
di kala senja pemandangan di kota A memang sangat indah, apalagi di saksikan di atas rumah pohon yang tinggi di atas bukit menambah pesona luar biasa dari alam, di sisi barat ada sunset dan di sisi timur ada gedung gedung pencakar langit, di sisi barat sana ada lautan lepas yang sangat indah, di sisi selatan ada pemandangan kota yang tamaran sedangkan yang di tempati gadis cantik itu adalah Tenga tengah kota yang terdapat dua bukit, satu milik pemerintah satunya milik parah penduduk yang sudah di beli, salah satunya paling atas bukit Tengah kota itu di miliki oleh ratu ameraa, namun kemudian di warisi gadis cantik yang kini tengah berdiri menghadap ke laut, kerinduan yang ia rasakan semakin menjadi pada wanita yang telah melahirkan nya itu.
rindu hanya tinggal rindu, mengadu kepada sang Kholik pun tidak akan mendatangkan apa yang dia rindukan, lentera yang selalu menerangi hari hari nya telah lama padam bagaimana bisa ia melangkah dalam gelap yang tidak berkesudahan, kasi sayang cinta yang ia impikan hancur sudah oleh laki laki yang ia sebut cinta pertama,
di saat suasana hati gadis itu kacau rumah pohon ini adalah pelarian terakhir nya bahkan pernah beberapa kali tertidur hingga larut malam, tenang meskipun menghilang seharian tidak seorangpun akan mencarinya, apalagi mengkhawatirkan nya, hidupnya sepih temanpun tidak ia punya, bukan karna tidak ada yang mau berteman dengannya hanya saja seorang introver sepertinya tidak akan pernah nyaman berinteraksi dengan sesuatu yang tidak penting, berbincang bincang santai hanya menghabiskan waktu
memang apa yang akan dia bicarakan bahwa hari ini dia berhasil membuat nenek reot itu murkah, atau dia berhasil mengatai ibu tirinya pelakor murahan, atau dia akan menceritakan bagaimana dia kesepian Tampa ibunya, tidaakk quen adalah ratu mana bisa orang biasa mengetahui kehidupan nya, tidak bisa, orang lain hanya perlu tau dia smart, strong, hebat, dan berpendidikan, queensha benci dikasihani.
"akhhhhh"
saat asyik melamun suara eregan kesakitan itu menyadarkan dari fakta dirinya, gadis itu dengan cepat menunduk mendapati seseorang yang sedang terluka parah, seluruh tubuhnya di penuhi sayatan kecil, bahkan kemeja putih pria itu telah berubah warna menjadi merah mudah,
"what happened to you sir" quen menghampiri pria sambil memeriksa bagian luka luka pria itu.
"di mana dia, cepat sekali menghilang nya" suara samar samar itu membuat pria yang ada di depan quen berusaha bangkit untuk bersembunyi, quen yang menyadari ketakutan pria itu dengan cepat membantunya bersembunyi di balik semak belakang pondok miliknya, karna tidak mungkin baginya untuk naik di atas rumah pohon dengan mengangkat beban dua kali lipat dari bobot nya,
"di sini tidak ada apa apa"
"periksa dulu bodoh, kau lihat ada pondok dan rumah pohon, periksa dan jangan lewatkan kesempatan ini untuk melenyapkan nya" terdengar dengan lantang perintah itu, membuat queensha hampir memekik kaget dengan penuturan pria berbadan besar itu, beruntung pria yang barusan hendak dia tolong membekap mulutnya,
"kosong, kita membuang buang waktu saja, cepat cari di tempat lain"
selang beberapa menit berlalu, menyadari keadaan sudah aman barulah kedua orang yang bersembunyi itu keluar, queensha sambil membopong tubuh lemah pria tadi,
"bertahan lah tuan, aku akan membawamu ke rumah sakit" ucap quen menuntun pelan langkah pria itu.
"no, Jagan bawah saya kerumah sakit, mereka akan menemukan saya dengan cepat, biarkan saya di pondok itu saja, besok aku akan meninggalkan pondok ini" pria itu menjawab dengan lirih,
queensha akhirnya tidak bisa berbuat apa apa selain menuruti apa kata pria itu, diletakkannya pria itu di kasur miliknya sambil menyalakan lilin LED miliknya, melihat kondisi memprihatinkan itu membuat hati gadis itu tergerak,
Perban,Kain kasa gulung dan steril, Peniti, Sarung tangan lateks, Pinset, Gunting,Larutan povidone-iodine untuk disinfektan luka, Tisu pembersih bebas alkohol, Cairan untuk membersihkan benda asing pada luka, seperti larutan garam atau air steril, Krim atau salep ,antiseptik, Salep luka bakar, Plester luka
Obat pereda gatal akibat gigitan serangga atau alergi
Obat antinyeri, seperti paracetamol. Obat ini juga bisa digunakan sebagai pereda demam, Obat flu dan batuk
Obat tetes mata, Termometer.
quen kembali dari atas rumah pohon sambil menenteng tas itu, wanita cantik itu mulai membersihkan luka luka pria yang tidak di kenalnya itu, mulai dari wajah tampan pria itu hingga ujung kaki yang penuh luka sayatan, setelah semua di rasa bersih quen dengan cekatan mengoleskan obat luka dan mulai menutup luka yang lumayan dalam dengan perban, tinggal pakaian pria itu yang perlu di gantikan,
karna di pondoknya ini tidak memiliki pakaian akhirnya queensha memutuskan kembali ke rumah sekalian mengambil kan makanan untuk pria itu, hanya perlu berjalan sepuluh menit sebelum akhirnya queensha kembali dengan satu kemeja santai dengan kaos hitam, celana pendek selutut dengan sepatu kulit milik ayahnya yang dia curi, maksudnya semua yang ia bawa adalah milik ayahnya yang tidak pernah di pakai,
beruntung hari ini keluarga pelakor itu sedang melakukan liburan kecil jadi dia tidak di rundung pertanyaan konyol saat dia diam diam mencuri pakaian ayahnya di walk-in closet, queensha juga membawa beberapa bubur instan yang langsung di seduh, serta beberapa lembar roti gandum,
queensha ingin menyuruh pria itu berganti pakaian namun melihat kondisi pria itu begitu lemah, membuat quen memutuskan untuk menggantikan nya sendiri, hanya kemeja itu saja, tidak mungkin dia menggantikan celana pria itu.
setelah selesai quen kembali mengecek suhu tubuh pria itu yang sudah lebih baik, jujur ini adalah pengalaman pertama gadis itu melakukan perawatan seperti ini secara langsung biasanya dia hanya berlatih saat piket di UKS saat Masi sekolah,
"tuan bangunlah minum obat ini agar kau bisa secepatnya pulih" quen dengan sabar membantu pria itu duduk saat melihat pria itu merespon dengan mencoba bangkit, pria itu sangat membenci makan lunak namun tidak punya pilihan lain memakan apa yang ada.
setidaknya besok dia bisa pulih dan segera meninggalkan kota ini, ada banyak hal yang perlu dia lakukan sebelum kembali mengatur kembali urusannya,
"sekarang minum obat ini tuan," gadis itu menyodorkan dua pil obat, satunya peredah nyeri dan satunya obat penurun suhu, pria itu menelan obat itu Tampa bantuan air, membuat quen bergidik ngeri, bagaimana bisa pria itu menelan rasa pahit tampa ekspresi sedikitpun,
"terima kasih" queensha hanya mengangguk saat mendengar nada perih dari pria itu,
"maaf tuan kau bisa sendiri kan, sebentar lagi larut malam saya perlu kembali ke rumah" pamit gadis itu yang hanya bisa di angguki oleh pria misterius itu, queensha tidak berniat untuk bertanya apalagi mengorek informasi apapun, sangat tidak sopan, selalu lakukan sesuatu Tampa paksa