
"aku sanggup kehilangan apapun asalkan itu bukan mommyku,duniaku seakan ikut hilang ketika aku mencium wajah mommy untuk yang terakhir kalinya, dan sejak saat itu bahagia ku hanya pura pura tawaku hambar, senyumku palsu, dan tujuan ku tidak memiliki arah, selain dendam yang tidak bisa aku hilangkan dan tak berujung,
aku tidak memiliki tempat untuk berbagai luka maupun bahagia, tak ada yang menenangkan ku dikala aku benar benar terpuruk, tidak ada yg bener bener peduli setelah kepergiannya, mungkin kah suatu saat nanti aku menemukan jalan yang benar setelah aku kehilangan lentera ku yang paling terang, " batin quen pedih
flashback on
seorang gadis kecil berlarian di garis pantai, tawa bahagia tergambar jelas di bibirnya nya, sesekali gadis itu membiarkan kaki mungilnya di terpa gulungan ombak kecil dengan lembut,
"quen ayo kejar kami" ucap dua boca yang lebih tua dari gadis itu, quen tersenyum memperlihatkan gigi ompongnya " aku akan menangkap kalian" seru gadis kecil itu mengejar dua boca tadi,
mereka saling kejar kejaran di saksikan parah orang tua mereka yang menatap mereka penuh bahagia, "aku menangkap mu" sorak quen memegang baju anak lelaki yang lebih tua di antara mereka berdua, "baiklah my quen kau menang" ucap lelaki berusia 14 tahun itu, " yeyy kakak bara kalah, sekarang Kaka bara kejar aku sama Brian ya" ucap quen dalam gendongan bara, .
bara ikut tersenyum kemudian menurunkan quen dari gendongan nya dan mulai mengejar gadis mungil itu, " kau lihat mereka sangat serasi, bagaiman kalau kita jodohkan saja mereka" canda Bagas dan langsung mendapat respon baik dari ratu ameraa,
"aku setuju, dengan begitu aku tidak akan Khawatir jika sewaktu-waktu aku pergi untuk waktu yang lama, ada bara yang akan menjaganya" ucap ratu ameraa penuh harap, seakan tahu waktu yang tersisa untuk nya dan putrinya tidak akan lama lagi,
"huss jangan bicara seperti itu, kalau semua setuju kita bisa membuat mereka bertunangan hari ini, untuk acara resminya kita tunggu quen berusia 18 tahun kalau mereka berdua setuju kita bisa lanjutkan, kalau mereka menolak kita tidak bisa memaksa" ucap mawar bijak, "omong omong di mana Alan suamimu kenapa dia tidak pernah ikut setiap kali kita berlibur" lanjut mawar,
"pria itu sangat sibuk, kau tenang saja dia akan setuju dengan perjodohan ini" jawab ratu ameraa dengan wajah senduh nya, mawar yang menyadari itu merasa bersalah kepada wanita cantik itu, namun dia juga tidak bisa berbuat apa apa biarkan saja mengalir seperti apa yang di inginkan sang pemilik takdir,
karna mereka semua sepakat jadilah hari libur mereka di jadikan hari pertunangan quen dan bara, " mom, kenapa aku bertunangan dengan bara bukan Brian" tanya gadis mungil itu, pasalnya yang lebih banyak menghabiskan waktunya bersama quen adalah Brian bukan bara,
"karna Brian Masi kecil sayang, sedangkan bara sudah besar, nanti dia akan menjagamu saat mommy gak di samping kamu sayang" jawab ameraa lembut,
"aku bisa menjaga quen lebih baik dari bara momy Ameera" jawab Brian kecil, karna memang sedari tadi boca kecil itu ikut menyaksikan sang kakak memasang kan cincin berlian ke tangan adik kecilnya itu,
bara yang sudah mengerti tentang pertunangan tentu merasa senang dengan keputusan orang tuanya, dirinya merasa yakin bisa menjaga quen hingga mereka besar, " hey tunagan kecilku mulai sekarang kau harus menurut padaku bukan pada Brian, ingat ya setelah kamu besar kita akan menikah artinya kau tidak boleh memikirkan pria lain selain kakak bara mengerti" tukas bara sambil memegangi pundak kecil quen agar gadis itu bisa menatapnya,
"eemmm, quen janji akan mendengar kan kakak bara bukan kakak Brian lagi" jawab gadis kecil itu dengan suara khasnya membuat semua orang tertawa mendengar nya,
"quen apapun yang terjadi ingatlah momy sangat sangat sayang dengan quen, momy mungkin belum bisa menjadi momy yang terbaik buat quen tapi percayalah apapun yang mommy lakuin sampai detik ini adalah buat kebahagiaan quen kecilnya momy,
jika nanti mommy pergi jauh banget dari sisi quen, quen harus tau sampai kapan pun mommy tidak pernah berniat untuk meninggalkan quen, quen adalah permatanya mommy yang paling kuat, dan mommy akan akan selalu ada di sini di hatinya quen oke sayang" ucap Ameeraa lembut, membelai Surai lembut sang putri,
"iya quen juga sayang sama mommy, kalau mommy pergi kerja quen akan ingat pesan mommy, terima kasih ya mommy" quen memeluk ibunya sayang,
flashback off,
mommy kau tau aku mengejar pria itu selama sembilan tahun, dan selema itu juga dia mengabaikan aku, tapi setahun belakangan aku mulai terbiasa dan memposisikan diriku sebagaimana harusnya, meskipun sebenarnya aku sangat merindukan dia berada di dekatku walaupun itu hanya sebatas kerjaan, meskipun aku sadar itu tidak mungkin, jarak kamu sudah terlalu jauh,
mom tolong ajarkan aku bagaimana cara melupakan nya, jika saja membenci adalah cara terbaik untuk melupakan pria itu, sudah lama aku melupakan sisa rasa yang ada, tapi semua itu belum cukup untuk menghilangkan rasa cintaku dalam waktu yang singkat, bahkan aku menyaksikan perselingkuhan itu, tapi tidak cukup untuk menghilangkan rasa yang sudah bertahun-tahun ada,
mom bisakah kita bertemu sekali saja, aku terlalu merindukan mu, tuan Alan sudah menyesal dia pasti sangat merindukan mu mom, a...akuuu... akuuu sunggu lelah tanpamu, kau benar-benar jahat ratu ameraa mengapa kau tidak membawa ku saja, kau curang membiarkan ku sendirian dengan lingkungan yang setiap saat mengikis habis mentalku," keluh quen dengan air mata yang terus membanjiri pipinya itu,
untuk pertama kalinya gadis itu mengeluarkan keluh kesahnya di saksikan pasir putih dan deru ombak yang saling bersahutan, bulanpun ikut menjadi saksi bisu penderita gadis kecil yang kini telah menjadi gadis dewasa yang cantik,
"makan, kau pasti lapar setelah menagis kencang" tawar Sean menyodorkan Ikan yang baru selesai dia panggang, quen tersentak kaget, baru ingat jika dia tidak sendiri di pesisir pantai ini, ada orang lain yang bahkan quen tidak terlalu kenal selain namanya,
"kau mendengar nya" ucap quen menerima ikan panggang yang masi hangat itu,
"aku tidak mendengar apa apa, lagi pula aku tidak tertarik dengan kisahmu itu" jawab zean membuat quen sedikit legah,
"ya kau pasti mendengar nya, tidak apa lagipula tidak ada yang menarik dari kisah menyedihkan itu," zean tidak membalas ucapan quen pria itu terlalu larut dengan pikirannya, entah bagaimana caranya pria itu seakan merasakan apa yang gadis itu rasakan, terlebih saat mendengar jika gadis itu Masi mencintai seorang pria di masalalunya, sunggu pria itu merasa tidak bersemangat saat mendengarnya,
"emm quen, kau Masi mencintai mantanmu" tanya zean sedikit lancang,tapi jujur hatinya tidak tenang jika tidak menanyakannya secara langsung,
"heh, kau terlalu langcang bertanya sesuatu yang privasi tuan zean" sentak quen tidak suka saat seseorang mencoba mencari tau tentang nya, quen selalu merasa itu sebua ancaman,
" bukan maksud ku bertidak lancang nona kecil, tapi setahuku kau terlalu membenci sehingga sulit bagimu untuk melepaskan, jika kau tau itu menyakitkan kau tidak harus memaksakan diri, lakukan perlahan dengan hati yang tulus dan relah besok ketika kamu bangun kau akan menemukan dirimu yang tidak berharap lagi"
"bicara memang mudah tuan, tapi untuk berada di posisi ku rasanya begitu sulit, kupikir dengan bersikap kurang aja padanya aku bisa dengan cepat melupakannya tapi ternyata aku salah rasa cintaku mengalahkan rasa benciku, tapi bukan berarti aku akan kembali padanya tidak, sama sekali tidak, aku hanya ingin semua rasa ini menghilang aku hanya merasa ini tidak adil, dia terlihat baik baik saja dan bahagia tanpa ku tapi aku terluka hancur karnanya hiksss..hiks..."
"kadang semesta menitipkan yang terbaik bukan untuk selamanya tapi belajar menghargai apa itu cinta, kau tidak rugi kehilangan dia, dia yg rugi telah meninggalkan mu, percaya pada dirimu kamu mampu menemukan bahagiamu dengan caramu sendiri nona kecil" ucap Sean lembut mencoba menenangkan gadis kecil itu,
pertahanan quen runtuh gadis itu berhambur memeluk Sean, jujur belum pernah ada yang berbicara kepadanya dari hati kehati tidak ada yang mengerti dia selama ini, biarlah untuk hari ini dia terlihat rapuh untuk kuat esok harinya " it's ok semua akan baik baik saja" bisik zean
Hay bestie kalian gak ada yang mau nyapa author gitu, biar semangat up-nya, jangan lupa.like ya, love you bestie.
sampai ketemu di up selanjutnya, salam dari author happy reading ya guys