
perlahan queensha mendekat ke ara dua inzan yang berbahagia itu, senyum remeh menghiasi wajah cantiknya " cih mereka bahkan tidak bisa di sebut sepasang kekasih, terlalu murahan, silahkan nikmati satu hari bahagia mu, setelah ini tak akan ku biarkan kalian berbahagia, setelah menghianatiku" batin quen semakin mendekat, hingga akhirnya dua inzan yang saling berpegangan itu menoleh ke arahnya,
Calista cukup terkejut dengan penampilan queensha yang sangat luar biasa, sangat molek nan indah, dirinya bahkan tidak ada apa apanya, Calista menoleh ke arah suaminya yang terlihat terpesona, rasa benci kian menjalar untuk adik tirinya itu, " wah wah lihat siapa yang datang, setelah di campakkan rupanya Masi punya nyali untuk datang, apakah kau tidak malu queensha setelah melihat mantan tunaganmu lebih memilih ku"
mendengar ucapan Calista membuat beberapa orang mulai berbisik-bisik tentang quen, bahkan ada yang menatap sinis padahal mereka tak saling kenal, viona yang merasa di butuhkan segera menghampiri kakaknya itu,
"malu?, memangnya aku merebut tunangan orang lain dengan tubuhku, tidak bukan, jadi kenapa aku harus malu, heyyy aku cuma di campakkan, tidak ada yang salah, di luar sana begitu banyak pria yang lebih darinya, kenapa aku harus malu hanya karna satu pria brengsek" balas quen dengan sarkas, seketika Calista memucat gantian dirinya yang menjadi bahan perbincangan,
"oh ya kenapa kau begitu sewot Calista, aku ke sini hanya datang menyumbangkan sedikit hartaku, tau sendiri kan aku tidak tau cara menghabiskannya, pengantin baru seperti kalian pasti sangat membutuhkan, buat beli beras, sembako, taukah minyak sekarang langkah, oh iya kaukan tidak pandai memasak, ah kasiahan sekali suamimu" Calista ingin sekali memukul mulut adik tirinya itu jika saja tidak banyak orang,
"queensha sebaiknya kau tinggalkan pesta ini, kami tidak membuahkan orang seperti mu" usir viona membuat orang tua bara dan termasuk orang orang yang berdekatan dengan mereka keheranan,
"cih kau berani mengusirku dari tempat ini, kau lupa jika hotel ini adalah milik ratu ameraa, hotel ameraa adalah milikku viona" bisik quen tepat di telinga viona,
"kau jangan bertindak seperti Cinderella, di sini kau hanyalah Upik abu queensha, sekalipun gedung ini milikmu tetap saja kau tidak perna di anggap, semua orang tau Adias hanya punya dua putri" balas viona,
"ya kau benar. You know I hate Cinderella, dan aku sama sekali tidak ingin menjadi Cinderella, tapi aku bisa menjadi cruela for you and your famili" bisik quen,
breaakkk
buuukk
viona yang emosi langsung mendorong quen, beruntung seseorang menahan quen dari belakan jadi gadis itu tidak sampai jatuh menyentuh lantai,
"Are you ok" tanya seseorang yang baru menolong quen,
" yes i am ok, wait......" queensha menelisik seseorang baru saja menolongnya itu, " Brian" panggil gadis itu Tampa ekspresi,
"yes i am," jawab Brian " kamu minta maaf padanya karna telah mendorong nya" ucap Brian kepada viona, viona yang notabennya menyukai Brian mengikuti printa pria itu, membuat Calista jengkel bukan main, selama ini mereka tidak pernah meminta maaf pada quen, tapi adiknya itu Malah meminta maaf,
"Brian dia itu wanita busuk, jangan sampai kau terpengaruh olehnya, dia hanyalah anak yang tidak di inginkan tapi berperilaku kurang ajar di acaraku" sarkas calista dengan nada lantang berniat mempermalukan quen,
" dia bahkan menggoda banyak pria di kampus untuk di jadikan sugar baby, kau tau dia juga sering mencuri barang barangku, dia itu perempuan kampungan yang tidak tau diri" lanjut Calista dengan nafas yang menggebu gebu,
quen sunggu mendidih dengan kalimat terakhir Calista, bahkan lelaki yang pernah di cintai itu sama sekali tidak menyangkal apa yang di katakan Calista, beberapa orang mulai mencibir dirinya, sementara Brian mencoba mengontrol situasi, Susi yang berdiri di pojok nampak menikmati pertunjukan ini, tak terkecuali Sukma yang nampak ingin menyelah mereka tapi sang ibu menahannya, padahal Sukma ingin membantu queensha, rasa bersalah terhadap ameraa semakin membesar saat tidak bisa membantu quen dari hinaan putrinya sendiri,
"Calista tutup mulut mu" itu adalah suara nawar bersama Bagas yang bergegas mengamankan situasi,
" pfff bwaa...hhhh......Calista Calista, lucu sekali," Tawan quen pecah membuat orang orang pada keheranan. "ternyata kau pandai melawak juga ya...kau pandai membalikkan fakta , bukan kah ibumu adalah orang yang menjadi penyebab ibuku bunuh diri karna berselingkuh dengan tuan Alan, kau itu hanya anak pelakor, kau bahkan seorang pelakor, merebut tunangan ku dengan hamil di luar nikah, kau bahkan menyingkirkan posisiku sebagai satu-satunya anak sah keluarga Adias, hotel ameraa yang kau tempati ini adalah milikku kalau kau lupa,
dan untuk apa aku mencuri barangmu, aku bahkan bisa membeli harga dirimu dengan uangku, pewaris sah adias adalah aku, jangan pernah bermimpi merebut apa yang yang menjadi hakku Calista, diamlah dan Jangan mencari masalah denganku kalau kau Masi ingin menumpang di rumahku, dasar bitc" balas quen membuat tubuh viona dan Calista bergetar hebat, tak menyangka quen bisa membalas mereka jauh lebih pedas, padahal sebelumnya merekalah yang selalu menindas gadis itu, tapi bagaimana bisa queensha yang selalu mengala tiba tiba seperti sekarang,
viona Sanga ingat queensha selalu menurut dan mengalah padanya, berbeda sekali sebelum quen tau perselingkuhan bara dan Calista, viona juga kerap kali mempermalukan quen saat di kampus tapi wanita itu tidak pernah melawan, queensha yang dulu sangat berbeda dengan yang sekarang, jika sudah begini bagaimana menyelamatkan muka mereka,
"bara" teriakan Calista mengalihkan tatapan semua orang, mereka menyaksikan pengantin pria berjalan keluar meninggalkan acara,
acara menjadi kacau bisik bisik kini terdengar, Calista panik menyebabkan dirinya tidak sadar diri, parah tamu meninggalkan aula, dengan cemoohan, Bagas dan mawar hanya bisa menahan malu karna tuan Alan tidak di tempat,
"itu bukan salahku, mereka yang memulai" ucap quen ke ara Sukma yang menatapnya sendu,
"kau tidak bersalah, sini duduklah, Brian ambilkan air" pinta mawar menarik quen ke kursi, di ikuti Bagas yang duduk di sebelah kiri queensha,
"minumlah putri kecil" ucap Brian menyodorkan segelas air putih,
"queensha tidak usah pedulikan kata kata wanita itu, bagi kami kau adalah putri yang sempurna, sampai kapan pun kami akan selalu di pihakmu,hey kau adalah putri ku" ucap Bagas mencoba mengambil hati quen untuk Brian, mereka tidak bisa melepaskan kunci emas seperti quen, mungkin cuma Bagas yang berpikir begitu karna nyatanya mawar begitu tulus dengan queensha,
"aku baik baik saja" jawab quen
di pojok sana ada Sukma yang menatap keluarga Pradipta yang begitu perhatian dengan queensha sedikit Khawatir dengan putrinya nanti karna keluarga Pradipta tidak menyukai Calista, meskipun di hatinya juga tidak tega melihat queensha menjadi bulanan orang orang, tapi mau bagaimana lagi dia tidak bisa apa apa, bahkan untuk menolong dirinya ia tidak mampu,