Little Mom

Little Mom
Bab 14 Bertemu Kakek dan Nenek



Setelah Kirana membaca surat itu tetesan bening keluar dari matanya, Dimas yang melihatnya juga merasa penasaran dengan isi surat itu."apa itu surat dari mutiara kenapa Mamah sampai menangis begitu"batinnya.


"Mas, Mutiara pergi dari rumah ayo kita cari dia, mungkin saja Ara masih berada disekitar perumahan ini"Kirana menyeret tangan suaminya. Dan Hartanto hanya menghembuskan nafas kasar saat istrinya menyuruh dirinya mencari anak tirinya yang jelas-jelas sangat ia benci.


Sementara itu Dimas ikut membaca surat dari adiknya, dirinya sama terkejutnya seperti Kirana dan bergegas ikut mencari Adiknya juga, keadaan di rumah itu benar-benar kacau saat Mutiara tidak ada.


Di sisi lain mobil pick up itu telah sampai didesa, dan Mutiara mengucapkan terima kasih atas tumpangannya kemudian berjalan menuju desa itu, dan Mutiara merasa bahagia karena dirinya sudah tidak sabar bertemu kakek dan nenek. Ia mulai berjalan menelusuri setiap rumah-rumah di desa itu sesekali dirinya bertanya pada penduduk sekitar


"Permisi pak bu saya mau menanyakan Alamat ini" lalu salah seorang diantara mereka membacanya


"Ouh, ini kan alamat kek Tirto dan nek Lastri"


"Dimana rumahnya pak?"tanya Mutiara


"Lurus dari sini neng, terus pas udah ketemu masjid belok kanan terus lurus aja sampai ketemu rumah yang ada pagar warna hitam dan ada mobilnya"jelasnya


Mutiara hanya mengangguk kepada tanda mengerti.


"Terimakasih pak bu saya permisi"


"Tunggu neng, saya mau tanya Eneng itu siapanya kek Tirto dan nek Lastri"


"Saya cucunya"


Kemudian Mutiara perjalan pergi, sementara orang-orang yang tadi sibuk menghibahkan Mutiara.


" Ini bukannya cucu yang waktu 8 tahun lalu,


Kan waktu itu nek Lastri anak dan menantunya, tapi sekarang cucunya datang kesini"


Disisi lain


Nek Lastri sedang menyirami tanaman dan kek Tirto sedang ngopi ditemani dengan korannya.


"Tirto, kamu merasa tidak selama beberapa tahun ini ada rasa kesepian" curhat istrinya


" Aku iri sama tetangga yang lain kalau idul Fitri semuanya anak mereka pulang kesini"


" Kalau gini aku jadi menyesal karena telah mengusir mereka, dan juga aku ingin sekali melihat cucuku"


"Ya itukan salahmu sediri, karena terlalu emosi waktu itu kamu tidak memikirkan cucu kita"


"Kok, kamu malah ngomelin aku sih, bukannya dengerin curhatan istri"


"Diamlah, jangan mengganggu ketenangan ku"


Saat Tirto sedang membaca koran Ia dikejutkan dengan berita tentang ulang tahun perusahaan Wijaya Group dirinya sangat mengenal pemilik perusahaan itu yang tak lain adalah sahabat anaknya sendiri.


Mutiara yang telah sampai di depan rumah dengan pagar hitam itu, dirinya segera mengetuk pagarnya.


Nek Lastri yang mendengar suara ketukan dari pagar segera membukanya, dan dirinya melihat ada seorang gadis belia yang sangat cantik di hadapannya.


"Cari siapa ya"tanya nek Lastri, tanpa aba-aba mutiara langsung neneknya. Dan membuat sangat terkejut.


" Nenek" jawab singkat Mutiara


Deg


Lastri yang mendengar dirinya dipanggil nenek, langsung diam membeku.


Sementara itu Tirto juga terkejut saat mendengar istrinya dipanggil nenek.


"Nek, ini aku Mutiara cucumu" Lastri yang tidak kuasa menahan tangisan kebahagiaan mendengarnya.


" Mungkinkah ini cucuku yang dulu tidak pernah aku anggap, Lastri mengelus rambut cucunya dan Tirto juga memeluk cucunya yang 8 tahun lalu sangat ia rindukan.


Mutiara yang mendengarnya sangat senang sekali kakek dan neneknya menerima dirinya, sementara sebelumnya dirinya sempat takut jika mereka tidak menerima kehadirannya dan malam mengusirnya lalu dirinya mau pergi kemana.


Bi Inah pembantu di rumah kek Tirto dan nek Lastri melihat ada tamu segera membukakan minuman dan camilan.


" Neng ini minumnya"dan Mutiara yang membalasnya dengan senyuman.


"Mutiara kamu benar cucu nenek, kamu kesini sendiri dimana ayah dan ibunya"


Mutiara yang mendengarnya hanya menundukkan kepala dan menjawab pertanyaan neneknya" Ayah udah enggak ada nek"


Deg


Nek Lastri bagai tersambar petir mendengar kenyataan anaknya sudah tidak ada, kemudian Mutiara melanjutkan kembali ucapannya.


" Karena kecelakaan di tempat kerja, sementara Mamah sudah bercerai dengan ayah sebelum ayah tiada. Dan Mamah menikah lagi dengan papah Hartanto.


Deg


Mendengar kata Hartanto lagi-lagi membuat mereka sangat terkejut, setelah itu Mutiara mulai menceritakan perlakuan Hartanto kepada dirinya selama tinggal di rumah papah tirinya.


Mereka yang mendengar pengakuan cucunya begitu hancur hatinya, karena tidak menyangka cucunya mengalami hidup yang begitu sulit selama ini. Apa lagi kek Tirto yang mendengarnya begitu marah sampai-sampai dirinya merobek koran berisi foto Hartanto dan menginjaknya dengan kakinya sendiri.


Tirto sungguh tidak menyangka Hartanto sejahat itu pada cucunya.


Mutiara, kamu jangan khawatir disini kami akan selalu merawatnya dan membuatmu bahagia selamanya.


Setelah itu Lastri dengan terpaksa menelpon seseorang, yang tidak lain adalah mantan menantunya.


Di saat Kirana sedang mencari anaknya tiba-tiba ada panggilan dari seseorang yang sangat Ia kenali.


Dan Kirana menjawab telepon itu


"Assalamualaikum bu"


"Wa'alaikumsallam Kirana anakmu Mutiara sekarang ada denganku, jadi mulai hari ini kamu tidak perlu khawatir kepada Mutiara kita disini akan merawat dan menjaganya kamu urusi saja keluarga barumu, jangan pernah datang kesini kesini untuk menemuinya"MENGERTI"


Kirana yang mendengarnya sedikit merasa tenang bahwa anaknya telah sampai kerumah kakek dan neneknya dengan selamat, di satu sisi dirinya merasa sedih karena mantan mertuanya itu melarang dirinya untuk menemui anaknya.


Akhirnya dengan berat hati Kirana mengiyakannya.


Kemudian setelah beberapa Minggu berlalu


Saat makan bersama Mutiara tiba-tiba rasa mual yang sangat, saat menyantap makanan.


Rasanya perutnya seperti diaduk-aduk, sehingga makan pun tidak berselera.


Dan mudah lelah saat melakukan aktivitas berat, akhirnya mereka membawa cucunya ke rumah sakit di kota, Karena merasa khawatir dengan kondisi cucunya.


Mutiara kemudian menunggu Antrian bersama kakek dan neneknya di bagian kandungan, sebelumnya Mutiara berobat di bagian penyakit dalam tapi dokternya merujuk dirinya untuk pergi pada bagian kandungan.


"Mutiara desa xxx"panggil perawat, Ari namanya dipanggil segera memasuki ruang konsultan.


Ada seorang dokter laki-laki yang sangat tampan sedang membaca data para pasiennya, kemudian Mutiara duduk di depannya.


Dokter tersebut mengerutkan dahinya dia menatap Mutiara, Seakan-akan pernah bertemu dengannya namun sayang dirinya tidak mengingat gadis belia di hadapannya.


"Sebenarnya siapa sih gadis ini sepertinya aku pernah bertemu tanya saja di mana yah? Pikirnya


Mutiara risih karena terus-terusan ditatap oleh dokter tersebut kemudian memberanikan diri bertanya kepadanya


"Dok" panggil Mutiara kemudian dokter tersebut kembali fokus pada pekerjaannya lagi, lalu Mutiara tak sengaja melihat sebuah name tag yang bertuliskan dokter Frans.


" Ouh, jadi namanya dokter Frans, tampan sih sama seperti kakak"batin Mutiara.