I'M Promise! | Bakugou Katsuki X Readers | Different World AU

I'M Promise! | Bakugou Katsuki X Readers | Different World AU
#10



3 R.d. Person P.O.V.


Sudah lewat dua minggu setelah Yuliana ditangkap, dan sudah ada sekitar tiga minggu setelah (Y/n) bertemu dengan Lancelot untuk pertama kalinya.


Hal ini berarti tinggal satu minggu lagi (Y/n) selesai mendapatkan pengobatan dan melakukan aktivitas selanjutnya. Selain itu, katanya psikolog yang bersekongkol bersama Yuliana itu ditangkap untuk dijadikan bahan interogasi.


Sedangkan yang lain, seperti para media dan wartawan dikenakan denda karena mereka sempat melawan privasi orang lain dan hukum rumah sakit. Namun masalah tidak berhenti sampai situ, dimana Reina anak haram dari Yuliana mendengar bahwa Ibunya ditangkap oleh polisi tanpa mengetahui apa yang terjadi.


3 R.d. Person P.O.V //Reina Side


Namanya Reina, tidak ada nama penyandang di belakangnya. Kau tahu siapa yang mengaruniakan nama itu? Adelle, Ibu kandung (Y/n). Sebenarnya tidak banyak hal yang dapat diceritakan darinya.


Berawal dari kisah anak biasa yang menginginkan cinta dari semua orang, hal itu membuatnya menjadi anak yang ceria dan penuh kasih kepada semua orang. Namun, dia itu memang anak yang kurang beruntung... Faktor psikologis yang diturunkan dari ibunya dalam masa kandungan itu benar-benar mempengaruhinya.


Di saat informasi bocor kepadanya... Dia berlari menuju orang tua aslinya dan menemukan kenyataan bahwa ia dibuang mentah-mentah oleh Ibunya sendiri. Wajah Ibunya yang bahagia terhadap (Y/n) itu membuat dirinya berpikir bahwa (Y/n) lah yang menghancurkan semuanya.


Dia benci sekaligus tidak suka... Dia benar-benar membenci (Y/n).


3 R.d. Person P.O.V.


Setelah mendapatkan donor darah yang sesuai di tiga hari yang lalu... (Y/n) mendapatkan kabar bahwa hari ini adalah hari penentuan dimana (Y/n) akan keluar dari rumah sakit lebih cepat. Kini (Y/n) benar-benar di check secara serius oleh pihak rumah sakit... Dan kabar baiknya, ia boleh keluar dari rumah sakit di esok hari.


Namun... Salah satu perawat disana membocorkan informasi keluar, sehingga Reina dapat mengetahui bahwa besok (Y/n) akan keluar dari rumah sakit.


//Skipped time, (Y/n) P.O.V.


Sudah banyak hal yang aku lewati disini... Mulai dari peristiwa menegangkan, peristiwa manis, peristiwa sendu, dan peristiwa-peristiwa lainnya yang aku tidak bisa sebutkan satu persatu. Setelah tante Yuliana dipenjara, aku banyak mendapatkan hal-hal yang tak terduga. Mulai dari warisan yang diatas namakan oleh namaku... Hak waris rumah?


Semuanya itu... Benar-benar membuatku bingung darimana semua hal ini berasal. Kadang aku juga berpikir saat aku melihat catatan keuangan. Apakah aku memang pantas?


"Kau hanya bisa berpikir hal yang bodoh, bukankah itu memang seharusnya kau dapatkan?"


Hari ini, dikarenakan aku memiliki kesibukan di dunia nyata aku menyatakan pernyataan izin terhadap U.A agar mereka mengizinkanku untuk mengurus hal yang lain. Mereka memperbolehkanku untuk itu.


Terlalu banyak hal yang aku dapatkan dari U.A, mulai dari pelajaran yang sangat cepat... Ya aku bersyukur karena otakku ini tidak terlalu lemot untuk memroses semuanya. Sedangkan adikku, dokter bilang dia pun butuh dirawat. Karena itu aku meminta tolong Lancelot untuk menurunkan salah satu anak buahnya agar bisa menjaga dirinya.


Ya sebenarnya... Lancelot bilang bahwa mereka semua adalah anak buahku. Tapi aku masih belum bisa percaya kalau Ibuku lah yang mengelola semua itu dan melanjutkan kepercayaannya kepada Lancelot yang setia.


Lancelot juga bilang bahwa ia mau melakukan itu semua karena Ibuku itu baik dan sudah menolongnya dari ambang kematian. Aku juga tidak terlalu mengerti,


3 R.d. Person P.O.V.


Karena (Y/n) yang tidak fokus dengan tuntunan jalan Lancelot yang saat itu sedang memberi tahu tempat-tempat di yang berada di perusahaannya itu. (Y/n) tersesat dan tidak tahu kemana jalan yang akan membawanya kembali.


"Permisi? Apakah kau tahu dimana ruang utama?" tanya (Y/n) kepada seorang yang berada disana. Orang itu tersenyum, "Tentu akan kuantarkan!" ucapnya dengan ramah. 'Akhirnya ada orang baik!' batin (Y/n) dengan senang.


Orang itu tersenyum melihat mangsanya itu mendekati dirinya sesuai yang ia mau. Di saat berjalan (Y/n) kembali merasakan firasat buruk karena itu bukanlah jalan yang ia ingat sebelumnya.


Dia mulai menekan tombol telpon kepada Lancelot, namun karena koneksi yang tidak mendukung. Telepon itu tidak sampai padanya. Pada akhirnya dia menyalakan GPS sekaligus memberikan lokasi saat ia mengikuti orang itu menuntun jalan.


"Anu.. Kok jalannya aneh ya?" tanya (Y/n) yang langsung membuka pembicaraan. 'Dasar Bodoh, baru sadar sekarang? Apa dia ini memang bodoh? Mengapa ada orang bodoh sepertinya ya?' batin Reina yang menuntun jalan.


Kemudian (Y/n) dibawa menuju jalan yang gelap, (Y/n) menelan ludahnya dengan kasar. Kini detak jantungnya itu terus menerus berdetak karena sedang waspada. "Aku membawamu menuju jalan pintas, ini akan tembus jika kita lewat sini" kata Reina sambil membukakan pintu yang berada di tembok.


"Wah, makasih!" ucap (Y/n) dengan ceria. Reina tertawa puas dalam hatinya itu, "Sihlakan kau masuk terlebih dahulu... (Y/n)" hal itu membuat (Y/n) tersentak.


"Bagaimana kau bisa ta" ucapan (Y/n) terpotong saat Reina mendorongnya kedalam dan mengunci pintu agar (Y/n) terkurung bersamanya. Ponsel yang dipegang oleh (Y/n) itu terjatuh karena (Y/n) yang kehilangan keseimbangan. "Hey!" kata (Y/n) sambil mengernyitkan keningnya.


Dia tersenyum mengejek, "Salam kenal, aku Reina anak dari Yuliana" nama Yuliana itu membuat (Y/n) jadi teringat akan kenangan masa lampau. "Apa maumu?" kata (Y/n) dengan waspada. "Mauku?" katanya sambil berpikir.


"Mungkin membunuhmu?" katanya sambil tersenyum. (Y/n) mengernyitkan keningnya, "Kenapa kau ingin membunuhku?" tanya (Y/n) sambil memasang kuda-kuda. 'Ho... Aku nggak pernah dengar dia jago bela diri, jika mendegar perkataan si orang gila itu yang kutempatkan di sisinya sebagai pembantu di rumah... Dia tidak pernah belajar bela diri kan? Dia tidak akan bisa melawanku, dia tidak akan bisa' batinnya.


'Bagaimana jika aku sedikit memprovokasinya?" batinnya lagi. "Kalau aku dengar-dengar... Kau ini penjahat yang memenjarakan Ibuku kan? Aku nggak habis pikir dengan orang egois dan gila sepertimu" ucapnya kepada (Y/n). "Aku thanya melakukan hal yang benar" kata (Y/n) dengan merendah.


'Sialan... Apanya yang benar?' batin Reina. "BOHONG! APANYA YANG BENAR?! IBU JATUH KE DALAM PENJARA KARENA KAMU!" hal itu membuat (Y/n) sedikit goyah. "NAH? KAU TIDAK BISA MENYANGKALNYA KAN?!" ucap Reina sambil tertawa licik.


"Nggak, kamu salah" ucap (Y/n) sambil mengepalkan tangannya. "Jangan bohong!" kata Reina dengan suaranya yang bergetar. "Karena kamu!" Reina kembali mengingat di saat ia datang menemui Ibu kandungnya, namun ia melihat Ibunya itu secara terang-terangan membuangnya dan lebih memilih (Y/n).


"Karena kamu! Aku tidak punya ibu, ataupun ayah! Aku benar-benar kesal denganmu yang hidup setelahnya!" katanya sambil mulai meneteskan air mata. "Reina! Dengarkan aku... Ibumu itu..." kemudian dia berteriak. "AKU TAK MAU DENGAR! AKU TAK MAU DENGAR DARI ORANG PENCURI KEBAHAGIAAN SEPERTIMU!" katanya sambil berteriak.


"AKU PUN TAK MAU DENGAR PENJELASAN DARI ORANG PENYAKITAN SEPERTIMU! DASAR PENDERITA SKIZOFRENIA, MATI AJA SANA!" hal itu membuat (Y/n) sekali lagi tersentak...


"KAU NGGAK BERHAK BAHAGIA! ITU ADALAH TEMPATKU!" kemudian dia menyerang (Y/n) dengan kecepatannya. Karena (Y/n) baru belajar bela diri dengan Bakugou, dia mencoba menghindari segala serangan yang diberikan oleh Reina. Hal itu membuat Reina tersentak kaget, 'Bagaimana dia bisa..?!' geramnya.


"Kau... DASAR WANITA GILA YG MENDERITA HYPERACTIVE!?!" sangat sulit bagi (Y/n) untuk menahan semua emosi dan fokus bertahan. Di saat yang tepat, (Y/n) menghindari serangan Reina yang sangat kuat. Dan hal itu membuat dirinya terjatuh... "Sialan kau..." geramnya. "Gadis itu tidak pernah cerita kepadaku soal kamu yang begitu kuat" lanjutnya dengan pelan.


"Apa maksudmu?" tanya (Y/n) dengan tegas kepadanya. "Kau tahu orang yang bernama diana?" (Y/n) tersentak kaget saat mendengar nama pembantu yang sering mencelakainya. "Pembantu sialan itu... KENAPA DIA TIDAK MEMBERITAHUKU KALAU KAU BEGITU KUAT?!" teriaknya dengan kesal.


Detik itu, (Y/n) teringat akan gugatan bahwa pembantunya itu mungkin melakukan sesuatu karena ada seorang yang menyuruhnya dari belakang. "K- Kau" ucap (Y/n) dengan pelan. "Hah... baru sadar? Kau ini benar-benar gadis yang bodoh, beban, penyakitan, pemilik delusi, cewek tukang halu! Nilai jelek di akademik!" kepala (Y/n) benar-benar pusing saat mendengar semua itu. Dia benar-benar berusaha agar tidak mengeluarkan emosinya, "Tapi satu yang aku benar-benar kesal... Kenapa pembantu itu membohongiku kalau kau itu tidak bisa berkelahi?!" katanya dengan nada meninggi.


Dia tertawa keras, "Iya-iya! Pasti begitu...! Dia mengkhianatiku kan?" katanya dengan wajah yang dingin. Seketika aura yang dikeluarkannya itu sangat berbeda dibandingkan sebelumnya.


Kemudian mengeluarkan pisau lipat dari kantung celananya itu, 'pisau?!' batin (Y/n) dengan kaget. Kini sekujur tubuhnya mulai bergetar karena trauma yg dimiliki, 'Tidak (y/n) kau tidak boleh takut!?!'


Reina yang melihat hal itu langsung tersenyum puas, "Ternyata kau punya trauma terhadap pisau ya?"


"KALI INI TAKKAN KU BIARKAN KAU MENGHINDAR DARI KU!" saat itu pintu terbuka dengan dobrakan yang keras. Dengan cepat ada orang yang menghalau Reina untuk menyerang. "HEY LEPASKAN AKU?!! LEPASKAN!?!" (Y/n) yang memejamkan matanya dengan erat itu membuka matanya, "Bodyguard?!" ucap (y/n) seraya tak percaya.


"Jangan bilang-" gumam (y/n) sambil meneteskan air mata. Kemudian datang seorang wanita berparas cantik dengan body guard yang lainnya... "Maaf aku sedikit terlambat, nona..." ucap wanita itu yang tak lain adalah Nona Ye tangan kanan Tuan Jake.


"HEY?! KAU CURANG (Y/N)?! LEPASKAN AKU G*BL*K!!!?! BRENGS-" kemudian body guard itu mematahkan lengannya. "Hey\, hentikan!" kata (Y/n) yang tidak tega. "Nona\, apakah kau yakin kau ingin melepasnya?" tanya Nona Ye.


"Tahan... Tapi jangan sampai mematahkan lengannya lagi" kata (Y/n) padanya. "Ikuti kata nona itu" kata Nona Ye. "Terimakasih... Aku kira Nona... Masih marah dengan saya berkaitan tentang hari dimana saya terdiam dan membiarkan Nona berbicara sendiri" kata (Y/n) dengan nada yang merendah. "Saya dapat memaklumi orang yang seperti, Nona..." katanya kepada (Y/n).


Di sisi lain Reina terus menerus meronta, namun (Y/n) dan Nona Ye sama sekali tidak memerhatikannya dan sibuk berbicara. Sebenarnya saat itu, di saat (Y/n) memberikan GPS... Lancelot bertemu dengan Jake yang saat itu berkunjung, karena Lancelot panik Jake menanyakan apa yang terjadi. Di saat yang tepat Nona Ye dan orang-orang lainnya yang bisa dibilang sebagai 'body guard' itu sedang berada di area sana. Karena itulah... Dia bisa membantu (Y/n).


Sebenarnya kesalahpahaman tentang (Y/n) yang membiarkan Nona Ye berhasil diluruskan karena (Y/n) jujur kalau ia tidak bisa mengingat apa saja yang ia lakukan selagi melukis.


Karena itu, Ye memaafkannya... "HEY! JANGAN LUPAKAN AKU!" teriak Reina dengan kasar. "Apa yang kau ingin lakukan selanjutnya dengannya, Nona?" tanya Ye padanya.


(Y/n) terdiam, "Aku ingin bicara dengannya" kata (Y/n) kepada Ye. "Nona?!" ucap Ye dengan kaget. (Y/n) tersenyum tulus, "Aku... harus menjelaskan banyak hal kepadanya"


"AKU TIDAK BUTUH PENJELASANMU! KAU INI HANYA GADIS YANG TERKENA SKIZOFRENIA YANG BRUTAL DENGAN IMAJINASIMU!" teriaknya lagi. "Pasang borgol di tangannya" perintah Ye kepada anak buahnya/body guard.


Anak buahnya itu mengangguk, "HEY, JANGAN BORGOL AKU!"katanya lagi. "Reina... Kau benar-benar depresi karena Ibumu, kan?" tanya (Y/n) sambil menunduk.


"KAU TAK PATUT TAHU!" (Y/n) menatapnya dengan serius. "Aku patut tahu, karena itu aku akan memberitahukan semuanya denganmu" ucap (Y/n) dengan rasa penuh bertanggung jawab.


***


Ia jadi teringat dimana pembantu rumah tangga yang sempat berkerja di rumah (Y/n) itu berkata kalau dia tidak tega membunuh anak baik seperti (Y/n). Sekarang dia mengerti mengapa... Mengapa, dia menjadi seperti itu. Dibandingkan itu, dia merasa kalau dialah yang membuat (Y/n) menjadi semakin menderita.


"Kumohon berhenti!" ucap Reina yang tiba-tiba memberhentikan cerita (Y/n). "Sudah cukup... Semakin kau melanjutkannya aku merasa semakin bersalah... Aku sungguh tidak tahu" katanya sambil meneteskan air mata.


"Ini semua salahku, seandainya aku juga tidak dilahirkan... Aku tidak mau lahir kalau aku tahu aku adalah orang yang seperti itu" hal itu juga membuat (Y/n) ikutan menangis dan sadar... Kalau bukan dirinya saja yang menderita, tapi Reina juga...


(Y/n) memeluknya, "Reina... Sudah tidak apa-apa... Kita memang tidak bersalah, so stopped blame yourself" perkataan lembut (Y/n) itu membuat Reina semakin menangis. Hatinya benar-benar hancur dan penuh dengan perasaan bersalah.


▫️▪️▫️▪️▫️


#10 - The future | I'm Promise! | Bakugou x Readers | Different world AU


Terimakasih karena sudah berjuang bersamaku - Bakugou


▫️▪️▫️▪️▫️


Berbeda dengan Yuliana, Reina adalah anak yang tumbuh di lingkungan yang baik. Sehingga keadaan psikologisnya itu tidak mendorongnya untuk melakukan tindakan jahat.


"Maaf, (Y/n)..." ucap Reina kepadanya. "Tak apa, Reina... Aku tahu apa yang kau rasakan" balas (Y/n) kepadanya.


***


Pada akhirnya Reina yang menyesali perbuatannya itu dia meminta untuk masuk ke penjara yang sama dengan Yuliana. (Y/n) yang tidak tega dan sudah memaafkannya di saat itu juga, berusaha untuk mencegah Reina yang mau melakukan pengorbanan dengan membalas apa yang menjadi perbuatannya itu di penjara.


"(Y/n)... Aku ini sudah jahat padamu, karena itu biarkan aku pergi ke penjara ya?" kata Reina padanya. (Y/n) terdiam, "Kalau begitu aku akan mengunjungimu! Jangan tinggal bersama Yuliana ya, Janji?" ucap (Y/n) sambil memberikan kelingkingnya. "Janji," katanya sambil tersenyum tulus.


Akhirnya kehidupan Reina itu berakhir di penjara...


Reina P.O.V.


"Pak, maaf... Bisakah hari ini aku tinggal di penjara bersama kriminal yang bernama Yuliana?" hal itu membuat si Polisi tersentak. "Kumohon, dia adalah Ibu saya" ucapku kepadanya. "Terserah" katanya dengan ketus dan memasukkan ku kedalam penjara.


Terlihat seorang wanita yang kurus kering, wajahnya itu tidak terawat karena ia tidak menggunakan skin care lagi. "Halo, Bu" ucapku padanya. "SIAPA KAU?" teriaknya padaku.


Aku tersenyum melihatnya, "Ah... Memalukan, kenapa aku lahir dari seorang Ibu yang seperti ini ya? Seorang Ibu yang gila dan tamak" ungkapku dengan kesal. "KAU!" katanya yang kemudian berdiri. Hahaha... Tepat sesuai rencana ku kan?


Kemudian dia berdiri di hadapanku dan berteriak, "KAU! INI SEMUA KARENA KAU! SEANDAINYA SAJA KALAU KAU TIDAK LAHIR! MENGAPA KAU MASIH HIDUP?!" teriaknya kepadaku.


"Kenapa aku masih hidup? Karena aku dianugerahi berkat dari kakakmu sendiri yang akhirnya kau bunuh!" kataku kepadanya sambil mengernyitkan keningku.


"Sialan... Adelle sialan yang membuatmu hidup kan?! IYA BENAR! INI SEMUA KARENA DIA HID" saat itu rencanaku benar-benar berhasil... Aku berhasil menusuk jantungnya di saat dia lengah, "K-KAU?!" katanya.


"Kau memang membunuh banyak orang dengan cara seperti itu kan? Aku harap aku tak pernah lahir dari ibu yang sepertimu!!!" kataku lagi. "Cobalah hitung sendiri berapa orang yang kau bunuh dan tanggung dosa itu di NERAKA!" teriakku padanya.


Kemudian aku menginjaknya, dia terlihat tenang dengan mata yang terbelalak. "Dia sudah pergi kan?" kataku sambil memastikan. Kalau begitu...


*Jleb!* Aku mengambil pisau dan menusuk jantungku sendiri... Ah... Sebenarnya jika aku diberi satu kesempatan lagi\, aku ingin tidak menyakiti (Y/n) dan tidak lahir dari Ibu yang gila ini.


-Reina as side character story End- 


3 R.d. Person P.O.V.


Di saat kematiannya, Reina meninggal dengan cara yang mengenaskan. Namun mayatnya itu ditemukan dengan keadaan wajah Reina yang tersenyum bahagia. Tentu saja, (Y/n) yang baru mengalami banyak hal itu sedikit shock dan tidak mau makan untuk beberapa hari. Terlihat sedikit berlebihan untuk beberapa orang, namun hal itu tidak terlihat berlebihan bagi Bakugou.


//Switched Dimension


"AKU TAHU KAU SEDANG SEDIH TAPI MAKAN LAH SEDIKIT BUBUR INI SIALAN?!" protes Bakugou padanya. "Aku nggak mau" tolak (Y/n).


"MAKAN HEH!" kata Bakugou padanya. "LIHATLAH DIRIMU SIALAN! KAU TERLIHAT TIDAK BERTENAGA SAMA SEKALI! PANTAS SAJA KAU TIDAK BISA FOKUS DI KELAS KAN?" kata Bakugou padanya. "Tapi, Bakugou... Sebelumnya kalau aku tidak makan di dunia ini, aku bisa bertahan kok!" kata (Y/n) padanya.


"LOGIKA MACAM APA ITU?! MAKAN!" ucap Bakugou yang memaksakan satu sendok bubur buatannya itu ke dalam mulutnya. (Y/n) terpaksa makan karena Bakugou sudah menyendokkannya, "Enak" ucap (Y/n) dengan merendah sambil meneteskan air mata.


"Nah, makan! Apa mau kusuapi?" ejek Bakugou. "Iya deh!" ucap (Y/n) yang langsung mengambil mangkoknya dan makan. "Hei... Dengar ini, kau tidak bisa bersedih terus... Kau kira si bodoh itu mau membunuh dirinya sendiri tanpa alasan?" hal itu membuat (Y/n) tersentak.


"Bagaimana bisa kau mengatakan seperti itu, Bakugou?" tanya (Y/n). "Ya walaupun agak logis sih" ucap (Y/n) sambil merendah. "Nah... Kau kira wajahnya yang tersenyum itu tidak memberi petunjuk?" kata Bakugou padanya.


(Y/n) jadi teringat dengan perkataan Reina,


"Jalani hidupmu dengan baik (Y/n)... Jangan nangis, kalau tidak aku akan membunuhmu jika aku keluar dari penjara... Pokoknya awas ya!"


(Y/n) tersenyum sambil meneteskan air mata, "Makasih, Bakugou" kata (Y/n) sambil tersenyum. "NAH SEKARANG MAKAN! KALAU NGGAK AKU NGGAK BAKAL BUATIN LAGI!" protes Bakugou padanya. "Iya deh!" jawab (Y/n) kepada pernyataannya.


'Dia akan keluar dari U.A 3 hari lagi kan?' batin Bakugou. 'Entah mengapa aku merasakan sedikit firasat buruk soal itu' batinnya lagi. "Kau... Setelah 3 hari apa yang akan kau lakukan?" tanya Bakugou. "Aku?" tanya (Y/n) padanya.


"Iya" jawab Bakugou dengan tenang. "Hm... Aku akan keluar dari U.A tentunya... Dan aku juga bakal lanjutin studiku, dan lagi aku juga harus belajar manajemen biar bisa lnjutin perusahaan mamahku" ucap (Y/n) padanya. 'Kalau begitu apa kita semakin menjauh?' batin Bakugou secara sekilas.


"Oh" jawab Bakugou. 'Oh doang?' batin (Y/n). 'Eh... Tapi kenapa aku kecewa?' batin (Y/n). "Kalau begitu habiskan buburmu itu sekarang, ayo kita ke toko roti... Aku akan menraktirmu" kata Bakugou yang seolah-olah tersambet sesuatu.


"Roti? Toko Roti Kagura?" tanya (Y/n) dengan ceria. Bakugou mengangguk, "Iyap! Ayo Bakugou! Aku mau croissant!" ucap (Y/n) yang bersemangat. "ABISIN DULU MAKANAN LU!" protes Bakugou yang kesal. "Udah abis, tinggal sesendok lagi" ucap (Y/n) sambil memberi lihat Bakugou bekas makannya.


'Gw baru inget kalau anak ini makannya cepet' batin Bakugou. "Bakugou... Lu kasih apa sih ke buburnya... Enak banget, pengen lagi" kata (Y/n) yang nagih. "NGGAK! GW NGGAK MAU BUAT LAGI" kata Bakugou yang langsung memalingkan wajahnya karena malu.


"Enak banget kali ya, yang jadi istri kamu... Kalau sakit tinggal makan bubur kamu langsung fit lagi" ucap (Y/n) sambil memonyongkan mulutnya.


"Nggak juga" ucap Bakugou yang melihat ke arah lain karena wajahnya yang memanas. "Bakugou, malu ya?" kemudian Bakugou kembali ke moodnya yang seperti biasa... "NGGAK! ASAL BANGET LU!" protesnya pada (Y/n). "He? Dasar" ucap (Y/n) yang memonyongkan mulutnya.


*** Switched Place : Toko Roti ***


"Kagura! Yey aku datang!" ucap (Y/n) yang baru masuk. "(Y/n), kau datang?!" kata Kagura yang juga datang mendekati (Y/n). Bakugou hanya bisa terdiam di saat mereka berdua melakukan skinship. "(Y/n)?! Kau habis nangis?!" ucap Kagura yang langsung memegangi wajah (Y/n).


"Ahahaha... Keliatan ya?" kata (Y/n) dengan canggung. "Kalau begitu, biar aku menghiburmu! Mari kita ramal masa depan (Y/n)-ku tercintah!" kata Kagura yang mau mengaktifkan quirknya.


"Eh? Kau punya quirk itu?!" kata (Y/n) dengan kaget. "Iyap!" jawab Kagura. Kemudian Bakugou memasang wajah kesal kepada Kagura\, "HEH! GADIS BERB*T*N* JANGAN MULAI LAGI!" protes Bakugou yang pernah jadi korbannya.


"Bakugou!" protes (Y/n) kepada Bakugou yang memanggil Kagura dengan sebutan gadis b*******. Namun Kagura tidak peduli dan tetap melihat masa depan (Y/n)...


Setelah itu dia membelalakan matanya dan langsung memegang kedua pundaknya... "(Y/n)... Kau punya waktu untuk berbicara sebentar?" hal itu membuat (Y/n) canggung. "M-hm!" kata (Y/n) sambil menganggukan kepalanya. Sedangkan Bakugou hanya bisa melirik ke arah mereka berdua dengan curiga.


-To be Contunied to #10,5!


Makasih udah mau baca sampai akhir! Sampai di ch selanjutnya^^!