
sudah seminggu quen masuk kampus Tampa di ikuti siapapun lagi, hidupnya seolah kembali seperti semula tidak ada pria berjas atau pun Sean yang sangat menyebalkan. "Finally my freedom is mine again" (akhirnya kebebasan ku menjadi milikku lagi) monolog gadis itu sambil berjalan anggun menuju kelas, sesampainya di kelas semua siswa sudah pada tempatnya masing masing, quen acu tak acu melangkah ke bangku paling belakan berdekatan dengan jendela, tempat itu adalah tempat yang selalu menjadi bagian ternyaman saat belajar,
karena pada kenyataannya quen tidak memiliki teman akrab ataupun sahabat, hanya beberapa teman lelaki yang biasa di ajak ngobrol atau sekedar berbagi cerita atau informasi, "queensha tumben akhir-akhir ini kamu jarang masuk" tanya pria yg ada di samping kiri quen,
"sibuk Ar banyak hal yang harus aku urus" jawab quen sambil memperhatikan penjelasan sang dosen,
"oh iya denger denger organisasi kamu ada masalah yah, aku lihat di info kampus kita kalau salah satu anggota di organisasi kamu melakukan penggelapan uang" ucap Ari salah satu teman yang cukup akrab dengan quen,
"bener Ar, Yasmin melakukan penggelapan uang yang harus di berikan sama junior kita yang kekurangan uang untuk biaya semester, bahkan yang mengikuti kita dari awal, juga tidak bisa di percaya"
"emang masalah ini gak di urus pendiri organisasi, seharusnya ini menjadi masalah serius untuk kelanjutan organisasi, jika di biarkan lambat lain kualitas organisasi akan menurun atau bahkan di berhentikan dari pihak kampus, sangat di sayangkan Lo quen, karna banyak mahasiswa yang menggantung harapan mereka di organisasi kamu, apalagi menurut data kampus ratingnya semakin menurun" jelas Ari dengan mimik wajah serius,
"ya aku tau, solusi terbaiknya mengelola kembali uang khas hasil penggalangan dari masyarakat dan dari produksi team organisasi, jika di hitung hitung penjualan buku, dan beberapa barang lain sudah semakin meningkat, peminatnya sudah bertambah dua kali lipat dari tahun lalu, andai aku tau jika bara akan lepas tanggung jawab suatau saat nanti dari awal aku tidak akan menjadi wakil ketua, sia sia dana yang aku kelurin selama ini untuk mendukung prianya sepertinya" racau quen di sertai mimik wajah kesalnya,
"hmee ......hmeee...... denger denger bara sudah menikah ya dengan Calista , kabar pernikahan mereka menjadi tranding tertas Lo, banyak yang bilang bahwa Calista menikung seorang quen, secara dulu kamu dan Barakan Deket, Keman mana sama bara, jadi banyak yang berfikir kalian pacaran, ya walaupun tidak pernah terlihat seperti orang pacaran sih, tapi kebersamaan kalian dulu sudah cukup membuat orang orang berpikir kalau kalian sebenarnya memiliki hubungan yang serius" jelas Ari yang membuat quen meringis, dulunya bukan sepasang kekasih tapi sepasang tunangan, dan sekarang posisi sebagai istri bara harusnya menjadi miliknya tapi ternyata mereka tidak berjodoh, miris bukan,
"kau cukup tau bayak ya untuk seorang pria tulen sepertimu, mulutmu sudah seperti ibu ibu kompleks yang memiliki group rumpi" jawab quen sambil terkekeh, membuat pria yang bernama Ari hanya cengengesan sambil menggaruk Garuk belakang telinganya,
"aku dan bara tidak pernah memiliki hubungan apa apa, kami hanya sekedar teman selebihnya kami tidak sedekat yang kau pikirkan" lanjut quen membuat pria di samping nya itu mangut mangut seolah mengerti,
"harusnya kamu jelasin lebih awal dong quen jadi kita kita parah lelaki tidak berpikir merusak hubungan orang kalau seandainya mau dekat sama kamu, tau sendirikan keluarga Pradipta cukup berpengaruh di kota ini jadi kami pikir dekat sama kamu akan menyinggung keluarga itu, rupanya kita semua sudah membung Waktu dengan berpikir demikian, kalau tau dari awal kan paling tidak aku si Ariansya berusaha untuk menjadi king di dalam hatimu" jelas Ari dengan kepdean tingkat tinggi,
"hiisss,, tidurlah sebelum bermimpi Ar, kau terlalu percaya diri" sarkas quen yang lagi lagi membuat Ari terkekeh,
pelajaran yang harusnya menjadi pokus quen kini teralihkan dengan obrolan rece dengan temannya itu, sampai akhirnya dosen mengakhiri kegiatan mengajar nya, quen bahkan belum paham pada materi yang baru saja di bawakan sang dosen karna terlalu asyik mendengarkan ocehan rece dari temannya itu,
"ini salahmu aku tidak jadi paham materi tadi, aku malah sibuk mendengar kan gosipanmu itu huh" tuduh quen menyalahkan ari yang sibuk memasukkan bukunya kedalam tas miliknya,
"OMG quen tidak usah terlalu serius belajarnya, bolos sekali tidak akan membuat mu jadi bodoh"
"hisss memang tidak bodoh tapi aku tidak mau sepertimu yang gagap ketika di tanya, bodoh, dan tidak pernah mendapat nilai tingga bahkan dalam materi paling mudah sekalipun"
"kau......" tunjuk Ari, quen dengan cepat berlari keluar sebelum pria itu mengamuk karna telah mengatainya,
kedua orang itu Masi berlarian di koridor kampus, quen nampak tersenyum bahagia sedangkan ari mengejarnya dengan muka masam, bagaimana pun Ari paling sensitif jika di Katai bodoh tapi kenyataannya memang sedikit bodoh dan pria itu tidak terima dengan keadaannya, kasihan sekali bukan
"gedebukkkk"
quen yang berlari dengan kencang Tampa sengaja menabrak seseorang menyebabkan dirinya dan orang itu jatuh di lantai dengan keras, "aduhhhhh siapa si yang jalan tidak pakai mata" sarkas orang yang di tabrak quen berusaha menyingkirkan quen dari atas tubuhnya dibantu dua temannya,
"quen kamu Gak apa apa" itu ada suara Ari yang kelihatan khwatir setelah melihat quen jatuh dengan keras menghantam lantai dengan gaya yang tidak etis karna tubuh quen jatuh tepat di atas gadis yang di tabraknya,
"queensha, berani beraninya kamu nabrak aku" sarkas orang itu yang tak lain viona sang adik tiri sekaligus juniornya di kampus,
"ye salah kamu siapa suruh berdiri di tengah jalan, jadinya ketabrak kan, " jawab quen santai sambil membersihkan tangannya dengan menepuk nepuk ke bagian celana yang di kenakan, membuat beberapa orang yang ada di sekitar mereka melongo pasalnya meskipun viona adalah junior tetap saja banyak yang segan sebab marganya sebagai Jakson yang merupakan donatur terbesar di kampus dan juga orang berpengaruh di ibu kota,
"maaf viona quen pasti tidak sengaja" jawab Ari membuat quen replek menjitak kepala pria itu,
"untuk apa kamu minta maaf, dia yang salah berdiri di tengah jalan, harusnya dia yang minta maaf sama aku, karna dia aku jatuh dengan tidak etis" amuk quen tidak terima orang lain merendahkan diri hanya untuk membela nya lagi pula mereka sama sama salah bukan, quen yang berlarian dan viona yang bodoh berdiri di tengah jalan,
"queensha cepat minta maaf" ucap salah satu teman viona
"hiiss dedemit ini sangat merepotkan, minggir aku mau lewat" sarkas quen lagi lagi membuat Ari dan yang lainnya melongo, dulu quen akan cepat minta maaf dan tidak memperpanjang masalah tapi kali ini gadis itu bahkan dengan senang hati menantang seorang viona yang bahkan seorang dosen tidak berani berurusan dengannya,
"mau kemana, kamu tidak boleh lewat sebelum minta maaf dengan viona" tamba salah satu orang yang tidak ada hubungannya dengan kejadian ini, rupanya banyak penjilat di sekeliling viona pikir quen,
"memangnya aku peduli, cepat menyingkir" sarkas quen mencoba menerobos kerumunan sedangkan ari sudah pucat pasi tidak ingin ikut campur tapi kejadian barusan karna di sebabkan olehnya juga, dan jika dia melawan untuk menolong quen di jamin perusahaan ayahnya akan bangkrut detik itu juga mengingatkan Alan Jackson adalah impestor pertama di perusahaan kecilnya,
"vinoa," teriak quen " singkirkan mereka kalau kau Masi mau menyadang gelar Jakson" ancam quen dengan wajah memerah menahan amarah, satu hal quen membenci di sudut kan apalagi dengan orang yang tidak di kenalnya,
viona yang merasa ancaman quen bukan main main segera menghentikan aksi memojokkan quen, gadis itu segera membiarkan quen lewat bersama dengan Ari, meskipun pada kenyataannya viona sangat tidak relah melepaskan quen saat ada begitu banyak orang yang membelanya, kini pandangan orang orang mengara kepadanya seolah olah bertanya "why"
"tidak apa apa biarkan saja, aku agak malas mencari masalah" imbuh viona dengan sedikit bumbu kebohongan
next....
berikutnya komen ya guys