I'M Promise! | Bakugou Katsuki X Readers | Different World AU

I'M Promise! | Bakugou Katsuki X Readers | Different World AU
#06



Bakugou P.O.V.


"はい, ありがとうございます!" // "Baiklah, terimakasih banyak" - Kedua bahasa itu bercampur masuk ke dalam telingaku.


Hal itu tentu saja membuatku bingung, sialan! Di saat ia berbicara padaku... Dia memang menggunakan bahasa jepang untuk berbicara kan?! Mengapa di saat begini dia malah memakai dua bahasa sekaligus?!


Sialan!?!


Keberadaan si Gadis Rsj ini memang sangatlah membingungkan bagiku, bukan hanya kejadian ini yang membuatku bingung... Namun masih banyak hal yang terus aku pikirkan tetang dirinya... Salah satunya adalah kasus uang kemarin.


▪️▫️▪️▫️▪️


Ch 06 - Can you stay here for a while? | I'm Promise! | Bakugou Katsuki x Readers | Different world AU


Kenapa kau ini baik sekali? - (Y/n)


▫️▪️▫️▪️▫️


3 R.d. Person P.O.V.


(Y/n) kemudian melihat ke arah tasnya yang masih ia pegang saat itu, mengecek ke arah tasnya sebelum membeli roti yang berada dalam toko tersebut. Sedangkan Bakugou kini melihat ke arahnya yang sedang mengecek tasnya, "Apa kau gila?! Seharusnya kau mengecek tasmu sebelum masuk!" bisik Bakugou yang tiba-tiba mendekatinya. "Aku lupa! Maaf ya" balas (Y/n) terhadap Bakugou yang mengingatkan.


Kemudian dia berdecih sebentar dan menertawakan tingkah bodoh (Y/n). "Jangan ketawa dong ah!" ucap (Y/n) dengan malu. "Terserah aku dong sialan!" protes Bakugou padanya. 'Entah mengapa dia ini sekarang jadi lebih lepas saat tertawa dibandingkan saat awal kita bertemu' batin (Y/n) secara sekilas.


Setelah melihat bahwa uangnya itu masih ada di dalam tas, seorang keluar secara mendadak dengan percaya diri penuh.


(Y/n) P.O.V.


Saat itu seorang perempuan yang kira-kira umurnya sebaya denganku itu keluar dari dalam ruangan menggantikan staff tadi. Mereka tampak berbicara sebentar menggunakan bahasa Jepang lalu staff laki-laki itu pergi. Staff Perempuan itu tampak keren dengan gayanya yang sedikit tomboy, "Ah! Bakugou-kun!" ucap Wanita itu dengan bahasa Jepang yang fasih.


*Sedikit info, mulai dari tulisan ini padangan (Y/n) sekarang itu dihadapkan dengan bahasa Jepang yang belum terlalu ia kuasai. Jadi kalau (Y/n) nggak ngerti artinya, aku bakal tulis dalam hiragana atau katakana yang menandakan kalau ia tidak tahu artinya^^ //Karena pemeran (Y/n) adalah kalian para readers... Saya harap dengan begini kalian bisa lebih mendalami perasaan (Y/n) dan bisa beresonansi sama tokohnya yey^^! Sekian info dari saya, happy reading!


"Oh? Kau disini ya cewek berbat***?" kata Bakugou sambil mengejek wanita itu. "久しぶりに会いましたが\, どんどん無礼になっていきますね!" ucapnya sambil mengernyitkan keningnya. Aku tahu Bakugou akan seperti itu... Tapi... Masa dia panggil cewek keren begitu dengan panggilan begitu?! "Bakugou! Kau nggak boleh gitu! Setidaknya panggil namanya dengan benar dong! Dia bisa sakit hati!" kataku pada Bakugou.


"DIA KAN MEMANG TERLIHAT SEPERTI ITU SIALAN!?! KENAPA KAU MALAH MENGOMELIKU SIH?!" protes Bakugou padaku. "どういう意味ですか?" ucap Gadis itu sambil mempersiapkan ototnya untuk memukul Bakugou. "Bakugou minta maaf cepat!" perintahku padanya. "Tch... Iya-iya, maaf!" ucap Bakugou dengan malas.


Hal itu membuat hati gadis itu berubah, matanya yang berbinar-binar padaku itu... Membuat dirinya berkata sesuatu, " 爆豪!それはあなたの彼氏ですか?!" katanya sambil menunjukku dan dengan ceria.


Kulihat ke arah Bakugou yang kini wajahnya merah padam, eh? "BUKAN SIALAN!?! KENAPA KAU INI IKUT CAMPUR SEKALI SIH?!" protes Bakugou padanya. "嘘をつかない!" kemudian Bakugou menggertakan giginya dan mengontrol emosinya.


"NGGAK SIALAN!" jawab Bakugou kepadanya dengan suara yang keras. "Totemo Bakugou, kareshi wa nihonggo ga hanasemasen ka? なぜあなたはその言語を理解しているように見えたのですか?" aku yang hanya mengerti awal perkataan yang dia katakan itu kembali membuka mulut dengan kemampuan bahasa jepang yang aku bisa.


"Watashi wa nihongo ga amari ryuuchoude wa arimasen... Eto, gomenne (Saya tidak terlalu lancar menggunakan bahasa jepang... Uhm, maaf)" ucapku dengan canggung kepadanya. "He?! Nihonggo ga hanasemasuka? (He?! Kamu bisa berbahasa jepang?)" katanya dengan mata yang berbinar-binar.


"Hoi! Jangan paksakan dirimu sialan! Kupingku jadi bingung karena kau menggunakan dua bahasa!" kata Bakugou sambil mengernyitkan keningnya. "Habisnya dia pakai bahasa jepang! Kalau aku pake bahasa indonesia memangnya dia bakal ngerti?" tanyaku pada Bakugou.


"HAH?! APA MAKSUDMU?! PAKAI SAJA BAHASA JEPANG YANG BIASANYA KAU GUNAKAN ITU SIALAN!" ucap Bakugou dengan kesal. "nani o iteru no ka arimasen (AApa yang kalian bicarakan aku tak mengerti)" katanya dengan canggung.


"Bakugou, anata no garufurendo ni watashi o shokai shitekudasai (Bakugou kenalkan pacarmu itu padaku dong)" hal itu membuatku sedikit kaget dan mengerti mengapa Bakugou sempat malu karenanya.


"SUDAH KUBILANG KAN SIALAN! DASAR CEWEK BATANGAN! DIA INI GADIS RSJ, SUDAH BERES KAN?!" Bakugou memperkenalkan diriku padanya dengan setengah hati, hal itu membuatku merasa tidak enak.


"He? Kau ini kenapa manggil pacarmu dengan sebutan gadis Rsj sih?" katanya yang tiba-tiba memakai bahasa indonesia. Hal itu tentu saja membuatku kaget, "Ahahah... Aku dapat memakluminya kok" jawabku padanya. "Hah... Kalau saja dia bukan saudaraku" katanya sambil menghela nafas kasar.


"Eh... Saudara?" tanyaku dengan kaget.


3 R.d. Person P.O.V. //versi translate : percakapan yang tidak diketahui (Y/n)


"Oh? Kau disini ya cewek berbat***?" kata Bakugou sambil mengejek kepada saudaranya itu.  "Udah lama kita nggak ketemu\, tapi kamu makin kasar aja ya" ucapnya sambil mengernyitkan keningnya. Setelah itu (Y/n) yang tidak suka dengan perilaku Bakugou yang mengejek saudaranya itu langsung protes\, "Bakugou! Kau nggak boleh gitu! Setidaknya panggil namanya dengan benar dong! Dia bisa sakit hati!" ucap (Y/n) pada Bakugou.


"DIA KAN MEMANG TERLIHAT SEPERTI ITU SIALAN!?! KENAPA KAU MALAH MENGOMELIKU SIH?!" protes Bakugou padaku. 'Gadis itu ngomong pakai bahasa apa sih? Kenapa Bakugou membalasnya dengan bahasa jepang? Bukannya dia malah nggak ngerti?' batinnya. 'Tapi masa dia membenarkanku sebagai gadis berbatang hah?!' batinnya lagi dengan kesal.


"Apa maksudmu?" ucap Gadis itu sambil mempersiapkan ototnya yang siap untuk memukul Bakugou. "Bakugou minta maaf cepat!" perintah (Y/n) dengan sedikit panik padanya. "Tch... Iya-iya, maaf!" ucap Bakugou dengan malas.


Hal itu membuat hati gadis itu berubah, dan kemudian dia menatap (Y/n) dengan mata yang berbinar-binar... " Bakugou! Apakah itu pacarmu?" katanya sambil menunjukku dan dengan ceria.


Kulihat ke arah Bakugou yang kini wajahnya merah padam, eh? "BUKAN SIALAN!?! KENAPA KAU INI IKUT CAMPUR SEKALI SIH?!" protes Bakugou padanya. "Bohong kamu!" kemudian Bakugou menggertakan giginya dan mengontrol emosinya.


"NGGAK SIALAN!" jawab Bakugou kepadanya dengan suara yang keras. "Tapi Bakugou pacarmu itu nggak bisa bahasa jepang ya? Mengapa kau mengerti bahasa yang dia ucapkan itu?"  Bakugou kembali berpikir dan bertanya-tanya tentang kejanggalan tersebut.


"Saya tidak terlalu lancar menggunakan bahasa jepang... Uhm, maaf" ucap (Y/n) dengan canggung kepadanya. Saat itu bahasa (Y/n) kembali bercampur menjadi satu, pencampuran bahasa indonesia dan jepang yang tepat di waktu bersamaan itu membuat Bakugou kesal dengan perbuatan (Y/n) yang membuat dirinya bingung akan bahasa yang (Y/n) gunakan. "He?! Kamu bisa berbahasa jepang?" katanya dengan mata yang berbinar-binar.


"Hoi! Jangan paksakan dirimu sialan! Kupingku jadi bingung, karena kau menggunakan dua bahasa!" ucap Bakugou pada (Y/n) sambil mengernyitkan keningnya. "Habisnya dia pakai bahasa jepang! Kalau aku pake bahasa indonesia memangnya dia bakal ngerti?" protes (Y/n) pada Bakugou. 'Tuh balik lagi? BERARTI DIA INI SENGAJA APA GIMANA SIH?!' kata Bakugou dalam hati.


"HAH?! APA MAKSUDMU?! PAKAI SAJA BAHASA JEPANG YANG BIASANYA KAU GUNAKAN ITU SIALAN!" ucap Bakugou dengan kesal. "Apa yang kalian bicarakan aku tak mengerti" katanya dengan canggung.


"Bakugou kenalkan pacarmu itu padaku dong" pintanya pada Bakugou yang sekaranga sesuasana hatinya sedang kesal. 'NGELUNJAK BANGET LU!' balas Bakugou dalam hatinya. "SUDAH KUBILANG KAN SIALAN! DASAR CEWEK BATANGAN! DIA INI GADIS RSJ, SUDAH BERES KAN?!" teriak Bakugou dengan kasar padanya. "He? Kau ini kenapa manggil pacarmu dengan sebutan gadis Rsj sih?" protes Gadis itu pada Bakugou. Seketika bahasa Gadis itu langsung diterjemahkan dengan sendirinya menjadi bahasa Indonesia. Tentu saja hal itu membuat (Y/n) kaget dengan settingan dunia ini yang agak membingungkan.


 "Ahahah... Aku dapat memakluminya kok" jawabku padanya. "SUDAH KUBILANG DIA ITU BUKAN PACARKU!" protes Bakugou padanya. "Hah... Kalau saja dia bukan saudaraku" katanya sambil menghela nafas kasar.


"Eh... Saudara?" tanya (Y/n) dengan nada kaget. Dia mengangguk, "kalau begitu perkenalkan! Aku Kagura!" ucap Kagura pada (Y/n) yang memperkenalkan diri. "Namamu bagus banget! Aku (Y/n) salam kenal!" ucap (Y/n) sambil tersenyum.


"Yoroshikune, (Y/n)!" ucapnya sambil tersenyum.


*** Skipped Time: 10 Minutes Later ***


"Kenapa cewek itu banyak ngomong sih?!" gumam Bakugou yang kesal kepada (Y/n) setelah ngobrol 10 menit bersama Kagura. 'Kenapa kamu itu nggak sabaran banget sih' batin (Y/n) sambil meredam emosinya. 'Rasanya kau kayak bocil yang ngerajuk' batin (Y/n) lagi.


"Kagura itu anak yang seru! Bisa-bisanya kau tidak akrab dengann" ucapan (Y/n) dipotong oleh Bakugou. "NGGAK PEDULI?! KENAPA KAU HARI INI CEREWET BANGET SIH!" protes Bakugou padanya. "DAN LAGI KENAPA CEWEK ITU TUKANG BORONG HAH?!" lanjutnya lagi. "He? Bukannya kamu ngga ngaca? Kamu juga cerwet tuh" ejek (Y/n) padanya. "NGGAK AKU NGGAK CEREWET!" ucap Bakugou yang langsung memalingkan wajahnya.


'Apa kata-kataku terlalu kasar? Aku takut dia tersinggung' batin (Y/n). "Bakugou, maaf... Maaf karena aku sudah mengatakanmu cerewet, tapi terimakasih sudah mengkhawatirkanku" ucap (Y/n) sambil tersenyum. Bakugou yang salah tingkah itu, "GW NGGAK KHAWATIR SAMA LU! JANGAN BERASUMSI KALAU AKU INI GAMPANG TERSINGGUNG SIALAN!" protes Bakugou padanya.


(Y/n) hanya bisa tertawa karena tingkahnya yang denial, "Sini kubawakan" ucap Bakugou yang melihat (Y/n) membawa tiga kantong besar itu. 'Dia kesambet apa sih?' batin (Y/n).


"Ah tak us" ucapan (Y/n) kembali terpotong oleh Bakugou. "TAK USAH- TAK USAH! HENTIKAN BASA-BASIMU ITU SIALAN! ITU MEMBUATKU KESAL *****!?!" teriak Bakugou padanya. 'Dia ini mau bantuin atau maksa sih?' batin (Y/n).


'Baiklah, ini! Tolong ya!" ucap (Y/n) sambil memberikan satu kantongnya kepada Bakugou. "Mana sini satunya lagi" pinta Bakugou padanya. Hal itu membuat mata (Y/n) terbelalak kaget, "SINI HEH!" ucap Bakugou yang ngegas padanya. Kemudian (Y/n) dengan ragu memberikan kantongnya yang satu lagi, "Yang itu berat nggak?" tanya Bakugou padanya.


(Y/n) menggeleng, "Tch, jangan ketabrak lagi kayak kemaren ya! Aku nggak mau obatin kamu lagi!" kata Bakugou kepada (Y/n) yang sekarang malu karena kejadian kemarin.


"Heh! Aku nggak selemah itu!" protes (Y/n) padanya. Bakugou hanya bisa tertawa meremehkan (Y/n) yang kini kesal karena ejekannya.


"Bakugou, bisakah kau membawaku ke asrama?" tanya (Y/n) padanya. "KENAPA KAU MAU KESANA?!" teriak Bakugou padanya.


*** Sesampai di asrama***


'Aku benci gadis ini' kata Bakugou dalam hatinya. Setelah pertengkaran kecil di jalan, akhirnya Bakugou luluh dengan perkataan (Y/n) yang mengatakan bahwa ia mau ke asrama sebentar...


"Halo semuanya!" sapa (Y/n) dengan ceria. "Eh, (Y/n) ?!" ucap mereka dengan kaget. Kebetulan saat itu mereka semua sedang berkumpul, karena itu (Y/n) cuma bisa tersenyum ceria karena keberuntungan yang ia dapatkan saat itu.


"Aku bawa roti\, kalian mau kan?" kemudian (Y/n) mengambil kantong dari tangan Bakugou dengan cepat tanpa memdulikannya. Perbuatannya itu membuat Bakugou yang tadinya kaget karena (Y/n) yang ingin membagi-bagikan roti kini berubah menjadi kesal. Selain itu\, "Bakugou\, lu jadi babu?" ucap Sero yang langsung tertawa. Hal itu juga membuat Kaminari ikutan tertawa mengejek\, "GW BUKAN BABU ***!?! MAU GW BUNUH HAH?!!!!" protes Bakugou padanya.


"Ochaco-san kau suka apa?" tanya (Y/n) di saat Uraraka mendekati (Y/n) karena penasaran. "Ah, aku apa saja yang manis" ucapnya kepada (Y/n). 'Mochi ya? Rasanya tadi aku beli' ucap (Y/n) sambil melihat kantongnya.


"Nih! Buat kamu!" ucap (Y/n) sambil memberikan kotak yang berisikan mochi itu padanya. "Eh, ini? Apa tak apa?" ucap Uraraka yang tidak enak. (Y/n) tersenyum dan memberikan tanda jempol, hal itu membuat Uraraka menerimanya dan mengucapkan terimakasih. Begitupun dengan yang lain, di saat membagi-bagikan roti... (Y/n) sadar bahwa Bakugou langsung menyelonong keluar.


*****


Saat itu (Y/n) menyusul Bakugou yang keluar, karena kebetulan dia tahu tempat persembunyian Bakugou... Sesuai perkiraannya dia dapat menemukan Bakugou yang berdiri sambil melihat pemandangan, hal itu membuat (Y/n) tersenyum kecil.


'Ternyata Bakugou juga punya sisi yang seperti ini' batinnya secara sekilas.


"Bakugou, itu kau kan?" tanya (Y/n) yang datang ke arahnya setelah membagikan semua roti. "KALAU INI BUKAN AKU MEMANGNYA KENAPA HAH?!" protesnya dengan kesal. "Kau ini cupu banget ya, nggak mau bersosialisasi" komentar (Y/n).


"GW NGGAK CUPU! LAGIPULA GW NGGAK MAU KYK LU YANG BAGI2 ROTI KE PARA EXTR" ucapanya terhenti saat (Y/n) menyodorkan roti garlic yang ditaburi dengan bubuk cabai yang banyak. "Kau suka pedas kan? Nih! Aku diam-diam membelikannya padamu!" ucap (Y/n) sambil tersenyum ceria.


Jantung Bakugou yang tidak bisa berbohong itu berdetak dengan cepat, untuk menutupinya dia langsung mengambil tanpa basa-basi.


//Flashback : On (with Y/n P.O.V)


Bakugou yang kesal itu memutuskan untuk menunggu diluar, sedangkan aku sekarang sedang mencari roti untuk kubagi-bagikan kepada semua orang di kelas 1-A. "Kagura-san, apa kau tahu roti kesukaan Bakugou?" tanyaku padanya. Dia tampak sedikit kaget, "Dari tadi aku mencari roti yang berbau pedas? Namun sepertinya tak ada?" tanyaku sekali lagi dengan canggung.


Sepertinya nggak semua anak di kelas A suka roti ya? Aduh gimana ya... "Sebenarnya ada roti garlic, tapi sepertiny" ucapannya terpotong saat ia melihat seorang staff dari dapur membawakan satu nampan berisi Garlic Bread untuk disajikan di toko.


"NAH INI! (Y/n), inilah salah satu kesukaannya!" ucapnya dengan antusias. "Trimakasih bro! Kau memang tepat waktu!" ucapnya pada staff itu sambil memberikan jempol.


//End of flashback (back to 3 R.d. Person P.O.V)


"Lah terus kalau bukan piknik apa dong?" tanya (Y/n) padanya. "YA APAPUN SELAIN PIKNIK SIALAN!?!" protesnya pada (Y/n). "Kalau begitu ayo kita makan!" ucap (Y/n) sambil mengeluarkan hand sanitizer dari tasnya. 'dia ini anaknya peduli dengan kebersihan juga ya' batin Bakugou secara sekilas. "Eh? Aku sepertinya bawa taplak piknik?" ucap (Y/n) yang kaget dengan isi tasnya.


"TAS LU TUH KYK APA SIH SEBENERNYA SIALAN!?! KYK KANTONG DORA***N AJA DAH!" protes Bakugou kepada (Y/n) yang penuh dengan persiapan. "TRU MASA LU BARU KELUARIN SEKARANG?!" protes Bakugou lagi. 'Masalahnya gw juga baru tau kalau gw bawa barang yang gw perluin' kata (Y/n) dalam hatinya.


'Selain itu, aneh... Tadi saat aku di toko roti, rasanya tidak ada dompet untuk menaruh uang... Tapi, kenapa jadi ada dompet dan uangku jadi tersimpan rapih dalam dompet ya? Jangan-jangan aku kecopetan!?!' kata (Y/n) lagi dalam hatinya dengan kedua matanya yang terbelalak kaget.


Dengan cepat (Y/n) menaruh taplak untuk duduk\, namun karena dia cepat-cepat dan tidak melihat keadaan... Dia tak sengaja menutup kepala Bakugou dengan taplak yang ia bentangkan. 'Eh?!' ucap (Y/n) dengan kaget. "WOI LIAT-LIAT KONDISI *****!" protes Bakugou.


"Maaf!!!"


Setelah itu dengan cepat (Y/n) membentangkan taplak itu,  tanpa basa-basi Bakugou pun langsung duduk. (Y/n) segera menaruh kantong berisi roti dan serius terhadap dompet yang ada ditasnya dan menghitung jumlah uangnya. "Sejak kapan kau punya dompet?" tanya Bakugou padanya dengan santai.


"Aku pun tidak tahu... Karena itu aku akan mengecek lagi, soal nya ini aneh banget" balas (Y/n) dengan serius. "APA MAKSUDMU KAU ITU NGGAK TAHU SAMA SEKALI?!" protes Bakugou yang mengernyitkan keningnya.


Kemudian (Y/n) terdiam setelah melihat jumlah uangnya masih sama, "Aku nggak tahu... Bakugou, apa sampai sekarang aku masih memakai bahasa Jepang?" tanya (Y/n) secara mendadak.


"KENAPA KAU MENDADAK BERTANYA HAL YA" Bakugou tiba-tiba menghentikan perkataannya karena menyadari seusatu. "Apa ini berkaitan deng kejadian tadi di toko roti sialan itu?" tanya Bakugou sambil membuka plastik rotinya.


"Bakugou! Cuci tangan dulu!" ucap (Y/n) yang kemudian menutup dompetnya dan mengeluarkan hand santizer. "JANGAN MEMERINTAHKU *****!?!" protes Bakugou padanya.


"KAU MASUKKAN DULU DOMPETMU DAN TUTUP LAH TASMU SIALAN!" perintah Bakugou yang ikutan ribet karena (Y/n). "Hehe, maap!" ucap (Y/n) yang langsung memberikan hand sanitizer itu padanya dan melakukan hal seperti yang Bakugou perintahkan.


Bagaimanapun kebiasaan bersih-bersih seperti yang diterapkan dari dunianya itu terbawa sampai dimensi ini. Tentu saja hal itu membuat Bakugou merasa sedikit kesal karena dia kalah selangkah dengan (Y/n). Karena pada dasarnya Bakugou terlalu berambisi untuk menjadi Perfeksionis.


"Sebenarnya... Saat pegawai lelaki itu berbicara, dan Kagura berbicara untuk pertama kalinya... Aku mendengar mereka menggunakan bahasa Jepang, hal ini berbeda di saat aku mendengar kau dan teman-temanmu berbicara Bakugou..." ucap (Y/n) dengan nada merendah. Kemudian Bakugou memberikan hand sanitizer itu padanya, "Jadi itulah mengapa aku bisa mendengar dua bahasa disaat yang bersamaan ya?" batin Bakugou.


"Dua bahasa?" tanya (Y/n) padanya. "Sialan... Kau bilang apa yang tadi... Seperti, 'ありがとう'?" tanya Bakugou sambil mengingat-ngingat.


"'ありがとう'? itu kan bahasa jepang!" ucap (Y/n) padanya. "TIDAK SIALAN! JUSTRU SAAT KAU MENGATAKAN TERIMAKASIH! AKU BISA MENDENGAR KEDUA BAHASA ITU SECARA BERSAMAAN!?! SEBENARNYA APA YANG TERJADI SIALAN!?!" protes Bakugou padanya.


"Justru aku yang bingung Bakugou! Aku selalu mendengarkanmu menggunakan bahasa jepang! Di saat barusan kau mengucapkan terimakasih, rasanya itu adalah hal yang pertama kali kudengar saat kau menggunakan bahasa jepang!" ucap (Y/n) padanya. Hal itu membuat kedua mata Bakugou terbelalak, setelah itu dia mengedipkan matanya sekali dan tersenyum meremehkan sebagai tanda bahwa ia mengerti.


"Jadi yang kau ucapkan saat itu bahasa Indonesia kan?" tanya Bakugou padanya. (Y/n) mengangguk, "Sedari awal kita bertemu juga begitu kan?" tanya (Y/n) padanya. Bakugou mengernyitkan keningnya karena dia kesal dengan daya tangkap (Y/n) yang lelet.


"SIALAN! KAU INI BODOH APA BAGAIMANA SIH?!" teriak Bakugou padanya. "Kalau sekarang di telingamu itu aku masih menggunakan bahasa Indonesia... Kalau begitu gunakanlah bahasa Jepang yang kau tahu" ucap Bakugou dengan serius. "Eh? Baiklah" ucap (Y/n) sambil menelan ludahnya dengan kasar.


*** Side P.O.V - Kagura P.O.V ***


Sebenarnya aku masih bingung dengan (Y/n), bukankah saat awal dia tiak bisa berbicara bahasa Jepang dengan lancar? Mengapa setelah aku berkenalan dengannya... Dia bisa menggunakan bahasa jepang dengan fasih?


Dan lagi... Wajahnya itu seperti turis yang baru datang ke Jepang, benar-benar... Si Bocah peladak itu harus menjelaskan banyak hal padaku!


Back to 3 R.d. Person P.O.V.


"Konnichiwa, watashi wa (Y/n) desu. Watashi no tenwa wa rei hachi ichi ni" hal itu membuat mata Bakugou terbelalak. Di saat itu juga (Y/n) menghentikan perkataannya, "Mengapa Bakugou?" tanya (Y/n) padanya.


"Barusan, aku kembali mendengar dua bahasa bercampur menjadi satu... Apa kau tahu artinya?" tanya Bakugou kepada (Y/n). (Y/n) menggeleng, hal itu membuat Bakugou kembali emosi. "SIALAN! KENAPA GW HARUS DIHADAPIN SAMA CEWEK TURIS BODOH KYK DIRIMU SIH!?!" teriak Bakugou yang frustasi karena tingkah (Y/n).


"Gw nggak bodoh woi!" protes (Y/n) padanya. "Tch, entah aku harus percaya padamu atau tidak... Quirkmu itu tampaknya banyak juga ya?" ucap Bakugou dengan serius. "Hah? Quirk? Bukannya quirkku hanya satu- teleportasi?" tanya (Y/n) padanya.


Bakugou menatap tajam padanya, (Y/n) menelan ludahnya dengan kasar sebagai tanda bahwa ia tegang. "Kau benar-benar bukan pengikut All for One kan?" tanyanya dengan serius. (Y/n) menggeleng, "Tampaknya kau masih belum percaya padaku ya?" ucap (Y/n) padanya.


"Entah percaya atau tidak... Awalnya aku benar-benar mengiramu itu sebagai hantu dan gadis gila yang datang-datang membawa stress yang banyak" ucap Bakugou [adanya. Hal itu membuat (Y/n) malu karena perbuatannya, "Ah soal itu aku" ucapan (Y/n) terpotong oleh Bakugou.


"Semakin kesini aku selalu bermimpi tentang penglihatan orang yang asing" hal itu membuat (Y/n) terdiam dan mau mendengarkan perkataan Bakugou.


//Flashback : On (with Bakugou dream at night P.O.V.)


*Dream P.O.V **Sialan... Kenapa aku jadi gadis sialan ini lagi?! Dan lagi... Apa ini sekolah? Ini sekolahnya ya? *3 R.d. Person P.O.V.* ***Kemudian Bakugou berjalan menyusuri sekolah tempat (Y/n) bersekolah saat SMP. Saat ia berjalan menyusuri sekolah, dia dapat mendengar sekumpulan perempuan yang menggosipi tentang (Y/n).


"Eh... Kau lihat (Y/n)?" hal itu membuat Bakugou yang kini berada di tubuh (Y/n) terhenti dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan. "Oh... Si gadis bodoh yang nggak seru itu kan? Diam di pojokan baca buku, gambar-gambar nggak jelas..." ucap seorang yang lainnya sambil memasang senyum meremehkan. "Pura-pura pinter dia! Nggak ada temen buka buku ipa, baca2 eh... Nyatanya dia bodoh tuh, hahaha!" ucap yang lainnya.


"Eh kebetulan aku sekelas sama dia, dia itu anaknya nggak bisa apa-apa loh! Payah banget tau! Dia sering ketinggalan barang dan sering ke guru piket!" "Wah serius? Cantik sih... Tapi aneh, terus kamu tahu nggak? Kayaknya instagramnya itu beli followers!"


Hal itu tentu saja membuat Bakugou teringat dengan perbuatannya terhadap Deku... Dia juga dapat merasakan perasaan (Y/n) yang saat itu memanas, kelopak matanya itu sudah tak sanggup lagi menahan tangisan.


'Sialan, mengapa aku jadi ingin menangis?' batin Bakugou. Rasanya ingin kuledakkan saja! Tapi... Disini tidak ada quirk, sebenarnya dari dunia mana gadis Rsj ini berasal?' batinnya lagi.


*Switch Dream P.O.V - with 3 R.d. Person P.O.V* Saat itu Bakugou diperhadapkan dengan berita virus Covid-19 yang mewajibkan seluruh orang diam di rumah. Tentu saja hal itu membuat Bakugou kesal dengan virus, jika saja di dunia ini memiliki quirk. Pasti semuanya akan terselesaikan dengan mudah, begitulah pikirnya.


*Switch Dream P.O.V - with Bakugou P.O.V*"(Y/n) kau suka banget sama series itu ya?" itulah pertanyaan yang dilontarkan oleh salah satu extra di chat. "Iya! Aku suka banget! Bagaimanapun aku suka dengan karakter Bakugou yang bisa menolak perkataan orang lain dengan tegas!" hal itu membuatku sedikit kaget saat melihat penglihatan itu di mimpinya.


Sialan... "Kamu itu nolep banget ya, (Y/n)! Kayak bocil aja! Udah kelas 11 masih nonton, kalau aku jadi kamu kyknya aku nggak bakal nonton" perkataan itu, SIALAN! AKU INGIN BUNUH TEMANNYA ITU! KALAU AKU JADI DIA AKU BAKAL-


"Ahahaha! Iya kah? Mungkin beda selera ya" Dia- WOI KENAPA KAU MEMAKLUMI TEMANMU YANG KURANG AJAR ITU SIH?!


*Switch P.O.V. - 3 R.d. Person P.O.V.* Saat itu Bakugou dapat merasakan air mata (Y/n) yang menetes, hal itu membuatnya tersadar dengan keberadaan (Y/n) yang saat ini. Dia dapat mengetahui mengapa (Y/n) selalu datang ke tempatnya secara mendadak. Dirinya yang pernah merasakan kejadian serupa membuat dirinya itu dipenuhi dengan perasaan bersalah.


//End of Flashback (Back to 3 R.d. Person P.O.V.)


"Pokoknya aku percaya denganmu, tindakanmu itu sudah menjadikan bukti bagiku" ucap Bakugou padanya. Angin berhembus dengan kencang secara mendadak, hal itu membuat (Y/n) merapihkan rambutnya yang berantakan dikarenakan angin. "Sepertinya akan hujan... Kita tidak boleh makan disini kan?" tanya (Y/n) dengan canggung.


Hal itu membuat Bakugou sekali lagi tertawa, saat itu... Tawanya itu bukanlah tawa yang mengejek atau pun meremehkan, namun itu adalah perilaku tertawa yang tulus yang dapat (Y/n) lihat dengan mata telanjang.


"Rambutmu itu acak-acakan kayak monyet" katanya sambil tertawa.



*Ilustrasi dikit buat cuci mata deh:3 //Saya nggak sempet gambar:') Kalau aku gambar dulu kemungkinan hari ini nggak bisa update dong:'p


"Dasar duren peledak!" ejek (Y/n) padanya. "JANGAN PANGGIL GW DUREN ***!" protes Bakugou padanya. (Y/n) hanya bisa tertawa kecil padanya\, kemudian Bakugou mengacak-ngacak rambutnya karena malu. "Dan lagi\, sepertinya aku tahu kenapa kau bisa berteleportasi kesini" ucap Bakugou pelan. Hal itu membuat (Y/n) langsung mendekatinya karena penasaran\, "Bisakah kau memberitahukannya padaku?!" hal itu membuat Bakugou kget dan menjauhkan dirinya dari (Y/n).


"JANGAN DEKAT-DEKAT AKU SIALAN!?!" protes Bakugou padanya dengan wajah yang sedikit memerah. 'Entah mengapa, aku merasa akhir-akhir ini hatiku mengatakan kalau aku suka padanya... Namun apa kata suka itu sebenarnya? Kisah cinta itu tak seindah yang berda-di komik-komik... Ataupun di novel-novel romansa, hal itu membuatku menjadi pura-pura tidak peka dengan apa yang kurasakan'


'Apa mungkin karena keadaan kami yang bisa dibilang dekat... Apa mungkin kami memiliki perasaan satu sama lain? Tidak mungkin kan? Mungkin saja perasaan yang dimiliki oleh Bakugou hanyalah perasaan yang kasihan padaku' batin (Y/n) sambil menutup rapat mulutnya.


'Tetapi aku harus fokus dengan misteri yang kudapatkan, aku pun dapat mengakuinya kalau Bakugou itu... Benar-benar anak yang cerdas' batin (Y/n) lagi.


"Ngomong-ngomong soal quirkmu, sepertinya quirkmu itu memiliki ciri khas untuk menerjemahkan bahasa Jepang ke bahasa Indonesia? Bagaimanapun aku mulai agak mengerti dengan pola quirkmu itu... Dan mungkin saja keajaiban yang kau tunjukkan itu berasal dari otakmu sendiri, kau tahu itu?" ucap Bakugou sambil mengungkapkan hipotesanya.


*Fyi : Hipotesa atau yang bisa kita kenal sebagai Hipotesis... Itu artinya jawaban sementara dari suatu perkara ya:3


"Otakku sendiri... Masa sih? Memangnya aku bisa punya quirk yang seperti itu?" tanya (Y/n) kepada Bakugou. Bakugou mengernyitkan keningnya sedikit, "Bagaimanapun itu... Ini masih tebakanku saja, quirk mu itu... Benar-benar berkaitan dengan imijinasimu, daya imijinasimu yang kuat itu... Aku rasa itulah pemicu dari semuanya, tetapi kau saat ini tergolong anak yang mudah beradaptasi, bahkan sekarang dirimu itu bisa bertahan di dunia ini lebih dari 2 jam dibandingkan saat pertama kali kau kesini" hal itu membuat (Y/n) terbelalak.


"Memangnya aku terlihat seperti itu ya? Sepertinya itu bukanlah hal yang menarik" ucap (Y/n) merendah.


"APA MAKSUDMU BUKAN HAL YANG MENARIK HAH?! KAU INI SEDANG MERENDAH ATAU MEROKET SIH?!" protes Bakugou dengan suaranya yang keras. "Aku? Aku ini sedang merendah!" ucap (Y/n) padanya. "Bagaimanapun jika aku ditaruh di satu ring tinju yang sama denganmu, aku pasti bakal mati" lanjut (Y/n).


Ketidakpercayaan dirinya itu membuat Bakugou kesal, "Kau itu meremehkanku apa gimana hah?!" hal itu membuat (Y/n) tersentak.


'Wah gawat... Aku salah bicara' batin (Y/n). "Kau itu punya kelebihanmu tersendiri, jangan pernah membedakan dirimu sendiri dengan orang lain. Aku tahu semua hal bisa dibandingkan... Tetapi ada juga hal yang tidak bisa dibandingkan, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing... Saat kau melukis di rumah sakit, hal yang kau kira gagal itu, nyatanya tidak seperti itu... Gadis RSJ!" perkataan Bakugou itu menusuk hati (Y/n) secara dalam.


"Bagaimana kau bisa-" ucapan (Y/n) terpotong oleh Bakugou. "Sudah kubilang bukan? Aku memiliki penglihatan aneh tenangmu di setiap malam sialan!" ucap Bakugou dengan kesal. Gertakan giginya itu membuat (Y/n) sadar kalau laki-laki itu memedulikannya.


"Terimaka" ucapan terimakasih itu terpotong saat (Y/n) merasakan gemuruh yang hebat mendatangi kepalanya. Seisi otaknya itu serasa berat dan sirkulasinya terasa berhenti.


//Potongan memori yang masuk ke kepala (Y/n)


"Nona (Y/n)! Kumohon tenanglah!" kata seorang perawat yang panik dengan keadaan (Y/n) yang sedikit mengerikan itu. Wajahnya pucat, tangannya berdarah, infusnya rusak, dan kasur Rumah sakit tampak berantakan. "JANGAN GANGGU AKU SIALAN! LUKISANKU- LUKISANKU!!?! LUKISANKU MASIH BELUM SEMPURNA!!!" katanya sambil mematahkan kanvasnya sendiri.


-T.B.C. To Be Contunied~


Haloo~ Maaf agak telat ya:') Soalnya author tadi bangun kesiangan... Niatnya bangun jam 5... Eh malah bangun jam 6:') Udah gitu bukannya ngetik saya malah baca-baca webtoon:')


Kuharap cerita ini yang isinya 4000 words cukup membuat kalian senang ya >


Berbahagialah kalian yang membaca sampai akhir, author punya bahan teh buat besokk>


Spoiler untuk chapter selanjutnya!


"(Y/n)! APA YANG KAU LAKUKAN!?!" "LUKISANKU!?! LUKISANKU MASIH BELUM SEMPURNA SIA-"


Plak! "Ternyata ada juga ya, pelukis sepertimu! Dasar egois!"


-Sampe chap selanjutnya yeyy:3