
*Kemudian di ruang operasi
" dok, pasien terjadi pendarahan"
"dok, detak jantung pasien melemah"ucap salah satu perawatan yang membantu operasi gadis itu
semua orang yang berada di ruang operasi itu semuanya panik, karena mereka harus bisa menyelamatkan nyawa dua orang, yang sedang dipertaruhkan di tangan mereka.
Untung saja di saat itu dokter Frans telah mengeluarkan bayi mutiara dari perutnya, bayi lahir tersebut lahir dalam kondisi sehat tanpa kekurangan suatu apapun hanya saja karena kelahirannya terlalu cepat jadi untuk sementara waktu bayi itu di masukkan dulu di inkubator.
*Di suatu tempat
Dimas sedang berjalan tertatih-tati menahan rasa sakit di dadanya berjalan menelusuri koridor, akhirnya dirinya telah sampai di IGD rumah sakit. Tempat Ia bekerja, karena pada sip jam malam ini Dimas bergantian menjadi dokter jaga di IGD.
"Nah ini dia, Dimas kamu itu kemana aja harusnya sekarang ini bagian sip Lo. huh.. dari tadi aku tunggu, eh.. lo itu kenapa?"tanya rekan kerja Dimas
"Enggak apa-apa sekarang Lo pulang gih, tunggu dulu ngomong-ngomong tadi pas aku jalan kesini orang-orang kaya rame banget bicarain sesuatu"
"ouh itu tadi ada gadis belia yang hamil mau kerumah sakit ini tapi di perjalanan ketubannya udah pecah, di tambah lagi gadis itu pingsan sekarang lagi di ruang operasi Caesar terus katanya yang nanganin dokter Frans.
"Kasian sekali gadis itu, semoga saja mereka berdua selamat dalam operasinya Amiin..."batin Dimas
*Di ruang operasi
Sekarang dokter Frans dan dokter lain beserta para perawat, tinggal menyelamatkan Mutiara yang sedang dalam kondisi kritis.
"Tolong ambilkan lagi kantong darah di bank darah"ucap Frans menyuruh salah satu perawat untuk mengambilnya, karena stok darah diruang operasi kurang sedangkan pasien mengalami pendarahan"
Tiba-tiba saja jantung Mutiara perlahan-lahan berhenti berdetak, dengan sigap dokter Frans segera mengambil tindakan.
"Siapakan alat Defibrilator cepat!"tegasnya
Kemudian dokter Frans bersiap-siap untuk memberikan alat kejut jantung.
"Kita coba tegangan sinergi kejut listrik 100 joule...tet"
Dug
"Masing belum ada perubahan ritme jantung dok malah semakin menurun"
"Naikan lagi menjadi 150 joule...tet"
Dug
*Di luar ruang operasi
Kek Tirto, Nek Lastri, dan Bi Inah sedang menunggu operasi Caesar Mutiara dengan harap cemas, mereka tidak bisa tenang saat kemudian seorang perawat keluar dari ruang operasi.
Nek Lastri langsung menanyakan kondisi cucunya kepada perawat itu."Bagaimana kondisi cucu saya?"
Namun perawatan itu tidak menggubris pertanyaan nek Lastri karena dirinya sedang buru-buru mengambil kantong darah, nek Lastri malah berteriak kesal pada perawat itu karena diam saja.
"Lastri... Sudah jangan berteriak, tenangkan dirimu. nanti takut mengganggu jalannya operasi di dalam."tegur suaminya.
"Tirto... aku hanya mencemaskan kondisi cucuku apa itu salah... huhuhu"ucap Lastri
Kek Tirto menghembuskan nafas kasar menghadapi sifat istrinya.
*Tak lama kemudian perawat tadi telah kembali
Nek Lastri segera menghampirinya lagi
"Saya mohon tolong beritahukan kondisi cucuku... huhuhu"
Akhirnya terpaksa perawat itu berkata"mohon maaf saya sedang buru-buru"
Hanya kata-kata itu saja yang terucap di mulutnya.
*Di alam bawah sadar Mutiara
Dirinya seperti berada di sebuah taman yang sangat indah, juga bunga-bunga yang bermekaran cantik.
Kemudian Mutiara melihat dari kejauhan seperti ada seseorang yang sosoknya sangat mirip dengan Ayahnya, dirinya segera berlari memeluk orang yang sudah sangat Ia rindukan.
"Ayah... kaulah itu? Aku sangat merindukanmu"ucap lirih Mutiara.
Sedangkan Ayahnya hanya tersenyum saat dirinya dipeluk oleh Anaknya. Lalu tangannya mengusap lembut rambut Mutiara dan mencium keningnya.
Ini merupakan kali pertama Mutiara bisa bertemu Ayahnya senyata ini, sebelumnya dirinya tidak pernah bertemu dengan Ayahnya walaupun hanya dalam mimpi sejak kematian Ayahnya. Kerap kali Ia selalu berdoa kepada yang atas supaya dipertemukan dengan Ayahnya walaupun hanya sekedar mimpi.
"Ayah kenapa kau meninggalkanku secepat ini, tapi sekarang aku senang bisa bertemu dengan Ayah. Pokoknya Aku tidak ingin Ayah pergi lagi"keluh Mutiara
"Sayang... Ayah tidak pernah pergi kemana-mana karena Ayah selalu berada disini...dihatimu"terangnya
"Tapi Aku ingin bersama disisimu, Aku ingin ikut dengan Ayah"
" Tidak sayang... perjalanan hidupmu masih pajang, nanti kamu akan menghadapi ujian hidup yang berliku-liku kedepannya karena itu kamu harus bersabar dalam menghadapinya. Dan kelak buah dari kesabaran itu akan memberikanmu kebahagiaan nantinya. Kamu harus yakin itu ya"Ayahnya memberikan nasihat dan Mutiara mengangguk paham.
" Jadi karena itu sekarang, kembalilah ke duniamu sayang. Disana banyak orang yang menyayangi dan menunggumu" lalu Ayahnya mendorong Anaknya masuk pada sebuah portal, dan portal tersebut menarik Mutiara kedalam.
* Diruang operasi
"dokter Frans pasien sudah tidak ada, ini sudah menjadi takdirnya" ucap salah satu dokter rekan Frans.
"Tidak... Kita coba sekali lagi dan ini yang terakhir kalinya, NAIKAN... tegangannya menjadi 250 joule"Perintah Frans
"Mutiara kumohon kembalilah, aku yang kamu masih hidup" batin Frans
"Sipp dok"ucap perawat itu, kemudian menaikan tegangan sinergi kejut listrik menjadi 250 joule.
1,2,3 ...tit
Deg
Tit...tit...tit...tit
"dok, detak jantung pasien berdetak, dan sekarang ritme jantungnya normal"
"Syukurlah... terimakasih tuhan, dan terima kasih juga Mutiara karena kamu mau kembali"batin Frans.
***
Lampu didepan pintu operasi berubah dari merah ke hijau, itu menunjukkan bahwa operasi Caesar yang dilakukan telah selesai.
kemudian dokter Frans keluar dari pintu ,dan mereka semua menghampiri dokter Frans.
" Nak Frans bagaimana operasinya?"tanya kek Tirto
sementara ekspresi wajah dokter Frans tidak bisa ditebak, membuat mereka semua sangat menanti-nantikan dokter Frans buka suara.
"Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar dan Mutiara dan bayinya selama dan Mutiara akan dipindahkan ke ruang perawatan sedangkan bayinya akan di inkubator untuk sementara, jadi saya mohon kalian untuk sabar menunggu cucu kalian sudah kondisinya sudah stabil baru akan membawanya pada kalian. dan Mutiara beberapa jam lagi akan siluman kalian tenang saja.
semua orang berucap syukur mendengarnya.
*disisi lain
Hartanto Bagun dari tidurnya dan tidak didapati ada istinya, akhirnya ia mencarinya dan menemukan nya di dapur.
"Kirana sedang apa kamu?"tanya Hartanto
"Aku mau mengambil air minum, tapi gelasnya terjatuh dan sekarang aku sedang membersihkan pecahan beling"
"ouh...tunggu dulu, itu tangan kamu berdarah,sini aku obati"
kemudian Hartanto mencari kotak P3K, dan menemukannya setelah itu mengobati luka istrinya.
mohon dukungannya dengan cara like vote favorite,dan hadiah 😅
maaf bila ada typo penulis karena author masih pemula 😁
dan terima kasih bagi yang sudah membaca novelku 🤗