Is Not Cinderella

Is Not Cinderella
01 tragedi satu malam



sreaakkkk...


breaakkkkkkk.....


pranggggggg


di lantai 5


di ruang keluarga istana luas itu, seorang wanita cantik sedang mengamuk dengan melemparkan apa saja yg ada di depannya, wanita itu nampak menggila dengan keadaan yang sangat berantakan, rambut indahnya kian berantakan, wajah bersi itu tak terbentuk lagi, keadaannya sangat memperihatinkan namun sedikitpun tak menggoyahkan hati seorang laki laki perkasa yang sedang berdiri Tampa ekspresi sedikitpun,


"kenapa kau melakukan ini padaku mas" lirih wanita itu sambil bersimpuh dibawa kaki sang suami, hatinya terkoyak pedih dengan tindakan tidak masuk akal dari suaminya itu.


"sejak kapan kau menyembunyikan hubungan kalian dariku" tanyanya lagi sambil menoleh ke arah wanita yang sangat dia percaya bahkan sudah di anggap saudara sendiri, "dia bahkan memiliki suami dan dua anak, tapi kenapa kau...." wanita yg bersimpuh itu tidak sanggup meneruskan ucapannya hatinya begitu sakit saat tau sahabat dan suaminya telah berselingkuh di belakangnya.


"maafkan aku ratu ameraa, Sukma adalah cinta pertama ku, wanita yang sangat aku cintai sampai detik ini, sedangkan kamu adalah ibu dari putriku wanita yang di jodohkan oleh ayah agar aku menjadi pewaris sah Adias group"


ratu ameraa atau ameraa adalah Putri tunggal Nasution pemimpin Nasution group yang bergerak di bidang ekonomi sektor perdagangan globalisasi, dan berada satu tingkat di atas perusahaan Adias group, sedangkan Sukma Ade putra adalah anak tunggal dari Ade putra seorang CEO di Nasution group,


Sukma dan ameraa adalah sahabat sejak kecil sampai detik di mana ameraa sedang bersimpuh di bawa kaki sang suami untuk mengenyahkan fakta bahwa suaminya tidak pernah berkhianat,


"maafkan aku kak ameraa aku tidak bermaksud menghancurkan rumah tangga mu" akhirnya wanita yang sedang memeluk dua putri nya itu bersuara mencoba mencari pembelaan,


"diaamm, aku tak ingin mendengar apapun darimu Sukma, sekalipun kau tau, yang kau lakukan padaku adalah salah, tidak akan membuat mu mengakuinya karna jika kau tidak bermaksud menghancurkan pernikahan ku, kau tidak akan merespon cinta lamamu dengan suamiku, kalian sangat menjijikan."


memang selama 11 tahun menikah dengan Alan Jackson ameraa tidak pernah begitu dekat dengan suaminya itu, kecuali jika putrinya berada di antara mereka berdua, Ameraa tidak menyangka jika perlakuan buruk sang suami selama ini karna Masi menyimpan rasa pada cinta pertamanya, jika bukan urusan nafkah batin suaminya tidak pernah mendatangi nya dengan lembut, cenderung cuek dan tidak peduli. tapi ameraa bertahan selema ini karna cinta butanya dengan alan dan juga putri kecilnya yang masi butuh kasi sayang dari orang tua lengkapnya.


"aku pikir kita adalah keluarga mas, tapi rupanya aku salah bahkan aku tidak pernah tau bahwa Kalian dulunya adalah sepasang orang yang saling mencintai, jika dari awal kalian jujur mungkin dengan suka relah aku melepaskan mu mas dengan Sukma, tapi sekarang berbeda kita sudah punya putri dan aku tidak akan membiarkan kalian bersama hanya karena cinta monyet yang hampir di telan waktu."


pernyataan ameraa sedikit menyinggung perasaan Alan tapi pria itu memilih diam karna dirinya tau telah melakukan kesalahan besar dengan membawa wanita yang pernah merajut kasih bersamanya dua belas tahun lalu, ke Mension miliki istrinya itu.


amiraa bahkan baru tau jika perempuan yang dulu sangat ia percaya itu telah bercerai dengan mantan suaminya, dan Mala merebut suaminya sendiri, sungguh licik manusia sampah seperti nya.


"bagaimana bisa kamu membawa wanita lain di bawa atap yang sama dengan istri sahmu Alan, ingat sampai kapanpun aku tidak akan pernah sudih tinggal di atap yang sama dengan perempuan menjijikkan seperti dia"


"cukup" Alan menimpali nya dengan suara lantang membuat ameraa kini bangkit dan menatap tajam ke arah suaminya itu.


"kau membela nya, hahahah.... ya pasti kau membelanya kenapa aku masi bertanya," amiraa kini bertingkat tidak waras pikirannya kalut, sebuah fakta yang tidak biasa ia terima dan harus ia percaya, fakta yang sangat mengguncangkan dunianya, istri mana yang sanggup menerima suaminya beristri lagi,


"kendalikan dirimu dan mulailah menerima Sukma di rumah ini, viona dan Calista adalah putrimu juga mulai sekarang" bagai di sambar petir ameraa tidak sanggup berkata apa apa lagi hatinya hancur oleh orang yang sangat ia puja,


"sampai matipun aku tidak akan pernah menerimanya Alan, dan jika dia harus tinggal di rumah ini maka jangan salahkan aku jika besok queensha tidak memiliki ibu dan membencimu seumur hidupnya" ameraa menatap mantap ke ara Alan, mata itu adalah sumber patah hati terbesarnya, mata itu yang membuat nya jatu cinta sangat dalam sampai lupa mencintai dirinya sendiri,


"kau bicara apa ratu ameraa, jangan bertindak bodoh hanya karna masalah sepeleh" ameraa memejamkan matanya memegang hatinya yang sesak akibat laki laki itu, apa gunanya dia hidup jika apa yang dia pertahanan sudah hancur, bukan kah lebih baik mati daripada di madu, mati lebih terhormat daripada hidup di bawa atap istri sirih, apalagi putri dari pelayan perusahaan Nasution, sangat menjijikkan.


"hahaha. Alan..... alaan..... hal yang kau anggap sepeleh adalah sesuatu yang meruntuhkan duniaku, denger perkataan ku baik baik alan, jika aku bukan orang yang kau inginkan bersama, akan aku pastikan besok kabar ku tidak akan pernah Tedengar lagi olehmu.... akan ku permudah tujuanmu untuk bersama dengan wanita itu, tapi ingatlah satu hal, aku ratu ameraa akan menjadi rindu yang akan menghancurkan mu kelak, aku adalah setitik cinta yang tersembunyi di lubuk paling dalammu Alan, mata itu akan menjadi saksi penyesalan seumur hidup mu, bahagia mu berakhir malam ini alan"


perempuan itu melenggang dengan cantik menuju suaminya, ameraa dengan pelan mencium bibir Alan, pria itu memejamkan matanya, entah kenapa rasa bersalah kian mengrogot kedalam hatinya, seperti biasa jantungnya akan memompa dengan cepat jika berdekatan dengan istrinya itu, kembali rasa bersalah kian membuncah prasaan tidak tenang mulai menyelimuti nya, hingga Tampa sadar jika perempuan itu telah melangkah menuju balkon, duduk dengan santai di atas pembatas.


"ameraaa, jangan lakukan itu" kali ini suara Sukma lah yg menyadarkan alan dari lamunannya, pria itu menoleh ke arah di mana Sukma memandang,


"syuuutttttt"


wanita cantik itu terjun dari lantai 5 langsung mendarat di taman yang penuh batu batu kecil yang runcing,


"aaamerraaaa" teriak Alan saat dia terlambat merai wanita itu. dia terdiam sesaat sebelum akhirnya berlari ke lift untuk turun ke lantai bawah dimana ameraa tergeletak tidak bernyawa lagi, meninggalkan seorang gadis kecil yang sedari tadi bersembunyi di balik tirai menyaksikan semua perdebatan dan kekacauan yang terjadi, bahkan gadis kecil itu menyaksikan ibunya terjung ke bawa, namun tidak berbuat apa apa, memilih diam dan mengepalkan tangannya dengan kuat, bahkan gadis itu tidak menitihkan air mata,


mata kecil nan jerni itu menatap penuh amarah pada tiga wanita yang menjadi penyebab ibunya meninggalkan nya untuk selamanya dia adalah sampah yang telah di pungut tapi tidak tau terimakasih, gadis kecil itu tersenyum simpul sebelum akhirnya kehilangan kesadaran di ruangan yang menjadi saksi bisu kehancuran keluarga Jackson.