
3 R.d. Person P.O.V.
Di saat (Y/n) dan Bakugou berselisih, ada beberapa anak perempuan yang menyukai Bakugou itu ada di sana. "Bukankah itu Bakugou Katsuki dari U.A?" ucap salah satu anak perempuan yang menyadari. "Iya! Benar! Dia lebih tampan dibanding yang ada di foto!"
'Gawat' batin Bakugou yang menyadari itu. "Hoi gadis bodoh! Kau sanggup berlari?" tanyanya pada (y/n). "Apa? Lari? Ak-" ucapan (y/n) terpotong karena Bakugou menarik tangannya dan mengajaknya berlari.
'Gawat, kemampuan berlariku ga sepadan sama dia' batin (y/n).
Di saat mulai berlari, kemudian banyak penggemar-penggemar Bakugou mulai mengikuti mereka dengan cara berlari juga. Siapa sangka kalau Bakugou Katsuki disini memiliki banyak penggemar?
...▪️▫️▪️▫️▪️...
...Istirahatlah sebentar... Karena hal itu akan membantumu......
...-Bakugou Katsuki...
...▫️▪️▫️▪️▫️...
...Ch 04.5 - Feelings (Pt.2) | I'm Promise! | Bakugou Katsuki x Readers | Different world AU...
...▪️▫️▪️▫️▪️...
(Y/n) P.O.V.
Sebenarnya aku masih tak mengerti mengapa Bakugou berlari dari hadapan para penggemarnya itu, padahal aku kira dia akan memarahi semuanya dengan cara berteriak nyolot di depan para penggemarnya. "Kenapa harus lari sih? Kenapa kau tidak marahi mereka?" tanyaku padanya sembari berlari.
"Aku tak mau melakukan drama yang membuat jati diriku hancur saat menjadi pro hero, sialan!" katanya dengan jujur sambil berlari. "He? Tumben? Padahal Bakugou yang kutahu tidak seperti itu" ejekku padanya. "TERUS KAU MAU AKU SEPERTI APA SIALAN?!" katanya dengan suara yang keras padaku.
Kemudian Bakugou menemukan persimpangan jalan di antara disney land dan tempat parkir, dia menarikku lebih keras agar aku tetap bersama dengannya. "Sakit, Baku-" ucapanku dipotong saat dia menutup mulutku dengan tangannya.
3 R.d. Person P.O.V.
'Bisakah kau diam gadis RSJ?! KALAU TIDAK KITA BISA KETAHUAN!!!' batin Bakugou sambil mengendalikan ekspresinya. 'Aku mengetahui dia takut karena itu sudah tertuliskan di wajahnya... Tapi... tangannya ini lumayan besar dan hangat ya, aku tak menyangka kalau cowok seperti dia memiliki tangan yang seba- Ih! Apa sih (y/n)! Kau tak boleh berpikir begitu! Kau nanti bisa-bisa dikira cabul tau!' batin (y/n) dengan wajah yang sedikit memerah.
"Kurasa mereka sudah pergi" ucap (y/n) sambil melepaskan tangan Bakugou. Bakugou yang menyetujui perkataan (y/n) itu kemudian menarik tangannya. Kemudian Bakugou melihat (y/n) yang kelihatannya terengah-engah itu, setelah itu dia tertawa. "Heh! Kenapa kamu malah tertawa?" tanya (y/n) yang protes padanya. '***! bisa-bisanya aku tertawa cuma karena dia tidak bisa lari lalu dia menahan nafasnya itu saat aku menutup mulutnya' batin Bakugou sambil menghentikan tawanya.
"Nggak, gak ada apa-apa" ucap Bakugou sambil menghentikan tawanya dan membuang wajahnya yang memerah karena malu itu. "He? Kau ini receh banget" ejek (y/n) kepadanya. "NGGAK! AKU GAK RECEH!" protes Bakugou padanya.
"Ya~ Masa si- Eh... Sebentar kyknya aku melupakan sesuatu..." ucap (y/n) sambil berpikir. "Apa sih?!" jawab Bakugou yang masih kesal karena ejekan (y/n) itu.
Kemudian (y/n) menyadari tempat, keadaan, dan waktu saat itu. "Eh iy- Tiketnya?!" kata (y/n) secara mendadak. Kemudian Bakugou melihat ke arah tangannya, melihat keadaan sakunya dan membelalakan matanya.
"Jangan bilang-" ucap (y/n) dengan deg-degan. "Hilang" jawab Bakugou dengan santai.
'Hilang katanya?! Terus gimana caranya masuk?!' batin (y/n). "WEH SERIUSAN!?! ILANG?!" ucap (y/n) dengan histeris. "GATAU ***! JANGAN NGEGAS JUGA?!" protes Bakugou yang ikutan panik.
"Atuh lah tiket disney land tuh mahall, Bakugou! Terus kita ngapain? kamu ada duit?" tanya (y/n). Hal itu membuat Bakugou terdiam, "Yakin gak ada? Di kantong?"
"Gak"
"Tas?"
"GW GAK BAWA *****!"
"CD*?"
"YA KALI GW MASUKIN KE CD*?!"
"HUWAAA GIMANA DONG?! TIKETNYA KAN MAHAL TvT" ucap (y/n) pasrah. 'Tch, kalau kau begitu aku jadi merasa bersalah sialan!' batin Bakugou. "Seandainya aku punya duit di dunia ini~!" ucap (y/n) dengan kemampuan halusinasinya.
"Lu kira duit bakal datang dari langit hah?!" balas Bakugou padanya. Hal itu membuat (y/n) tertusuk kenyataan, "Ya nggak sih~" ucap (y/n) sambil menggaruk pipinya.
"Huaaa~! Kalau begini gak ada artinya aku kesini kena malapetaka kyk gini!" keluh (y/n). "Aku dipindahin ke sini gak dikasih duit kek?! Kenapa aku gak punya quirk yang ngasilin duit?!" keluhnya lagi.
"YA GA GITU JUGA KONSEPNYA !?!" kata Bakugou yang kesal karena keluhan (y/n) itu.
Kemudian (y/n) memonyongkan mulutnya, "Ya kamu yang ngambil terus ngilangin gitu aja gak ada inisiatif buat cari kek?!" keluhnya lagi. Hal ini membuat Bakugou tersepet karena ucapannya yang asal-asalan itu.
"YA GW-" ucapan Bakugou terpotong oleh keluhan (y/n). "Oh- Langit?! Kenapa kau tidak mengasihani hamba?! Hamba kan orang baru disini! Tolong berikan duit dari langit!" ucap (y/n) pasrah.
"LU NGAPAIN SIH?! LU MALU-MALUIN GW AJA DAH!" protes Bakugou yang malu karena perilaku (y/n). "Oh langit! Tolong maklumi saya! Saya kan orang baru- turunkan hujan duit!"
"OI! KALAU LU MEMANG LULUSAN RSJ JANGAN BAWA-BAWA GW AN-" ucapan Bakugou terhenti di saat uang turun menyerupai hujan di tempat (y/n). "He?! Duit?!" ucap (y/n) dengan girang.
"KOK BISA?!" protes Bakugou dengan wajah yang seolah tak percaya. "Oh tentu~! Kan aku anak yang baik hati, pintar dan tidak sombong!" jawab (y/n) sambil memungut uang yang berterbangan itu. "Kemudian aku juga anak yang cantik, tulus, bertole-" ucapan (y/n) terpotong oleh Bakugou yang kesal. "***** **!?!"
"Bakugou! kalau begini kita bisa beli tiket!!" ucap (y/n) dengan girang. "KAU GILA MAU HABISKAN ITU UNTUK TIKET?" protes Bakugou yang sedikit merasa sayang dengan uangnya itu.
"He~ Kau ini mau refreshing apa gimana sih? Gw stress nih! Gambarku gak beres karena kurang inspirasi!" keluh (y/n) padanya. "Kalau kau gak mau aku ga bakal beliin tiket buat kamu!" ancam (y/n).
"TERUS KAU MAU TINGGALIN AKU HAH?!"
"Nah kan- udah terima aja Bakugou! Aku yang bayar kok!" ucap (y/n) sambil tersenyum ceria. "Terserah" ucap Bakugou yang pasrah dengan tingkah (y/n) itu.
"Yeyy! Baiklah! Kalau gitu bantu aku mungut duit dong" cengir (y/n). "Tch- Dasar cewek gila!" ucap Bakugou merendah. "Hm?" ucap (y/n) pura-pura tak dengar.
"Taro dimana ya- uangnya...?" kata (y/n) sambil berpikir. "HOI! KAU INI BODOH APA GIMANA SIH?! KAN DARITADI KAU MEMBAWA TAS YANG ADA DI GENDONGAN MU ITU *****!" ucap Bakugou menyadarkan (y/n).
"Eh?! Masa?" ucap (y/n) sambil melihat punggungnya. "Oh?"
"OH-OH?! KAU GAK SADAR HAH?!"
"Hehe... Maap!"
//Skipped Time
"Ehm, halo... Bisakah saya membeli tiket untuk dua orang?" tanya (y/n) dengan senyum ramahnya. 'Sial... Kenapa anak ini bisa menghasilkan duit dari langit sih?! Sebenarnya ada berapa quirknya itu?!' batin Bakugou.
"Ah baiklah... Ngomong-ngomong kalian pasangan ya?" ucapan kakak penjual tiket itu membuat mereka berdua tersentak. "Nggak!" ucap (y/n) dan Bakugou secara bersamaan.
'Ah... Aku salah ngomong ya' batin si kakak penjual tiket. 'Tetapi entah mengapa di sisi lain mereka berdua terlihat cocok' batinnya lagi. 'Dasar aku ini... kebiasa comblangin temen kali ya, jadinya gini' batinnya sambil menggeleng-gelengkan kepala dan kembali fokus kepada pekerjaannya.
"Kalau begitu aku pesan yang premium ya!" ucap (y/n) dengan ceria. Hal itu membuat Bakugou dan Si kakak penjual tiket kaget. "HOI?! KAU SERIUS MAU MENGHABISKAN UANGMU BEGITU SAJA?!" protes Bakugou.
"Hahaha~ Sebenarnya tak semahal itu kok! Kebetulan ada diskon potongan 50% untuk pasangan! Karena itu saya menanyakannya tadi!" ucapnya dengan jujur.
'50% buat pasangan?' batin (y/n) dan Bakugou yang sedikit tersentak. Kemudian saat itu, penggemar Bakugou kembali menyadari kalau Bakugou ada disana...
'Sialan!' batin Bakugou sambil mengernyitkan keningnya.
"HOI! AYO KITA PACARAN!"
'Hah?! kok tiba-tiba?!'
'Yes, comblanganku berhasil!'
//Side P.O.V.
"Kyaa! Bukankah itu Bakugou-senpai?!" "Iya itu Bakugou!" "Iyaa! Sekarang dia muncul lag-"
"HOI! AYO KITA PACARAN!" teriak Bakugou dengan keras.
"HEEEE-?!" teriak para fans seolah tak percaya.
(Y/n) P.O.V.
Bakugou, apa dia ini sudah gila? Masa dia nyatain di tengah-tengah umum begini sih?! Sial tenanglah jantungku! Dia ini hanyalah karak- "Terima aja mba~ Lumayan loh~ Kalau dibiarin nanti banyak yang nikung loh~"
Kemudian kupandangi wajah Bakugou yang mulai panik dan sedikit memerah itu, rasanya dia gak cuma sekali seperti itu kan? Waktu itu-
Entah apa yang aku pikirkan saat itu... "Aku menerimanya" jawabku secara mendadak diikuti dengan debaran jantung yang tak terduga.
3 R.d. Person P.O.V.
'Wah-wah~ Sepertinya memang mereka ini memiliki perasaan yang sama~ Kalau begitu aku pura-pura gak tahu saja deh! Kucetak dulu saja tiketnya!' batin si kakak penjual tiket.
'Hah~ Irinya punya cowok yang berinisiatif seperti itu~'
.
.
.
.
"Kak! Ini tiketnya! totalnya *** yen ya! Itu sudah di diskon dari harga sekian" ucapnya kepada (y/n) yang masih salting itu. "Ah! Iya! Berapa?" tanya (y/n) sambil membuka tasnya.
//Side P.O.V.
"Tidakk?! Bakugou-senpai dia udah punya pacar!!" ucap para fans histeris sambil menangis berlebihan. 'LEBAY BANGET SIH?!' batin Bakugou kesal.
(Y/n) P.O.V.
"Ini kak, sihlakan langsung check in saja ya!" ucap penjual tiket padaku. "Ah baik, trimakasih!" ucapku sambil menerima tiketnya. Kemudian secepat kilat Bakugou menarik tanganku, "Ayo pergi sialan!" katanya pelan. Dia ini kenapa sih?! Jantungku rasanya mau meledak!
***
3 R.d. Person P.O.V.
Kemudian keadaan canggung menyelimuti (Y/n) dan Bakugou saat itu, 'Aku ini kenapa sih?' batin mereka secara bersamaan. Kemudian saat masuk, Bakugou melepaskan tangannya sambil mengacak-ngacak rambutnya. 'SIALAN... GW HARUS NGAPAIN SIH?! KENAPA GW JADI GINI?! GW BELA KELAKUAN GW YANG TADI AJA GITU?!' batin Bakugou dengan kalut.
'MASALAHNYA KALAU GINI TERUS GW-' "Bakugou! Kau pernah kesini?" tanya (y/n) secara mendadak sambil terkagum-kagum dengan keberadaan disney land. 'Hah? kenapa dia bisa santai begitu?' batin Bakugou dengan sedikit bingung.
(Y/n) P.O.V.
Aku ini kenapa sih?! Apa jangan-jangan aku udah jatuh hati sama Bakugou? Nggak-nggak-nggak! Eh tapi... Disini disney land kan? Kemudian kupandang lurus ke depan untuk melihat pemandangan yang belum pernah kulihat sebelumnya.
Wah! Gila! Disney Land di dunia BNHA ternyata- Bagus banget ya?! Sama nggak ya kayak disney land tokyo di duniaku?
"Bakugou! Kau pernah kesini?" tanyaku padanya. "Nggak lah- ngapain kau tanya kayak gitu?" ucapnya dengan nada yang biasa. Dia gak teriak-teriak, karena malu kali ya? "Gpp sih... Bakugou! Kau bisa naik rolly coaster?!" tanyaku dengan mata yang berbinar-binar padanya. "HAH? Rolly coaster?" tanyanya sambil mengernyitkan keningnya.
"Iya benar... Apa jangan-jangan kau takut?" tanyaku sambil sedikit mengejeknya. Kemudian dia memasang senyum meremehkan, "Kata siapa? Ayo naik!" katanya sambil berjalan deluan. He? Kalau begitu tadi kenapa dia diam sebentar?
3 R.d. Person P.O.V.
"Eh kau lihat pasangan laki-laki dan perempuan yang di jejeran premium itu?" ucap seorang. "Iya aku lihat, kenapa?" jawab seorang yang lainnya. "Cocok ya..." ucap orang itu lagi. Kemudian seorang yang lainnya mengganguki ucapan orang itu tanda setuju.
'Kenapa rasanya kyk pacaran beneran ya?' batin Bakugou dan (y/n) secara bersamaan. "Pasangan selanjutnya sihlakan masuk terlebih dahulu!" ucap si staff yang memperbolehkan Bakugou dan (y/n) masuk deluan.
"Ngapain diem Bakugou? Ayo masuk!" ejek (y/n) padanya. "Siapa pula yang mau diem disini hah?!" balas Bakugou sambil memasang senyum meremehkannya itu. "Pft- iya juga, kalaupun kau mau disini berarti kau takut kan?" ejek (y/n).
"NGGAK AKU NGGAK TAKUT *****!!!" balas Bakugou dengan kesal. Kemudian staff itu tiba-tiba menghadang, "Eh? kenapa kak?" tanya (y/n) dengan bingung. Hal itu juga membuat Bakugou terhenti.
"Maaf... Saya harap handphone, tas, dan barang-barang lainnya ditinggal disini" ucap si staff itu. 'Gawat... Kira-kira mereka bakal ambil uangnya nggak ya?' batin (y/n). Bakugou berdecih setelah menyadari apa yang dikhawatirkan (y/n), "Memangnya kami harus menanggalkannya?" tanya Bakugou dengan aura seramnya itu.
'Weh gila serem amat' batin (y/n).
"Eh itu, jika pengunjung tidak mau... Jika benda jatuh dsb kami tidak akan bertanggung jawab" ucap staff itu sambil menundukkan kepalanya. "Yasudah" jawab Bakugou sambil langsung melintas. 'Aduh, gimana ya...' batin (y/n).
"Kalau aku mau menitipkan ini pada kalian, apa kalian bisa menjamin keamanannya?" tanya (y/n) dengan serius. Kemudian keadaan hening sejenak, hal itu membuat Bakugou protes... "BUKANKAH KAU MAU MEMBAWANYA SIALAN?!"
Setelah itu (y/n) tersenyum tanda dia berubah pikiran, hal itu membuat Bakugou menghela nafas tanda bahwa dia pasrah dengan perilaku (y/n) itu. (Y/n) mempercayakan tasnya kepada staff itu, begitu juga Bakugou yang ikut-ikutan menitipkan ponselnya.
"He~ Ternyata kau ikutan juga toh?" ejek (y/n). "URUSE!" ucap Bakugou yang membela dirinya itu. (Y/n) tertawa geli melihat perilaku Bakugou yang plin-plan, "RECEH BANGET DAH?!" protes Bakugou.
"Lu juga gitu heh! Sadar!" balas (y/n). "NGGAK! GW GAK GITU ***!" balas Bakugou lagi.
Lalu mereka berjalan dengan obrolan dan perdebatan yang ringan itu, hingga sampai di rolly coaster. "Para penumpang diharapkan untuk mengangkat kedua tangan" ucap operator yang menggunakan pengeras suara itu. (Y/n) langsung mengangkat kedua tangan dengan antusias, "Angkat tangan o-" peringatan (y/n) kepada Bakugou itu dipotong oleh Bakugou. "Rese banget sih! Iya-iya!" ucapnya sambil ikutan mengangkat tangannya.
Kemudian sabuk pengaman pada rolly coaster itu mengencang, sehingga mereka berdua menurunkan tangannya. Bakugou yang melirik ke arah (y/n) yang memegang erat sabuk pengaman itu, dan tertawa mengejek. "Lu takut kan?" ejeknya pada (y/n). Hal itu membuat (y/n) kesal, "Nggak! gw gak takut!?!!" kata (y/n) dengan nada menantang.
"Yang gw tau sih semua cewek itu lemah, kita liat aja dari kamu... Kalau mati jangan salahin gw ya" ucapnya lagi sambil tertawa. 'Entah mengapa dari tadi dia ketawa terus' batin (y/n).
"Gw gak akan mati cuma gara-gara rolly coaster, duren!" ejekku padanya. "JANGAN PANGGIL GW DUREN ***!?!"
"Ya terus mau panggil apa?" balas (y/n) sambil tertawa. "YANG LAIN LAH JANGAN DUREN!!" protesnya lagi kepada (y/n). "Ohh... Oke..." ucap (y/n).
"Bom peledak" sambung (y/n) sambil tertawa. "GAK GITU *****! KENAPA HARUS GANTI-GANTI NAMA GW SIH NAMA GW KAN BAGUS?!" kemudian rolly coaster pun berjalan.
"Ya lu juga ganti2 nama gw, padahal nama gw bagus" sepet (y/n). Hal itu membuat Bakugou terdiam, saat itu kereta rolly coaster mulai berjalan naik... "Ini kyknya seru nih, iya nggak bom ranjau?" tanya (y/n). Bakugou mengangguk tetapi dia gak sadar kalau dia dipanggil bom ranjau...
"Tuh? Kau aja nyahut dipanggil bom ranjau" ejek (y/n). "NGGAK GW NGGAK NYAHUT KOK?!" bela Bakugou. 'Ini yang di depan berantem mulu dah' batin seorang yang di belakang mereka.
Kemudian kereta itu naik ke atas dan mencapai titik puncak, "Ya-! Ini bagian serunya!" ucap (y/n) dengan girang. Kereta itu turun dengan percepatan yang sangat cepat, tentunya hal itu membuat (y/n) berteriak. "WOI JANGAN TERIAK!" protes Bakugou. "Ya kamu! Masa di saat gini aku harus tahan teriakanku?!" ucap (y/n) yang saat itu masih menikmati kecepatan rolly coaster yang terjun bebas itu.
Kemudian rolly coaster kembali naik, "Kamu mah terlalu kaku, duren!" ejek (y/n). "GW BUKAN DUREN!" belanya pada dirinya sendiri. "He... Kau ini mau marah atau main sih? Jangan terlalu kaku kali!" ucap (y/n) sambil cengengesan. 'Dia ini memangnya siapa sih? ngurusin orang aja bisanya' batin Bakugou.
'Tapi... Sepertinya sarannya itu tak begitu buruk' batin Bakugou.
***
"Hah~ Seru bangett!" ucap (y/n) dengan girang. 'Tapi sepertinya bakugou tadi masih pura-pura alim deh... Aku ejek aja gitu ya?' batinnya. "Tadi kamu nahan teriakanmu kan?" tanya (y/n) pada Bakugou. Bakugou tersentak mendengar perkataan (y/n) itu, 'gak salah sih... tapi emang keliatan sampe segitunya?' batin Bakugou.
"Gw kayak gini karena gak kebiasa teriak tuh" ucap Bakugou pada (y/n). "Halah~ Ngomong sama aku aja suka teriak2~" ejek (y/n) lagi. "NGGAK AKU GAK SUKA TERIAK2!" protes Bakugou yang malu karena perbuatannya itu. "Daripada itu~ Ayo kita kesana Bakugou!" ucap (y/n) yang mengalihkan pembicaraan langsung berlari ke arah wahana selanjutnya.
"HAH?! KEMANA SIALAN?!"
"Ke komidi putar!"
"NGGAK! KYK BOCIL!"
***
"Eh, bro... Bukannya itu Bakubro?" tanya Kirishima yang menunjuk ke arah Bakugou. "He~ Kau benar!" jawab Kaminari kepada Kirishima. "Tapi, apa Bakugou sudah gila? Dia ngantri di komidi putar tuh~" ucap Sero. "Itu pasti karena (y/n)" jawab Jirou yang ada disana. "Wah! Benar juga, Jirou!" balas Mina yang membenarkan perkataannya. 'Tetapi bukankah lebih baik membiarkan mereka berdua bersama?' batin mereka secara bersamaan (terkecuali Kirishima dan Jirou).
"Biarkan saja mereka~" ucap Mina sambil cengengesan. "Eh, tapi dia kan teman kita? Bukankah lebih baik jika kita ikut dengannya?" tanya Kirishima kepada Mina. "Kau mau Bakugou berubah atau tidak~?" tanya Mina padanya. "Hah... Semoga dia gak marah aja deh" ucap Kirishima pasrah.
***
Hal itu membuat Bakugou bersin secara mendadak, "Kamu sakit?" tanya (y/n) secara mendadak. "NGGAK KOK?!" protesnya dengan kasar. "He... Klau dengar dari mitosnya sih... Kemungkinan ada yang gosipin kamu" ucap (y/n) sambil berpikir sekilas. "Iya sih" balas Bakugou. 'LOH KOK?! KOK GW MALAH MENGIYAKAN PERKATAANNYA SIH?!' batin Bakugou. "tumben kau setu-" ucapan (y/n) dipotong oleh Bakugou. "NGGAK! GW GAK PERCAYA! GAK ADA FAKTA YANG PASTI UNTUK RUMOR KEK GITU?!" seru Bakugou.
***
//Change Scene
"Bagaimana perkembangan anak saya?" tanya Ibu (y/n) kepada dokter. "Penyakit nona memang sudah membaik, tapi..." Dokter itu menghentikan perkataannya.
"Tapi apa?" tanya Ibu (y/n) dengan nada tegas. "Nona (y/n) sepertinya mengalami halusinasi setelah kejadian" balas Dokter dengan serius. "Ck"
'Apa aku salah dengar ya?' batin si Dokter. "Maaf?" tanya Dokter itu kepada Ibu (y/n). "Tak apa kok! Kalau begitu trimakasih ya, dok! Atas informasi yang berguna untuk anak saya itu" ucap Ibu (y/n) sambil tersenyum ramah. "Baik, kalau begitu saya pamit ya Ibu..." ucap sang dokter. Kemudian Ibu (y/n) mengganguk, dokter itu pergi meninggalkannya.
"Halusinasi katanya?" gumam Ibu (y/n). "Ck... Ternyata dia masih punya penyakit Hyperactive itu ya? Mengecewakan"
...-End of Ch 04...
Yo~ Jangan lupa like ya:3
//Tpi terserah sih... Ini kan suka rela aja wkwk