Is Not Cinderella

Is Not Cinderella
05. pertunangan dan rencana pernikahan



quen menghelai nafas lelah sudah seminggu terakhir ini dia bolak balik kampus hanya untuk mengurusi organisasi yang dia bangun bersama bara, organisasi itu mengalami masalah semenjak bara lebih pokus dengan selingkuhannya itu, quen sebenarnya ingin membubarkannya tapi teman teman seangkatannya sudah mengeluarkan banyak dana demi kepentingan organisasi itu, jika membubarkannya secara mendadak otomatis banyak pihak yang di rugikan apalagi organisasi ini cukup membantu mereka yang kesulitan melunasi biaya semester mereka yang kurang mampu.


praakkkk


"siapa yang melakukan nya"


"ayo jujurlah dengan mama Calista"


"kenapa kau tidak bisa menjaga dirimu huh?"


samar samar queensha mendengar pertengkaran itu, mencoba untuk tidak peduli namu rasa keingintahuan lebih besar sehingga gadis itu terpengaruh untuk menyaksikan drama keluarga pelakor itu, "kenapa dia harus drama di tempat umum" batin quen karena biasanya drama keluarga ini hanya di lakukan pada ruang makan pribadi atau ruang keluarga, tapi kali ini di ruang Tamu pasti hal ini adalah hal yg serius,


"siapa pelakunya Calista" Sukma berteriak di depan putrinya itu, matanya sembab akibat menangis entah karna apa, viona yg notabenenya dekat dengan sang kakak memilih merangkul Calista yang terdiam tanpa raut penyesalan sedikitpun,


"bara ma, bara yang menghamili Calista" akhirnya gadis itu menjawab dengan Langtang.


praakkk


satu tamparan keras mendarat di pipi gadis itu, bukan Sukma atau siapapun yang menamparnya melainkan alanlah yang baru tiba dengan setelan kerjanya,


"kenapa kau lakukan ini Calista, aku menyayangi mu layaknya putriku sendiri tapi kau merebut tunangan putriku, sudah ku katakan Jagan mengulangi kesalahan yang sama Calista, sepuluh tahun yang lalu kau menyaksikan semuanya, seharusnya kau belajar dari kesalahannya kami, bukannya mengulangi hal sama" mata Alan bener bener di liputi kemarahan jika begini putrinya akan semakin membencinya,


sedangkan quen bener bener muak dengan drama yang tidak berkesudahan ini, entah berapa ribuh episode jika di jadikan sebuah sinetron, queensha memandang remeh ke ara Calista yang juga sedang memandang nya penuh kemenangan, meskipun mendapatkan hadia tamparan tapi setidaknya di dalam perutnya itu terdapat senjata ampuh untuk mendapatkan bara seutuhnya,


"royy segera hubungi keluarga Pradipta, minta untuk datang sekarang, katakan Soal perencanaan pernikahan" titah Alan pada asistennya itu,


pucuk hati Calista bersorak gembira akhirnya dia bisa menyandang gelar Pradipta yang cukup terkenal dengan kekayaanya beserta rupa tuan muda bara yang banyak di kagumi kaum hawa.


"segeralah kalian bersiap siap malam ini harus segera di tuntaskan, saya tidak ingin keluarga kita mendapat malu hanya karena perbuatannya satu orang" sindir alan sambil berlalu pergi, Calista yang di sindir pun seketika berdengkus kesal, karna sebelum sebelumnya queensha selalu mempermalukan Alan di tampat ramai maupun di tempat sepih tapi tidak pernah sekalipun di perlukan seperti dirinya,


"quen apakah kau senang akan mendapatkan keponakan lucu" tanya Calista saat tinggal dia dan viona yang ada di ruangan itu,


"hiiss tidak tau malu, hamil duluan kok bangga, senang si tidak tapi, aku kasian deh sama anak kamu itu, harus terlahir di keluarga pelakor, kalau aku jadi bayimu pasti aku memilih tidak lahir saja dari pada lahir di jalur yang salah hahaha" tawa menggelegar itu memancing emosi viona dengan cepat dia menghampiri queensha dan mendorong gadis itu hingga terjatuh ke lantai,


"daripada kamu anak yang tidak di inginkan, hahaha" balas viona sembari tertawa setan.


"apa liat liat! dasar Upik abu, berharap jadi Cinderella ya, huh jangan bermimpi bara itu cuma milik kak Calista" timpal viona lagi.


"ambill, bungkus, kalau perlu tutup matanya Jangan sampai dia tergoda denganku, aku tidak pernah memungut barang yang sudah ku buang, biarkan saja di pungut dengan orang yang lebih membutuhkan" jawab queensha penuh ejekan, viona ingin menyela tapi Calista lebih dulu menariknya,


setelah perdebatan singkat itu akhirnya para keluarga kini berkumpul bersama di ruang tamu, di susul keluarga Pradipta yang terlihat bahagia, impian mereka untuk mendapatkan menantu pewaris Nasution dan Adis terwujud, media surat kabar mungkin tidak tau jika Queensha adalah pewaris sah Nasution group dan Adis group karna selama ini keberadaan Queensha selalu di sembunyikan untuk keamanan gadis itu, tidak terkecuali keluarga Pradipta yang tau persis jika queensha adalah satu satunya keturunan sah Adias dan Nasution otomatis semua akan jatuh ke tangan gadis itu,


queensha yang baru tiba dengan pakaian kasual miliknya segera mendekati mawar ibu kandung seorang bara, quen dan mawar cukup dekat karena sedari kecil wanita paruh baya itu selalu ada saat quen butuh terutama saat saat baru di tinggal ibunya, saat itu quen tidak mau bertemu siapapun kecuali dengan wamar bahkan mawar kerap kali bermalam demi menemani quen kecil yang baru kehilangan ibunya, saat quen kecil sakitpun, mawarlah yang selalu merawatnya hingga sembuh,karna si kecil quen tidak mau di temani siapapun, apalagi ayahnya, malam itu dia tidak pernah lagi memanggil Alan dengan sebutan papah melainkan tuan Alan,


"akhir-akhir ini kau jarang mengunjungi mama sayang" ucap mawar saat queensha sudah duduk di samping wanita paru baya itu, "maaf ma quen akhir akhir ini sibuk, organisasi di kampus kondisi nya tidak stabil jadi gak ada kesempatan untuk mengunjungi mama" jawab gadis itu,


melihat interaksi mawar dengan queen membuat hati bara bersorak gembira, sempat berpikir bahwa gadis itu akan menolaknya secara langsung tapi tidak.!


mungkin kah gadis itu menggunakan ayahnya untuk mempercepat proses pernikahan mereka yang sudah tertunda puluhan tahun, entah kenapa bara di Liputi rasa tertarik yang menggebu-gebu untuk queensha,


bara sangat menyesal telah menyia nyiakan kesempatan untuk mengambil hati gadis itu, nyatanya queen tidak begitu buruk justru dia begitu menarik dan menggoda, hanya saja penampilannya cukup simpel dan sederhana membuat nya nampak biasa saja di antara yang lain, tapi di lihat dari sisi manapun queensha adalah gadis yang sempurna kecantikan itu hanya tertutupi oleh penampilan yang biasa saja,


"jadi karena kita semua sudah berkumpul maka mari kita bahasa pernikahan ini, secepatnya harus segera di lakukan" putus Alan tampah basa basi, hatinya cukup panas saat tau putrinya di selingkuhi, itupun dengan anak tirinya,


"mengapa terburu buru sekali tuan Alan" tanya Bagas Pradipta ayah bara,


"tidak juga, lebih cepat lebih baik" jawab Alan mencoba mengontrol setiap katanya,


"bara kuharap kau siap dengan pernikahan mu dengan Calista Minggu ini" lanjut Alan membuat kedua orang tua bara termasuk bara tersentak kaget,


"Calista, kenapa Calista, bukankah quen adalah tunagan bara" tanya Bagas penuh keheranan, pasalnya tunagan bara adalah quen, Bagas merasa di tipu atas sikap tuan Alan,


"oh jadi putramu tidak mengatakan bahwa pertunangannya dengan quen di batalkan, bara telah menentukan pilihan hanya sendiri yaitu Calista, yang sedang mengandung bayinya sekarang" jujur Alan membuat ketiga tamu itu syok seketika bahkan bara tidak tau jika Calista hamil, dan apakah itu benar anaknya.


"tuan Alan apa yang anda katakan, Jagan bermain main tuan Alan, jelas jelas quen adalah tunangan bara, bagaimana bisa ia menghamili perempuan lain, putra kami tidak pernah luput dari perhatian kami jadi tidak mungkin kejadian seperti ini tidak kami ketahui. jelas Bagas merasa tidak terima atas tudaan itu,


"katakan yang sebenarnya bara" tita mawar dengan penuh kekecewaan.