
"Saya akan memberi materi yang sangat lebih dari cukup? Bagaimanapun anak anda adalah kunci dari penelitian ini" ucap si pria paruh baya itu. Idris tersenyum, "Kalau begitu... Kau akan memberiku berapa? Aku pun bisa melaporkannya ke polisi jika kau tidak memberiku harga yang serupa" ucap Idris sambil memasang senyum licik.
▪️▫️▪️▫️▪️
#08 - If you and me together? | Bakugou Katsuki x Readers | Different world au |
Dia selalu berkata, semua bakal baik-baik saja. Itulah mengapa diriku tenang. -(Y/n)
▫️▪️▫️▪️▫️
//Switched Dimension - 3 R.d. Person P.O.V.
Bakugou terdiam dan duduk di kursi ruangan itu, dirinya berpikir dan memproses bagaimana cara agar ia bisa menanggulangi kematian (Y/n) dan membantunya keluar dari masalah. Jujur, sekarang dia tidak bisa mengandalkan egonya lagi dan melupakan apa yang terjadi pada (Y/n). Karena baginya, dia sudah terlalu cukup merasakan kehilangan, dia sudah cukup merasakan perang. Dan dia tidak mau itu terjadi lagi terhadap (Y/n). Namun ia kembali berpikir, sampai berapa lama ia harus menunggu? Lagipula (Y/n) tidak tahu pasti kapan ia akan datang,
"Boo!" kaget (Y/n) terhadap Bakugou. "HEH! JANGAN KAGETIN GW!" protes Bakugou padanya. "Heheha, maaf!" cengir (Y/n). Kemudian wajah Bakugou mulai serius, "Kau lebih cepat dibanding perkiraanku" ucap Bakugou padanya.
"Memangnya kau kira aku akan pergi untuk berapa lama?" tanya (Y/n) padanya. "Entahlah, mungkin sekitar satu jam?" ucap Bakugou padanya. 'Entah mengapa rasanya Bakugou akhir-akhir ini banyak meminimalisir amarahnya... Aku sedikit aneh sih, tapi yasudahlah... Lebih baik begini kan?' pikir (Y/n).
"Bakugou, soal tubuhku... Semuanya baik-baik saja... Ada seorang asing yang" perkataan (Y/n) dipotong oleh Bakugou yang kaget. "HAH?! KAU BILANG KAU AMAN DENGAN ORANG ASING?!" kata Bakugou padanya.
"Hey! Dengerin dulu dong!" protes (Y/n) padanya. Hal itu membuat Bakugou terdiam, "Jadi... Aku nggak terlalu mengerti soal ini, tapi sepertinya aku sempat memiliki penglihatan soal masa lalu Ibu. Aku pun tidak tahu jelasnya bagaimana, dan yang pasti aku tidak bisa menanyakan ini kepada Ibuku ... Kau tahu sendiri kan keadaannya gimana?" tanya (Y/n) padanya. Bakugou mengangguk, "Kau kabur dari ibumu itu dan kau kira dia akan menjawab pertanyaan seperti itu setelah kau kembali? Apa kau bodoh?" hal itu membuat (Y/n) sedikit tertusuk dengan perkataan Bakugou.
"Iya, tapi... Kau ingat orang asing yang aku ceritakan?" tanyaku padanya. Dia mengangguk, "Apa hubungannya?" tanyanya kepada (Y/n). "Aku melihat kalau ibu asliku berkaitan dengan dia... Lagipula mengapa dia mau membayar rumah sakit dan memanggilku nona?" Bakugou sedikit tersentak.
"Tadinya aku memperbolehkanmu tinggal disini, bukannya kondisi ini sedikit gawat? KAU KIRA KAU BISA MENINGGALKAN TUBUHMU BEGITU SAJA?! MAU GAK MAU KITA KAN HARUS BERPIKIR LOGIS SIALAN!?! Bagaimana kalau dia itu penipu?" sikap Bakugou yang realistis itu membuat (Y/n) sedikit kaget.
"Iya juga... Gimana ya..." gumam (Y/n). "Kau ini ada-ada saja... Apa kau tahu cara membawaku ke duniamu?" tentu saja hal itu membuat (Y/n) tersentak. "Aku nggak tahu gimana caranya! Kalau aku bawa kamu ke dunia nyata... Bukannya kamu bakal jadi gepeng?" tanya (Y/n) dengan panik. Kemudian Bakugou mengernyitkan keningnya karena kesal,
"APA SIH?! SUDAHLAH LUPAKAN SAJA!" katanya dengan amarah yang seperti biasanya. "Eh! Maaf! Bukan begitu maksudku! Tapi... Aku nggak tahu gimana caranya" ucap (Y/n) dengan jujur.
Bakugou mengacak-acak rambutnya, "Sudah lupakan saja, bagaimanapun perpindahan dimensi itu adalah hal yang mustahil dilakukan oleh orang biasa" ucapnya kepada (Y/n).
(Y/n) terdiam mendengarkan perkataannya, 'Bagaimanapun setelah melihat dirinya, aku jadi sedikit iri dengannya. Tetapi setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing kan? Untuk apa aku iri... Dan si bodoh ini, dia tidak sadar kalau dirinya istimewa dan mencuci otaknya sendiri sialan!' batin Bakugou.
"Aku mau kau mencari tahu motif orang asing yang membantumu itu... Tentukanlah pilihanmu sendiri, salah pilihan kau akan mati..." hal itu membuat (Y/n) kembali berpikir akan kondisinya.
'Kalau aku tinggalkan apa dia baik-baik saja?' batin Bakugou. 'Apa aku terlalu manipulatif kepada orang yang baru shock?' batinnya lagi.
"Maka dari itu aku tanya kepadamu, apa kau bisa membawaku ke duniamu atau tidak?" kata Bakugou sambil mengernyitkan keningnya. (Y/n) tersenyum, "Terimakasih sudah mengkhawatirkanku, kau baik sekali" hal itu membuat Bakugou tersentak.
"AKU NGGAK MENGKHAWATIRKANMU SIALAN! AKU INI JAHAT!" kata Baugou yang kini membuang wajahnya karena malu. (Y/n) tertawa kecil melihatnya, "Kalau begitu Bakugou... Bisakah kau ajari aku bela diri?" hal itu membuat Bakugou langsung menengok.
"Hah?" katanya sambil sejenak berpikir. "Apa maksudmu itu.. Kau mau mencoba melindungi dirimu sendiri saat aku tidak ada?" lanjutnya yang kemudian diangguki (Y/n).
"Akan kupikirkan" kata Bakugou sambil melihat ke arah lain. 'Dia melihat ke arah mana sih?' batin (Y/n) penasaran. "Bagaimanapun tubuhku di dunia nyata sangatlah lemah dan tidak berdaya, dan sepertinya aku bisa dinyatakan koma untuk beberapa hari?" kata (Y/n) kepadanya. "Hah? Koma? Bukankah itu parah?" tanya Bakugou padanya. (Y/n) mengangguk, "Aku sebenarnya sekarang sedang mencoba untuk meredam semuanya dan berpikir jernih... Karena itu pikiran realistismu itu membuatku kembali berpikir" kata (Y/n) kepadanya.
Seiring (Y/n) berbicara, Bakugou sempat berpikir sejenak dalam pikirannya. 'Dia meredam? Sebenarnya dia ini bisa berubah mood secepat itu? Apa ini memang kemampuannya? Lagipula meredam bukanlah hal yang baik, yang dia butuhkan hanyalah istirahat sejenak, namun dia juga kelas 11 sama sepertiku... Waktunya itu tidak terlalu banyak' batin Bakugou.
"Jangan paksakan, kau memang butuh waktu untuk menenangkan diri" kata Bakugou setelah (Y/n) berbicara.
"Tapi bukankah kita tidak memiliki banyak waktu?" tanya (Y/n) padanya. Kemudian Bakugou terlintas suatu pemikiran, "Kau... Apakah kau pintar dalam pelajaran?" tanya Bakugou kepadanya. Hal itu membuat (Y/n) tersentak, "Ehm... nggak terlalu" ucap (Y/n) dengan wajahnya yang suram. "Nilaiku terlalu memalukan untuk dibicarakan" ucap (Y/n) sambil menunduk.
'Kenapa aku malah nyinggung itu sih!' batin Bakugou secara sekilas. "Maaf" ucap Bakugou kepadanya. Hal itu membuat (Y/n) kaget dengan permintaan maaf Bakugou...
"Eh, nggak apa-apa! Ini bukan salahmu!" ucap (Y/n) kepadanya. "IYA! SIAPA YANG BILANG KALAU INI SALAHKU!" ucap Bakugou yang lagi-lagi tidak bisa menahan egonya. 'Ah... Padahal aku baru mengira kalau dia ini berubah...' batin (Y/n).
"Cara yang terbaik hanyalah... Kau harus mengetahui masa koma yang kamu alami, dan butuh berapa lama sampai tubuhmu itu pulih? Lalu kau harus mengetahui siapa yang akan menjadi pihakmu... Sampai saat itu kau juga harus memperkuat dirimu dan juga belajar... Itu pun kalau kau mau" ucap Bakugou padanya. Namun (Y/n) tidak tersinggung, dia menerima apa yang Bakugou sarankan...
"Idemu bagus juga, Bakugou! Kalau mendengarmu bicara... Rasanya pelajaran itu jadi gampang!" ucap (Y/n) kepadanya. "Apa kau ingat... Soal bahan terakhir yang kau pelajari, Gadis RSJ?" tanya nya pada (Y/n).
"Ehm... Biologi sistem peredaran darah... Kimia Laju reaksi... Fisika suhu dan kalor... Matematika barisan aritmatika? Matematika minat Trigonometri analitika?" hal itu membuat Bakugou tertawa, "eh kenapa?" tanya (Y/n) dengan bingung.
"Sekolahmu lambat" ucap Bakugou sambil mengejek. "Heh! Jangan bilang begitu!" ucap (Y/n) padanya. "Bakugou, ini mungkin agak out of topik... Tapi disini kira-kira tanggal berapa ya? Apa kita tinggal di waktu yang sama?" tanya (Y/n) padanya. Hal itu membuat Bakugou teringat akan satu pertanyaan yang berada di pikirannya.
"Sekarang tahun 2221, tangga" ucapannya itu terhenti... "HAH?!" ucap (Y/n) dengan wajah yang pucat pasi. "APAAN SIH?!" tanya Bakugou yang ikut kesal.
"Nggak mungkin... Coba kau ulang perkataanmu, Bakugou!" ucap (Y/n) padanya. "NGGAL! GW NGGAK MAU NGULANG!" protes Bakugou dengan kesal. "2221?" tanya (Y/n) dengan tercengang.
Bakugou mengernyitkan keningnya, "KENAPA HAH?!" protes Bakugou padanya. "Gila-gila... Bukannya ini spoiler?" gumam (Y/n). "APA-APAAN SPOILER?!" ucap Bakugou kepadanya. Kemudian Bakugou teringat kan perbedaan dimensi antara dia dan (Y/n),
"Aku adalah anak yang tinggal pada abad ke 20... Tepatnya aku berada di tahun 2021" ucap (Y/n) padanya. Kini dia sedikit kaget, "Sudah kuduga sih" ucap Bakugou padanya. "Hah? Maksudnya?" tanya (Y/n) sambil memiringkan kepalanya.
"Kau ini diantara time traveller atau orang yang bisa membuka portal ke dimensi lain... Benar-benar seperti di cerita fiksi saja" katanya sambil meremehkan (Y/n). (Y/n) tersenyum kecut setelah mengetahuinya, "Aku nggak tahu... Aku nggak tahu dari mana ini berasal dan aku nggak tahu apa yang sedang terjadi padaku... Hal itu membuatku bingung dengan identitasku sendiri... Seolah-olah aku itu... Memiliki kepribadian yang berbeda... Hal ini karena aku di dunia asli tidak berani mengeluarkan pendapatku" ungkap (Y/n).
Bakugou meletakkan tangannya secara mendadak di pucuk kepala (Y/n), "Kau terlalu mengkhawatirkan banyak hal, untunglah kau bisa bertahan sampai saat ini" kemudian (Y/n) tersenyum.
"Aku kuat kan?" tanya (Y/n). Bakugou mengangkat tangannya dan membuang wajahnya, "Pikir sendiri saja sialan" ucapnya menuju pintu. "Berarti aku kuat kan?" ejek (Y/n). "NGGAK! KAMU NGGAK KUAT!" ucap Bakugou dengan malu.
Karena (Y/n) mengerti akan tata bahasa Bakugou... Ia mengerti bahwa Bakugou malu untuk mengatakan itu. Kemudian (Y/n) mendapat suatu memori seperti yang tadi pagi ia dapatkan...
*Potongan memori*
"Apa kau yakin anak ini bangun?" tanya Dokter itu pada Lancelot. Lancelot mengangguk, "Kalau begitu nona ini memang butuh waktu sekitar 1 bulan untuk pemulihan... Lagipula darah yang ia butuhkan sangatlah banyak. Karena dia sudah kehilangan banyak darah, jika dibiarkan begitu, dia tidak bisa bertahan hidup karena sirkulasinya tidaklah lancar" ucap si Dokter kepadanya.
"Kalau begitu?" ucap Lancelot sambil berpikir keras. "Benar, anak ini butuh donor... Dan kita juga akan memastikan golongan darah untuk itu" ucap si Dokter. "Kalau begitu, sementara kau adalah wakil dari pasien (Y/n)?" tanyanya kepada Lancelot. "Iya, dokter" ucap Lancelot.
"Kalau begitu saya ijin keluar karena saya sudah menganalisis gejala pasien" ucap si Dokter. Lancelot mengangguk dan berterimakasih, kemudian setelah si dokter keluar Lancelot mendekati ranjang dan bergumam sendiri.
"Nona (Y/n) tolong maafkan keterlambatan saya, namun selanjutnya saya akan mendukung anda ke posisi anda yang sepantasnya" gumam Lancelot. Kemudian ponselnya berbunyi, dia membungkuk kepada (Y/n) dan pergi keluar ruangan untuk mengangkat teleponnya.
*End of Potongan memori*
Kemudian (Y/n) yang terdiam itu membuat Bakugou panik, "Hoi! Kau tak apa?" tanya Bakugou padanya. (Y/n) tersenyum, "Bakugou... Tolong, mulai sekarang ajarkan aku bela diri" ucap (Y/n) dengan tegas.
"Hah?" katanya sambil mengernyitkan keningnya.
"Lalu... Apa uang sekolah U.A sangatlah mahal?" hal itu membuat Bakugou kaget. "Hah?! JANGAN BERCANDA KAU MAU MASUK U.A?!" kata Bakugou padanya. (Y/n) mengangguk, "Aku sudah terlalu banyak ketinggalan pelajaran... Karena itu selama sebulan ini aku akan masuk ke sana dan belajar di jurusan biasa" ucap (Y/n) padanya.
"Jurusan biasa ya?" pikir Bakugou. "Bagaimanapun aku sama sekali tidak mempunyai skill untuk menjadi hero... Yang aku tahu hanyalah pelajaran umum SMA biasa" ucap (Y/n) dengan jujur.
Kemudian Bakugou mengacak-acak rambutnya sekali lagi... "Kau, yakin?" tanya Bakugou dengan serius. (Y/n) mengangguk dengan mantap, "Aku nggak mau banyak ketinggalan lagi... Karena itu aku ingin belajar hanya untuk 1 bulan" ucap (Y/n) kepadanya.
"Hah... Dasar tukang halu! Kau kira pendaftaran sekolah itu gampang? Lagipula kau disini kan tidak punya orang tua!" hal itu membuat (Y/n) merenung. "Iya juga... Mana uangku tinggal 9000 yen lagi" ucap (Y/n) dengan pasrah.
Bakugou kesal melihat gadis yang berada di depannya itu, "HOI! KAU INI?! MASA 9000 YEN KAU BILANG TINGGAL SEDIKIT?!" protes Bakugou padanya. "Eh emangnya kenapa?" tanya (Y/n) sambil memiringkan kepalanya.
*9000 yen = Rp 1.043.440\,13*
"Sialan... Kau waktu itu dapat uang berapa?" tanya Bakugou sambil mengernyitkan keningnya.
-Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat di #04,5 - Feeling's (2)
"Nggak yakin sih" ucap (Y/n). "Bukannya saat kita kumpulkan sampai segepok? KAMU BILANG KAMU PUNYA CUMA 9000 YEN?! MASA TINGGAL SEGITU? HITUNG LAGI SIALAN!" protes Bakugou.
"Eh...? Aku kan memang nggak bisa hituang uang dalam yen, Bakugou! Yang aku tahu kan hanya uang dalam rupiah!" ucap (Y/n) dengan nada merengek. Kemudian Bakugou tersadar, 'Iya juga, dia kan turis... Dan lagi memangnya dia bisa baca buku bahasa jepang?' batin Bakugou.
"WOI! LU GILA YA? KAN NANTI BUKU PELAJARAN BAHASA JEPANG SEMUA! EMANGNYA LU BISA BACA KANJI?!" protes Bakugou. 'Kanji?!' batin (Y/n).
"Ugh... Aku cuma bisa baca hiragana, Bakugou! Gimana dong! Katakana ku nggak lancar!" ucap (Y/n) dengan nada sedih. "Aku heran denganmu... Kenapa kau bisa berbicara denganku secara lancar tapi tidak bisa baca, apa kau buta huruf?" ejek Bakugou. "Heh! Gw kan dari indo! Lu malah bilang gw buta huruf!" ucap (Y/n) kepadanya.
"Bagaimanapun cara kerja sekolah, kau harus bisa baca buku, menulis... Kalau kau tak bisa terus bagaimana?" tanya Bakugou. Wajah (Y/n) menjadi pucat, "Aku ini beban banget" kata (Y/n) dengan pasrah.
"Sebenarnya kau ini bisa baca hiragana kan? Kau bisa menulisnya?" tanya Bakugou. (Y/n) mengangguk, "Aku bisa menulis hiragana, membacanya juga aku bisa" ucap (Y/n) kepadanya.
"Masalahnya aku nggak bisa baca kanji dan katakanaku belum lancar" ucap (Y/n) dengan nada merendah. "Kau tahu, gadis RSJ? BAGAIMANA ORANG BISA BERSEKOLAH JIKA KAU TIDAK BISA BACA DAN MENULIS DENGAN BENAR" protes Bakugou dengan pasrah. "Ah iya juga" uacp (Y/n) sambil berpikir keras.
"Apa quirkmu itu tidak bisa menerjemahkan ke tulisan?" tanya Bakugou kepadanya. (Y/n) berpikir lagi, "Coba kau baca ini" ucap Bakugou sambil menunjuk ke poster yang berada di UKS.
(Y/n) menyipitkan matanya untuk memperfokus tulisan, ia berjalan mendekati poster dan mencoba membacanya.
清潔に保ってください!
(Y/n) yang hanya bisa membaca hiragana hanya bisa pasrah, karena itu dia hanya mengucapkan bagian hiragana... "ni te kudasai?" ucap (Y/n) dengan lancar. Bakugou lagi-lagi hanya bisa megernyitkan keningnya.
'Lagi-lagi 2 bahasa yang bercampur itu membuatku kesal' batin Bakugou. "Kau cuma bisa baca akhirnya?" tanya Bakugou kepadanya.
(Y/n) mengangguk canggung, "Sepertinya benar aku.. Hah?" kemudian (Y/n) terlihat kaget dengan apa yang ia lihat. "Hoi, kau kenapa?" tanya Bakugou dengan bingung. "Bakugou! Ada bahasa Indonesia!" ucap (Y/n) dengan girang.
"Hah? Jangan bercanda sialan!" kemudian Bakugou melihat posternya dan mengernyitkan keningnya. "APA-APAAN?!"
"Jagalah kebersihan! Begitu kan?" tanya (Y/n) sambil tertawa senang. "Hah? Bagaimana bisa ka" kemudian Bakugou menutup rapat mulutnya. "Hm?" tanya (Y/n).
"Kau... Ikut denganku, bagaimanapun jika kau ingin belajar di U.A kau harus ikut denganku" kata Bakugou. "Eh, mau ngapain?" tanya (Y/n) dengan bingung.
"DIAM SAJA DAN IKUTLAH DENGANKU, SIALAN!!!" protes Bakugou yang kini membuka pintu untuk keluar.
"Ugh... Jangan nakut-nakutin dong!" ucap (Y/n) kepadanya. "Heh... Aku serius" hal itu membuat (Y/n) merinding. "Baiklah!" jawab (Y/n) dengan pasrah.
Tanpa terasa Bakugou telah mengantar (Y/n) hingga mencapai asrama... Namun sebelum membuka pintu, dia sadar kalau (Y/n) tidak ada di belakangnya. 'HAH?! KEMANA DIA?!'
*** Author Naration P.O.V. ***
(Y/n) yang tidak sengaja menabrak seorang laki-laki di jalan itu kini sedang mengalami suatu masalah... "Maaf" ucap (Y/n) dengan bahasa Indonesia. Namun orang itu tidak suka karena ada orang yang menabraknya, "あなたの目で行きなさい! -Anata no me de iki nasai! (Pakai matamu saat berjalan!)" katanya dengan suara meninggi. Setelah itu (Y/n) sadar kalau dia hanya bisa berbicara bahasa Indonesia hanya kepada orang-orang tertentu.
"答え!-Kotae! (Jawab!)" katanya lagi. (Y/n) yang tidak terlalu lancar berbahasa Jepang itu hanya bisa mencari Bakugou untuk bantuan. Dia menengok kesana kemari, namun ia tidak bisa menemukannya. (Y/n) melihat ke arahnya yang kini sedang memasang wajah kesal, "Sumimasen!" ucap (Y/n) langsung membungkuk untuk meminta maaf.
"すみません?このドレスは安いと思いますか?-Sumimasen? Kono doresu wa yasui to omoimasu ka? (Maaf? Kamu kira baju ini murah?)" hal itu membuat (Y/n) sedikit tersentak. 'Apa dia mengatakan soal bajunya? Doresu? Bukannya itu berhubungan dengan gaun? Apa memang artinya baju? Omoi, murah kan?' batin (Y/n).
"Wakarimasen, sumimassen desuta! (Saya tidak tahu, saya minta maaf!)" ucap (Y/n) yang sekarang masih membungkukkan badannya. Orang itu kesal karena dirinya dianggap remeh, kemudian ia menarik baju (Y/n) dengan tangan kanannya.
Hal itu membuat (Y/n) benar-benar ketakutan... "誰と取引しているのかわかりませんか?すぐにあなたのお金をください!-Dare to torihiki shite iru no ka wakarimasen ka? Sugu ni anata no okane o kudasai! (APAKAH KAU TIDAK TAHU SEDANG BERHADAPAN DENGAN SIAPA? CEPAT BERI AKU UANG!)" perintahnya dengan kasar.
Kemudian dia mengambil ancang-ancang untuk menampar (Y/n), 'Aku akan ditampar kan?' batin (Y/n) sambil menutup matanya rapat-rapat. Namun, preman itu melihat wajah (Y/n) yang sedikit menggoda. Karena itu ia sengaja melepas cengkramannya, hal itu membuat (Y/n) terkaget dan sempat kehilangan keseimbangan.
"あなたは知っていますか?獲物が私を襲った場合、私はめったに獲物を手放しません -Anata wa shitte imasu ka? Emono ga watashi o osotta baai, watashi wa mettani emono o tebanashimasen (Kau tahu? Aku jarang melepaskan mangsa-ku jika mereka menabrakku)" ucap orang itu pada (Y/n) dengan tatapan mesum.
(Y/n) sedikit merinding melihatnya, "さて~ お金がないなら私のために何かしなければなりません -Sate~ okaneganainara watashi no tame ni nanika shinakereba narimasen (Nah~ jika kamu tidak punya uang, kamu harus melakukan sesuatu untuk saya)" katanya lagi.
Karena (Y/n) tidak terlalu mengeti, dia terdiam dan merenungkan perkataannya. 'Dia bilang apa?' batinnya. 'Mengapa dia berjalan kesini dengan ambisi begitu?' batin (Y/n) dengan sedikit merinding.
"何を待っていますか?すばやく開く -Nani o matteimasu ka? Subayaku hiraku (Kamu tunggu apa lagi? Cepat buka)" katanya sambil melihati tubuh (Y/n) dengan tidak tahu malu. Kali ini (Y/n) mengerti apa yang dimaksudkannya secara sekilas.
'Orang ini dia melepaskanku karena dia ini pria mesum!' batin (Y/n) dengan merinding. Kemudian (Y/n) menatap dingin kepada pria itu, "あなたはクレイジーな女の子です!そのように私を見ないでください!-Anata wa kureijīna on'nanokodesu! Sonoyōni watashi o minaide kudasai! (KAU GADIS GILA! JANGAN MENATAPKU SEPERTI ITU!)" teriaknya yang sekarang benar-benar kasar dan ingin menampar (Y/n).
Plak! (Y/n) memegangi pipinya yang tidak terkena tamparan itu, dia membuka matanya dan menemukan Bakugou yang menghalanginya. Tentu saja, tamparan itu memanas di pipi Bakugou. "Aku mendengar apa yang kau katakan, brengsek! ULANG SEKALI LAGI SIALAN!?!" teriak Bakugou padanya.
Kini mata (Y/n) terbelalak kaget, "え?あなたは誰?ああ、2年生のようですね... - E? Anatahadare? Ā, 2-nensei no yōdesu ne... (Hah? Kau siapa? Oh, rupanya anak kelas dua ya?)" ucap orang itu kepada Bakugou.
Kemudian Bakugou yang kesal karena perilakunya, bersiap untuk mengeluarkan ledakannya. Setelah itu, orang itu teringat kalau itu adalah Bakugou anak kelas 2 jurusan pahlawan. Dia yang takut berurusan dengan jurusan pahlawan, kini kabur dengan ancamannya.
"気をつけて! -Kiwotsukete! (Awas saja ya!)" ancamnya sambil berlari. Kemudian Bakugou memasang jari tengah kepadanya karena kesal. (Y/n) hanya bisa bernafas lega karena itu...
"Bakugou, makasih" ucap (Y/n) kepadanya. Kemudian Bakugou berbalik dan memberikan tangannya untuk membantu (Y/n) berdiri. (Y/n) sedikit kaget, "Cepatlah, tanganku bisa putus menunggumu seperti itu" katanya dengan tegas.
(Y/n) tersenyum dan memegang tangannya, setelah berdiri... "Terimakasih Bakugou... Aku benar-benar tidak tahu jika kau tidak ada" ucap (Y/n) sambil tersenyum.
Dia menghela nafas pelan tanda lega, "Lagipula kalau kau tahu kau hanya jadi beban mengapa kau kabur sih?" sejenak (Y/n) terdiam dengan senyuman Bakugou.
"Ah... Aku tau kalau aku beban kok" ucap (Y/n) dengan canggung setelah melihatnya begitu. "Tapi bakugou! Aku baru pertama kali melihatmu seperti itu! Coba senyum lagi!" pinta (Y/n).
Kemudian wajahnya itu kembali seperti biasanya, "APA? NGGAK!" protesnya.
'Ada apa dengan dia, padahal barusan udah adem loh' batin (Y/n). Kemudian (Y/n) berniat untuk melepas pegangan tangan yang kini sedang dilakukan. Saat ingin melepas pegangan tangan, Bakugou dengan agresif langsung memegang erat tangan (Y/n). "Apa? HAH? MAU KABUR?! AKU NGGAK MAU REPOT-REPOT LAGI, SIALAN!" protes Bakugou padanya.
"Ahahah aku nggak bakal kabur kok" ucap (Y/n) sambil tersenyum. "Terserah" katanya sambil membuang wajahnya.
*Di ruangan baca*
Kemudian Bakugou memberikan buku tebal kepada (Y/n)... Sekali lagi (Y/n) menyipitkan matanya dan mencoba membacanya. "Bakugou! Aku sama sekali nggak bisa!" rengek (Y/n). "BACA DULU!" protes Bakugou padanya. (Y/n) memonyongkan bibirnya dan kembali melihat ke arah bukunya, "Eh? Bakugou! Ada tulisan bahasa Indonesia! Lagi!" ucap (Y/n) sambil tersenyum.
"Makanya baca dulu bodoh... Sekarang jika kau mau masuk U.A kau harus bisa baca dan menulis *****!" hal itu membuat (Y/n) tersentak.
"Eugh... Kenapa aku harus bersusah payah gini sih!" gumam (Y/n) dengan suara kecil. "KALAU KAU NGGAK MAU YAUDAH! AKU JUGA NGGAK MAU MEMBANTUMU KALAU BEGITU!" kata Bakugou dengan kasar pada (Y/n) yang bersiap untuk beranjak pergi.
"Eh-eh! Nggak aku bakal belajar!" ucap (Y/n) yang langsung membuka halaman pertama. Hal itu membuat Bakugou menahan tawa karena ancamannya itu berhasil. "Huwaa! Aku ingin semuanya ke translate! Soalnya aku nggak bisa bahasa jep" secara mendadak (Y/n) merasakan pusing di kepalanya.
Hal itu pun terlihat saat (Y/n) memegangi kepalanya, "Woi, lu kenapa sih?" tanya Bakugou padanya. "Sebentar... Kepalaku pusing" ucap (Y/n) sambil memegangi kepalanya.
"おい! -Oi!" seketika Bakugou menggunakan aksen bahasa Jepang asli. Tentu saja hal itu membuat (Y/n) sedikit kaget, "冗談じゃない!-Joudanjanai! (Jangan bercanda!)" kata Bakugou dengan panik. "Bakugou kenapa kau menggunakan bahasa jepang?" gumam (Y/n).
Saat itu koneksi pembicaraan mereka itu jadi terputus karena kendala yang tak terduga. "何ついて話していますか -Nani tsuite hanashite imasu ka (LU NGOMONG APA SIH)" protes Bakugou.
"いまいましい日本語をもう一度使う-Imaimashī nihongo o mōichido tsukau (ULANG LAGI PAKAI BAHASA JEPANG SIALAN!)" teriaknya dengan panik. Kemudian setetes darah jatuh ke tangan (Y/n), "Darah?" gumam (Y/n). "HOI! KAU INI TADI BICARA APA S" seketika Bakugou menghentikan perkataannya.
"H-hey! Kau tak apa? Akan ku ambilkan tisu" ucap Bakugou yang memelankan suaranya dan berjalan keluar kamar untuk mengambil tisu.
'Sebenarnya apa yang terjadi?'
***
(Y/n) dengan cepat mengelap darahnya dengan tisu yang dibawakan oleh Bakugou. "Terimakasih" ucap (Y/n) kepadanya. "Lupakan, kenapa kau bisa begitu?" tanya Bakugou dengan serius. "Ini pertama kalinya aku mendengar kau menggunakan bahasa Indonesia? Karena saat kau menggunakan bahasa Indonesia itu biasanya beriringan secara bersamaan" ucap Bakugou dengan serius.
"Aku nggak tahu..." ucap (Y/n) sambil memelankan suaranya. "Aku sudah bilang kalau aku mendengarkanmu menggunakan bahasa Indonesia kan?" tanya (Y/n) padanya.
"IYA TERUS KENAPA SIALAN?!" katanya dengan kesal. "Sebaliknya...Barusan, aku pertama kali mendengarkanmu menggunakan bahasa Jepang dengan aksen asli... Bakugou" ucap (Y/n) kepadanya dengan serius.
Kemudian Bakugou mengernyitkan keningnya dan langsung mengeluarkan ponselnya, 'Dia ngapain?' batin (Y/n).
Kemudian (Y/n) sibuk membersihkan darah yang keluar dari hidungnya, di saat semua darah dibersihkan... "悪い -Warui (Jelek)" saat itu mata (Y/n) terbelalak karena Bakugou yang mengatakan bahasa Jepang dan bahasa Indonesia secara sekaligus.
"Bakugou? Kau bicara pakai bahasa apa?" kata (Y/n) dengan bingung. Kemudian Bakugou tertawa puas melihat temuannya, "Bakugou kok ketawa?" tanya (Y/n) dengan bingung.
"Kau tidak bisa membedakannya kan? AKU TADI PAKAI BAHASA INDONESIA SIALAN!" (Y/n) tersentak mendengar itu. Karena tidak percaya ia memastikan pendengarannya, "Bahasa Indonesia? Coba ucapkan lagi Bakugou!" Bakugou mengernyitkan keningnya dan kembali mengetik ponselnya.
"バカ -Baka (Bodoh)" tentu saja hal itu membuat (Y/n) sedikit mengalami 'senam jantung' dikarenakan suara Bakugou yang keren.
*Keren = sexy (aku menuliskannya dengan cara tidak langsung).
Namun (Y/n) mengenyampingkan hal itu dikarenakan sekarang dia mengerti apa yang Bakugou maksudkan... "Bakugou, berikan ponselmu dong!" ucapnya pada Bakugou. "SEENAKNYA AJA SIALAN!" protes Bakugou sambil membuang wajahnya yang kini benar-benar kesal.
Setelah itu dia melihat (Y/n) kembali... Namun saat melihat wajahnya, Bakugou jadi tidak tega. "Nih, kau lihat saja" ucap Bakugou yang memberi lihat ponselnya.
(Y/n) kaget dengan apa yang Bakugou tunjukan, kini semua penulisannya itu tertulis menggunakan bahasa Indonesia. "Bakugou, kamu setting ponselmu pakai bahasa Indonesia ya?" tanya (Y/n) secara mendadak. Hal itu membuat Bakugou mengernyitkan keningnya, "Ha-ah?" katanya dengan bingung.
"Aku ijin menulis di sini ya" ucap (Y/n) yang langsung mengambil kertas HVS. "HEH! IJIN DULU SIALAN!" protesnya dengan suara meninggi.
Di sisi lain, anak-anak kelas A hanya salah paham dikarenakan Bakugou yang daritadi teriak-teriak seperti orang yang membentak. Hingga akhirnya Bakugou pasrah dan memberikan HVS sekaligus alat tulis...
Kemudian (Y/n) menuliskan kembali kata-kata bahasa indonesia yang ia lihat dari ponsel Bakugou. Bakugou yang tadi sempat mengamuk setelah (Y/n) meminta HVS, kini melihat kearah (Y/n) dan kaget dengan apa yang (Y/n) lakukan.
"KAU INI BOHONG APA GIMANA SIH?! KAU BISA MENULIS KANJI DENGAN LANCAR TUH?!" tentu saja hal itu membuat (Y/n) mengernyitkan keningnya. "Hah? Apa-apaan, jelas-jelas aku nulis bahasa Indonesia kok!" ucap (Y/n) yang kini memberi lihat kertasnya.
"BAHASA INDONESIA, BAHASA INDONESIA! MATAMU BUTA YA? INI BAHASA JEPANG!" teriak Bakugou. (Y/n) yang tidak percaya itu melihat kembali kertasnya dengan cara memutar balik kertasnya ke arahnya... "Nggak ah" ucap (Y/n) yang kini melihat ke arah kertasnya dengan bingung.
"Nih ya, aku tulis bahasa jepang!" kata (Y/n) dengan kesal sambil menuliskan katakana yang ia lihat di kolom 'Translate Bahasa Indonesia'.
'バカ'
Bakugou memasang wajah kesalnya setelah (Y/n) memberi lihat tulisan katakana ke arahnya. Bakugou dengan kesal, merampas kertasnya... "Hey!" protes (Y/n).
"Lihat ini ya... Buta! Liat nih!" kemudian Bakugou menunjuk ke arah tulisan yang dikatakan (Y/n) bahwa itu adalah 'bahasa indonesia' dan kemudian menunjuk ke arah tulisan yang dikatakan (Y/n) adalah 'bahasa jepang'.
"Ini! KANJI!" teriak Bakugou sambil menunjuk ke arah tulisan yang dikatakan (Y/n) bahwa itu adalah 'bahasa indonesia'. "Ini! SATU KATA INI BARU TULISAN ABJAD KAYAK BAHASA INGGRIS!" lanjut Bakugou sambil menunjuk ke arah tulisan yang dikatakan (Y/n) bahwa itu adalah 'bahasa Jepang'.
(Y/n) memiringkan kepalanya, "Bukankah kau mengucapkan itu terbalik?" hal itu membuat Bakugou emosi. "AH UDAHLAH GW MALES NGAJARIN ORANG BODoh?" kemudian Bakugou mengecilkan suaranya saat otaknya itu terpikirkan sesuatu.
"Hoi... Coba kau tulis ulang bahasa indonesia yang kau maksudkan" ucap Bakugou padanya. (Y/n) memiringkan kepalanya, 'Kok mendadak tenang sih... Jadi horor' batin (Y/n).
Kemudian (Y/n) menurut dan menuliskan bahasa Indonesia yang bertuliskan... 'Bakugou aneh suka marah-marah rambutnya kayak duren' seperti yang kita tahu sendiri, (Y/n) dengan percaya diri memberikan tulisan itu terhadap Bakugou. "Nah, lu nggak bisa baca ka-" ucapannya itu dipotong saat Bakugou meledakkan kertasnya. "GW BILANG LU BOLEH NULIS SEMAU LU! TAPI BUKAN ARTINYA LU BOLEH NGEJEK GW SEENAKNYA?!" protes Bakugou padanya.
"Ya nggak apa-apa dong kan fakta~" ucap (Y/n) dengan santai. Tepat sedetik kemudian (Y/n) sadar... "LOH? KOK KAMU TAU AKU NULIS EJEKAN BUAT KAMU?" kata (Y/n) yang seraya berteriak.
Teriakan (Y/n) itu membuat anak-anak yang berada di asrama juga ikut salah paham... Mereka kira, Bakugou dan (Y/n) sedang ribut.
"KAN KAMU NULIS BAHASA JEPANG *****!?!" protes Bakugou lagi. "Nggak! Gw nulis bahasa ind- Sebentar-sebentar... Nggak mungkin kan?" ucap (Y/n) yang baru sadar.
Kemudian dia mengambil buku tebal yang Bakugou kasih, "Eh? Kok... Bahasa indonesia?" hal itu juga membuat Bakugou melupakan tulisan (Y/n) yang mengejek dirinya. "Coba kau tulis lagi apa yang ada di sana" kata Bakugou sambil menunjuk artikel reproduksi.
'Kenapa harus bagian itu sih, eh?' kemudian Bakugou menggeser jarinya menuju hormon yang berkaitan. 'Ah... Rupanya aku terlalu kegeeran' batin (Y/n) dengan malu.
'Kenapa gw harus nunjuk itu sih' batin Bakugou yang sekarang sudah merasakan keamanan.
"Minta kertas" ucap (Y/n) padanya. "YANG TADI KAMU KEMANAIN?!" protes Bakugou.
"Kan kamu ledakin, beb"
-To be Contunied to #08,5
Makasih udah mau baca, dan sampai di chap selanjutnya ^^!