
*Beberapa jam kemudian
Disebuah ruangan yang cukup Luas terdapat seorang gadis belia yang tengah terbaring di ranjang rumah sakit dan belum sadarkan diri pasca operasi Caesar.
Sementara itu, keluarga dari si gadis sedang berada di tepi ranjang menunggu orang yang mereka sayangi siuman.
"Tirto...kenapa cucu kita belum sadar juga, apa kita perlu memanggil dokter lagi"tanya istrinya
"Lastri...mohon bersabarlah mungkin sebentar lagi Mutiara akan sadar Setelah efek obat biusnya hilang"balasnya
Tak lama kemudian jari Mutiara mulai bergerak menunjukkan tanda-tanda bahwa Ia akan segera sadar.
"Bu...liat jari Neng Ara mulai bergerak"
"Eh..Iyah, Inah kamu benar Tirto lihatlah ini"Lastri sambil menunjuk ke tangan kanan Mutiara yang sedang diinfus.
"Syukurlah cucuku sebentar lagi akan sadar"
Lalu perlahan-lahan Mutiara membuka kelopak matanya, mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam kornea mata. Mutiara melihat kearah neneknya dan berkata "Nek, dimana bayiku" hanya kata itulah yang terucap dari bibirnya, dirinya tidak memikirkan hal lain selain menanyakan keberadaan anaknya.
"Bayimu sekarang ada di inkubator dan kondisinya Alhamdulillah baik, dia sangat cantik persis sepertimu"jawab Lastri.
"Syukurlah, putriku dalam keadaan sehat. Nek..bolehkah aku melihatnya" sambil mengatakan itu Mutiara mencoba bangkit dari tempat tidur.namun
Ouch
Mutiara meringis kesakitan di area perutnya saat hendak bangun.
"Ara... berbaringlah dulu karena kondisimu masih lemah pasca operasi, dan untuk bayimu sementara waktu harus berada di inkubator karena kelahirannya terlalu cepat. Jadi, setelah keadaanmu membaik perawat akan membawa bayi itu kemari"jelasnya
"Baiklah Nek.." Mutiara hanya mengangguk mengerti.
*Beberapa hari kemudian
Setelah dirasa kondisi Mutiara semakin kesini semakin baik begitu juga dengan bayinya yang semakin sehat, dan hari ini mereka akan dipertemukan kembali setelah dokter melakukan beberapa pemeriksaan pada bayi Mutiara.
Saat perawat hendak membawa bayi perempuan cantik itu ke ruang rawat Mutiara, tidak sengaja seorang dokter berjas putih berjalan dan berpapasan dengan bayi itu. Tatapan dokter itu tidak terlepas dari keranjang sang bayi, seolah-olah dirinya ingin sekali memangku bayi yang ada di hadapannya, dan begitu pula dengan si bayi cantik yang tersenyum lebar menatap dirinya.
"Tunggu... bolehkah saya memangku bayi ini sebentar"mohon Dimas
"Silahkan dok"ucap sang perawat
Setelah diizinkan oleh perawat itu, Dimas tak menyia-nyiakan kesempatannya, ia memangku bayi mungil itu dengan hati-hati. Hatinya sangat senang berada di dekatnya, tanpa ia sadari dirinya malah mengecup Pipi dan kening bayi itu. Sedangkan perawatan yang berada di depannya merasa heran dengan sikap dokter Dimas.
"Kenapa dokter Dimas bersikap seperti layaknya seorang ayah kepada bayi ini"batin perawat itu.
"Ehem ... Maaf dok saya harus segera mengantarkan bayi ini kepada ibunya"tuturnya
Dengan terpaksa Dimas meletakkan kembali bayi itu di keranjang.
"Saya ingin bertanya siapakah ibu dari bayi ini"tanya Dimas
Perawatan itu menjawab "Ibu dari bayi ini adalah seorang gadis belia bernama Mu..." belum selesai perawatan itu berbicara, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil dokter Dimas.
"dokter Dimas, gawat.. kita harus segera ke ruanganxxx ada salah satu pasien yang kondisinya sedang gawat"ucap seorang perawat yang berlari kearahnya.
Dengan terpaksa Dimas harus segera menuju ruanganxxx, meskipun hatinya tak rela harus berpisah dengan bayi itu.
Akhirnya perawat yang membawa keranjang bayi itu telah sampai di ruang rawat Mutiara, dan Mutiara yang melihat bayinya itu tak kuasa menahan tangis kebahagiaan saat putri mungilnya berada di pangkuan dirinya. Lalu ia mendaratkan kecupan-kecupan manis di pipi bayinya, dirinya merasa sangat bahagia sekaligus tidak menyangka diusianya yang masih belia, ia sudah menjadi little Mom dari bayi yang sangat cantik ini.
Kemudian Mutiara memberikan ASI pada bayinya, walaupun Ia harus memompanya terlebih dahulu sebelum diberikan kepada bayinya. Ketika sedang memberikan ASI dirinya termenung dalam pikirannya mengingat kejadian naas itu, jujur saja dirinya sangat takut suatu hari nanti jika semua orang mengetahui tentang kelahiran bayinya tanpa seorang Ayah, bagaimana pandangan orang lain kepada anaknya. Ia tidak ingin bayinya dianggap anak haram, sementara ia menganggap bahwa ini adalah anugerah Allah yang diberikan kepadanya.
" Bayiku bukanlah bayi haram, dia adalah anugerah yang di maha kuasa kepadaku. Dan Aku berjanji akan merawat dan menyayangimu nak..dengan setulus hatiku"batin Mutiara
Mungkin sebagian orang beranggapan bahwa bayi yang dilahirkan tanpa ikatan pernikahan sah suami istri, bayi tersebut dianggap sebagai anak haram. Tapi sebenarnya tidak, setiap bayi yang dilahirkan ke dunia ini, mereka semua dalam keadaan suci/ bersih. Yang haram itu karena perbuatan ibu dan ayah si bayi bisa mungkin karena kecelakaan, sedang bayinya mereka tidak mempunyai salah apapun. Mereka juga tidak bisa memilih dikeluarga mana mereka akan tinggal, dan dirahim siapa mereka akan dilahirkan, karena semuanya sudah ada takdir ketetapannya masing-masing.
"Ara... Kamu akan memberikan nama bayimu siapa"tanya Lastri dan seketika itu Mutiara tersadar dari lamunannya.
"Apa kamu sudah menyiapkan nama bayinya"tanyanya lagi
"Iya nek sudah, Ara akan memberikan namanya yaitu PELANGI"
"Wah... nama yang bagus untuk cicit cantiku ini, apa makna di balik namanya tersebut"tanya Lastri
"Ara memberikan nama ini mengingat, kehidupan Ara penuh dengan badai masalah selalu saja menerjang diriku tiada henti. Dan disaat ini pula malaikat kecilku hadir memberikan harapan untuk menata kembali hidupku yang sudah hancur, agar bisa kembali lagi meraih masa depan yang dulu sempat gelap menjadi warna-warni seperti pelangi"
"Neng.. maknanya sangat mendalam sekali di balik nama pelangi, bibi jadi terharu"ucap Bi Inah
Setelahnya, dokter Frans masuk ke ruang rawat Mutiara.
"Hai Mutiara, bagaimana kondisimu hari ini? dan bayimu ini cantik sekali"puji dokter Frans sambil memegangi pipi chubby baby pelangi saking gemasnya.
"kondisi saya baik dok, dan saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada dokter, karena telah membantu saya saat sedang mengandung sampai melahirkan"ucap Mutiara
"Tidak, itu sudah menjadi tugas saya sebagai seorang dokter Mutiara"sanggahnya
"Dokter Frans mau gendong pelangi"tawar Mutiara
Frans tidak menyangka ditawari untuk menggendong bayi Mutiara"Tentu, ouh.. jadi namanya pelangi nama yang bagus"
Lalu, Bayi mungil itu tidak menangis ataupun rewel, malah bayinya sangat nyaman digendong oleh dua dokter tampan.
"Eh.. iya, Mutiara gimana ASI nya lancar"tanya dokter Frans
"Lancar dok hanya saja, ASI yang dikeluarkannya kurang banyak"
"Ouh.. nanti dokter akan bilang kebagian ahli gizi, supaya menentukan pola makannya sesuai untuk menambah ASI"jelasnya
Ddrrzzz
" Hallo"
"Iya saya akan segera kesana"
Panggilan ditutup
"Mutiara ini bayinya, saya sedang ada urusan sebentar. Karenanya saya harus pergi"
Kemudian dokter Frans keluar dari ruang rawat Mutiara.
Guys tolong kasih like, vote favorite dan tinggalkan komen juga hadiahnya😘
Terimakasih 🤗