
*Canvas gambaran (Y/n)
3 R.d. Person P.O.V. //Kilas balik chapter sebelumnya\
"(Y/n)! Ibu, bawa buah loh- eh? Itu kamu yang gambar?" tanya Ibu (y/n) sambil mendekati anaknya. "Eh- Sepertinya iya, Bu" ucap (y/n) dengan canggung.
"Coba Ibu lihat!" katanya sambil meminta lukisan (Y/n). Lalu (y/n) memberikan lukisannya pada ibunya itu, kemudian ada suara langkah kaki tegas mendekati kami. "Wah itu! Maha karya! Ibu, apakah itu Ibu yang gambar sendiri?" kata Pria bermasker yang tiba-tiba memasuki ruangan tempat (y/n) tinggali.
"Ah tidak, ini milik anak saya" jawab Ibu (y/n) dengan terus terang. "Milik anak ibu? Anak ibu yang mana?" tanyanya. "Apakah ini anak ibu?" sambungnya sambil menunjuk ke arah (y/n) yang sedang memegang palet warna. "Iya benar" kata mereka secara bersamaan.
"Kebetulan saya juga ingin mencari karya yang seperti ini, lukisan ini cukup menggambarkan imijinasi saya!" katanya dengan nada yang ceria. "Dimana tempat ini?" tanyanya pada (y/n).
"Ehm... Itu gedung yang saya temukan di anime, saya menggambarkannya karena itu sangat indah" jawab (y/n) padanya.
"Oh, anime ya? Dibanding itu sebenarnya saya penasaran dengan teknik mewarnainya... Saya belum pernah menemukan seorang pelukis yang memiliki ciri khas seperti ini! Spektrum warna yang ditimbulkan dari semua warna ini benar-benar terlihat harmonis dan melukiskan perasaan seorang pelukis disini! Seperti ada jiwa didalamnya! Kalau begitu, aku akan beli! Apakah kau bersedia menjualnya?" tanya orang itu pada (y/n).
"Ehm, saya tidak yakin... Karena ini adalah lukisan pertama saya... Rasanya saya masih belum terlalu pede untuk menjual lukisannya, ini benar-benar masih banyak kekurangan" ucap (y/n) dengan nada yang merendah.
"Jadi, sekarang kau sedang membingungkan suatu seni? Kalau begitu biarkan aku membuktikan kalau penilaian saya tidak salah..." ucapnya sambil memasukkan tangannya ke saku kemeja yang ada di depan dadanya itu. Dan mengambil sebuah kertas kartu nama,
"Perkenalkan nama saya Jake, saya adalah seorang apresiator seni khususnya lukisan... Saya tentunya adalah seorang apresiator tingkat internasional"
//Kilas Balik chapter sebelumnya selesai
...------------------------------------------------------------------------...
...#03,5 - Time (Pt.2) | I'm Promise! | Bakugou Katsuki x Readers | Different World AU...
...Awalnya aku sama sekali tak mengenal apapun soal dirimu, yang penting disaat diriku membutuhkan bantuan kamu selalu ada untukku... Tepat di saat itu juga...
...- (Y/n)...
(Y/n) P.O.V.
"Jadi anda tak perlu meragukan nilai seni yang ada di dalam karya anda itu, nona" ucap Jake dengan penuh percaya diri. "Standar harga yang bisa anak saya dapatkan dari lukisan ini memangnya berapa, pak?" tanya Ibuku dengan antusias. Aku yang masih ragu itu mencoba untuk berpikir sekali lagi untuk menjual lukisan itu, ini adalah lukisan pertamaku...
Aku tak bisa menjualnya kepada orang yang tak dikenal dong?
"Saya dapat membelinya seharga 200 juta untuk lukisan yang ini, jadi bagaimana Nona?" tanya Jake dengan sungguh-sungguh padaku.
Hatiku yang terasa berat itu berkata 'tidak' dengan keras rasanya, "Akan saya pikirkan lagi kalau begitu, terimakasih atas tawarannya Tuan" ucapku sambil tersenyum ramah.
Dia terlihat sedikit kecewa dengan jawabanku itu, tetapi dia membalas senyumanku dengan senyum bisnisnya itu. "Kalau begitu saya akan memberikan kartu nama saya, anda bisa menghubungi saya jika tertarik menjual atau ingin masuk agensi saya" ucapnya sambil memberikan kartu nama kepada ibu.
Kemudian dia pergi keluar ruangan sambil mengangkat telepon yang berdering di ponselnya, "Nak, mengapa kau menolak penawarannya?" tanya Ibuku dengan rasa penasaran.
"Rasanya berat untuk menjual lukisan pertamaku, Bu..." jawabku padanya. "Baiklah, itu pilihanmu nak" ucapnya sambil tersenyum.
"Yuk, makan dulu buahnya"
Aku mengangguk sambil melihati lukisanku itu, apa yang bagus dari lukisan ini?
***
Setelah memakan buah yang disiapkan oleh Ibu, aku kembali memikirkan apa yang bagus dari lukisanku itu. Kemudian aku memutuskan untuk menggambar ulang lukisan itu, seperti ada jiwa ya? Apa ini dikarenakan aku memikirkan mereka? Apa kabar mereka ya? Bakugou bagaimana? Sepertinya seru jika ku kesan-
//Switch Place
He? Ini dimana? Kalau tidak salah kan ini kamar-
Secara mendadak pintu kamar terbuka, "HOI! KAU INI GEMAR SEKALI MASUK KE KAMARKU YA!?!" teriak Bakugou yang baru membuka pintu. "He?! (y/n)! Apa yang kau lakukan disini?" sentak Kirishima. Tindakanku yang masuk kamar secara mendadak itu membuatku sedikit malu, "Ah! Maaf... Aku tidak sengaja teleportasi disini!" ucapku sambil menggaruk tengkuk.
"Ah tak ap-" ucapan Kirishima terpotong oleh seruan Bakugou. "APANYA TIDAK APA-APA! TETAP SAJA INI KAMARKU SIALAN!" protesnya padaku. Aduh... Kenapa aku teleportasi kesini sih! Jadinya gini kan!
"Tch! Sudahlah! Sekarang kembalikan kaosku!" katanya sambil mengalihkan pembicaraan. Eh? Kaos? Kaos yang man-
Eh?! KAN AKU MEMANG MEMINJAM BAJUNYA! SEKARANG BAJUNYA AKU KEMANAIN!?! Ah gawat-
"Aku ga tau hehe" ucapku dengan senyum canggung. "APA MAKSUDNYA KAU GAK TAHU?! LALU BAJU YANG KAU PAKAI ITU APA?!" katanya dengan kesal. "Eh iya, (y/n) memangnya kau tidak ganti baju?" tanya Kirishima penasaran. "Hah? memangnya aku-" ucapanku terhenti karena melihat kaos yang kupakai. Eh iya juga, tapi kalau ku kembalikan aku pakai baju apa? Loh? Bukannya kantung bawaan ini adalah kantung yang berisi bajuku yang kemarin ku masukan?
Masih basah atau nggak ya? Kemudian aku mulai sibuk melihat kantung bawaanku itu, bajuku sudah kering dan bersih. "Kalau begitu aku ganti baju dulu ya, Bakugou! Bisakah aku pinjam toiletmu?" tanyaku padanya dengan ragu-ragu.
Eh? Mereka kenapa?
3 R.d. Person P.O.V.
"Aku ga tau hehe" kata (Y/n) yang tidak sadar itu. Bakugou mengernyitkan keningnya melihat baju yang dipakai (y/n), "APA MAKSUDNYA KAU GAK TAHU?! LALU BAJU YANG KAU PAKAI ITU APA?!" kata Bakugou yang kesal karena tingkah polos (y/n). "Eh iya, (y/n) memangnya kau tidak ganti baju?" tanya Kirishima dengan sedikit canggung sambil melihat ke arah (y/n). "Hah? memangnya aku-" (y/n) menghentikan perkataannya itu dikarenakan dia tersadar dengan baju yang dipakai dirinya itu.
"SEKARANG KEMBALIKAN SIALAN! TERSERAH KAU MAU PAKAI BAJUMU ATAU-" ucapannya terpotong karena mulutnya ditutup oleh Kirishima. "Sut ah! Kau ini benar-benar tidak sopan?! Lagipula kau ini gila bakubro! Masa kau mau membiarkannya tidak memaka- AW! Kenapa kau mengigit tanganku!" ucap Kirishima yang meringis kesakitan karena tangannya itu digigit. "MAKANYA JANGAN MENUTUP MULUTKU SIALAN!" protes Bakugou padanya.
"Kalau begitu aku ganti baju dulu ya, Bakugou! Bisakah aku pinjam toiletmu?" tanya (y/n) setelah tersadr dari lamunannya itu. Lalu (y/n) bingung karena tindakan Kirishima yang memegangi tangannya, sedangkan Bakugou marah-marah padanya.
"He?! Kirishima tanganmu kenapa?!" ucap (y/n) dengan panik. Bakugou yang kesal diabaikan itu dia protes kepada (y/n) untuk cepat mengembalikan bajunya. Tetapi (y/n) sama sekali tidak mendengarkan, "Kirishima! Perlihatkan tanganmu itu!" perintah (y/n) dengan panik.
"HOI BAJUKU KEMBALIKAN!" protes Bakugou lagi. (Y/n) yang panik itu dia sampai tidak mendengarkan Bakugou, lalu Kirishima memperlihatkan tangannya yang sedikit berdarah itu.
"Perih ya?" tanya (y/n) pada Kirishima. "Iya benar" ucap Kirishima. "DASAR CENGENG! LAGIPULA KALAU BERDARAH NANTINYA JUGA AKAN MEMBEKU SENDIRI?! TERKECUALI JIKA KAU MEMILIKI HEMOFILIA, SIALAN!?!" protes Bakugou. "Tetapi itu akan berresiko Bakugou, siapa tau dia akan terkena infeksi bakteri jika dibiarkan!" ucap (y/n) dengan tegas.
"Tch! Terserah!" ucap Bakugou yang kesal. 'He? kenapa anak ini tiba-tiba diam?' batin (y/n) dan Kirishima bersamaan. "Kalau begitu apa disini ada kotak pertolongan pertama? Sepertinya memberikan antibiotik untuk membantu memberhentikan pendarahannya akan lebih baik" ucap (y/n) dengan serius. "Ah tak apa, (y/n)! Aku tak apa kok!" bela Kirishima pada dirinya sendiri.
"Huft- tak bisa begitu! Aku tak mau mengambil resiko!" ucap (y/n) dengan tegas. Bakugou yang kesal itu mulai berjalan masuk ke dalam kamarnya dan membuka lacinya. "Kau ngapain, Baku Bro?" tanya Kirishima padanya. Bakugou yang kesal itu langsung mengeraskan suaranya, "KAU KIRA AKU NGAPAIN HAH? CARI KOTAK PERTOLONGAN PERTAMA LAH!" protes Bakugou sambil mengambil kotak pertolongan pertama itu dari lacinya.
"Kau serius?!" ucap (y/n) dan Kirishima bersamaan. "KAU KIRA AKU INI APAAN MEMANGNYA S*****! ***!" protesnya padaku.
***
Singkat cerita, (y/n) selesai mengobati Kirishima dengan ocehan Bakugou sepanjang ia mengobati Kirishima. "Terimakasih, (y/n)" ucap Kirishima yang berterimakasih pada (y/n).
"Baiklah, sama-sama" kata (y/n) sambil tersenyum. (Y/n) berdiri dari posisi berlututnya itu, begitupun juga Kirishima yang tadinya duduk di kasur Bakugou.
"SEKARANG KEMBALIKAN KAOSKU SIALAN!" protes Bakugou pada (y/n) dengan kasar.
"Baiklah! Aku pinjam kamar mandimu ya!" ucap (y/n) dengan nada yang ceria. "Tch, terserah!" ucap Bakugou sambil melihat ke arah lain. 'sialan! kenapa aku malah ingat kejadian kemarin sih!' batin Bakugou dengan wajah yang sedikit memerah. "Kalau begitu aku ijin, ya!" ucap (Y/n) sambil membuka pintu kamar mandi Bakugou.
Pintu kamar mandi tertutup, "Baku bro, apa kau punya semacam hubungan dengan (y/n)?" tanya Kirishima dengan terus terang. Bakugou terdiam sebentar, "Tidak aku tidak memiliki hubungan dengannya" ucap Bakugou dengan tenang. 'Tumben dia tenang' batin Kirishima. "MEMANGNYA KENAPA KAU BERTANYA SEPERTI ITU HAH?!" protes Bakugou yang kembali ngegas. 'Gak jadi deh, aku tarik kembali perkataanku itu' batin Kirishima.
'Tetapi entah mengapa, apa ini perasaanku saja atau bukan... Tapi Bakugou seperti memendam perasaannya pada (y/n)' batin Kirishima. "tidak, aku hanya berpikir saja" jawab Kirishima. "Tch- Jangan salah paham sialan! Aku hanya kasihan padanya, karena entah mengapa dia secara sekilas terlihat sepertiku dulu" ucap Bakugou dengan jujur.
"Oh begitu ya" jawab Kirishima. 'Mungkin memang begitu, aku memang tidak bisa menebak apa yang di pikirannya itu' batin Kirishima.
"HOI GADIS SIALAN! JANGAN LAMA-LAMA! AKU HARI INI ADA LATIHAN ! KARENA ITU JANGAN LAMA-LAMA SIALAN! KALAU TIDAK AKU AKAN MENGUNCIMU DI KAMAR!" ancam Bakugou dengan suara kerasnya itu. "Oi! Sabar Bakubro!" ujar Kirishima dengan sedikit panik. "Masa kau mau mengunci perempuan di kamar laki-laki?! Kau gila?!" kata Kirishima lagi dengan perasaan tidak enak. "BIARKAN SAJA! LAGIPULA DIA KAN BISA TELEPORTASI!" jawab Bakugou padanya.
"Iya juga- Tapi tidak begitu juga bakugou! Itu tidak Manly Bro?!" protes Kirishima pada Bakugou. "TCH! JUSTRU ITULAH YANG MEMBUATNYA JADI CEPAT SELESAI SIALAN! LAGIPULA KAU JUGA MAU KU AJARI KIMIA KAN?!" kata Bakugou sambil membuat alasan.
"Ya tapi tidak gitu jug- Nah itu- (y/n)!" kata Kirishima sambil melihat ke arah (y/n) yang baru keluar dari kamar mandi.
"BERIKAN PADAKU KAOSKU ITU SIALAN!" lanjut Bakugou yang langsung beranjak dari tempatnya itu. "Ehm maaf karena aku merepotkanmu, ini" ucap (y/n) sambil memberikan kaos dan juga celananya kepada pemiliknya itu.
"Tch! Bagaimanapun kau ini memang selalu merepotkanku, Gadis payah!" kata Bakugou sambil memasang senyum meremehkan. Kemudian mengambil pakaiannya itu dari tangan (y/n), "Kalau begitu Bakubro, bisakah kau ajari aku soal kimia?" ucap Kirishima dengan ragu-ragu.
"SEBENTAR SIALAN! AKU MAU MENARUH BAJUKU DULU DI CUCIAN!" kata Bakugou sambil keluar kamar menuju tempat cucian. "Eh? Emangnya kalian ada tempat cucian?" tanya (y/n) pada mereka berdua. "Ada kok" jawab Kirishima. "KAU KIRA INI ASRAMA MACAM APA YANG TIDAK MENYEDIAKAN CUCIAN?!" protes Bakugou. "Kalau begitu aku ikut!" ucap (y/n) dengan ceria. "TIDAK! KAU DAN RAMBUT ANEH SIAPKAN SAJA KIMIA YANG AKAN KU AJARKAN SIALAN!" kata Bakugou sambil membanting pintu kamarnya dan menutupnya.
(Y/n) P.O.V.
"Ehm- bagaimanapun dia itu tetap seorang Bakugou Katsuki, ya?" ucapku dengan canggung pada Kirishima. "Iya, aku pun benar-benar tidak bisa menebak apa yang ada di pikirannya itu" balas Kirishima padaku. Aku mengangguk, "entah mengapa sepertinya kemarin adalah kali pertama aku memasuki kamar lelaki... Dan dia ternyata rapih sekali ya" ucapku padanya lagi. "Bagaimanapun dia itu memang disebut sebagai perfeksionis, dia tak suka membuang-buang waktu untuk hal yang tidak berguna" kata Kirishima kepadaku dengan jujur.
"Iyap, aku rasa Bakugou beruntung memiliki kamu yang menerima dirinya secara apa adanya" ucapku sambil tersenyum. Dia mengangguk, "Aku juga harap dia menganggapku begitu" katanya.
"Hey, kenapa kau begitu? Dia pasti menggangapmu begitu kok" ucapku sambil menatapnya dengan serius. "Menurutmu begitu?" tanyanya lagi. Aku mengangguk, "Bagaimanapun kamu, Kaminari, Sero merupakan teman yang terbaik baginya" ucapku dengan jujur. "Baiklah, tetapi sepertinya kamu tahu banyak soal Bakugou... Apa kau menyukainya?" tanya Kirishima.
Aku menyukainya? Sepertinya tidak begitu... Rasanya aku tak- Ah tidak... Aku tidak tahu pastinya, "Aku tak bisa menjawab soal itu, tetapi sifatnya yang asertif itu membuatku sedikit terkagum dengannya" ucapku dengan jujur.
"Eh? Berarti kau?" ucap Kirishima yang menyadari sesuatu. "Tidak... Aku hanya- Aku sudah menutup hatiku soal mencintai seseorang... Karena itu- aku pun berusaha untuk tidak berharap lagi... Sepertinya akan lebih baik begitu" ucapku sambil tersenyum kecut.
"Maaf, sepertinya aku terlalu mendalam ya?" sambungku lagi sambil berusaha membawa situasi kembali. "Kau kelas 11 juga, kan? Kimiamu sudah sampai mana?" tanyaku padanya sambil mengalihkan pembicaraan.
"Eh, kau kelas 11 (y/n)?" tanya Kirishima padaku. "Iyap" ucapku sambil tersenyum ceria. "Wah, bisa-bisanya... Aku baru tahu soalnya" ucap Kirishima sambil menggaruk tengkuk.
"Hahaha... Tak apa kok! Lagipula kau juga baru mengenalku kemarin kan? Jadi wajar kok!" ucapku padanya sambil tertawa canggung. "Iya juga sih" katanya sambil tersenyum ramah.
"Hm... Kalau tidak salah aku kimia... Aku baru sampai Thermokimia," dia terlihat sedikit tersentak oleh pernyataanku itu. "Hah?! Thermokimia? Baru sampai situ (y/n)?!" katanya dengan kaget. "Iya, emangnya kenapa?" tanyaku sambil memiringkan kepalaku tanda bingung.
"Aduh... Soalnya thermokimia adalah pelajaran kelas 10" ucapnya dengan canggung. "Hah?! Emangnya kalian udah sampai mana?" tanyaku dengan kaget. "Ehm, kau tahu sifat koligatif larutan ?" tanya Kirishima pada (y/n).
^^^*Fyi : Sifat koligatif larutan adalah bab Kimia yang akan diajari saat kita sudah kelas 12.^^^
Rasanya aku tahu itu... Sebentar- bukannya itu adalah pelajaran kelas 12?! "Bukankah itu seharusnya materi kelas 12?" tanyaku padanya. "Hah? bukannya itu kelas 11?" tanya Kirishima dengan bingung.
Aku menggeleng-gelengkan kepalaku, "Sebagai kelas 11 seharusnya kita hanya sampai sistem koloid saja" ucapku padanya dengan serius. "Hah?! Memangnya kamu sekolah dimana (y/n)?" tanyanya padaku. Aduh aku jawab apa ya? Gawat...
"Iya ya?" ucapku sambil menggaruk pipiku yang tidak gatal. "Kalau begitu ayo kita lanjutkan pembicaraan kita saat membereskan tempat untuk belajar di kamarku" kata Kirishima padaku. "He? Di kamarmu?" tanyaku padanya. "Iya, soalnya kalau kita mengacak-ngacak kamar Bakugou tanpa izin kita akan dimarahi" katanya sambil menuju pintu kamar dan membukanya.
"Wah? Apakah kamu pernah mengalaminya?" tanyaku padanya.
"Ehm, iya... Saat itu dia langsung marah saat kita menaruh buku di kamarnya" katanya dengan merendah. "Ah, kalau begitu sabar ya..." ucapku sambil ikut merendahkan nada suara.
"Ahahah, aku sudah mengetahui itu sedari awal... Kalau begitu ayo (y/n) kita ke kamarku" ajaknya padaku. Aku mengangguk, "Baiklah! Kalau begitu kantung plastik ini aku buang saja atau tidak ya?" tanyaku padanya.
"Kau bisa membuangnya di tempat sampah depan, yang mengharuskan kita untuk membuang sesuai tipe sampahnya" ucap Kirishima sambil menunjuk tong sampah yang ada di depan. Aku mengganguk sekali lagi dan mulai berjalan keluar, "Ehm, Kirishima kau deluan saja, aku yang akan menutup pintunya" ucapku kepadanya. "Tidak, biar aku saja" ucapnya dengan senyum ramah. "Ah, makasih ya! Kau ini memang sopan sekali" pujiku padanya.
"Trimakasih banyak, (y/n)! Ini memang seharusnya dilakukan oleh seorang lelaki" ucapnya sambil membanggakan dirinya. "Okay then, keep it up!" ucapku dengan bahasa Inggris. Dia mengangguk sambil tersenyum ramah,
"Btw kalau plastik itu dimasukkin kemana ya? Aku tidak bisa baca tulisan soalnya... Hehe" ucapku sambil tersenyum canggung. "Ah, kamu tidak bisa membaca ya?" katanya sambil menutup pintu.
"Kalau begitu, kau harus membuangnya disini" ucap Kirishima sambil mendekatiku dan menunjuk ke arah tong sampah kuning. "Ah, trimakasih" ucapku sambil membuang sampah plastik.
//Side P.O.V. : Bakugou P.O.V.
Cinta? Suka? Sebenarnya aku sama sekali tak terpikirkan soal itu... Aku tak mau membuang buang waktu hanya untuk bercinta dengan seseorang yang gila dan tidak pasti. Tetapi entah mengapa akhir-akhir ini aku selalu bermimpi soal gadis lulusan RSJ itu...
Aku tak mengetahui apakah itu yang sebenarnya terjadi atau bukan, tapi apa benar hal seperti itu terjadi padanya?
Sial- kenapa aku terus terpikir soal si gadis rsj itu sih? Dia pun masih belum memberikan bukti yang pas bukan?
"Kacchan!" panggil deku dari kejauhan. "APA YANG KAU MAU- Dek- Izuku?"
Sialan- aku kan seharusnya tidak boleh marah-marah lagi seperti itu, "kau tak usah mengusahakannya kalau kau tak bisa, kacchan"
"Tch, terserah!"
"Apa (y/n) datang lagi?" tanyanya sambil melihat ke tanganku yang memegang kaos. "Kau tahu darimana?" tanyaku. "Soalnya itu kaos yang kau pinjamkan ke (y/n)" katanya dengan canggung. "Tch! Dia memang datang" kataku padanya. "Ah- sou ka"
"Hoi deku, apa yang kau lakukan jika menemukan seorang teman yang terlihatnya tak berdaya?" sial- kenapa aku bertanya soal ini sih?! "Seorang yang tak berdaya ya?" gumamnya sambil berpikir.
"Bukankah seharusnya kau lebih memerhatikannya? Memangnya siapa, kacchan?" tanyanya padaku dengan penuh tanda tanya. "Nandemonai... Aku cuma meracau saja, jadi lupakan" kataku padanya.
Setelah aku memasuki baju ke dalam Laundry, aku langsung pergi ke atas. Karena katanya si rambut aneh itu ingin diajari kimia, tapi si gadis gila itu apa dia langsung pulang atau dia mau ikut belajar? Sebenarnya aku tak keberatan jika dia ingin mendengarkan ajaranku.
Sial- kenapa aku jadi memikirkannya?
*Deg!* Sejak kapan gadis gila itu dekat dengan si rambut aneh?!
3 R.d. Person P.O.V.
"Kalau begitu, kau harus membuangnya disini" ucap Kirishima sambil mendekati (y/n) dan menunjuk ke arah tong sampah kuning. "Ah, trimakasih" jawab (y/n) sambil membuang sampah plastik.
"Btw, (y/n)... Apakah kau tak bisa membaca?" tanya Kirishima dengan ragu-ragu. 'Wah gawat- aku harus jawab apa ini?!' batin (y/n).
"Aku hanya bisa membaca hiragana, sedangkan katakana aku belum lancar sama sekali... Begitupun dengan kanji, aku tak bisa membacanya... Karena itu aku berharap jika aku melihat kanji akan ada furigana di atasnya" ucap (y/n) dengan senyum canggung.
"Wah, tapi bahasa jepangmu lancar juga ya" kata Kirishima sambil tertawa. "Makasih~!" jawab (y/n) sambil ikutan tertawa.
Hal itu membuat Bakugou yang baru datang salah paham karena tindakan mereka berdua yang akrab, dia pun berusaha menyangkal dirinya dari sebutan 'cemburu'.
"HOI RAMBUT ANEH! KATANYA KAU MAU BELAJAR SIALAN!?!" protes Bakugou. "Eh? Bakubro?! Iya, kita akan belajar di kamarku kan?" tanya Kirishima yang mendekatinya.
"BUKANNYA SUDAH KUBILANG KALAU KITA AKAN BELAJAR DI KAMARKU SIALAN?!" protes Bakugou kepadanya. "Lah?! Iya gitu?" tanya Kirishima seolah tak percaya. "Aku malas di kamarmu, karena kamarmu itu sempit" katanya sambil mengejek.
'Jujur amat kyknya ni orang, atau mungkin dia hanya beralasan' batin (y/n). "Hey, apakah aku boleh ikut?" tanya (y/n) pada mereka berdua. "Hah? Kau serius (y/n)? Kan pelajaran kimiamu-" Kirishima menghentikan perkataannya saat (y/n) menganggukan kepalanya menandakan bahwa ia tak apa.
Bakugou yang masih kesal dengan perlakuan mereka berdua yang akrab, seakan-akan dia diabaikan itu protes dan merubah pikirannya. "Kalau begitu biar si gadis bodoh saja yang mengajarkanmu, aku mau latihan" ucapnya dengan flat.
'Anak ini kenapa dah?' batin Kirishima dan (y/n) secara bersamaan. Agar mencairkan sesuasana, (y/n) langsung to the point.
"Aku tidak bisa kimia, dan lagi kimiaku baru sampai Thermokimia" perkataan (y/n) itu membuat Bakugou tersentak kaget. "HAH?! KAU GILA?! KOK BARU SAMPAI THERMOKIMIA?!" katanya pada (y/n).
"Sekolahku kan memang tidak segila sekolah kalian~ Karena sekolahku itu kan bukan disini" ucap (Y/n) dengan nada yang sedikit meremehkan. Sebenarnya (y/n) sengaja menggunakan nada yang seperti itu agar Bakugou mau mengajarkan Kirishima.
Setelah itu, Bakugou jadi salah tingkah karena perlakuannya yang melempar tanggung jawab. Seperti yang kita tahu, Bakugou memang tidak suka melemparkan tanggung jawabnya kepada orang lain. Sedangkan kejadian tadi, karena kecemburuannya itu dia langsung melemparkan tanggung jawabnya itu tanpa berpikir panjang. Apalagi kepada orang asing yang belum mengerti soal materi tersebut, "SIALAN! YASUDAH SEKARANG AYO KE KAMARKU! AKU TAK MAU KE TEMPAT YANG SEMPIT SEPERTI ITU!" protesnya dengan suara yang keras.
***
2 jam berlalu, (y/n) yang tak mengerti pelajaran kimia itu tidak bisa mencerna dengan baik. Namun dia dapat menyerap semua teorinya dengan baik, hal yang sebaliknya terjadi pada hitung-hitungan. Hal itu membuat Bakugou sedikit terkagum dengan (y/n), khususnya pada kemampuannya untuk menyerap teori itu dengan baik.
Kirishima pun berpikir demikian, "Hoi gadis lulusan RSJ, kau mau jadi apa?" tanya Bakugou saat Kirishima mengerjakan soal.
'Anak ini seenaknya aja manggil (y/n) dengan sebutan RSJ ya' batin Kirishima.
"Maksudmu cita-cita?" tanya (y/n) memastikan. "YA APALAGI SIALAN?!" seru Bakugou kesal.
(Y/n) P.O.V.
"Hoi gadis lulusan RSJ, kau mau jadi apa?" tanya Bakugou padaku. "Maksudmu cita-cita?" tanyaku memastikan. "YA APALAGI SIALAN?!" serunya kesal. Cita-cita ya? Untuk sekarang aku sama sekali tidak begitu menyukai pelajaran sekolah, mungkin karena aku tertekan?
"Pastinya, aku tak akan mengampil bidang yang aku ambil sebagai jurusan di sekolah" ucapku dengan merendah. "Kau ambil jurusan apa (y/n)?" tanya Kirishima.
"Sains/science... Aku berencana untuk mengambil jurusan seni saat aku kuliah" jawabku dengan jujur. "Lalu? Kenapa kau tidak mengambil langsung saat SMA, Sialan?" tanya Bakugou kesal. "Aku masih terlalu gengsi dan memikirkan kata-kata orang tua saat itu... Karena itu aku mengambil jurusan Ipa karena ingin menaikkan harga diri, tak kusangka saja kalau ternyata aku sama sekali tak cocok dengan it-" ucapanku dipotong oleh Bakugou.
"Kh, sialan! Kenapa kau tidak membuktikan langsung sih? Kau ini sama saja dengan orang yang keras kepala ya?! Sumpah-" Bagaimanapun... Sepertinya Bakugou benar...
Entah kenapa bersamanya, membuatku kembali berpikir dua kali.... "Baiklah, trimakasih Bakugou!" ucapku padanya. Dia berdecih dan kembali membuang mukanya.
*** Skipped Time
Setelah Bakugou selesai menjelaskan semua pelajaran kepada Kirishima, Kirishima kembali ke kamarnya. Sedangkan aku dan Bakugou sekarang sedang berdiam diri tanpa mengatakan apapun, sepertinya ini sudah berjalan kurang lebih 5 menit?
"Hoi!" ucapnya sambil memulai pembicaraan. Aku melihat kepadanya tanda aku mendegarkannya, "Hah- Sumpah ya- Apa kau akrab dengan si rambut aneh?" tanyanya langsung to the point dengan wajah yang tidak suka.
Hah? Dia ini kenapa? "Kirishima ya?" tanyaku memastikan. "SIAPA LAGI KALAU BUKAN DIA SIALAN!" serunya padaku. Aku tertawa meledeknya, "JANGAN TERTAWA HOI!" protesnya padaku. "Kau cemburu?" tanyaku sambil meledeknya. "NGGAK!" ucapnya langsung dengan wajah yang memerah.
Sial- Kenapa dia ini imut sih? Sudahlah jangan pikirkan soal itu! "Aku hanya mengajaknya bicara soal topik ringan, mungkin karena itu aku terlihat akrab?" ucapku padanya. Dia terdiam tanpa kata, melihatiku secara sejenak dan menghela nafas kasar. "Sialan- Kau ini sebenarnya siapa sih?!" ucapnya dengan sedikit merendah.
***
Tanpa sadar aku kehilangan kendali atas kemampuanku lagi, aku kembali ke dunia nyata dan kembali menemukan gambaranku yang ada diatas canvas.
Aku kembali lagi?
Padahal kan aku belum selesai berbicara dengan Bakugou... Entah mengapa setelah itu perkataannya terus terngiang-ngiang di kepalaku. Di samping itu aku pun masih meragukan kemampuanku dalam menggambar. Kali ini, seperti niatku pada awalnya... Aku berhasil menggambar U.A. untuk kedua kalinya dengan feel yang berbeda saat melihatnya.
***
Bakugou P.O.V.
Sialan- dia pergi lagi ya? Apa dia mendengarnya? DIA PASTI MENDENGARKAN HAL ITU SIALAN!
3 R.d. Person P.O.V.
Kemudian Kaminari memasuki kamar Bakugou tanpa membaca situasi kondisi, "Bakug-" ucapannya terpotong saat Bakugou melempar bantal tepat ke depan mukanya. "KETOK DULU, MUKA BODOH SIALAN!" protes Bakugou pada Kaminari.
"Santuy bro!" ucap Kirishima yang ada di belakangnya. "HOI RAMBUT ANEH?! KENAPA KAU DISINI JUGA?!" protesnya lagi melihat Kirishima yang datang. "Ya, kebetulan aku mau menyampaikan sesuatu pada (y/- Hah?! (Y/n) udah pulang bro?!" tanya Kirishima yang tersentak kaget. "Hah? (Y/n) datang?" tanya Kaminari.
Kirishima mengangguk, "Tadi si gadis lulusan RSJ itu baru pulang dengan teleportasinya itu" jawab Bakugou dengan tenang. "Ehm baiklah" ucap Kirishima dengan canggung. "Btw Bakugou, kau jadi ikut besok?" tanya Kaminari. "Hah? Yang waktu itu bukan?" tanya Bakugou langsung to the point.
"Ikut ya?" tanya Kirishima. Bakugou yang tak berpikir panjang itu pun bersikap tidak peduli, "Terserah" jawabnya dengan singkat.
Lalu terlihat ekspresi wajah yang cerah dari mereka berdua, "Kalau begitu apakah kita harus mengajak (y/n) juga?" tanya Kirishima. "Kalau pun kau mau mengajak si gadis RSJ itu, dia pasti akan datang tanpa disuruh" ucap Bakugou dengan jujur sambil kembali membuka buku Kimia.
"He? Memangnya dia akan begitu?" tanya Kaminari dengan sedikit tidak percaya. "Entah mengapa perasaanku juga mengatakan begitu, kalau begitu ita pesankan saja tiketnya" kata Kirishima kepada Kaminari.
'Memangnya mau kemana sih mereka? Sampai pesan tiket-tiket segala? Sudahlah, aku tidak terlalu peduli' batin Bakugou.
.
.
//Next Chapter
"HOI KENAPA KITA MALAH KE TAMAN HIBURAN SIALAN?! AKU MAU PULANG!"
"He?! Jangan begitu dong Bakubro!"
...-End of Ch 03...
Halo semuanya~ Maaf kalau alur di chapter ini agak berantakan dikarenakan author sempet keteteran sama tanggung jawab TvT
Semoga kalian suka, dan makasih udah mau baca ya^^
Jangan lupa like, biar author semakin semangat dalam mengetik yey:3
...▪️▫️▪️▫️▪️...