
"Hai Frans, Lo apa kabar"
"Oh yah dimana Dimas, Gue gak liat dia ngumpul sama kalian"
Perempuan itu menanyakan tentang keberadaan pacarnya, dia adalah Clara mantan pacar Dimas dulu saat mereka sedang duduk di bangku perkuliahan.
"Tau ah, tuh anak akhir-akhir ini jarang ngumpul sama kita. Gue juga penasaran dengan si Dimas kenapa dia seolah menjauhi kita"Frans mulai membuka suara dan menjawab pertanyaan dari pacar sahabatnya.
"Iya nih, semenjak kita lulus kuliah tiba-tiba saja Dimas mengirimkanku chat untuk putus hubungan terus tanpa balesan dariku dia malah memblokir nomerku gila gak tuh"
"Apa... Kamu diputusin Dimas, saraf tuh anak punya pacar cantik malah diputusin ya udah Lo mending sama gue aja"ucap salah satu teman Frans yang sedang berkumpul disana.
"Ogah gue, Lo kan cuma seorang manager lagian background keluarga Lo kalangan biasa, beda halnya dengan Dimas yang berasal dari kalangan seorang pengusaha sukses. Jadi Gue gak akan milih Lo "batin Clara dengan tersenyum kecil kepada teman Frans.
"Sayangnya tidak maaf ya, Aku masih mencintai Dimas dan Aku akan berusaha untuk memperbaiki hubungan kita lagi, jadi Aku mohon Frans tolong bantu Aku untuk balikan lagi sama Dimas"Clara berpura-pura bersikap seolah dirinya perempuan paling setia dan enggan untuk berpindah ke lain hati, padahal itu semua hanyalah sandiwaranya supaya Frans merasa iba melihatnya dan mau membantu dirinya.
"Ya udah, Gue coba ngedeketin kalian lagi"setelah itu Frans mencoba mengirim pesan ke Dimas supaya dia datang kesini, karena ada ada Clara juga disini.
Kemudian setelah beberapa menit Frans membuka hpnya lagi dan dirinya terkejut saat sahabatnya malah memblokir nomornya.
"Sialan Dimas, Lo malah ngeblokir nomor hp gue di WhatsApp Lo"umpat Frans
"Clara, sebenarnya apa yang terjadi dengan hubungan kalian bisa sampai putus. Dan lagi Dimas malah ngeblokir nomor gue, saat Gue bilang ada Lo disini"Frans berdecak kesal karena dirinya ikut terbawa dengan masalah mereka berdua.
"Justru itu Aku juga ingin meminta penjelasan dari Dimas, kenapa dia sekarang berubah tidak seperti dulu perhatian banget sama Aku"
"Mungkin saja si Dimas punya pacar baru karena itu dia putusin kamu Clara"sindir teman Frans yang tadi ia tolak menjadi pacarnya, dan karena omongannya ia dipelototi tajam oleh Clara.
"Itu tidak mungkin karena kita berdua sudah menjadi hubungan lama, Dimas tidak mungkin melupakannya Aku"
"Hey Nona Clara, Aku kasih tahu Kamu yang namanya laki-laki kalau udah bosen cari yang baru itu sudah sifat alamiah kita" PAHAM"ledek teman Frans lagi, dari ucapannya itu membuat Clara tersurut emosi menggebu-gebu, dan balik menyerang dengan ucapannya yang tidak kalah pedas"Tutup mulutnya Lambe turah, kau bicara seperti itu karena kesal kan Aku menolakmu"Clara berucap itu sambil menunjuk jari telunjuk yang mengarah kepada teman Frans yang menyebalkan itu.
"Sudah kalian jangan ribut disini, Niatku kesini untuk bersenang-senang. Jangan merusak kesenanganku dan untukmu Clara urus sendiri permasalahanmu dengan Dimas jangan libatkanku"Frans mengatakan hal itu kemudian dirinya pergi ke kerumunan orang yang sedang berjoget musik Dj.
Karena Frans dirasa tidak akan bisa membantu dirinya, maka Clara harus memikirkan caranya sendiri daripada mengandalkan Frans.
*Pagi hari
Seperti biasanya Dimas bekerja dan sekarang dirinya bertugas di bagian instalasi rawat jalan, dirinya bekerja keras setiap harinya dengan ulet dan profesional dalam menangani pasien. Karena hal itu dirinya sering dipuji oleh atasan yang lebih senior dari dirinya karena Kerja kerasnya.
Saat itu jam telah menunjukkan makan siang, akhirnya dokter Dimas menyudahi dulu seksi pemeriksaan dengan pasien, namun tiba-tiba ada seseorang perempuan yang tak asing baginya menerobos masuk keruangannya dan langsung memeluk dirinya tanpa izin.
"Sayang... kenapa kamu mengirimkan pesan putus padaku, bahkan sampai memblokir nomerku. Padahal Aku masih mencintaimu, maka dari itu Aku datang kesini untuk menemuimu dan meminta penjelasan darimu Dimas"
"Sudah cukup Clara jangan melewati batasmu, hubungan kita telah berakhir. Jadi sekarang pergilah, jangan mengganggu hidupku"ucap Dimas to the poin dan Langsung mengusir Clara dari ruangannya.
"Tidak mau... Aku ingin kita bicara dulu"ucap Clara dengan lantang, bahkan para pasien diluar itu menatap ke arah mereka yang sedang berdebat dan tentu saja membuat dokter Dimas malu atas kelakuan Clara.
Dimas menghembus nafas kasarnya, dan terpaksa menuruti keinginan Clara"Baiklah Aku turuti keinginamu, tapi kita bicara diluar"mereka berdua keluar dari rumah sakit dan berbicara di cafe sebrang Rumah sakit itu.
"Kenapa kamu tega memutuskanku Dimas, disaat kamu telah lulus kuliah. Apa hubungan kita selama masa perkuliahan tidak berarti bagimu, hingga melupakannyaku dan putus dengan mudahnya dariku.
"Oke... Untuk itu Aku minta maaf, tapi kita tidak bisa meneruskan hubungan ini lebih lama lagi Clara"
"Kenapa, apa alasannya Dimas, apa benar yang dikatakan teman Frans bahwa kamu sudah bosan denganku dan mencari yang lain"
"Clara, Aku tidak bisa mengatakan alasannya tapi yang jelas hubungan kita telah berakhir. Bukan karena Aku sudah bosan atau mencari yang lain tapi memang hubungan kita harus segera diakhiri, Aku berharap kamu bisa menerimanya dan lupakan aku"
"Huhuhu... Kamu jahat Dimas, Aku jauh-jauh kesini tapi kamu malah mengatakan hal menyakitkan padaku, aku tidak rela kamu memutuskanku. Aku mohon Dimas jangan akhiri hubungan kita, Aku minta maaf jika selama ini Aku berbuat salah sehingga kamu marah padaku. Aku janji tidak akan melakukan kesalahan lagi sehingga membuatmu kesal atau marah"
Dimas yang mendengarnya merasa tersentuh dan tidak tega, dan memberikan tissue yang selalu dibawanya kepada Clara untuk menghapus air matanya.
"Kamu tidak melakukan kesalahan-kesalahan Clara yang salah itu Aku, jadi Aku yang seharusnya minta maaf padaku. Ambilah ini untuk menghapus air matamu, sebentar lagi jam makan siang berakhir Aku harus segera pergi memeriksa pasien lagi"setelah mengatakan itu Dimas pergi dari cafe itu menuju rumah sakit dan memeriksa pasien yang telah menunggu lama dari antrian.
Sementara Clara yang masih berada di cafe itu dengan air matanya, seketika berubah dengan raut wajah kesal saat Dimas tidak bisa di rayu dengan air mata buayanya.
"Kurang ajar kamu Dimas, liat saja nanti Aku pasti bisa mendapatkanmu kembali bahkan Aku akan memiliki dirimu. Dan Aku sudah mempunyai rencana untuk itu"gumam Clara dan tersenyum licik penuh arti.
Hai guys😊, Author mau ucapin terimakasih kasih kepada reader pembaca setia yang selalu menunggu kelanjutan novelku ini.
Gimana cerita tentang Bab ini? Wah dah mulai ada konflik panjang nih dengan adanya kemunculan mantan Dimas😭 yaitu Clara yang berniat ingin kembali lagi bersama Dimas.
Dan bagaimana nasib Mutiara dan anaknya 😤, jadi mohon bersabar ya dan ditunggu kelanjutannya.
Numpang promo guys😁
Aku ada novel lagi yang ke-2 judulnya "Ternyata Aku Punya Dua Suami" jika penasaran bisa
mampir karena judulnya yang menarik.