini gu... Ehem maksudnya papah gue jadi masalah itu bisa diatur"sosor Frans dan karena ucapannya itu malah Ia dipelototi tajam oleh Dimas.


"Lo gak usah campuri urusan gue, lagian ini bukan tentang Kekurangan uang... Ah percuma ngomong sama Lo pasti Lo gak akan ngerti apa yang gue rasain, intinya sekarang Gue gak mau lagi masuk dalam dunia malam. Gara-gara itu Gue... Sudahlah mendingan Lo sekarang pergi dari ruangan ini, gue juga mau balik ke apartemen"usir Dimas sambil melipat jasnya di sebelah tangan kirinya dan menenteng tas di tangan satunya lagi.


"Cih, sekarang Lo udah gak Asik lagi Dimas"ketus Frans dan pergi meninggalkan sahabatnya dengan perasaan kesal.


~


Setelah tiba di parkiran, Dimas menghidupkan mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju apartemen yang jaraknya tidak jauh dari rumah sakit tempat Ia bekerja.


Setibanya diapartemen Dimas menghidupkan lampu yang membuat seisi ruangan terang, dan meletakkan tas disofa serta jasnya yang di gantung di kamarnya, lalu ia berjalan menuju kamar mandi dan melepaskan seluruh pakaiannya yang ia kenakan hingga memperlihatkan bentuk tubuh atletis Dimas yang pasti jika para wanita melihatnya mereka akan menelan salivanya saking terpesona melihat otot-otot yang berurat itu.


Setelah selesai mandi Dimas mematikan keran shower dan melilitkan handuk putih di pinggangnya keluar dari kamar mandi menuju lemari pakaian, ia memilih-milih pakaian yang sekiranya cocok dikenakan untuk tidur.


"Sepertinya kaos putih polos dan celana ini cocok digunakan untuk aku tidur malam ini"batin Dimas, kemudian mengenakan pakaian yang ia pilih tadi setelahnya ia menuju dapur untuk mengisi perutnya yang sudah lapar sejak tadi ia berada di rumah sakit.


Dimas sekarang memilih memasak sendiri makanan bergizi dari pada harus memesan delivery semenjak kejadian beberapa minggu lalu tiba-tiba saja dadanya terasa sakit saat ia hendak berjaga di bagian IGD, awalnya dirinya berfikir apakah itu serangan jantung tapi setelah di periksa menyeluruh tidak ada penyakit apapun detak jantungnya normal untung saja. awalnya ia mengira itu serangan jantung karena selama ini ia selalu sibuk dengan pekerjaan sebagai seorang dokter sehingga dirinya tidak ada waktu untuk memasak dan lebih memilih memesan makanan delivery saat berangkat dan pulang dari rumah sakit ditambah lagi Dimas memiliki riwayat penyakit jantung koroner dari papahnya Hartanto, jadi mungkin saja dirinya juga beresiko terkena hal yang sama seperti papahnya. Makanya dari hari itu Dimas menyempatkan diri untuk memasak sarapan pagi saat hendak berangkat kerja dan membawa bekalnya sendiri. Yah paling menu makanannya tidak jauh dari namanya sayuran juga ada protein, karbohidrat dan lainnya yang intinya dalam menu makanan harus seimbang, karena itu semua diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh kita supaya tetap sehat.


Setelah selesai Dimas membereskan meja makan dan mencuci peralatan makan yang tadi ia gunakan.


"Udah larut malam sebaiknya aku tidur, besok adalah jadwal padatku karena bagian jadi dokter jaga di IGD"gumamnya.


Kemudian menuju kamarnya untuk tidur, tapi sebelum itu ia mengosok gigi terlebih dahulu karena memang seharusnya begitu. Sebelum tidur harusnya menggosok gigi dulu bukannya langsung tidur ini merupakan ajaran bagus kepada anaknya tapi kadang kala orang tua kurang begitu memperhatikan hal penting ini kepada anaknya sehingga kenapa banyak anak yang mengalami gigi ompong.


Saat hendak tidur Dimas menerima chat pesan sahabat Frans"Bro... Lo yakin gak mau gabung sama kita disini, Ada yang nanyain Lo nih"begitulah isi pesannya.


"Siapa?"tanya Dimas dalam pesannya, dan seketika itu saat ada balasan lagi dari Frans raut wajah Dimas Langsung berubah kesal saking kesalnya sampai-sampai ia tidak menyadari telah memblokir nomor sahabatnya sendiri.


Dimas tidak menyangka orang itu bisa mengetahui keberadaan dirinya dikota ini, padahal ia sudah memutuskan komunikasi dengannya sejak lama, dan sekarang orang itu malah muncul lagi dikehidupannya.


Namun kekesalan yang tadi ia nampakan seketika mereda saat ia melihat-lihat foto gadis menurut dirinya cantik nan imut, sampai foto gadis itu menjadi wallpaper hpnya di bagian beranda maupun kunci layar.


"Mutiara dimana kamu sekarang, mengapa kamu kabur dari rumah dan menghilang tanpa kabar?"Dimas bertanya-tanya dalam dirinya mengapa adiknya bisa senekat itu.


"Aku selalu memikirkan keadaanmu sekarang, bahkan saat aku menghubungimu kamu tidak mengangkatnya"lirih Dimas saat memperhatikan nomer hp Adiknya yang bertuliskan


"Adikku Tersayang❤️". Disertai emoticon love


Sebelumnya


***


Dilain tempat yang dipenuhi germelap lampu-lampu terang berwarna-wani disertai dengan dentuman musik dari Disc jockey yang memekakkan telinga bagi yang belum terbiasa datang ketempat tersebut, sedangkan orang-orang yang berada disana justru menikmati alunan musik yang dimainkan DJ ternama, Membuat mereka berjoget dengan Asik seperti orang kesetanan, Ditambah dengan minuman-minuman berkadar alkohol sedikit maupun tinggi.


Disudut tempat terdapat seorang laki-laki tampan yang mungkin usianya terbilang masih muda tengah duduk dengan beberapa temannya beserta wanita cantik disampingnya dengan pakaian terbuka yang menggoda iman laki-laki.


Mereka semua yang berada di meja itu tengah Asik bersenda gurau hingga tiba-tiba datang seorang perempuan perparas cantik menyapa mereka"Hai semuanya".


"Hai Frans, Lo apa kabar"


"Oh yah dimana Dimas, Gue gak liat dia ngumpul sama kalian"