
sejumlah pria berjas berdiri di gerbang universitas, mereka di tugaskan menjemput seorang gadis yang bahkan tidak pernah mereka temui, hanya berbekal potoh yang di berikan oleh ketua mereka dan harus membawa gadis itu setuju atau tidak setuju Tampa menyakitinya sedikitpun,
quen yang sedang berjalan sambil melihat ponselnya tidak sadar saat segerombolan pria berjas itu mengikutinya menuju parkiran, "selama siang nona" sapa salah satu pria berjas itu saat quen hendak masuk kedalam mobilnya,
brukkk
ponsel yang di pegang gadis itu terjatuh, kaget bukan main saat beberapa pria berjas sedang berdiri mengelilinginya dengan tatapan sangarnya, tubuh gadis itu di penuhi keringat dingin, otaknya sulit mencerna situasinya bahkan berpikir untuk kabur pun sudah tidak ada lagi dalam benaknya sekarang terlalu syok untuk berada di situasi yang sangat di takuti "aku mengutukmu zean, jika hari ini adalah hari terakhir ku bernafas kau orang pertama yang akan aku hantui zean sialan" batin quen gemetaran,
"mau apa kalian" sarkas quen dengan suara bergetar, sumpah demi kucingnya Nobita, quen bisa menghadapi bahaya apapun bahkan kecelakaan seperti kemarin tapi quen sangat takut dengan pria berjas ada banyak bayangkan kejahatan yang mungkin di lakukan parah pria di sekelilingnya itu termasuk pelecehan tidak...tidak... quen bahkan tidak sanggup memikirkan nya,
"tenanglah nona, kami tidak akan menyakiti mu asal ikut dengan kami" ajak salah satu pria yang memiliki tubuh kekar,
"tidak akan....kalian pasti akan macam macam kan, asal kalian tahu aku adalah cucu tunggal Nasution orang yang berkuasa di negara ini," ancam quen meskipun yakin tidak akan merubah situasi,
"kamu tidak peduli dengan keluarga ataupun margamu yang kami mau nona segera ikut dengan kami sebelum kami kehilangan pekerjaan karna tuan besar yang kelamaan menunggu" jawab pria itu lagi dengan mimik wajah datarnya,
"you crazy man, just die" (kalian dasar pria gila, mati saja kalian)
"silahkan nona" ucap pria botak yang membukakan pintu untuk gadis itu, awalnya quen menolak untuk masuk tapi dengan tidak tahu malunya pria botak itu menyikap bleser hitamnya di mana terselip sebuah pistol yang siap di ledakkan di kepalanya,mungkin.
dua puluh menit perjalanan, mobil hitam yang di kendarai quen memasuki area hutan hutan di mana jalanan itu agak rusak sempit dan tidak terlihat seperti jalanan yang layak untuk mobil mewah yang di naikinya, pikiran gadis itu mulai kemana mana, apakah bos yang menyuru parah pria berjas itu penganut sekte iblis, atau semacam satanis, dukun atau paranormal, apakah dia akan di jadikan tumbal seperti pada filem filem horror yang selalu ia tonton, ahkk sepertinya dia harus mengurangi menonton hal hal yang berbau mistis ini merusak pikiran positif nya,
"kalian tidak akan menumbalkan aku bukan, ingat aku ini cucu Nasution orang yang berpengaruh di kota ini" ancam quen namun tidak di tanggapi para pria berjas itu,
"benarkah, kamu cucu Nasution perkenalkan saya adalah anak presiden" imbu pria yang duduk di samping quen,
"saya anak seorang jenderal, ayah saya memiliki tank dan pesawat tempur" Tamba pria botak tadi
"dan saya adalah putra mahkota " lanjut sang sopir terkekeh
"hhhhh...hahhaa..."
quen mendengkus kesal saat parah pria itu serempak menertawakan nya, rupanya mereka tidak percaya dan malah menganggap nya sebagai lelucon,
mobil mereka sampai di depan gedung bundar mirip stadion, pinggiran gedung itu di tumbuhi ilalang yang merambat ke seluruh sisi gedung sehingga terlihat tua dan menyeramkan, "mereka benar benar akan menjadikan aku tumbal, entah dukun atau penganut sekte apa bos mereka sehingga memiliki anak buah sebanyak ini" batin quen berjalan menuju gedung tua itu,
namun realita selalu mengalahkan ekspektasi, nyatanya gedung yang kelihatan tua dari luar ternyata sangat mewah di dalamnya dengan nuangsa dark maroon dan gold seperti sebuah kerajaan yang tersembunyi, "selamat datang nona silahkan duduk" ucap pria botak tadi dengan wajah datarnya,
quen menelan luda dengan kasar, gadis itu duduk dengan hati hati di atas sofa yang empuk sembari memikirkan siapa yang akan dia temui, aneh memang harusnya gadis itu memikirkan cara untuk kabur, bukan malah penasaran dengan siapa yang menjadi dalang penculikan atas dirinya,
quen memperhatikan sekitarnya ada banyak pria berjas hitam yang lalu lalang, setiap bertemu anggota satu sama lain mereka akan berbisik di telinga lawan bicaranya, quen semakin yakin pasti temant ini di jadikan acara kembang tujuh rupa atau semacam praktek ilmu hitam, lihatlah dinding dinding nya di penuhi ornamen kepala binatang dan tulang tulang, ada pula bingkai besar berwarna putih bertuliskan IOZ menggunakan tinta merah yang sedikit berantakan seolah olah seperti dara yang mengalir,
"kakek kau harus menolong cucumu ini " batin quen Masi menelisik tempat tersebut Tampa Sadar seseorang telah berdiri di dekatnya sambil menatapnya intens,
"bagus bukan" ucap pria itu yang di angguki quen,
quen yang merasa di perhatikan pun segera menoleh menatap seorang pria yang membuat nya terlonjak kaget, "ss.... siapa.....kamu" ucap quen menunjuk wajah pria bertopeng itu, "KK...kkau yang menculikku" tebak quen berdiri menelisik pria gagah yang sebelumnya dia sangka seorang pria tua atau nenek nenek, masa si pria di depannya itu seorang dukun,
"ikut saya" ucap pria itu melangkah pergi, lagi lagi pikiran quen Keman mana, mungkin benar dia akan di jadikan tumbal habislah dia "kakek selamat tinggal" batin quen meringis.
"blammm"
setibanya di kamar, pria bertopeng itu menutup pintu dan menguncinya, quen mulai gemetaran berbagai bentuk kejahatan muncul di kepalanya, yang paling besar kemungkinan adalah bentuk kekerasan seksual, quen berdiri memejamkan matanya erat erat sambil menunduk, tidak ada yg bisa dia lakukan selain pasrah,
"kau merindukanku" ucap pria itu mendekat.ke Arah quen, quen tidak menanggapi Mala meremas ujung bajunya pertanda dia sangat ketakutan,
"heeyy, Do not be afraid (jangan takut) ini aku zean" ucap zean lembut sembari mengangkat dagu gadis itu, " open your eyes, lihat ini aku" ucap zean memerhatikan wajah ketakutan quen,
quen yang masi tidak percaya membuka sebelah matanya, Masi tidak percaya gafi itu segera membuka kedua matanya sambil mengusap usapnya barangkali dia salah lihat kan, untuk memastikan lagi bahwa itu adalah zean quen dengan langsung menampar pipi kanan pria itu, "quen" ucap zean tidak percaya saat gadis itu benar benar menampar nya,
"kk..kkau beneran zean, zean si goblok, zean..kau zeaann bukan dukun atau penganut ilmu hitam kan, aku tidak jadi mati" racau quen menelisik zean yang memegangi pipinya yang barusan dia tampar "kayu berani sekali kau menculik ku huh" sarkas quen dengan wajah yang memerah penuh amarah,
"kau tau aku sangat takut dengan pria berjas, tapi kau Malah memerintah mereka untuk membawaku, aku sangat takut zean, i hate you"bentak quen sambil membelakangi pria itu dadanya naik turun pertanda dirinya benar benar marah, sedangkan zean hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, seumur hidup dia tidak pernah berhubungan dengan wanita jadi dia tidak tau cara membujuk ataupun merayu jadinya dia hanya diam menunggu reaksi selanjutnya dari gadis itu,