
Keesokan paginya
Semua penghuni rumah ini berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi, ditengah-tengah mereka sedang menyantap makanan terdengar suara yang kencang sekali sampai memekikkan telinga dari balik kamar.
Oeeee...Oeeee
"Nek, Pelangi kayaknya nagis aku mau cek ke kamar dulu"dengan cepat Mutiara berlari ke arah kamar neneknya, dan saat Ia membuka kenop pintu didapati anaknya sedang menangis terisak-isak, Ia menggendong pelangi untuk menenangkannya supaya berhenti menangis.
"Cup cup cup kesayangan mamah kenapa nagis tadi kan udah minum cucu,"dan tanpa Ia sengaja Mutiara memegangi celana bayinya"Ouh, pelangi pipis ya, kalau gitu kita sekalian mandi yuk"ajaknya. Lalu Mutiara segera menyiapkan segala peralatan mandinya seperti shampoo dan sabun khusus bayi dan juga bak mandi bayi yang berisi air hangat, sebenarnya ia bisa saja menyuruh Bi Inah untuk melakukannya tapi ia merasa tidak enak jika harus mengganggu semua orang yang sedang makan termasuk bi Inah.
Setelah itu Mutiara dengan perlahan membuka kancing baju Pelangi beserta celananya yang didalamnya ada popok basah dengan pipisnya yang sudah penuh"uluh uluh pantesan nangis pasti gak nyaman ya pake popoknya minta ganti sama mamah.
Setelah bayinya polos tanpa pakaian Mutiara meletakkan Pelangi dengan hati-hati pada bak mandi bayi yang telah diisi air hangat, setelahnya Ia mengguyurkan air dengan tangannya secara merata ke badan Pelangi dari atas kepala kemudian mengusap wajah bayinya dengan lembut serta membersihkan beleknya di sekitar kelopak mata.
Lalu Mutiara menuangkan shampoo Baby ke tangannya dan mulai mengeramasi rambutnya dengan hati-hati agar tidak mengenai mata Pelangi setelah itu membilasnya sampai tidak ada busa yang menempel di rambut Pelangi, dilanjutkan dengan menuangkan sabun Baby lalu menggosokkan secara lembut ke badan Pelangi dan membilasnya sampai bersih, tidak lupa tali pusarnya juga ia bersihkan perlahan-lahan.
Setelah selesai memandikannya Ia mengangkat Pelangi dari bak mandi lalu membuntelnya dengan handuk lembut, Kemudian Ia meletakkan bayinya di perlak waterproof dan Ia mengelap badannya hingga kering barulah Ia memainkan rangkaian skincare bayi seperti minyak telon, Baby oil, bedak bayi, krim pelembab dan lainnya.
"Akhirnya selesai, wah anak Mamah udah wangi banget. Kita ke depan yuk jemuran"Mutiara membawa anaknya menuju teras depan rumah, kakeknya menghampirinya dan bertanya"Mutiara kamu mau kemana?"
"Ara mau jemuran sama baby Pelangi"jawabnya
"Ouh... sini sama kakek, Mutiara selesaikan makan aja gih".
"Iya kek"lalu Ia memberikan Pelangi kepada kakeknya.
* Saat di meja makan
Mutiara sedang menghabiskan makanan yang tadi, lalu Nek Lastri datang menghampirinya setelah dari kamar mandi untuk mengajaknya cucunya membicarakan sesuatu yang penting.
"Mutiara... Nenek mau minta pendapat kamu nih, nanti kan pas kita udah kembali ke desa rencananya Nenek sama Kakek mau ngadain acara aqiqahan Pelangi dan itu akan dilaksanakan satu Minggu lagi, tapi yang jadi masalah jadwal aqiqahnya bentrok sama jadwal kontrol kamu, jadi gimana?"tanya Lastri
"Ara sih terserah Nenek dan Kakek aja gimana baiknya nanti Ara ikutin"
"Kalau gitu nanti acara aqiqahnya sorean aja biar pas paginya bisa kontrol, terus nanti Nenek akan pesen catering aqiqah biar gak ribet gimana?"
"Boleh Nek itu ide bagus"lalu Ia menghabiskan suapan terakhir makannya. Setelahnya ia beranjak ke kamar mandi"Nek aku mandi dulu". Tak lama kemudian datang Inah dari dapur yang hendak membereskan piring kotor di meja makan dan mencucinya.
***
Kemudian bereka berempat bersiap-siap untuk pulang ke desa setelah mengemasi barang-barangnya yang ada di rumah sewaan itu, dan Lastri menyerahkan kunci rumah yang ia sewa kepada pemiliknya.
Mobil berangkat menelusuri jalanan yang ramai berlalu lalang semua kendaraan dan penjalan kaki, lalu mobil mereka berhenti di sebuah kawasan tidak jauh dari jalan raya.
"Lastri ini bener tempatnya"tanya Tirto
"Bener sih kalau aku search dari google map, tempat cateringnya sekitaran sini"
"Ya udah kita turun, Inah Mutiara kalian tunggu di mobil yah kita berdua mau nyari tempatnya"mereka berdua turun dari mobil dan menyebrang jalan dan memasuki sebuah gang" mereka celingak-celinguk menelusuri rumah dalam gang itu sampai akhirnya mereka berdua menemukan sebuah rumah beplang Catering yang dicarinya.
"Kayaknya ini tempatnya, kita masuk"Lastri mengajak Suaminya untuk masuk kedalam pagar itu, saat masuk kedalam mereka melihat banyak sekali ribuan box kotak yang bertumpuk-tumpuk dan juga mobil yang mengangkutnya.
"Selamat datang di cateringxxx ada yang bisa saya bantu"tanya wanita itu
"Saya pesen catering untuk aqiqahan"balas Lastri
"Ouh...mari masuk kita bicarakan di dalam"wanita itu mempersilahkan mereka berdua masuk ke dalam rumahnya.
"Silahkan duduk, jadi ini ada beberapa paketan yang kami sediakan untuk catering aqiqah kalau untuk harga disesuaikan paket apa yang dipilih dan juga berapa box yang dipesan"jelasnya panjang lebar tanpa basa-basi.
Lalu Tirto dan melihat-lihat paket menu yang ada di brosur itu.
"Ouh yah aqiqahnya untuk anak laki-laki atau perempuan?"tanyanya
"Perempuan"jawab Lastri singkat
"Kalau mau, Saya rekomen yang paket 2 bu soalnya banyak dipesan oleh pelanggan saya"
"Gimana Tirto kamu mau ambil yang paket 2"Lastri meminta pendapat suaminya
"Terserah kamu aku ngikut aja"
"Oke... Kalau gitu kita pesan paket 2, 500 box untuk Minggu depan tanggal x nanti tolong antarkan ke alamat desa xxx"
"Siap... Untuk ibu saya gratiskan ongkir, nanti saya minta nomer hp ibu nya"
"Ini nomer hpnya 081xxxxxxxxx, dan ini DP-nya, kami pamit pulang"
"Terimakasih Bu, pak telah mempercayakan pesanan cateringnya kepada kami"
"Syukurlah masalah catering sudah beres"ucap Lastri.
Setelah selesai, mereka kembali ke mobil dan melanjutkan kembali perjalanannya.
Mobil mereka telah sampai diperbatasan desa dan kota saat mereka melewati jembatan cukup besar sehingga mobil bisa masuk keluar dua arah .
*Setibanya di rumah
Dan saat mereka semua turun dari mobil, semua tetangga terkejut melihat kedatangan keluarga Tirto terutama Nek Lastri yang sedang menggendong seorang bayi. Mereka bertanya dalam benaknya siapa bayi itu dan kenapa cucu mereka Mutiara yang telah beberapa bulan lamanya menghilang kini kembali lagi, karena rasa penasarannya mereka yang semakin besar sampai-sampai mereka mengerumuni rumah Lastri dan Tirto.
"Nek Lastri itu bayi siapa"tanya tetangganya.
Mendengar pertanyaan itu Mutiara hanya menundukkan kepala sambil menggenggam tangan kakeknya karena was-was, takutnya mereka curiga kepada dirinya dan bayinya.
Hallo teman-teman maaf baru up🙏
Ouh yah untuk Bab-bab selanjutnya nanti author akan bergeser ceritanya dulu dikehidupan Mutiara selama didesa.😅
Dan juga mohon dukungan dengan tinggalkan jejak vote, like, favorit, dan hadiahnya 😘.
Berhubung hari ini lebaran Author ucapan minal aidzin walfaidzin (mohon maaf lahir dan batin) kepada semuanya readers yang mendukung novel ini, Terimakasih 🤗..