
Dan secara diam-diam kejadian tadi di perhatikan oleh BI Idah dirinya Juga merasa heran dengan perubahan sikap Non Ara kepada Den Dimas yang biasanya selalu penurut dan sekarang malah berani membentaknya, ada apa sebenarnya dengan mereka?"batin Bi Idah Kemudian melanjutkan kembali pekerjaannya.
Waktu menunjukan jam 19.00 malam terdengar suara parkiran mobil di depan rumah, segera Bi Idah membukakan pintu saat mendengar ada suara bell berbunyi.
"Silahkan masuk Tuan dan Nyonya, mau Bibi buatkan apa?"tanya bi Idah
"Bi, Anak-anak pada kemana?"
"Ada di kamarnya masing-masing nyah"
"Gimana kabar mereka selama kita nggak ada, Bi?"
I-itu nyah, sebenarnya tadi saat Tuan dan Nyonya tidak ada, sempat ada kejadian Non Ara terpeleset jatuh ke kolam renang, untungnya ada Den Dimas yang menolongnya"terang Bi Idah
"Hah, terus sekarang gimana keadaan Ara Bi?"ucapnya dengan khawatir.
"Untungnya Non Ara baik-baik saja, dan sekarang sedang beristirahat di kamarnya"mendengar penuturan Bi Idah Kirana menghela nafas merasa lega mendengarnya.
"Mas duluan aja ke kamar, Aku akan mengecek keadaan Ara sebentar"lalu Kirana berjalan ke arah kamar Mutiara. Mengetok pintunya perkali-kali tapi tidak ada sahutan dari dalam, untungnya pintu kamar Mutiara tidak di kunci sehingga Ia bisa masuk kedalam.
"Ouh, ternyata kamu sedang tidur sayang, maafkan Mamah nyah Ara karena tadi meniggalkanmu, Mamah sudah tahu kejadian tadi siang dari Bi Idah"Gumam Kirana sambil mengelus rambut Anaknya.
"Mamah sangat bersyukur untungnya kamu baik-baik saja sayang"sambungnya lagi kemudian mengecup kening Mutiara dan berjalan keluar. Saat dirinya hendak menutup pintu kamar Mutiara tiba-tiba Ia berpapasan dengan Anak tirinya.
"Dimas, sini dulu nak Mamah mau bicara"panggil Kirana kepada Anak tirinya dan Dimas pun hanya menganggukkan kepala lalu berisi di samping Mamah tirinya.
" Begini...,Mamah sudah tahu kejadian tadi siang dari Bi Idah, Mamah hanya mau mengucapkan terimakasih banyak karena kamu selalu menjaga dan memperlakukan Mutiara seperti Adik kandung sendiri, walaupun kalian tidak ada ikatan darah tapi Mamah yakin kamu sangat menyayangi Mutiara"sambil mengatakan hal itu Kirana menggenggam tangan Dimas, dan kini Mamah tirinya mulai menjauh dari pandangan Dimas. Sementara dirinya hanya diam mematung mendengarnya sedangkan dalam hatinya berlawanan dengan kenyataan yang sebenarnya.
Mah, kalau saja dirimu mengetahui yang sebenernya terjadi pasti Aku akan membuatmu kecewa bahkan membenciku,dan tangan ini yang kau genggam dengan hangat pasti suatu hari nanti tanganmu lah juga yang akan menampar atau memukulku di masa depan saat kejadian itu terungkap."lirih Dimas dalam hatinya.
***
Mutiara mulai Perlahan membuka matanya dan dia mengeryip-Ngeryipkan matanya mencoba menyesuaikan sinar matahari yang menembus tirai jendela, Hoammm "sekarang udah jam berapa?"Mutiara melirik ke arah jam Beker di atas laci sampingnya.
"Hah, sudah jam setengah tujuh" dengan secepat kilat Mutiara menyambar handuk dan menuju kamar mandi, dan bersiap-siap untuk berangkat sekolah, saat Mutiara menjalan ke luar gerbang rumahnya tiba-tiba Ia mendengar suara keributan dari tetangga sebelah kanan rumahnya. Dan Ia merasa penasaran kemudian mengintipnya
Praang praang praang
Si*lan kamu mas, aku udah mengorbankan segalanya untukku mulai karier, perusahaan dan harta kekayaan orang tuaku bahkan hidupku untukmu tapi sekarang kamu malah tetap menduakan aku dengar berselingkuh di belakangku, kurang apa aku sama kamu hah? Benar kata orang tuaku dulu kamu hanya akan menjadi benalu di hidupku, tapi malah aku dengan bodohnya percaya saja dengan rayuan racurmu, jadi Mulai hari ini kita pisah dan semua fasilitas juga perusahaan yang aku berikan untukku akan aku tarik kembali menjadi milikku, dan kamu angkat kaki dari rumah ini"berang wanita itu dengan wajahnya berubah merah padam.
"Sayang tunggu... dengarkan penjelasanku kamu itu salah paham, yang kemarin kamu liat tidak seperti yang sebenarnya"jelasnya
"Hahahaha, tidak seperti yang sebenarnya katamu".
Plakkk
"Jelas-jelas aku liat dengan mata kepalaku sendiri kamu pergi dengan j*lang itu ke hotel, dan disaat itu juga aku sedang berada disana bersama teman-teman arisanku. Kamu sudah tertangkap basah kali ini dan tidak bisa mengelak lagi.
Bugg, "Akkhh" teriak pria itu
"Maafkan aku sayang saat itu aku khilaf, tapi aku janji kedepannya akan selalu setia untukmu dan juga kamu harus memikirkan bagaimana nasib anak-anak kita kalau mereka mengetahui kita sudah perpisah.
Mendengar ucapan omong kosong dari suaminya membuat dirinya ingin muntah
Ouh, untuk itu kamu nggak usah khawatir mas karena anak-anak pasti tidak terlalu sedih saat kamu meninggalkan mereka toh kamu juga dari dulu jarang menghabiskan waktu bersama mereka dengan alasan sibuk kerja, eh.. ternyata taunya selingkuh"cibir wanita itu kemudian melemparkan koper Suami ke arah teras rumah.
"Ambil kopermu dan pergi dari sini, pengacaraku akan mengurusi segalanya dan akan aku pastikan kamu tidak akan menerima harta gono-gini sepeserpun dariku Camkan itu, dan kamu akan segera menerima surat cerai dari pengadilan secepatnya"bentaknya.
Sementara pria itu mengambil kopernya dan memilih untuk pergi karena percuma saja jika Ia memohon sampai bersujud pun istrinya tidak akan menerima lagi dirinya.
Brakk
wanita itu membanting pintu dengan kasar dan menyenderkan kepalanya di pintu dengan menangis tersedu-sedu.
Sementara itu Mutiara melebarkan matanya dan menggelengkan kepala menyaksikan drama tv secara live di depan matanya
"Gila, ternyata jika di lihat secara langsung lebih dramatis"gumam Mutiara
Ketika sedang asyik mengintip ternyata suami dari wanita itu memergoki dirinya.
"Mampus aku, mendingan aku kaburrr"Mutiara berlari sekencang-kencangnya menuju pos satpam depan menunggu taksi.
Saat berada di taksi
Huh, untung saja aku langsung kabur mana tadi tuh orang melototi aku"batin Mutiara
***
Sementara itu saat dirinya sampai di kelas, ternyata semua teman-temannya sedang menatap tajam, dalam hatinya Ia sudah was-was dengan situasi ini. Dengan ragu Ia duduk di mejanya, benar saja saat dirinya sudah duduk sebagian temannya mengerumuni dirinya. Kemudian ada salah satu temannya yang melemparkan kertas kearah wajahnya, Mutiara menerima membuka kertas yang di sudah di remas-remas itu.
"Ini..."ucap Mutiara tertahan
Ya, itu adalah pengumuman nilai hasil ujian selama satu Minggu, dan disana Lo adalah satu-satunya orang yang tidak di remid di kelas ini sementara yang lainnya semuanya di remid terlebih lagi pelajaran Matematika. Dan kemari saat ujian matematika kenapa kamu tidak memberikan kunci jawaban pada kami semua hah,"bentak salah satu temannya.
Braaakk
Ada juga yang memukul meja Mutiara hingga dirinya merasa gemetar ketakutan.
Kemudian salah satu temannya Mutiara memegangi dagunya dan
Plak
Pipi dirinya di tampar oleh salah satu temannya, sementara Mutiara hanya memegangi pipinya menahan perih dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangisan agar tidak keluar.
"Mana keberanian Lo kemari hah, malah diem aja"sindirnya
Saat di tengah-tengah ketegangan terdengar suara yang akan masuk ke dalam kelas, dan semua orang langsung duduk ke tempatnya masing-masing.