Little Mom

Little Mom
Bab 13 keberuntungan dibalik kesulitan



Kemudian pria itu memberikan kode kepada temannya untuk segera melancarkan aksinya, temannya menganggukkan kepala tanda mengerti. Dan tangan teman pria itu mulai mengodok tas milik Mutiara mencari-cari sesuatu yang berharga didalamnya, lalu dirinya menemukan dompet dan hp di tas tersebut.


Buru-buru Ia mengambilnya dengan pelan-pelan supaya anak itu tidak menyadarinya, akhirnya dompet dan hp Mutiara sudah berada dalam genggaman pria itu lalu memasukkannya pada saku celananya.


Dan teman pria itu cepat-cepat pergi dari sana supaya tidak ketahuan, disaat itu juga pria yang mengajak mengobrol Mutiara langsung pergi saja membuat Mutiara keheranan dibuatnya.


"Dasar aneh, tadi dia ngajak ngobrol aku sekarang langsung pergi"gerutunya.


Sementara itu Mutiara yang sudah selesai menyantap mienya, segera bergegas pergi keluar dari terminal itu.


Setelah itu, dirinya hendak mengambil hp untuk memesan taksi online di tasnya. Tapi Mutiara baru menyadari sesuatu dan membuat Ia sangat terkejut, ternyata dirinya telah kehilangan hp dan dompetnya.


"Alama.. hp dan domperku kemana"Mutiara sangat panik saat dirinya kehilangan dua barang berharga itu. Kemudian Mutiara kembali lagi ke terminal tempat terakhir barang tersebut masih ada, dirinya berharap menemukan dompet dan hpnya disana.


"Semoga saja masih ada disana, tidak hilang"pikir Mutiara, lalu menelusuri tempat-tempat yang Ia lewati.


"Aduh...kemana ya hp dompet aku, apa jangan-jangan hilang"


"Tapi jelas-jelas tadi aku memasukannya ke tas, masa bisa hilang"gumamnya kemudian Mutiara mengingat setiap kejadian sebelum barangnya hilang.


Ouh Iyah tadi kan aku sempet mengobrol dengan pria itu, jangan-jangan pria tadi sengaja mengalikan perhatianku kemudian teman pria lain mengambil Hp dan dompet aku. Duh...Mutiara kenapa kamu bisa seceroboh ini"maki Mutiara pada dirinya sendiri sambil mengacak-acak rambutnya.


Akhirnya dengan terpaksa Mutiara harus berjalan kaki membawa kopernya menuju alamat yang dituju, sesekali Ia bertanya kepada orang-orang yang dilalui karena dirinya tidak tahu harus berjalan kemana?


"Permisi Pak, Bu saya mau bertanya mengenai alamat ini?"


"Neng alamat ini ada di desa xxx dan itu sangat jauh, jaraknya sekitar 30 KM dari sini untuk itu Eneng harus naik kendaraan bukan jalan kaki"dan Mutiara memanyunkan bibirnya saat mendengarnya


" Yah, jauh banget"batinnya


"Terimakasih Pak, Bu kalau gitu saya permisi"pamitnya.


Kemudian Mutiara melanjutkan kembali perjalanannya, tak lama kemudian dirinya menemukan sesuatu tidak terduga dekat sebuah pohon.


"Wah, ada dompet"gumamnya, lalu Mutiara membuka dompet itu dan didapati isinya ada beberapa lembar uang berwarna merah dan biru beserta KTP.


"Lumayan sih uangnya untuk ongkos aku kedesa xxx, tapi kan ini bukan hak aku mengambilnya"dalam hatinya Mutiara merasa dilema, disatu sisi dirinya membutuhkan uang disisi lain uang itu bukan haknya.


"Ambil aja Ra, Lo jangan sok gak butuh padahal butuh. Toh uangnya juga nemu bukan nyuri, jadi Lo gak usah khawatir itu dosa enggaknya"bisi iblis di telinga Mutiara.


"Jangan ambil Ra, itu bukan milikmu udah letakkan kembali pada tempatnya, siapa tau nanti ada pemiliknya nyariin kesini"bisik malaikat menasehati Mutiara.


"Udah gak usah dengerin nasehat sebelah kanan lo menyesatkan"bisik iblis lagi


"Oi, kebalik bro harusnya saran dari Lo yang menyesatkan"terang malaikat


"Iya kah?"tanyanya iblis kepada malaikat.


Mutiara menggelengkan kepala mendengar bisikan-bisikan yang membuat kepalanya migren.


Kemudian Mutiara melihat ada seseorang yang sedang mencari-cari sesuatu di semak-semak.


"Duh, mana dompetnya perasaan jatuhnya di tempat sekitaran sini"gumam pria paruh baya itu.


Mutiara yang melihatnya segera mendekati pria paruh baya itu


"Bapak sedang cari apa"?tanya Mutiara


"Ini neng, bapak sedang cari dompet warna coklat kayaknya jatuh sekitaran sini, apa Eneng melihatnya?"


Dengan ragu Mutiara mengembalikan dompet yang tadi ia temukan, karena memang dirinya sudah tau bapak itu pemiliknya saat Ia melihat KTP di dompetnya.


"Ini pak, sebenarnya tadi saya menemukan dompet ini di dekat pohon itu"terang Mutiara Sambi menunjukkan tempatnya.


"Hadeuh...kenapa Aku bisa lupa, tadi kan Aku kencing di balik pohon itu"batin pria paruh baya itu sambil menempelkan tangan ke jidatnya.


Kemudian dirinya mengambil uang berwarna biru, bermaksud ingin memberikan pada gadis itu sebagai tanda terima kasih.


"Ini ada sedikit buat jajan Eneng"ucapnya sambil menyodorkan uang pada gadis itu.


Mutiara bimbang apakah harus diterima atau tidak.


"Terima gak yah Hmm..."pikirnya menimbang-nimbang.


Kemudian Mutiara menerima uang itu, dan mengembalikannya lagi ke tangan pria paruh baya itu.


"tidak usah pak saya ikhlas kok"


Wah ternyata masih ada yah orang sebaik Eneng, menolong orang tanpa mengharapkan imbalan"pujinya


"Tapi serius loh saya juga ikhlas ngasihnya"ucapnya lalu dirinya melirik Mutiara yang membawanya koper.


"Eneng mau kemana sampai bawa koper segala?"tanyanya


"Saya mau ke alamat ini, tapi saya bingung karena baru saja saya mengalami kecopetan. Sehingga saya tidak punya uang untuk naik kendaraan kesana"


Saat pria itu membaca alamatnya, dirinya terkejut.


Neng kebetulan saya juga mau ke desa xxx untuk mengambil pasokan sayur, buah dan mengirimnya ke kota, kalau begitu neng bareng saya aja kesana naik mobil pick up. gimana?"ajak pria itu.


"Beneran pak, terima kasih "


Kemudian mereka berdua menuju mobil pick up yang terparkir tidak jauh dari sana, dan mobil tersebut melaju dengan kecepatan standar.


Matahari telah bersinar menandakan untuk pagi.


Disini lain, tepatnya di rumah keluarga Hartanto.


Kirana sudah bangun dari tidurnya, dan dirinya juga turut membangunkan suaminya.


"Mas, bangun ini udah pagi kita mandi terus sarapan yuk"ajak Kirana, bukannya bangun tapi justru Hartanto menarik tangan Kirana dan memeluknya. Sementara itu Kirana memukul dada bidang suami, karena kesal suaminya selalu bermalas-malasan saat hari weekend.


"Oke, aku turuti kemauanmu tapi sebelum itu morning kiss nya mana"mau tidak mau Kirana akhirnya menuruti keinginan suaminya.


Mas, kamu mah suka cari kesempatan dalam kesepian"kesal Kirana sambil mencubit tangan suaminya. karena kejahilan Hartanto dirinya hampir kehilangan nafas, karena hot kiss yang suaminya berikan.


Setelah itu semua anggota keluarga berkumpul untuk sarapan pagi, sementara Kirana merasa heran kok Anaknya tidak ikut sarapan.


"Bi tolong panggilan Ara, suruh sarapan ke bawah"kemudian Bi Idah menuju kamar Mutiara.


Tok tok tok


"Non, sarapan yuk bibi udah buatin makanan enak untuk Non ara" Bi Idah merasa heran karena panggilannya tidak disahut sama sekali oleh Mutiara.


Dan Bi Idah membuka kenop pintu, namun tidak didapati keberadaan Mutiara disana.


"Kemana Non Ara"Bi Idah mencari Mutiara ke kamar mandi tapi tetap saja tidak menemukannya, kemudian Bi Idah melihat ada kertas yang tergeletak di kasur Mutiara.


Saat Bi Idah membacanya, dirinya terkejut dan segera turun ke bawah untuk memberitahukan ke Nyonya nya.


"Nyonya...Non Ara tidak ada di kamarnya dan bibi hanya menemukan kertas ini di kasurnya."


Kirana yang sangat terkejut Langsung mengambil kertas itu.


Mah, saat Mamah membaca surat ini berarti aku sudah tidak ada lagi di rumah ini. Maafkan aku karena sudah kabur dari rumah, sejujurnya selama ini aku kurang nyaman berada di rumah ini. Bukan karena apa-apa, hanya saja aku tidak enak bersama keluarga baru Mamah, jadi aku memilih pergi dari rumah ini karena ingin Tinggal bersama kakek dan nenek. Mamah jangan terlalu mengkhawatirkanku ya, Aku akan baik-baik saja disana. Love you Mom


... Peluk Sayang...


Mutiara