
"Kurang ajar kamu Dimas, liat saja nanti Aku pasti bisa mendapatkanmu kembali bahkan Aku akan memiliki dirimu. Dan Aku sudah mempunyai rencana untuk itu"gumam Clara dan tersenyum licik penuh arti.
*Pagi hari
Mutiara sedang berjemur bersama anaknya di teras, namun tiba-tiba kakeknya keluar dari rumah. Mutiara yang melihatnya merasa penasaran lalu bertanya kepada kakeknya"Kek, mau kemana?"
"Kakek mau menemui pak Kades juga warga lain, untuk mengundangnya dalam acara aqiqahan"
"Wah kek, nanti mau satu desa diundang? Kirain Ara acaranya sederhana aja, tapi ternyata sampai ngundang Kades juga"
"Tentu saja, semakin banyak undangannya semakin banyak pula orang yang datang mendoakan cicitku ini, gemesnya"kek Tirto mencubit pipi Pelangi. Bagi Tirto Pelangi adalah cicit emasnya yang sangat ia sayangi maka dari itu ia tak ragu mengeluarkan banyak uang hanya untuk menggelar acara besar termasuk Aqiqahnya Pelangi.
"Ya udah, kakek pergi dulu ya"setelahnya Tirto membuka pagar dan menutupnya kembali.
Dan disaat keluarga Tirto tengah sibuk mempersiapkan acara yang akan digelar beberapa hari lagi, lain hal dengan seorang perempuan ambisius yang bernama Clara yang sedang mengemudikan mobilnya menuju perumahan elite keluarga Dimas.
Ya, Clara sekarang sudah berada di kota itu dengan maksud ingin menemui keluarga Hartanto untuk bersilaturahmi dan mengaku kalau dirinya adalah pacar Dimas. Supaya ia bisa dekat dengan keluarganya Hartanto, dan membuka peluang agar dirinya bisa menjadi bagian dari Menantu keluarga Hartanto.
Keluarga yang sangat disegani di kota itu karena mereka memiliki perusahaan besar Wijaya Group yang dimana pemilik sekaligus pemegang saham terbesar yakni Papah Dimas.
Saat mobil Clara memasuki gerbang perumahan elite dirinya diberhentikan oleh para satpam yang berjaga disana, dan membuat Clara sangat kesal karenanya.
"Mohon maaf kami tahan dulu mbak disini, bolehkah kami meminta indentitas mbak dan mbaknya ingin menemui siapa?"tanya salah satu satpam yang seperti mengintrogasi Clara, karena mereka sebelumnya tidak pernah melihat Clara jadi wajar saja jika satpam itu curiga jikalau Clara adalah salah satu tamu pastinya para satpam sudah diberitahukan sebelumnya. Jadi, itu sudah menjadi kewajiban mereka dalam menjaga kawasan perumahan elite.
"Kenalin saya Clara, pacar dari Dimas yang merupakan anak dari Om Hartanto. Kalian pasti sudah tahu?"jelasnya
"Maksud kedatangan saya adalah ingin menemui Om Hartanto untuk bersilaturahmi"tambah Clara, namun dirinya dengan pede mengatakan Om seolah ia sudah akrab dengan papahnya Dimas.
Dan tentu saja para satpam yang mendengarnya langsung percaya dengan ucapan Clara, karena dia menyebutkan nama Hartanto yang merupakan orang ternama di sini. Siapa sih yang tidak mengenalnya? pasti semua orang yang tinggal disana mengenal Hartanto walaupun memang keluarga mereka sangat tertutup.
"Baik mbak...kami persilahkan untuk masuk, dan mohon maaf atas ketidak nyamanan tadi"para satpam langsung membukakan gerbangnya untuk mempersilahkan Clara masuk.
"Gitu dong dari tadi, jadi saya gak mesti nunggu"ucap Clara dengan laga sombongnya, setelah para satpam itu meminta maaf. Sementara para satpam hanya menggelengkan kepala dan mengelus dada dengan kelakuan Clara.
Setelah Clara muter-muter di perumahan itu, akhirnya ia menemukan rumah yang paling bagus dari rumah lainnya. Clara menyakini bahwa ini adalah rumahnya Dimas walaupun sebelumnya ia tidak pernah datang kesini, maka dari itu ia segera memarkirkan mobilnya dihalaman depan. Selanjutnya Clara menuju pintu rumah, tanpa pikir panjang dirinya segera menekan bel pintu.
Sementara itu Kirana yang hendak keluar di kejutkan dengan suara bel pintu, dan segera ia membukakan pintu. Namu Kirana dikejutkan dengan seorang perempuan yang tampaknya berusia masih muda, Kirana mengernyit dahinya saat melihat perempuan asing itu yang belum pernah bertemu dirinya.
"Siapakah perempuan muda ini?,apa jangan-jangan..."seketika otak Kirana dipenuhi dengan prasangka buruk, ia mengira jika perempuan didepannya adalah selingkuhan suaminya. Namun sepertinya hatinya menyangkal "Tidak mungkin... Hartanto sangat mencintaiku, Dia juga berjanji akan selalu setia padaku"
"Hallo Tante"Clara melambaikan tangan dan seketika ia tersadar dari lamunannya.
"Kenalin aku Clara Tante, pacarnya Dimas"Clara menyalami tangan Kirana.
"Silahkan masuk Clara"
Saat Clara masuk, dirinya tercengang melihat kemewahan isi rumah ini apa lagi furniturnya, Sampai ia tak berkedip saat melihatnya.
"Wah... jika seperti ini aku harus gercep nih jadi mantu keluarga Hartanto, supaya Aku menjadi kaya dan bisa menikmati fasilitas mewah ini"batin Clara
"Silahkan duduk, mau minum apa?"
"Teh saja Tante, terimakasih"Clara tersenyum , lalu Kirana memanggil Bi Idah untuk membuati minuman mereka.
"Bi Idah"panggil Kirana
"Iya Nyonya"sahutnya
"Tolong buatkan teh untuk saya dan Clara"
"Baik Nyon, akan segera bibi buatkan"Bi Idah segera menuju dapur.
"Sebenarnya tadi Tante terkejut, saat mendengar kamu pacarnya Dimas, soalnya selama ini Tante tidak pernah mendengar jika Dimas sudah mempunyai pacar"ucap Kirana sembari membuka obrolan mereka agar tidak canggung.
"Untuk itu Aku minta maaf Tan, soalnya selama kami berhubungan Dimas tidak pernah mengajakku untuk bertemu keluarganya. Padahal Aku ingin sekali dikenalkan pada keluarga Dimas, makanya Aku datang kesini untuk bertemu dengan Tante"
"Maklumlah Clara, Dimas memang seperti itu. Oh yah sudah berapa lama kalian menjalin berhubungan?"
"Lumayan lama Tan, saat kami duduk di bangku kuliah. Waktu itu Aku bertemu Dimas saat Ospek, yah walaupun kita berdua beda fakultas. Dan dari pertemuan pertama itu kami akhirnya menjalin hubungan sampai sekarang"
"Cukup lama yah, sayangnya kenapa Dimas tidak pernah bercerita pada Tante ataupun papahnya"
"Yah begitulah Tante, sepertinya Dimas masih ragu untuk menceritakannya. Karena sekarang kami sedang LDR-an, saat Dimas memutuskan untuk bekerja di luar kota sebagai dokter. Sementara aku juga sedang bekerja di salah satu perusahaan, maka dari itu hubungan kami agak merenggang"jelas Clara dengan memasang mimik wajah memelas dan mata sendunya. Yang membuat Kirana saat melihatnya merasa tersentuh.
Disela-sela obrolan Bi Idah datang membawakan Teh untuk tamu dan majikannya.
"Ini tehnya Nyon"
"Makasih Bi"
"Silahkan diminum tehnya Clara"Kirana meminum tehnya begitu pula dengan Clara, setelahnya mereka melanjutkan kembali obrolannya. Hingga tak terasa waktu pun berlalu dan kini Clara pamit untuk pulang."Tante aku pamit pulang dulu, nanti kapan-kapan aku datang lagi"
"Yah, sayang sekali padahal Tante masih ingin mengobrol lebih banyak tentangmu Clara, Bagaimana jika Tante minta tukeran no hp supaya nanti bisa menghubungimu" Kirana menyodorkan Hp lalu dengan segala Clara memasukkan nomernya.
"Ini Tante, kalau gitu aku pamit terimakasih untuk tehnya" Clara menyalami Kirana, sementara Kirana memeluknya diakhiri dengan cepika-cepiki dan membuat Clara tersenyum kecil dibalik pelukan dengan berucap dalam hati"Sepertinya Tante mulai menyukaiku. syukurlah, itu membuka jalan yang mulus untukku bisa menjadi menantumu Tan. Dan, setelah itu aku akan menyingkirkanmu Tante, karenanl nantinya Tante adalah sainganku dalam warisan harta papahnya Dimas" Clara sebelumnya sudah mengetahui bahwa Kirana adalah mamah tiri Dimas, hanya saja ia tidak mengetahui bahwa Dimas mempunyai Adik tiri yaitu Mutiara.