Little Mom

Little Mom
Bab 23 Pulang dari rumah sakit



Setelah 2 minggu Mutiara dirawat di rumah sakit, dan sekarang akhirnya Mutiara diperbolehkan pulang oleh dokter Frans setelah pemeriksaan terakhir.


"Oke, dari hasil pemeriksaan ini semuanya bagus tekanan darah juga normal. Jadi sekarang Mutiara diperbolehkan untuk pulang tapi nanti satu Minggu setelahnya kontrol kesini, dan juga saya akan menuliskan resep obat untuk dibawa pulang saat masa pemulihan, dan obatnya harus diminum dengan teratur ya"Tutur dokter Frans


"Dan satu lagi, nanti Mutiara harus banyak makan-makanan yang bergizi dan juga buah-buahan untuk memperlancar ASI"tambahnya lagi


"Siap, nanti Ara akan ingat pesan dari dokter"sahut Mutiara


Setelah mengatakan itu, dokter Frans pergi ke ruangan lain untuk memeriksa pasien lainnya.


"Lastri... Aku mau urus administrasinya dulu, sekalian bawain kursi roda untuk Ara, nanti Aku kesini lagi"ucap Tirto kemudian berjalan menelusuri koridor rumah sakit menuju bagian Administrasi, setelah membayarnya. Tirto segera mencari kursi roda untuk cucunya supaya tidak capek berjalan saat sampai ke parkiran depan.


Tak kunjung menemukan kursi roda,akhirnya Ia berminta kepada salah seorang perawat untuk membawakannya ke ruanganxxx tempat cucunya berada.


"Permisi saya mau minta dibawakan kursi roda ke ruanganxxx"pinta Tirto


"Baik pak, nanti saya antarkan ke sana"setelah mengatakan itu Tirto kembali keruangan di mana cucunya dirawat, saat hendak masuk dirinya melihat Mutiara sedang dibuka infusnya oleh seorang perawat.


"Nek, Aku mau gendong pelangi" mendengar permintaan cucunya Nek Lastri segera memberikan baby pelangi kepadanya walaupun hatinya masih ingin menggendong cicitnya.


"Tirto, mana kursi rodanya"


"Nanti tunggu sebentar lagi, oh yah apa semua barang-barangnya sudah dikemasi jangan sampai ada yang ketinggalan"


"Tenang, semuanya beres ya kan Inah?"


"Iya Bu"


Tak lama seorang perawat datang membawakan kursi roda, dan Tirto segera mengambilnya kemudian membantu Mutiara untuk duduk.


"Pelan-pelan Ara"


"Iya kek"balasnya singkat, Mutiara duduk di kursi roda sambil menggendong bayinya dalam dekapannya.


Lalu Tirto menyuruh istrinya"Lastri...aku bawa barang dan tas, kamu dorong kursi rodanya" Lastri hanya mengangguk menuruti suaminya


Kemudian mereka berempat berjalan menelusuri tiap ruangan rawat hingga sampai di lift, dan menuruni setiap lantai hingga sampai lantai dasar menuju parkiran depan.


Sesampainya di parkiran, Tirto mencari mobilnya, setelah menemukannya Ia segera meletakkan barang dan tas di bagasi mobil dan membantu Mutiara duduk di jok belakang.


Mobil pun melaju menuju jalanan kota yang dipenuhi germelap lampu-lampu terang, hingga akhirnya mereka sampai di sebuah rumah sewaan yang tidak terlalu besar tapi cukup untuk mereka berempat tinggal.


"Kita sudah sampai di rumah ini lagi, besok pagi-pagi kita akan kembali ke desa jadi sekarang istirahatlah Ara"


"Iya kek"


"Dan untuk baby pelangi akan tidur sama Nenek dan Kakek dulu, supaya tidak menggangu tidur Ara"sambungnya lagi


"Yah padahal aku ingin tidur bareng Pelangi, tapi ya sudahlah"


Mutiara merasa kecewa karena tidak bisa tidur bersama bayinya


Setelah itu Mutiara sudah tertidur dengan nyenyak di kamarnya karena selama dirumah sakit kadang kala dirinya kurang tidur dan juga kelelahan mengurusi bayinya yang kadang rewel dan nangis, lain halnya dengan sepasang Suami Istri di kamar sebelah yang sedang pusing memikirkan cara untuk menenangkan baby pelangi yang menangis ditengah malam.


Oeeee...Oeeee


"cup cup cup sayang kenapa nangis laper?" Nek Lastri berbicara kepada cicitnya seolah-olah ingin mengajaknya berkomunikasi.


"Lastri coba cek popoknya mungkin saja baby pelangi pup atau pipis sehingga Ia terus menangis minta diganti"keluhnya


"Enggak kok popoknya gak basah ataupun berbau, Tirto tolong ambilkan botol berisi ASI di freezer dan hangatkan setelah itu bawa kesini mungkin aja cicit kita laper"Lalu dengan secepat kilat Tirto kedapur untuk membuatkannya.


Oeeee...Oeeee


"Pelangi...tunggu sebentar ya ASI nya sedang dibikin cup cup cup"tak lama Tirto kembali dengan membawa botol Dot bayi yang berisi ASI dan di berikan kepada cicitnya, benar saja setelah di beri ASI Pelangi langsung diam tidak menangis lagi. Malah setelah kenyang Baby Pelangi tertidur dengan pulas nya, Lastri dan Tirto yang melihatnya merasa gemas dengan pipi chubbynya. Tidak henti-hentinya mereka mencium pipi Pelangi.


"Tirto, lihatlah wajahnya mirip sekali dengan Mutiara walaupun hidung dan matanya berbeda"


"Mungkin saja hidung mancung dan warna mata hazelnya itu karena cicit kita ada turunan bule dari si Hartanto"


"Ih...jangan bahas orang biadab itu lagi"


"Hmm..."Tirto menghembuskan nafas kasarnya


"Tapi walaupun begitu tetap saja Hartanto berjasa untuk kita Lastri, kalau bukan karena dia membantu memberikan modal untuk usahaku yang sempat gulung tikar dan melunasi hutang yang menumpuk di bank sampai-sampai sertifikasi rumah dan surat-surat berharga menjadi bahan jaminan, kita tidak mungkin bisa punya usaha seperti sekarang ini. Tapi yang membuat Aku marah dan kecewa adalah perlakuan dia dan anaknya kepada cucu kita jahat sekali"monologTirto dalam hatinya.


"Tirto...tinggal berapa bulan lagi kan tahun ajaran baru, jadi menurutku apa kita daftarkan saja Mutiara kesekolah tahun ini"


"Terserah cucu kita sih, kalau Mutiara sudah siap kita daftarkan dari sekarang tapi jika belum siap nanti saja tahu depan. Jadi mending kamu tanyakan dulu ke Mutiara"Tirto memberikan saran kepada istrinya


"Lagian sekarang kita harus fokus dulu mikirin gimana nanti saat Mutiara dan bayinya datang ke desa, mereka semua pasti heboh gibahin kita. Terus alasan apa yang harus kita buat jika orang-orang menanyakan baby pelangi?"


"Kan Kita sudah sepakat waktu itu, jika ada yang menanyakan Mutiara dan bayinya bilang saja mereka berdua cucu kita, nanti akan tinggal didesa ini karena tidak ada lagi yang mengurus mereka setelah anak kita telah tiada"


"Apa mereka akan percaya dengan ucapan kita"tanya Tirto


"Nah untuk itu nanti kita akan buat acara tahlilan Devan dan seminggu setelahnya nanti kita akan mengadakan acara aqiqah untuk baby Pelangi Minggu ke3 setelah kelahirannya. Jadi supaya lebih meyakinkan dan mereka percaya aja, lagian aku gak mau jika mereka tahu pelangi ini cicit kita,nanti Mutiara dicap buruk dan diusir oleh penduduk desa"jelas Lastri panjang lebar


"Berarti nanti hari aqiqahnya bentrok sama jadwal kontrol ke rumah sakit"


"Ouh yah aku hampir lupa, ya udah gini aja pas pagi-pagi Mutiara kontrolnya terus nanti sorean baru acara aqiqahnya dimulai, biar gak ribet mendingan kita pesan catering aqiqah gimana?"


"Terserah...kamu atur aja kalo bagian itu"


Baguslah kalau kamu udah setuju besok kita bicarakan lagi, sekarang kita tidur.


Hallo teman- teman😄 maaf baru up sekarang🙏


Dan maaf juga karena di bab ini Mutiara belum bisa bertemu Dimas 😅 tapi nanti mereka akan dipertemukan di Bab-bab selanjutnya, jadi mohon dukungannya ya untuk karya novel ini.


Terimakasih 🤗