
Dimalam hari yang larut Kirana terbangun dari tidur karena ingin buang air keci, pergi dirinya pergi ke toilet kamar mandi. Setelah selesai Kirana kembali lagi kasurnya untuk melanjutkan tidurnya, tapi sebelum itu Kirana menatap wajah suaminya yang sedang tidur dan teringat akan masa lalunya bersama Hartanto dan Devan.
Flashback
Saat Kirana masih sekolah SMA, dirinya sedang mengendarai sepeda di jalan raya tapi tiba-tiba sepeda Kirana tertabrak mobil membuat dirinya terjatuh ke aspal.
Lantas pengendara mobil itu dan temannya turun dari mobilnya saat mereka sadar telah menabrak seseorang.
"Maafkan kami ya"ucap Devan, sementara sahabat yang ada di sampingnya terlihat acuh tak acuh melihat gadis belia itu, yang sebenarnya ia tabrak. Lain halnya dengan desain yang membantu Kirana untuk berdiri.
"Ouch... Kirana meringis kesakitan karena lukanya berdarah.
"Ya ampun lututmu berdarah dek, kemudian depan mengambil kotak P3K di mobil sahabatnya, untuk mengobati gadis itu.
"Devan sudahlah jangan repot-repot mengobati bocah itu segala cukup kasih aja uang berobat beres"
"Kamu itu Anto kalau ada masalah selalu saja diselesaikan dengan uang"cibir Devan
"Lah emang kenapa semua orang kan butuh uang"
"Iya aku tahu hidup itu butuh uang, tapi uang bukan segalanya to, bagian yang nabrak itu kamu, harusnya kamu yang tanggung jawab.
"Ya udah cepat obati bocah itu, aku sedang buru-buru"dengan entengnya Hartanto bicara tanpa dosa sambil bersantai sambil ngerokok.
"Cih dasar pria sombong, dingin, tidak berperasaan" umpat Kirana menatap kesal pada pria yang tengah duduk santai sambil merokok.
Setelah Devan membersihkan luka Kirana,Kemudian dirinya mengambil plester untuk membalut luka gadis itu.
Kirana tersenyum kepada Devan karena menurutnya orang yang berada dihadapannya adalah orang baik, tidak seperti orang yang sedang merokok itu. tiba-tiba Devan mendapat panggilan telepon.
Ddrrzzz
"Lagi dijalan Mah"
"Sama Anto Mah"
"Iyah nanti aku tanyakan ke Anto"
" Wa'alaikumsallam"
"Bro, aku balik dulu ada urusan mendadak, ouh yah... Mamahku mengundangmu untuk makan malam bersama kaya acara kecil-kecilan gitu, datang yah"
" Sialan terus ni bocah gimana" tanya Hartanto
" Ya anterin kerumahnya lah, udah yah" Hartanto menghembuskan nafas kasarnya saat mendengarnya.
Kemudian ia mengambil dompetnya yang berisi uang warna merah semua.
"Kita damai aja ya, ini ada uang untukmu terserah mau gunakan untuk apa"Hartanto memberikan beberapa lembar uang itu ke tangan Kirana.
Kemudian Kirana melemparkan uang itu kembali ke wajah Hartanto, dan membuat dirinya terkejut.
" Aku bukan ingin uangmu tapi antarkan aku pulang, kalau gak mau ya udah aku tinggal teriak, kamu orang yang nabrak aku dan tidak Mau bertanggungjawab biarkan semua orang mendengarnya"
" Hahaha... Ni bocah berani ngancem aku"
" Silahkan saja" tantang Hartanto
"Baiklah huhuhu .... Bapak-bapak ibu-ibu orang itu gak mau tanggung jawab udah nab..."belum selesai Kirana berbicara mulutnya langsung dibekap oleh Hartanto.
" Oke, aku akan menurutimu"Kirana tersenyum mendengarnya.
Sementara orang-orang Sudah terlanjur mengerumuni mereka"ada apa ini"tanya warga sekitar
"Ah... Ini Pak saya mau mengantarkan gadis ini yang tadi jatuh dari sepeda ke rumahnya"
"Ouh, gitu toh" semua warga bubar kembali setelah mendengar penjelasan Hartanto yang sedikit dibumbui kebohongan
"Tolong bopong aku ke mobil pak, karena kaki yang satu berdarah dan satunya memar"
"Astaga... Ini benar-benar hari tersial bagiku"
Hartanto terpaksa menuruti permintaan gadis itu, lalu dirinya mempunyai ide untuk mengerjai Kirana, Dengan menggendong gadis itu seperti karung beras
"loh bukannya kamu yang minta aku menggendongmu"
"Aish... Aku kena jebakan"
Kemudian saat Hartanto menurutkan Kirana ke kursi mobil, tidak sengaja rok abu Kirana tersingkap memperhatikan sedikit paha kulit putih mulus Kirana, seketika itu jiwa Casanova Hartanto keluar.
"Sialan tuh bocah nyiksa aku" umpat Hartanto sambil mengendarai mobilnya dengan menahan rasa pusing di kepala, dan juga rasa sesak dibagian dalam celananya.
STOP
"Nah, kita sudah sampai ini rumahnya" kemudian datanglah seorang ibu yang sudah berumur, lalu mendekati mobil Hartanto.
" Nak, kenapa kamu bisa seperti ini"
" Iya Bu kirana abis kecelakaan tadi"
"Terus gimana keadaanmu?"
"Untungnya Kirana tidak mengalami luka serius hanya luka kecil memar, dan lutut berdarah, ibu jangan khawatir"
"Terus ini siapa"tanya ibu panti itu yang sudah dianggapnya ibu sendiri.
" Dia orang yang menabrak ku"
"Maafkan saya karena telah menabrak anak ibu, ini ada sedikit uang untuk membawa anak ibu ke rumah berobat, dan untuk sepedamu besok supirku akan mengantarkan sepeda baru, setelah mengatakan hal itu Hartanto bergegas pergi.
" Ouh ternyata gadis itu tinggal di panti asuhan" gumam Hartanto
_
Keesokan paginya Kirana bangun tidur, tiba-tiba ada terdengar suara klakson mobil di depan panti asuhan, ibu Pati menemui orang dimobil itu.
" Permisi Bu ini sepeda yang majikan saya suruh mengantarkan ke sini"
"Terimakasih pak" kemudian sopir itu menelpon majikannya, "sudah saya antara tuan, siap saya segera kesana"
"Kalau gitu saya permisi Bu"kemudian mobil itu melaju menuju kantor majikannya, ibu panti itu memasukan sepedanya kedalam rumah.
"Kirana lihatlah ada sepeda baru untukmu, ternyata pria kemarin menepati janjinya"
Dan anak-anak panti yang lain melihatnya
"Wah sepeda nya bagus ka, warnanya juga keren, kring kring kring juga"begitulah pujian anak-anak panti yang lain.
"Kak, boleh tidak kita mencobanya"
"Aku juga kak"
"Jangan lupakan aku kak"
"Semuanya boleh memakai sepeda ini, hanya setengah Kakak kalian pulang sekolah ya" ibu panti itu mengatakan hal itu karena Kirana bersekolah di tempat yang cukup jauh jaraknya dari panti ke sekolahnya, sehingga dirinya membutuhkan kendaraan.
sementara keadaan panti itu sangat menghawatirkan karena kurangnya pemasukan dana dari donatur atau pemerintah, membuat mereka hidup dengan serba kekurangan. Untung saja Kirana mendapatkan sepeda bekas yang diberikan tetangga untuk panti itu, sehingga ia tidak perlu capek-capek berjalan kaki sejauh kilometer ke sekolahnya.
Dipagi Kirana sangat bersemangat untuk pergi ke sekolah, disepanjang jalan dirinya bersenandung riang dijalanan. Hingga tidak sengaja dirinya berpapasan lagi dengan Hartanto, yang sedang menelpon seseorang untuk dang kesini mengecek mobilnya yang sedang mogok.
Kring kring
"Pak, terimakasih untuk sepeda nya"ucapan
Kirana sambil melebarkan senyum manisnya.
"Hanya karena sepeda baru aja gadis itu sangat bahagia"
Kemudian Kirana melanjutkan kembali perjalanan menuju sekolah, sementara sejak tadi Hartanto terus memperhatikan gadis yang kemarin membuatnya sangat kesal.
"Cantik" kata itu yang berucap di bibir Hartanto
"Ngomong apa sih aku. lagian tuh anak masih bacah, masa aku tertarik sama bocah emang aku pedofil"ucap Hartanto menyangkal kata yang terucap tadi.