
sreeekk
sreekkkkk
suara langkah kaki yang menginjak dedaun kering di sekitar gedung tua yang terbengkalai, langka itu semakin pelan saat memasuki gedung usang itu, tangannya menenteng sebuah tas hitam dengan ukuran besar, sang pemilik bahkan kewalahan menenteng tas itu, bulir bulir keringat kian menetes di pelipisnya, tapi sedikitpun tak membuat nya berhenti sekedar memulihkan tenaga yang terkuras, pikiran hanya satu, menyerahkan barang yang di tentengnya kemudian keluar,oh sungguh nyawanya sekarang di ambang batas jika sedikit saja dia melakukan kesalahan,
"salam tuan" sapa pria itu yang akhirnya sampai pada ruangan yang di isi seorang pria bertopeng dan beberapa pria lainnya dengan setelah jas mahal,
"kau terlambat 1 menit 3 detik, tuan Professor gadungan" ucap pria yang bertopeng itu. dengan suara yang cukup membuat pria yang di panggil tuan Professor gadungan itu bergetar hebat tamatlah riwayatnya sekarang,
"maafkan saya tuan, saya sudah berusaha cepat tapi di jalan agak macet" mohon tuan Professor itu sambil menjatuhkan diri di hadapan pria bertopen itu,
"akan aku maafkan jika barang yang kau bawa cukup memuaskan ku" tuan Professor itu segera menghampiri meja dan meletakkan tas hitam yang berisi beberapa barang yang di minta pria bertopeng itu,
salah satu pria berjas yang sedari tadi berdiri di samping meja segera membuka tas itu yang mana dalamnya berisi beberapa senjata ilegal dan beberapa bahan pembuatan senjata ilegal lainnya yang nantinya akan dikirim keluar negeri sebagai bahan untuk membuat senjata biologis sebuah alat untuk inovasi teknologi baru,
"kau boleh pergi, kau cukup jujur ternyata" ucap pria bertopeng itu, parah pria berjas yang sedari tadi berdiri di setiap titik gedung itu mulai berkumpul di suatu ruangan yang sama dengan sang pemimpin, " awasi pria itu, jangan sampai anak buah Mateo menemukannya dan mencuri informasi, jika ada interaksi mencurigakan segera selidiki dan jangan memberinya kesempatan untuk bernafas" tita sang ketua yang di angguki beberapa anggota yang sudah di tugaskan,
" segera cari tau kegiatan Frans di ibu kota, kita akan melakukan serangan di gudang miliknya, sudah dua kali dia hampir membunuhku, saatnya aku tunjukkan siapa ioz sebenarnya" lanjut pria bertopeng yang biasa di panggil tuan ioz,
pria itu sangat kejam, tidak memandang wanita, orang tua semua di sapu bersi bagi siapapun yang mencoba menghalangi jalannya, dia adalah seorang ketua mafia yang terkenal di negara b, bahkan kekejaman nya sudah terkenal di beberapa negara dalam dunia gelap mafia, hanya saja wajah sang pemimpin tidak pernah di ketahui siapapun bahkan anak buahnya hanya ada beberapa yang tau karna memang ketua mereka itu atau biasa di sebut ioz itu tidak pernah membuka topengnya,
pria itu beranjak dari kursi yang ia duduki, melangkah dengan angkuh melewati bawahnya, tidak seorangpun yang berani mendahuluinya apalagi melakukan kesalahan karena nyawa mereka bisa menjadi taruhannya,
pria itu berjalan ke belakang gedung di mana disana terdapat dua tersangka yang mencoba menerobos ke markas mereka beberapa hari yang lalu, kedua pria itu terikat di batang pohon dengan keadaan mengenaskan, hanya memakai ****** ***** dengan tubuh yang penuh luka cambuk,
para anak buah ioz terus menyiksa dua pria itu dengan berbagai cara agar segera mengakui siapa pimpinan yang menyuruh nya untuk memata matai markas ioz,
"katakan siapa yang menyuruh kalian" bentak salah satu anak buah ioz,
kedua pria itu sama sekali tidak menjawab meskipun tubuhnya kembali di cambuk dengan keras, "sudah cukup, mereka tidak akan pernah mengaku, bawakan Aros kemari" mendengar nama aros membuat parah anak buah ioz bergidik ngeri mereka sangat tau seperti apa aros dalam melenyapkan mangsanya,
"graaaauurrrrr"
auaman itu menggelegar dengan keras diantara pepohonan yang cukup jauh dari pemukiman penduduk, jadi aksi berutal ioz dan anak buahnya hanya menjadi rahasia mereka saja yang handir,
aros yang sudah di latih sejak kecil, dengan cepat mengikuti perintah dari tuannya itu, ioz tersenyum puas saat menyaksikan peliharaan nya itu mencabik cabik dua orang yang terikat di pohon bahkan aros seakan tau cara menyiksa mangsanya secara perlahan dengan cara mencakar dengan keras bagian bawa tubuh korban sebelum akhirnya benar benar melenyapkan mangsanya,
ioz nampak menikmati pertunjukan itu, jeritan serta rintihan dari korban terdengar indah di telinganya, beberapa anak buahnya meringis menyaksikan kejamnya sang pemimpin terhadap sesuatu yang mencoba menghalangi jalannya,
sudah sejam lebih ioz menikmati pertunjukan aros, singa peliharaan nya itu benar benar menuruti perkataannya, dengan memakan habis dua pria itu, bahkan Tampa sisa,
"aros kau sungguh hebat," pujinya mengelus punggung singa kesayangannya itu,
"bawa dia ke kandang dan berikan perawatan terbaik," tita ioz yang segera di laksanakan oleh beberapa anak buahnya,
teransaksi ilegal telah usai ioz memutuskan untuk kembali kemansion orang tuanya, sendiri Tampa membawa pengawal, karena organisasi mafia yang sedang dia jalankan ini adalah Tampa sepengetahuan orang tuanya, jadi serapi mungkin ia melakukan aksinya Tampa di ketahui ayah serta sang kakek yang cukup berpengaruh di dalam dunia gelap,
mobil yang ia kendarai membela ibukota dengan kondisi padat di jam pulang kantor, beberapa kali ioz mendengus kesal karna terus terjebak macet yang berkepanjangan, hingga akhirnya ia terbebas dan segera melakukan mobilnya menuju kawasan mansion Xaverius, namun di perjalanan Tampa sengaja melihat seorang gadis yang dia ingat adalah gadis yang pernah menolong nya, awalnya ioz hendak mengabaikan gadis itu
tapi setelah melihat segerombolan pria berjas hitam tengah mengejar gadis itu membuat ioz mau tidak mau segera menghentikan mobilnya dan keluar sambil meledakkan satu anak peluru ke ara langit
" dorrr"
"door"
tembakan itu menghentikan para pria berjas itu mengejar gadis yang kini sedang mempercepat larinya ke ara pria yang mencoba menolong nya, gadis itu berlari ke belakang pria itu sambil menetralkan nafasnya, tubuh gadis itu bergetar hebat sekuat tenaga dia mencoba bertahan agar tidak tumbang akibat tergoncang atas peristiwa yang baru saja di alaminya,
"cepat masuk ke mobil" ucap pria itu yang langsung di setuju gadis itu tampa protes sedikit pun,
beberapa pria berbaju hitam itu nampak mendekat ke ara ioz, mereka berkelahi Tampa menggunakan senjata, ioz nampak biasa saja melawan mereka, seakan beberapa pria berjas itu bukan apa apa di bandingkan dengan dirinya, beberapa menit kemudian lawan ioz segera melarikan diri karna tidak mampu mengimbangi kekuatan ioz,
"kau tidak apa" tegur ioz saat sudah masuk kembali kedalam mobil,
gadis itu hanya mengangguk tubuh nya Masi bergetar hebat, ioz tidak tau harus berbuat apa, dia sama sekali tidak punya keahlian menghibur seorang wanita, "sudah, tidak usah takut aku di sini" ralat ioz seketika jadi gugup mulutnya suka sekali salah omong padahal tadi pikiran nya ingin mengatakan ' sudah tidak usa takut mereka sudah pergi tapi malah yang keluar adalah kata kata yang tidak seharusnya ia katakan,
"me... mereka siapa....kenapa memiliki potoh ku saat aku menolong mu malam itu, saat aku hampir menabrak mu" mata ioz seketika terbelalak jadi gadis itu, menjadi incaran karena dirinya,
"gawat dia dalam bahaya," batin pria itu mempokuskan diri untuk menyetir