
...▫️▪️▫️▪️▫️...
...♪ For Better Experience only ♪...
...♪ #01,5 Soundtrack : Easy On Me - Adele (Piano cover) ♪...
...#01,5 - The first time i met you (Pt.2) | I'm Promise! | Bakugou Katsuki x Readers | Different world AU...
...Terlalu nyata untuk dikatakan mimpi...
...- (Y/n)...
(Y/n) P.O.V.
Saat makan bersama, aku kembali kepikiran soal kejadian tadi... Apa aku barusan tidur? "Dek, tadi kamu liat kakak nggak lagi ngapain?" tanyaku kepada adikku yang sedang makan itu. "Bukannya kakak tadi duduk di depan komputer?" jawabnya padaku.
"Eh iya juga, tapi kamu liat kakak ilang ga tadi?" tanyaku padanya. "Apa sih... Kakak ini aneh... Jangan-jangan" katanya sambil mencurigaiku.
"Kakak kabur ke indomaret lagi ya?" aku langsung menyemburkan air minumku.
"Huh?! Ngapain aku kabur?!" ucapku dengan kaget. "(Y/N) Bersihkan airnya!" ucap Ibuku yang marah karena melihat air semburanku yang lumayan banyak.
"Maafkan aku, bu..." ucapku merendah sambil beranjak dari kursi mengambil lap untuk mengeringkannya.
"Lagipula kalau kamu benar kabur ke Indomaret, kamu akan tahu akibatnya" ucap Ibuku sambil memasang senyum ramahnya.
^^^*Fyi : Senyum ramah sering disalah artikan oleh beberapa orang, jadi bisa saja senyum ramah itu dipakai untuk memperingati seseorang.^^^
"Nga kok Bu! Aku ga kabur kok!" ucapku dengan sedikit panik.
Aduh! Kenapa adikku yang satu ini nyinggung soal indomaret!?!
Gawat kan kalau Ibu tahu soal itu...! Bisa-bisa aku dipotong uang jajan! Huft... Untung aja Ibu ga langsung percaya...
Lagipula kalau Ibu dan Ayah tidak pergi, akan sulit aku kabur untuk jajan...
Hah... Aturan rumah ku emang agak rumit kan?
Karena itu aku bisa dibilang anak rumahan, dikarenakan aku yang tak boleh jajan ataupun keluar rumah sembarangan...
Bahkan karena ekonomi rumahku bisa dibilang sangat hemat, aku jika sekolah pun tidak dibolehkan untuk jajan.
Cukup bawa bekal dan makan,
*Selintas memori*
"Wah gila (Y/n), sayur lagi..." ucap salah satu temanku. "Hahaha, kyk biasa kan? Bukannya udah wajar?" ucapku sambil tertawa kecil.
"Iya-iya, memang ya (Y/n)~! Sehat banget..." balasnya dengan nada bangga padaku.
*End of selintas memori*
Yaudahlah, bersyukur aja... Lagipula karena peraturan rumah juga aku jadinya ga gampang sakit...
...Kecuali satu,...
3 R.d. Person P.O.V.
(Y/n) yang selesai membersihkan bekas semburan itu, langsung berdiri dan meletakkan lap itu di cucian.
Karena (Y/n) tidak hati-hati, dia menabrak lemari dan kakinya tersandung.
"WEY SAKIT, MASA GW KESANDUNG LAGI?!"
Salah satu kelemahan fisik (y/n) adalah kakinya yang terlalu sensitif. Jika kakinya tersandung, maka pusat sensitif yang berada di ujung jarinya itu akan memberikan rasa sakit yang luar biasa ke seluruh tubuhnya.
//Skipped time... The Next Day, (Y/n) P.O.V.
Hah... Jujur kakiku yang kemarin kesandung ini masih sakit, kapan ilangnya sih?
"(Y/n)! Jangan lama-ama megang hpnya! Belajar! Ck, udah SMA masih aja males, google trus" gerutu Ibuku dari kejauhan.
"Iya-iya! Aku juga tau kok!" ucapku padanya. "Iya-iya aja bilangnya... Kapan belajarnya?" gerutunya lagi.
"Aku kan udah SMA, kenapa harus diomongin terus sih?" ucapku dengan kesal.
"Kamu nya ga ada kesadaran! Gausah sekolah aja ya kalau males-malesan!" ancamnya padaku.
Jujur, aku bisa dibilang mageran dan pemalas... Tapi sekalinya aku ada mentor belajar, niat belajar ku jadi beda...
Itulah mengapa dulu aku selalu tergantung pada les privat, tapi...
Sejujurnya aku belum kepikiran soal studiku ke depannya, apa aku jadi ilustrator atau penulis ya?
Hah... Entah mengapa aku terlalu lelah dengan kehidupan...
Menghadapi yang bukan bakat dan minat, masuk jurusan IPA karena gengsi?
Hah... Aku lelah dengan semuanya, aku lelah dengan perkataan semua orang tentangku...
Aku lelah mengatasi masalah yang datang padaku, rasanya aku ingin kabur dari kenyataan sekali saja...
"Kamu ngapain sih?! Bisanya diam aja... Ngabisin waktu tau nggak?! Kamu beneran mau dikeluarin dari sekolah hah?! Aku ga kasih makan kamu nanti!" teriaknya lagi.
"Iya-Iya! Bisa nggak sih percaya sama anaknya sekali aja?!" ucapku dengan kesal.
Hah... Dia terdiam kan? Bagusla-
*PLAK* Tamparan dari Ibuku itu memanas di pipiku, "KAMU YA! SEJAK KAPAN IBU NGAJARIN KAMU BUAT NGELAWAN?! Udah dikasih makan, masih aja gak tahu diri!! HP kamu Ibu sita! Ga ada hp buat hari ini sampai seminggu!" katanya.
Aku rasanya ingin melawan, rasanya ingin membela diriku sendiri... Tapi emang aku yang salah kan?
"Aku bakal belajar sendiri, aku bakal belajar sendiri! Mana buktinya? Ngomong aja kayak pelangi! Halu terus sampai mati aja sana kalau kamu gitu terus! Gak usah makan, gak usah hidup!"
"Kenapa aku punya anak pemalesan banget sih?! Asal orang tuanya aja gak ada yang bodoh, kenapa kamu bodoh sih?!"
"Nilai palsu aja bangga! Belajar kek! Jangan tergantung google terus!" katanya sambil mencabut paksa kabel komputer.
"Bu! Jangan dipaksa gitu! Nanti rusa-" Plak! Dia kembali menamparku, "Aku ga bakal ngasih fasilitas bagus buat anak yang modelan-nya kayak kamu!" ucapnya sambil membanting pintu.
***
Hey! Jangan nangis! Kenapa aku nangis sih?! Emang aku seburuk itu?
Ibu membicarakan aku ya? (Y/n) bisa denger kok dari sini...
Kenapa sih aku harus dibeda-bedakan kan secara tak langsung?! Kalau kau mau aku mandiri, kenapa tidak sejak dulu aku dilepas?! Kenapa aku tidak boleh mendapatkan kebebasanku sendiri dari kecil?!
Makan dipilih, uang jajan ga dikasih, pr dikerjain, gimana aku bisa mandiri hah?!
Gimana aku mau dewasa kalau masa kecilku begitu?! Kenapa orang-orang di rumah selalu mendiskriminasi kan ku dengan adik dalam hal akademik?!
Ya sebenarnya tak sepenuhnya mereka yang salah sih...
Ini semua salahku...
Tenanglah (y/n), kau harus bisa berpikiran jernih!
Sudahlah... Aku lelah...!
Aku sudah umur 16 tahun, itu semua salahku karena tidak belajar dengan giat...
Aku sepertinya... Tak memiliki bakat sama sekali,
Kenapa aku nangis sih?! Kan ini salahku sendiri?!
Sial...
Air mataku ini tak kunjung berhenti, trauma dan juga stress-ku memenuhi kepalaku.
***
"Hoi! Kau lagi?!" Aku menengok asal suara, "Kau ini siapa si-" dia menghentikan kata-katanya saat melihat aku menangis. "Aku ini lemah kan? Kenapa aku terus membayangkan tentang mu saat aku menangis ya?" ucapku sambil terisak. "Kau boleh tertawa, aku ini memang tidak berguna" ucapku merendah. "AKU TAHU AKU GILA, JADI BIARKAN SAJA AKU!" seruku padanya sambil terisak.
Sial, kenapa aku masih menangis?! "Ugh-! Berhentilah menangis dasar diriku yang CENGENG!" bentak ku kepada diriku sendiri.
"KAU HANYA BAYANGANKU SAJA KAN?! ATAU KAU JUSTRU MAU MEMBUNUHKU KARENA AKU PENGKH-" ucapan ku terpotong olehnya. "DIAM SIALAN!" protesnya padaku. "Kenapa? kau tak membunuh aku? Kenapa kau selalu muncul di bayanganku?" ucapku sambil terisak-isak.
Dia berdecih dan mengacak-ngacak rambutnya karena bingung,
"Hoi! Kau ini ada masalah apa sih sampai menangis seperti itu?! Cengeng!" ejeknya padaku.
"Aku tidak cengeng!" ucapku sambil membela diriku sendiri.
"Terisak seperti itu kau bilang itu bukan cengeng?! Tch, dasar bodoh!" ejeknya lagi.
"Aku tak mengerti, apa kau sedang diancam oleh bosmu?
Atau kau dipecat?" kata Bakugou sambil memberi asumsi.
"Aku masih sekolah! Kau kira aku sudah tua?!" protes ku sambil mengernyitkan kening.
"Habisnya kau ini benar-benar tidak jelas!" katanya dengan tegas.
"Ternyata benar ya?" kataku sambil merendahkan diri.
"Hey Bakugou... Kau bahagia kan?" tanyaku padanya. "Hah? APA MAKSUDMU BAHAGIA?! DAN KENAPA KAMU MEMANGGIL NAMAKU DENGAN AKRAB BEGITU?!" protesnya padaku.
"Hahaha... Sepertinya aku ini terlalu gila, mungkin aku sekarang sedang bicara sendiri..." kataku merendah. "KAU KIRA AKU HANTU HAH?!" protes Bakugou si karakter 2d itu padaku. "Bagaimanapun, kau memang seperti itu kan? Aku tak mengerti lagi" ucapku dengan jujur.
"Tch! HOI! JANGAN PERNAH MENGANGGAP MASALAH HIDUPMU LEBIH BESAR DARIPADA ORANG PADA UMUMNYA!" Aku tersentak mendengar ucapannya itu. "KAU INI TERLIHAT GILA! KAU TAHU ITU?! SEPERTI ORANG YANG MAU BUNUH DIRI! AKU BENCI ITU!"
"DAN KAU MEMBANDINGKAN DIRIMU DENGAN DIRIKU KAN?! hahaha, bahagia?! MEMANGNYA ITU PENTING?! TIDAK SEMUA HAL DAPAT MEMBUATMU BAHAGIA, SIALAN!" katanya dengan keras padaku.
"Lalu Bakugou, kenapa kau begitu yakin dengan mimpimu? Bukankah itu hanyalah sementara dalam kehidupan? Bukankah saat kita mati kita akan meninggalkan semuanya?" ucapku kepadanya. "TCH! OMAE-" lalu dia mendekatiku, "ITU SAMA SEKALI TAK MASALAH SIALAN!" teriaknya padaku.
"Mati?! SIAL- KAU SEPERTINYA DI OTAKMU ITU SUDAH MERENCANAKAN UNTUK MATI KAN?!"
"Hahaha... Aku sudah terlalu capek mengikuti perkataan orang lain untuk menjadi boneka seperti yang mereka ekspetasi kan... Mendapatkan tamparan dari Ibu sebagai makanan pokok ku...
Dan juga menetralkan racun yang sering diberikan oleh pembantuku sendiri... Aku sudah lelah hidup dalam kepalsuan!"
"Hoi?! Sebenarnya separah apa hidupmu itu?!" katanya dengan suara pelan. "Begitulah... Rupanya kau mau mendengarkan ku juga..." ucapku merendah.
"INI BUKAN BERARTI-" aku memotong perkataannya itu. "Apakah aku cantik?" tanyaku padanya. Dia tampak kesal sambil mengernyitkan keningnya, "KENAPA KAU TIBA-TIBA MENANYAKAN ITU, HAH?! TENTU SAJA TIDAK!!" katanya dengan jujur.
"Hahaha... Iya juga, tanpa sadar aku ber-ekspetasi padamu.. Padahal aku sudah tahu kalau kau begitu" gumam ku sambil memaksakan senyum.
"Kau itu aneh, datang seperti hantu, dan mengetahui namaku" ucapnya sambil duduk di bawah pohon rindang.
^^^*Latar tempat, pohon-pohon yang ada di sebelah U.A.^^^
Lalu karena aku lelah berdiri, aku duduk di pohon sebelahnya...
"Maafkan aku.. Habisnya aku..." ucapku merendah.
"Meskipun kau orang asing, aku juga sempat merasakan stress yang kurang lebih sama denganmu" jawabnya sambil menatap ke arah langit.
"Tapi aku takkan menceritakannya karena kau orang-" aku kembali memotong perkataannya.
"Ya... Aku memang orang asing yang tidak ada hubungannya dengan kalian" ucapku dengan jujur.
"Ya- Sebentar... APAKAH KAU VILAIN DARI LOV?!" katanya sambil berdiri.
"Woah-woah! Sepertinya kamu salah paham! Aku ini quirkless!" ucapku sambil membela diriku.
"Tapi bisa saja kan mereka memakai mu untuk-" aku menggeleng, karena itu dia memberhentikan perkataannya.
"Aku berasal dari negara bernama Indonesia" ucapku dengan jujur.
"Lah? Indonesia? JANGAN BERCANDA! INDONESIA ITU ADA DI LUAR NEGERI!?! LALU KENAPA KAU FASIH SEKALI BICARA BAHASA JEPANG?!" aku kaget mendengar ucapannya itu.
"Daritadi kita ngomong bahasa jepang?" tanyaku padanya dengan sedikit kaget. "TCH! KALAU BUKAN BAHASA JEPANG MEMANGNYA APA?!"
"Aku daritadi mendengarmu menggunakan Bahasa Indonesia, tahu!" ucapku sambil ikutan berdiri. "HAH! JANGAN BERCANDA?! AKU TIDAK BISA BAHASA INDONESIA SIALAN!"
"TERUS KAU KAN BILANG KAU INI QUIRKLESS, LALU KENAPA KAU BISA TIBA-TIBA TELEPORTASI KESINI?!"
Aku tersenyum kecut, "Mengapa semua ini begitu nyata? Padahal beberapa menit yang lalu... Aku merasa kalau kau hanyalah ada di layar komputer ku" gumam ku pelan. "HAH?! LAYAR KOMPUTER?! SIALAN KAU INI ORANG GILA?! KAU STALKER KAN-" aku memotong perkataannya.
"Bisakah kau mendengarkan ku sampai habis?!" bentak ku dengan ekspresi yang tak bisa menahan air mata lagi. Dia terdiam, dan kembali duduk di pohon rindang yang tadi dia duduki.
"JELASKAN DENGAN CEPAT! AKU TAK PUNYA WAKTU!" katanya dengan kasar.
***
Setelah aku menjelaskan semuanya, mulai dari sedikit tentang keadaan rumahku... Tempat tinggal, dan dimensi dia hanya bisa terdiam dan mencerna perkataan ku itu.
"Intinya aku, tak mengerti apa yang terjadi! Ini semua terlihat nyata! Aku benar-benar tak mengerti mengapa aku bisa berkhayal tentang ini semua!" ucapku sambil memegangi kepalaku. "Bagaimanapun aku masih sepenuhnya belum mempercayai perkataan mu itu" ucap Bakugou kepadaku.
Dia berdiri, "Buktikan kalau itu semua nyata... Aku tak mau ikutan gila karena kau!" ucapnya sambil melangkah pergi.
Bakugou P.O.V.
Dunia yang pararel, kondisi dimana quirk itu tidak ada, dunia fantasi... Sial, dia ini benar-benar anak penyakitan yang baru keluar dari RSJ ya?
Aku benar-benar bisa gila kalau mempercayai semua itu! Dan lagi... Meskipun 'All for One' sudah dibasmi... Siapa tahu dia adalah salah satu pengikutnya!
Jadi aku takkan percaya itu!
Lagipula kalau dia tak punya quirk, bagaimana bisa dia berpindah dimensi?
Apakah tangisannya itu hanyalah kebohongan? Apakah ceritanya hanyalah bohongan? Apa dia itu karakter di dunia yang lain? Atau aku?
Katanya aku adalah karakter sampingan?! HAHAHA! SIALAN-!
Karena kesal tak sengaja aku memukul tembok sekolah sambil mengaktifkan quirk-ku, tembok itu terlihat rusak... Tapi aku tak peduli, suruh siapa bangunan ini tidak kuat?!
Tch, sialan... Aku sudah gila!
Dan aku lupa untuk menanyakan namanya!
...-End of #01...
Yo~ Makasih udah mau baca dan nungguin chapter baru ya:3
//btw maaf juga karena aku kemaren gak up TvT
//Kemaren tugasku numpuk bangett
Maaf agak pendek.. (Ya walaupun ini agak lebih panjang dari ch sebelumnya sih... wkwk...).
Tapi episode selanjutnya kemungkinan aku bakal agak panjangin lagi:3
Kalau agak aneh.. Maafin ya:') Soalnya baru pertama kali buat angst:')
Kalau begitu sampai nanti di ch selanjutnya ya^3^!
...▪️▫️▪️▫️▪️...