Little Mom

Little Mom
Bab 19 Asal usul Dimas



Pagi menjelang siang, terdengar suara klakson mobil di depan halaman rumah Hartanto. Kirana mendengar suara ketukan pintu saat saat sedang membaca majalah di ruang tamu, kemudian ia membukakan pintu untuk orang tersebut masuk.


"Dimas kamu udah pulang nak"


"Iyah Mah, Dimas mau mengambil beberapa dokumen penting saja, jadi aku pulang kerumah ini"


Dimas yang sudah lulus dari kuliahnya dan diwisuda, mencoba ingin hidup mandiri dengan pergi ke kota xxx untuk menerima tawaran dari sahabatnya untuk bekerja di rumah sakit milik keluarga sahabatnya itu. Sudah sekitar dua mingguan Dimas pergi dari rumah dan membuat rumah keluarga rumah keluarga Hartanto sangat sepi karena anak-anak mereka pergi mencari kehidupan yang baru masing-masing


Sementara itu Hartanto yang melihat anaknya telah datang seolah tidak peduli dan membuang muka pada anaknya.


Dimas juga tidak menghiraukan sikap papahnya dan berjalan menuju kamarnya


" Mas...kamu itu kenapa malah tidak senang saat Melihat anakmu pulang, apa kamu masih kesal saat memilih keluar dari rumah ini"tanya Kirana.


" Sudahlah jangan menggangguku Kirana, aku sedang fokus dengan laptopku please"


"Ih... Kamu mah mas saat ada anakmu atau tidak kamu tetap saja selalu sibuk dengan perusahaan, sekali-kali perhatikan anakmu juga dong".


" Ha... Dia bukan anak kecil yang harus aku perhatikan, lagian dia sudah dewasa juga"


"Duh... bukan itu maksudku mas"setelah itu Kirana memiliki diam , dari pada suaminya tambah salah paham dengan ucapannya.


Sementara Dimas masih bisa mendengar obrolan keduanya saat sedang menaiki anak tangga.


" Dari sejak aku masih kecil papah selalu sibuk dengan pekerjaan, tidak pernah memperhatikanku dan dia bilang aku bukan anak kecil yang harus diperhatikan...cih" gerutu Dimas dengan kesal


"Kenapa sih dia tidak seperti sosok seorang ayah dari ayah lainnya, aku jadi ragu aku ini anak kandungnya atau bukan"batin Dimas, kemudian ia bertemu dengan bi Idah di kamarnya.


" Bi Idah"


" Iya Den"


" Bibi sedang apa? tanya Dimas


" Bibi sedang membersihkan kamar Den Dimas, ada yang bibi bisa bantu"


"Aku butuh dokumen warna biru"


" Ah...yah tadi bibi sempat membereskan beberapa dokumen dan map-map, sebentar yah bibi cari"


Sambil menunggu Dimas mencoba menanyakan sesuatu kepada Bi Idah.


" Bibi sudah berapa lama bekerja disini?"tanya Dimas.


"Sudah sangat lama Den Dimas bahkan sebelum Den Dimas ada disini"


"uups ...aku keceplosan"batinnya


"Ouh... kalau gitu aku mau menanyakan sesuatu ke bibi, sebenarnya kemana Mamah kandungku Bi, lalu kenapa papah selalu sibuk dengan pekerjaannya dan tidak pernah memperhatikannya"


"Dan juga kata papah mamah berselingkuh dengan pria lain, jadi papah menceraikan mamah, benar seperti itu bi"


"Aduh Den Dimas menanyakan hal itu" batin Bi Idah.


" Ayo Bi please, ceritakan padaku aku sangat penasaran" mohon Dimas.


***


Jadi sebenarnya begini Den Dimas.


Tuan Hartanto sejak dulu saat masih mudah sering dimarahi tuan dan nyonya besar karena sering bergonta-ganti perempuan masuk ke rumah ini, saat Tuan dan Nyonya besar ke diluar negeri.


Bibi juga waktu itu melihat perempuan-perempuan itu sangat cantik dan memakai pakaian sangat terbuka, tapi setelah Tuan Hartanto bertemu dengan seorang gadis belia, dirinya tidak pernah melihat tuan Hartanto membawa perempuan-perempuan yang sepertinya nakal.


Saat itu bibi sedang membereskan tempat tidur tuan Hartanto, dirinya melihat di bawah bantal ada foto perempuan cantik dan imut yang masih belia, memakai seragam yang tertuliskan OG.


Namun setelahnya tiba-tiba saja tuan Hartanto pulang dari kantor dengan wajah sangat marah, semua perabotan dirumah menjadi sasaran kemarahan, di tengah-tengah kemarahan Hartanto berucap" sialan,kamu Devan dasar sahabat yang tidak tahu terimakasih, padahal aku sering membantu Keluargamu tapi ini balasan yang Ku terima, awas saja aku akan memberikan perhitungan denganmu kamu harus membayar mahal atas rasa sakitku.


Dan setelah itu tuan Hartanto kembali lagi bersama perempuan-perempuan nakal itu dan lebih parahnya lagi kadang Tuan sering pulang malam dalam keadaan mabuk berat. Dan setelahnya Tuan dan Nyonya besar kembali ke rumah ini, mereka sangat terkejut dengan perubahan sikap anaknya yang semakin kacau.


Hari itu semua keluarga sedang berkumpul di ruang tamu, Tiba-tiba ada seorang perempuan yang membawa seorang anak kecil laki-laki yang berusia 3 tahun.


Perempuan tersebut memberikan masuk ke rumah itu, dan perempuan itu berucap"ini anakmu Hartanto, darah dagingmu.


Sontak saja semua orang terkejut saat mendengar pengakuan perempuan itu apalagi Hartanto.


Tuan dan nyonya besar sangat marah kepada anaknya dan menyuruh anaknya menikahi perempuan itu.


Bugh


"Kamu brengsek nak, menghamili perempuan itu dan tidak bertanggungjawab kepadanya"bentak Ayah Hartanto.


Plakkk


"Apa ini pengajaran yang kami ajarkan kepadamu nak"


Hartanto meringis kesakitan saat menerima pukulan dan tamparan dari orangtuanya, kemudian Tuan dan Nyonya besar berbicara kepada anaknya.


"Nikahi perempuan itu atau kamu tidak akan mendapatkan warisan kita sepeserpun"


"Oke, aku akan menikahi perempuan itu tapi sebelumnya aku ingin Tes DNA dengan anak itu"


Untungnya hasil dari Tes DNAnya menunjukkan hasil 99% kecocokan anak itu dengan dirinya.


Dan setelah menikah Hartanto tidak merasa bahagia dengan pernikahannya, bahkan tidak pernah menyentuh istrinya karena dirinya merasa jijik dengan istrinya sendiri yang dulu seorang wanita panggilan yang selalu dia pesan.


Baru juga usia pernikahan Hartanto yang seumur jagung, tapi dirinya sudah melayangkan gugatan perceraian ke pengadilan karena didapati istrinya telah memesan seorang gigolo, karena suaminya yaitu Hartanto tidak ingin menyentuhnya sedangkan hak asuh anak jatuh pada tangan Hartanto.


Selang seminggu setelah perceraian kedua orang tua Hartanto di kabarkan kecelakaan pesawat dan meninggal, membuat dirinya sangat syok dan tertekan dalam hidupnya.


Setelah itu Hartanto menyibukkan diri untuk membangun perusahaannya peninggalan orang tuanya agar lebih besar lagi, semenjak saat itu Hartanto tidak pernah lagi memesan perempuan karena kapok dengan kejadian yang pernah ia alami.


Sementara itu anaknya selalu diasuh Bi Idah sampai tubuh dewasa.


"Papah main mobil-mobil yuk"ajak Dimas saat masih kecil.


"Kamu Main sendiri, papah lagi sibuk" lagi-lagi selalu saja ucapan itu yang keluar dari mulut Hartanto saat dirinya dianjak oleh anaknya sendiri untuk bermain bersama.


Dimas, yang mendengar cerita itu masa lalu dari Bi Idah merasa sangat terpukul dengan kenyataan pahit yang ia terima "pantas saja papah selalu bersikap seperti itu pada karena sebenarnya aku adalah anak yang lahir di luar nikah, terlebih lagi aku lagi dari seorang perempuan panggilan"batin Dimas


"Kenapa aku dilahirkan pada di keluarga kacau seperti ini, jika aku bisa memilih lebih baik aku dilahirkan pada keluarga harmonis walaupun sederhana.