Little Mom

Little Mom
Bab 20 Perjuangan Mutiara Melahirkan



Tidak terasa waktu telah berlalu, sementara usia kandungan Mutiara sudah memasuki 7 bulan. Banyak proses yang telah ia lalui selama kehamilan, termasuk perubahan pada dirinya.


Sementara itu di desa kek Tirto sedang menyelenggarakan acara selamatan, namun ia enggan untuk memberitahu bahwa acara itu adalah acara tujuh bulanan kehamilan Mutiara. Dirinya berdalih bahwa itu adalah acara selamatan biasa atas rasa syukur karena hasil panen berasnya melimpah.


Dilain sisi Mutiara bersama nek Lastri sedang berbelanja keperluan untuk peralatan perlengkapan bayi, saat nanti bayinya lahir.


Mereka berdua berantusias memilih-milih baju yang sekiranya cocok untuk banyi perempuan dan laki-laki, dan saat pemeriksaan check up kehamilan terakhir dokter Frans tidak bisa memastikan dengan tepat gender bayinya Mutiara.


Karena letak posisi dan wajah bayinya tidak terlalu jelas saat di USG, sedangkan kek Tirto dan nek Lastri tidak mempermasalahkan gender cicit mereka yang penting bayi dan cucunya sehat. Dan juga mereka berharap Proses kelahiran bayinya lancar, tanpa ada kendala sesuatu apapun.


Nek Lastri dan Mutiara sedang berbelanja di salah satu swalayan di kota.


"Ara, sini liat baju yang ini gambarnya lucu"ucap Lastri


Lastri sedang berpikir dan menimbang-nimbang baju mana yang cocok dibeli "Tapi yang ini juga bahannya adem, Hmm...gambar lucu atau bahan adem"


"Cuss, masukan dua-duanya ke kerajaan"


Sedangkan Mutiara hanya menggelengkan kepalanya melihat kehebohan neneknya saat berbelanja"Ya ampun nek, yang mau beranak siapa yang heboh siapa?".


Di saat mereka sedang melihat baju-baju bayi, tiba-tiba Mutiara meringis kesakitan pada perutnya"ouch...sakit nek"


Mendengar cucunya kesakitan dirinya langsung panik"Ara kenapa nak, yuk kamu duduk dulu disini" Lastri memapah Mutiara untuk duduk di kursi yang tidak jauh dari tempat mereka.


"Ini minum dulu" Lastri menyodorkan air minum ketangan cucunya.


"Mutiara meneguk air minum itu sama habis, karena dirinya merasa kehausan.


Setengah keadaan cucunya baikan, nek Lastri dan Mutiara pergi ke kasir untuk membayar belanjaannya.


Setelah selesai membayar Mutiara memegangi perutnya.


Krucuk krucuk


Terdengar bunyi perut Mutiara yang sedang keroncongan karena lapar.


"Ara, kita cari makan yuk"


Kemudian mereka menyantap makanan yang telah mereka pesan untuk mengisi perutnya yang sedang lapar karena telah puas berbelanja.


Setelah sampai di rumah Mutiara di suruh neneknya untuk beristirahat, sementara itu saat berada di kamar Mutiara sedang rebahan di kasurnya. Sambil melihat-lihat hp baru yang neneknya belikan, dirinya melihat-lihat di Mbah google tentang nama-nama bayi beserta artinya yang bagus. Banyak sekali referensi namanya mulai dari A-Z, sehingga membuat Mutiara pusing mencarinya.


"Banyak banget ini mau bayi laki-laki dan perempuan, semua ada dari mulai A-Z"


Seketika air matanya meneteskan saat Mutiara melihat bayangan dirinya di cermin dengan perut buncitnya, ia mengelus-elus perutnya karena dirinya merindukan Sosok laki-laki yang seharusnya sangat ia benci. Mungkin karena faktor kehamilan


"Kakak aku sangat membencimu, tapi kenapa bayiku malah merindukanmu"lirih Mutiara.


Ya Mungkin sebagian bumil muda kadang mengalami rasa emosional naik turun seiring perubahan hormon yang disebabkan faktor kehamilan.


Silain sisi


Entah mengapa Dimas juga seperti merasakan kerinduan besar dalam hatinya pada sang adik, kadang dirinya suka memaksa kepada Mamahya untuk memberitahukan alamat rumah kakek dan nenek Mutiara. Tapi Mamahya selalu bersikukuh menolaknya, alasan jangan mengganggu kebebasan adikmu karena nantinya akan menimbulkan masalah baru.


Pernah juga Dimas bertanya pada papahnya, tapi yang dia dapatkan hanyalah kemarahan dari papanya.


Sekarang Dimas hanya berharap semoga takdir yang mempertemukannya kelak dengan adiknya.


***


Sekarang usia kehamilan Mutiara sudah memasuki 9 bulan, itu artinya dirinya tinggal menghitung beberapa Minggu lagi Mutiara akan segera melihat anaknya lahir, kemudian kek Tirto dan nek Lastri juga sudah mempersiapkan segala yang dibutuhkan, nanti saat cucunya akan melahirkan.


Dokter Frans juga akan membantu dalam persalinan Mutiara nanti.


_


Saat malam hari Mutiara yang sedang tidur tiba-tiba terbangun karena merasakan mules hebat di perutnya, ia segera membangun kakek dan nenek yang menginap dirumahnya juga bi Inah.


" Nek, kakek, Bi perut Ara perut Ara mules hebat"teriak mutiara


Dan semua orang langsung bangun saat mendengarnya.


"Ara, kenapa nak"


"Nek perut Ara mules"


"Haduh... kek jangan-jangan Ara lagi kontraksi"


"Ya bisa jadi tidak sesuai perkiraan kek"


"Aku akan segera siapkan mobil"


" Kamu sama Inah bantuin Ara berjalan"


Kemudian kek Tirto bergegas ke pangkiran depan.


"Ara, sini nenek sama Bi Inah akan memapah kamu"


Mutiara yang akan berjalan tiba-tiba kakinya terasa kram sehingga ia tidak mampu berjalan, Lastri dan Inah panik melihat Mutiara yang ambruk di lantai. Mereka semua kebingungan tidak mungkin Lastri dan Inah mengangkat Mutiara karena tenaga mereka sudah lemah"


Sementara Tirto sedang ke parkiran depan untuk mengambil mobil, nek Lastri langsung menghubungi dokter Frans.


"Hallo"


"Nak Frans, Mutiara perutnya mengeluh mules juga kakinya kram kami akan segera membawanya ke rumah sakit"


"Baiklah saya akan mempersiapkan segalanya disini"


Kemudian kek Tirto datang ke kamar cucunya.


"Mobilnya sudah siap, kenapa kalian tidak membawanya ke depan rumah"


"Kek kaki Ara kram, tidak kuat untuk jalan"


Dengan sigap kek Tirto langsung menggendong Mutiara menuju mobil.


Di sepanjang perjalanan Mutiara meringis kesakitan, di tambah lagi ada cairan keluar dari celananya


"Astaghfirullah... Tirto liat ini ada cairan yang keluar dari celana Mutiara, jangan-jangan ketubannya sudah pecah"


"LASTRI... aku itu sedang menyetir mobil harus fokus ke jalan kamu Jangan membuatku semakin panik"


"Aku bilang seperti itu supaya kamu menambahkan kecepatan mobilnya,... TIRTO"


mereka berdua malah berdebat, sementara Bi Inah hanya memeluk neng Ara, untuk memberikan kekuatan.


"Neng Ara sabar... banyak-banyaklah berdoa supaya dipermudah kelancaran persalinannya"


"Aaaaa... tapi ini sakit Bi, aku tidak bisa menahannya" jerit Mutiara


Akhirnya mobi mereka telah sampai di rumah sakit itu, untungnya mereka semua sudah stand by disana dan Mutiara dibawah dengan brankar menuju ruang persalinan


Orang-orang yang berada di ruang IGD di buat terkejut saat melihat seorang gadis belia dengan perut buncitnya yang memakai baju piyama, di bawa oleh para perawat dan dokter.


"dok, bagaimana ini kesadaran pasien mulai menurun, ditambah lagi ketubannya sudah pecah".


Akhirnya dokter mengambil tindakan operasi Caesar, untuk mengeluarkan bayi pada perut gadis itu.


Sementara itu kek Tirto,nek Lastri dan Bi Inah sedang menunggu proses bersalin nya cucu mereka.


Kemudian mereka berdo'a"Ya Allah... Selamatkan lah cucu dan cicitku di sana, berikanlah kekuatan kepada Mutiara saat melahirkan bayinya"


Disisi lain


Dimas tiba-tiba merasakan sakit di dadanya, sehingga ia menyederkan diri di koridor rumah sakit.


Sementara itu Kirana yang sedang mengambil minum didapur, tiba-tiba gelas yang iya pegang terjatuh dan pecah.


Craaang


DEG


"Kenapa perasaanku jadi enggak enak, aku sangat mengkhawatirkan Mutiara"


_


Kemudian di ruang operasi


" dok, pasien terjadi pendarahan"


" dok, detak jantung pasien melemah" ucap salah satu perawatan yang membantu operasi gadis itu.