I'M Promise! | Bakugou Katsuki X Readers | Different World AU

I'M Promise! | Bakugou Katsuki X Readers | Different World AU
#10,5



Warning! Cerita ini agak sedikit mendalam dan membicarakan soal hal-hal pribadi. Seperti perasaan tokoh, latar belakang, dan hal-hal lain yang akan mendukung cerita ini. Luangkan waktu sekitar 40 menit untuk membacanya^^!


3 R.d. Person P.O.V.


"Kagura! Yey aku datang!" ucap (Y/n) yang baru masuk ke tokonya. "(Y/n), kau datang?!" kata Kagura yang juga datang mendekati (Y/n). Karena akrab akan satu sama lain, (Y/n) dan Kagura tidak malu untuk melakukan skinship. Bakugou hanya bisa terdiam di saat itu sambil melihat ke arah mereka dengan perasaan pasrah. Tak lama juga bagi Kagura untuk menyadari bahwa saat itu mata (Y/n) membengkak seperti orang yang barusan menangis. "(Y/n)?! Kau habis nangis?!" ucap Kagura yang langsung memegangi wajah (Y/n).


"Ahahaha... Keliatan ya?" kata (Y/n) dengan canggung. "Kalau begitu, biar aku menghiburmu! Mari kita ramal masa depan (Y/n)-ku tercintah!" ujar Kagura yang mau mengaktifkan quirknya.


"Eh? Kau punya quirk itu?!" lanjut (Y/n) dengan kaget sambil melihat ke arahnya. "Iyap!" jawab Kagura dengan antusias. Kemudian Bakugou memasang wajah kesal kepada Kagura\, "HEH! GADIS BERB***N* JANGAN MULAI LAGI!" protes Bakugou yang pernah jadi korbannya.


"Bakugou!" protes (Y/n) kepada Bakugou yang memanggil Kagura dengan sebutan gadis b*******. Namun Kagura tidak peduli dan tetap melihat masa depan (Y/n)...


Setelah itu dia membelalakan matanya dan langsung memegang kedua pundaknya... "(Y/n)... Kau punya waktu untuk berbicara sebentar?" hal itu membuat (Y/n) canggung. "M-hm!" kata (Y/n) sambil menganggukan kepalanya. Sedangkan Bakugou hanya bisa melirik ke arah mereka berdua dengan curiga.


▫️▪️▫️▪️▫️


#10\,5 - The future (Pt. 2) | I'm Promise! | Bakugou x Readers | Different world AU


Aku menyukainya dan aku tak mau pergi! - (Y/n)


▫️▪️▫️▪️▫️


//Flashback P.O.V. (With Kagura Side)


Setelah aku mendapatkan quirk... Aku banyak membantu orang untuk mendapatkan yang terbaik. Namun ada beberapa orang yang tidak perlu kubantu karena mereka akan menggapainya sendiri. Ada beberapa simbol yang akan kulihat jika aku meramal dan melihat masa depan mereka.


Simbol hati adalah simbol dimana aku harus membantu mereka dan tidak apa-apa jika aku ikut campur. Simbol Kotak adalah simbol dimana aku harus memberi tahu mereka untuk berhati-hati dan akan sedikit beresiko ketika aku membantu mereka. Dan simbol terakhir adalah simbol segitiga dengan tanda seru didalamnya yang berarti aku tidak boleh ikut campur.


Namun simbol segitiga itu biasanya muncul kepada orang yang akan meninggal. Namun, satu hal yang aneh saat aku melihat masa depan (Y/n) semua simbol muncul ketika aku melihat masa depannya.


//End of Flashback P.O.V. (back to 3 R.d. Person P.O.V.)



*Sumber : Pinterest (bisa disesuaikan menurut imajinasi sendiri)


Kebetulan Kagura memiliki jam istirahat, karena itu mereka duduk di salah satu kursi dan meja secara berhadap-hadapan. Sedangkan Bakugou dia pulang terlebih dahulu dikarenakan Kagura memaksanya. Dan lagi Bakugou tahu diri kalau memang akan terjadi sesuatu pada (Y/n). Awalnya, Bakugou ingin mendengarkan juga apa yang akan terjadi dengan (Y/n). Karena firasatnya mengatakan bahwa masa depan yang dilihat oleh Kagura sangat tidak baik.


"Apa yang kau ingin bicarakan, Kagura?" tanya (Y/n) padanya. Kagura terdiam melihati teh yang kini ia sedang pegang, (Y/n) yang bingung itu hanya bisa memiringkan kepalanya. "(Y/n)... Apakah kau percaya aku ini cenayang?" tanyanya. (Y/n) mengangguk pelan, "Sudah berapa hari kamu merasa pusing dan cepat merasa lapar saat kamu datang ke dimensi ini?" hal itu membuat (Y/n) tersentak. Dia menelan ludahnya dengan kasar dikarenakan rahasianya itu sudah terbongkar. Kini, bukan Bakugou saja yang tahu... Namun, Kagura juga.


"Bagaimana kau tahu kalau aku bukan dari sini?" tanya (Y/n) dengan spontan berdiri dari kursinya. Kagura terdiam karena merasa bersalah, "Ah, Maaf. Sepertinya aku terlalu terbawa sesuasana" lanjut (Y/n) sambil mengambil posisi duduk kembali. "Tidak, kau tidak salah (Y/n).." jawabnya dengan nada yang rendah seolah dia merasa bersalah.


"Untuk meramalkan masa depan, aku akan melihat keadaan di masa kini. Karena kebetulan kemarin-kemarin aku tidak menggunakan quirkku untuk hal yang tidak berguna. Aku dapat melihat apa yang terjadi padamu secara maksimal" kata Kagura lagi. "Jadi, aku akan tahu dua kondisi saat aku menerapkan quirkku. Yakni masa kini dan masa depan" ucapnya kepada (Y/n).


"Ah, begitu" ucap (Y/n) sambil menghela nafas tanda bahwa ia lega. "Aku membuatmu tegang ya?" kata Kagura dengan perasaan tidak enak. 'Aku kira dia tahu dari Bakugou' batin (Y/n).


"Nggak kok" jawab (Y/n). "Tapi, Kagura... Bukankah itu berarti kau tahu latar belakangku dengan jelas?" tanya (Y/n) dengan serius. Tangannya sedikit gemetaran karena takut masa lalunya terkuak... "Karena itu jauh dari dimensi lain... Aku tidak bisa melihat secara jelas... Karena itu aku sama sekali tidak tahu, jangan khawatir!" kata Kagura sambil tertawa. "Ah, begitu toh" ujar (Y/n) dengan canggung.


Karena pada dasarnya, yang memiliki kendali terhadap portal itu hanyalah (Y/n) seorang. Hanya (Y/n) yang berhasil melintasi portal antar dua dimensi. "(Y/n)... Apakah kau mencintai Bakugou?" hal itu membuat (Y/n) tersentak.


Detak jantungnya itu berdetak dengan cepat, "Aku..." kata (Y/n) dengan wajah yang merona. "Aku tidak tahu..." kata (Y/n) pelan. Hal itu membuat Kagura memikirkan apa yang akan (Y/n) katakan,


"Aku selalu jatuh cinta kepada orang yang terlebih dahulu mencintaiku. Aku tak pernah menyukai orang terlebih dahulu sebelum mereka memiliki perasaan denganku. Namun, aku sering tertipu oleh perkataan-perkataan dan rumor-rumor bohong yang disebarkan oleh mereka. Hingga akhirnya aku tidak tahu rasa 'mencintai' yang sebenarnya" ungkap (Y/n) kepada Kagura.


"Sudah kuduga, kalian ini memang saling mencintai" hal itu membuat (Y/n) malu. "Ah, nggak!" kata (Y/n) dengan wajahnya yang memerah bagaikan tomat. "He? Kau ini sudah dewasa kan? Bagaimana bisa kau tidak bisa menyimpulkan kalau Bakugou menyukaimu?" ucap Kagura kepadanya. "Aku tidak tahu... Apakah aku boleh bersamanya?" sejenak Kagura juga terdiam.


Semiwir angin pelan dari kipas angin itu mengenai mereka berdua, "(Y/n)... Jika kau disuruh memilih untuk tinggal bersamanya atau pergi mana yang kau pilih?" kata Kagura secara tiba-tiba.


Sesuasana yang tiba-tiba serius itu membuat (Y/n) menegang. "Tentunya aku ingin bersama dengannya" jawab (Y/n) dengan spontan. "Sudah kuduga, (Y/n) kutanya sekali lagi... Ini pertanyaan terakhir soal ini.. Kau mencintai Bakugou, kan?" tanya Kagura.


(Y/n) mengangguk dengan malu, "Bagaimana bisa aku tidak jatuh cinta dengan orang unik seperti dirinya, dirinya yang tidak bisa dibaca secara jelas,


dirinya yang memiliki emosi yang berubah-ubah, dirinya yang menghiburku disaat aku terjatuh... Aku selalu ingin bersamanya dan membalas apa yang sudah ia lakukan kepadaku." ungkap (Y/n) dengan tulus.


Kemudian (Y/n) melihat ke arah telapak tangannya dan mengepalkannya. Setelah itu, ia meletakkan tangannya tepat di depan dadanya...


"Aku tidak tahu mengapa... Sangat sulit untukku berakting di hadapannya. Jika aku senang aku akan mengekspresikannya, begitupun juga jika aku sedih." kata (Y/n) sambil mengingat-ingat kembali memori yang telah ia buat bersama Bakugou. Mulai dari saat ia kepergok oleh anak-anak yang lain, pergi ke Disney Land, pergi ke toko roti Kagura untuk pertama kalinya... Memori dimana (Y/n) diselamatkan oleh Bakugou dari preman mesum.


Dan saat mereka makan bareng di Cafetaria U.A. Selain itu, memori dimana gossip soal Bakugou yang menembak (Y/n) di Disney Land menyebar di kalangan anak-anak U.A.


Terlalu banyak hal yang mereka lewati sampai-sampai (Y/n) bisa menjelaskannya secara satu persatu. Namun, karena waktu yang tidak cukup (Y/n) tidak mau menceritakan itu semua.


"Aku selalu merasa kehangatan di dalamnya" ungkap (Y/n) di saat ia mencoba mengingat semua memori. "Dirinya yang dikatakan kasar... Tapi dia tidak seperti itu kok!" bela (Y/n) kepada Bakugou. 'Anak ini... Dia memang tulus' batin Kagura.


"Dia berbeda... Aku suka dengan kepribadiannya yang hangat dan selalu membuka dirinya sebagai jalan pulang" kata (Y/n) dengan jujur.


Kagura memandangi (Y/n) sambil tersenyum, "Kau memang sedang jatuh cinta, (Y/n)... Berhentilah untuk menyangkal itu" ucap Kagura dengan pelan. "Ah iya, eh tapi... Aku sepertinya tadi terlalu terbawa sesuasana" ucap (Y/n) yang canggung setelah dia mengatakan itu semua.


"Daripada itu, dia selalu tersenyum jika kau berada di dekatnya... Di saat kau tidak ada dia akan kembali seperti biasanya" ungkap Kagura. "Iya kah?" ucap (Y/n) dengan merendah. Kangura mengangguk,


"Kalau begitu mari kita langsung ke poin yang ingin kusampaikan" lanjut Kagura. (Y/n) menelan ludahnya dengan kasar karena dia benar-benar gugup soal itu. "(Y/n) aku akan kembali lagi ke pertanyaan pertama yang aku tanyakan... Sudah berapa hari kamu merasa cepat lapar, pusing, dan tubuhmu tidak lagi ringan saat kamu kesini?" tanya Kagura kepadanya.


"Aku tidak tahu pasti... Tapi mungkin sekitar seminggu yang lalu? Aku mulai merasakan hal yang berbeda dari tubuhku saat aku kesini" ungkap (Y/n) kepada Kagura yang saat ini sedang berpikir keras.


"Itu karena tubuhmu mulai beradaptasi dengan kondisi dimensi ini" lanjut Kagura. Hal itu membuat (Y/n) kaget. "Eh... Kenapa kau tahu itu?" tanya (Y/n). "Apa karena quirkmu?" tanya (Y/n) lagi.


Kagura mengangguk, senyuman tipis itu membuat (Y/n) sedikit merasa tidak enak. "Sebenarnya apa yang kau lihat dari masa depanku sampai kau mengatakan hal yang serius seperti ini? Pasti di masa depan terjadi sesuatu kan?" tanya (Y/n) dengan serius.


Kagura terdiam.


//Kagura Quirk's P.O.V. (Yang diperkuat dengan penjelasan detail tentang quirk Y/n)


*Author's Note : Perlu diperhatikan, penjelasan ini dijelaskan agar para readers dapat memahami apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun dalam cerita ini Kagura tidak menjelaskan se-detail ini karena keterbatasan quirknya.


'Hal pertama yang kulihat adalah kedatanganmu yang membuka portal dari alam semesta' 


-Kagura


Pertama kali (Y/n) bertemu Bakugou adalah saat dia mengaktifkan kekuatannya dan membuka portal menuju Anime Boku No Hero Academia. Jauh dari yang kita ketahui, sebenarnya (Y/n) memiliki sedikit ketertarikan dengan Bakugou, karena sifatnya yang tegas dan bebas.


Sifat itu sama sekali tidak dimiliki olehnya yang tidak enakan dan selalu diam di zona nyaman.


Apakah kau ingat soal skizofrenia yang dimiliki olehnya? Itu adalah salah satu kunci (Y/n) untuk membuka portal dimensi. Dia mulai melihat keadaan sekitar karena dia tiba-tiba berada disana. Namun, saat pertama kali kedatangannya... Bakugou berusaha untuk melupakan apa yang terjadi. Hingga hari-hari selanjutnya mereka lewati dengan rasa kebingungan akan perasaan dan kejadian yang terkait.


Awalnya timbul ketidakpercayaan, kesal, dan perasaan tidak peduli akan satu sama lain. Hal ini sangat wajar dikarenakan kedatangan (Y/n) secara mendadak bagaikan hantu. Dan kemunculan Bakugou secara mendadak di hadapan (Y/n). Hingga (Y/n) merasa kalau dia hanyalah bermimpi.


Mengapa (Y/n) selalu bertemu dengan Bakugou, dan bukan dengan yang lain? Karena jauh dari apa yang kita pikirkan... Alam bawah sadarnya itu menunjuk ke arah Bakugou. Rasa penasaran akan kepribadiannya, dan dirinya yang ingin lepas dari zona nyaman. Itu membuatnya berubah drastis. Dirinya memang tidak terlalu tergila-gila dengan Bakugou sejak awal. Dan mungkin dia tidak menyukai Bakugou dalam waktu yang lama seperti fans-fans yang lainnya yang sudah menyukainya bertahun-tahun... Tetapi, portal dimensi itu memihak ke arahnya.


Perubahan struktur otak yang membuat (Y/n) seperti mengalami halusinasi, delusi, ataupun hal-hal yang lain itu justru membuat (Y/n) bisa membuka portal. Namun protal itu tidak selamanya akan memihak kepada (Y/n).


Kau tahu mengapa? Awalnya perjalanan seorang menuju satu dimensi ke dimensi yang lain adalah hal yang tidak mungkin. Karena saat kau berpindah dimensi, kau akan kehilangan nyawamu sebelum sampai ke sana. Itulah mengapa orang mengecap orang itu sebagai orang 'gila'. Jika saja banyak orang mengetahui (Y/n) bisa melakukan hal yang seperti itu, bisa saja dia dijadikan bahan percobaan atau mungkin dibunuh karena dianggap 'gila'.


Banyak kemungkinan yang terjadi jika kemampuan (Y/n) diketahui khalayak. Sedangkan, Skizofrenia yang dialami oleh (Y/n) saat itu terkuak dikarenakan (Y/n) pernah menjalani tes psikologis yang diminta oleh Ibunya.


Jangankan soal portal. Soal skizofrenia juga... Banyak orang yang menunjuk ke arahnya dan ingin mengetahui spesialisasi yang dimiliki oleh seorang remaja saat memiliki skizofrenia.


Rasanya terlalu cepat untuk disampaikan dan dirasakan, namun begitulah kerja portal terhadap (Y/n)...


Masa depan yang dilihat oleh Kagura adalah saat dimana tubuh (Y/n) di dunia aslinya itu habis-habisan tanpa tersisa. Hal itu juga berkaitan dengan peristiwa dimana (Y/n) terisolasi di dalam dimensi Boku No Hero Academia dan akhirnya menghilang di depan mata Bakugou sendiri.


Pada akhirnya keseimbangan dunia tidak terjaga... Banyak orang yang keluar masuk dimensi, karena kejadian yang menimpa (Y/n)... Sampai pada akhirnya terjadi kematian populasi yang begitu banyak.


//End of Kagura Quirk's P.O.V. (Back to 3 R.d. Person P.O.V.)


Kagura menceritakan banyak hal tentang yang ia lihat... Mulai dari portal, dua dunia yang berbeda, sedikit tentang quirk (Y/n), dan terakhir tentang kejadian dimana banyak orang yang meninggal. Dia menceritakan dimana orang-orang dari dimensi (Y/n) memasuki dimensi Boku No Hero Academia dan membuat kehancuran.


Namun, Kagura tidak menjelaskan secara detail tentang skizofrenia dan apa yang menjadi kunci (Y/n) yang terus-terusan bertemu dengan Bakugou. Itu karena keterbatasan quirknya yang hanya bisa memberi lihat keadaan dan bukan menjelaskan. Atmosfer pembicaraan terasa sedikit dingin dan sakit bagi (Y/n).


Matanya memanas menahan air mata, otaknya yang pusing memikirkan jalan keluar yang terbaik. (Y/n) menelan air ludah sekali lagi setelah mendengarkan itu semua. Di saat ia merasa ketenangan dan kebahagiaan. Dia kembali harus merasakan masa kehancuran dan masa kejatuhan. Di otaknya itu kembali memutar kebaikan-kebaikan Bakugou, dan kejadian-kejadian lucu yang ia lewati saat bersama dengan Bakugou. Perkataan-perkataan Bakugou yang menyangkal dirinya, tindakannya yang membuang wajah terhadap (Y/n), bahkan aroma tubuh dan juga detak jantungnya yang hangat.


Sekarang pilihannya hanyalah...'Keselamatan dunia atau cinta' dia harus memilih salah satunya dan tidak boleh lebih. Rasanya seperti... Dia sedak dipojokkan oleh banyak tangan orang yang kini menunjuknya. Sekali lagi angin dari kipas angin itu mengenai mereka secara pelan, hal itu membuat (Y/n) sadar bahwa ia harus terus berjalan.


Ia tak bisa lagi memegang tangan Bakugou di saat ia juga memiliki pekerjaan lain di dunia nyata.


"Akan kupikirkan, terimakasih banyak... Kagura" ucap (Y/n) dengan jantungnya yang terasa berat saat memompa darah.


Bakugou P.O.V.


Aku berjalan keluar toko roti dan meninggalkan si Gadis RSJ itu untuk berbicara dengan si gadis ber******.


Sialan... si gadis ber****** itu! BERANI BERANINYA DIA MENGUSIRKU SIALAN!?! Namun\, belum sempat aku berjalan setidaknya 100 cm. Firasat tidak enak itu kembali muncul daripadaku. Dan akhirnya aku menunggu di depan dan bersandar di dinding toko itu.


Aku tidak peduli dengan apa yang gadis berb***** akan katakan kepadaku... Pokoknya aku nggak peduli sialan. Aku akan menunggunya\, karena memang itu hal yang sering aku lakukan kan?


Sekitar 20 menit, Gadis RSJ itu keluar dari toko roti dengan wajahnya yang tampak kusut karena banyak pikiran. Aku yang kesal, karena mereka yang lama... Langsung berubah pikiran saat melihat wajahnya,


3 R.d. Person P.O.V.


"Hoi! Kau lama seka" Bakugou menghentikan perkataannya setelah melihat wajah (Y/n) yang gelisah. "Kenapa kau disini, Bakugou?" kata (Y/n) dengan kaget. "Aku khawatir" ucap Bakugou padanya sambil mendekatinya. (Y/n) yang kaget itu kembali teringat perkataan kagura,


"Sudah kuduga, kalian ini memang saling mencintai" Perkataannya itu terus terulang di pikirannya. Udara luar yang mengenai kulit (Y/n) itu seolah mengingatkannya... Bahwa dia harus menikmati waktu ini. "Bakugou, aku mendukung apapun yang kamu lakukan..." perkataan (Y/n) itu membuat Bakugou sedikit terharu. Namun tentu saja, Bakugou merasa bingung kenapa (Y/n) mau mengatakan hal ini secara tiba-tiba.


"Apa-apaan? Kenapa tiba-tiba?" katanya. (Y/n) tersenyum setelah mendapatkan kepercayaan dirinya yang terpendam dari laut dalam. Dia mengenyampingkan itu semua dan menikmati waktu yang hanya sementara sampai waktunya tiba.


"Bakugou, makasih buat croissantnya ya!" ucap (Y/n) sambil memberi lihat Croissant yang tadi ia beli. "Apa sih?" kata Bakugou sambil mengenyitkan keningnya. "Hehe!" Bakugou yang salah tingkah itu kembali meninggikan suaranya.


"DAH AH AYO PULANG! KALAU NGGAK AKU TINGGAL!" katanya sambil memulai langkahnya. "Hai'k!" jawab (Y/n) dengan bahasa jepang. "JANGAN PAKAI BAHASA JEPANG BODOH! TELINGAKU JADI AMBIGU!" protesnya lagi.


"Lagi ah!" canda (Y/n). "NGGAK!" teriaknya. Lagu yang menari-nari di dalam toko rotinya itu membuat Kagura sedikit tenang dari masa depan yang ia lihat. Setelah itu, matanya berotasi menuju keluar ruangan dan melihat (Y/n) dan Bakugou yang sedang bercanda. 'Aku harap kau bahagia, (Y/n)' batin Kagura dengan tulus.


Setelah (Y/n) bercanda kepada Bakugou bahwa ia ingin melakukannya lagi... Bakugou teringat akan suatu kewajibannya terhadap gadis manis yang berada di sampingnya. Ia menarik tangan (Y/n) dengan cepat, "GW GAK MAU KAYAK WAKTU ITU LAGI YA?!" kata Bakugou dengan agresif pada (Y/n).


(Y/n) dengan wajah yang memerah itu mengangguk, "M-hm, makasih!" ucap (Y/n) sambil tersenyum ceria padanya. Bakugou yang melihat senyumnya itu langsung memalingkan wajahnya. "Terserah, pokoknya gw gak mau lu kena tindakan preman kyk waktu itu" bela Bakugou lagi. "Iya-iya aku tau kok! Makasih buat insiatifnya, Bakugou-kun" ucap (Y/n) dengan iseng.


"HEH! JANGAN PANGGIL KAYAK GITU LAGI! TELINGA GW LAGI-LAGI AMBIGU *****!" protes Bakugou padanya.


Semesta hanya bisa terdiam melihat mereka yang tak lama lagi akan berpisah dikarenakan waktu yang tidak mendukung... Dan angin hanya bisa mendukung cinta mereka yang hanya bertahan sementara waktu. Candaan mereka itu membuat suatu harmoni yang tidak bisa dibentuk oleh siapapun di dunia ini.


Hentakan kaki mereka saat berjalan itu terasa cepat, sehingga tanpa sadar mereka sudah sampai di depan asrama. (Y/n) yang sudah terbiasa mampir itu, tentu saja tidak membuat yang lain heran. "Selamat datang, (Y/n)-san!" ucap Iida si ketua kelas. "Halo, pak ketua!" ucap (Y/n) dengan ceria. "Oh, halo (Y/n)" ucap Todoroki dengan santai. (Y/n) tertawa melihat tingkah santainya, "Halo" tentu saja (Y/n) memiliki banyak teman karena sikapnya yang baik. Bakugou kini diejek oleh squadnya karena ia pergi berkencan dengan (Y/n) secara diam-diam. Tentu saja, Bakugou menyangkalnya karena malu.


"(Y/n)... Aku dengar-dengar kau akan pindah ya?" tanya Jiro kepadanya. Sejenak (Y/n) teringat akan kewajiban yang seharusnya dia lakukan, hormon adrenalinnya itu kembali terpacu untuk membuatnya merasakan perasaan stress.


"Iya benar.. Rasanya sedikit sedih, ya?" tanya (Y/n) sambil tersenyum. "Haa? Seriusan (Y/n)?!" kata Mina yang histeris. 'Kenapa kalian begitu sih... Si Gadis Bodoh kan akan tetap datang' batin Bakugou secara sekilas.


"Iya, kalian jangan kangen sama aku ya!" ucap (Y/n) sambil tersenyum. "Yahh! Kami pasti bakal kangen (Y/n)!" perasaan harmonis itu sampai di mata dan dilanjutkan oleh sistem saraf (Y/n) agar bisa mendapatkan reaksi yang positif untuk dirinya sendiri.


Hal itu membuat (Y/n) spontan memeluk mereka semua, "Makasih!" ucap (Y/n) sambil tersenyum dan memeluk anak-anak perempuan. Tentunya, mereka membalas pelukan (Y/n) dengan sikap terbuka. Tepat di alam bawah sadar (Y/n)... (Y/n) mendoakan mereka semua agar bisa lulus dan menjadi seorang Pro Hero yang hebat.


"Suatu hari nanti, kalian akan jadi Pro Hero yang hebat... Aku percaya itu" ucap (Y/n) kepada mereka. Tanpa sadar matanya yang memanas itu meneteskan setetes air mata, 'Eh? Jangan nangis dong!' batin (Y/n) yang langsung mengusap air matanya.


"He? (Y/n) nangis?!" ucap Uraraka dengan kaget. "Kelilipan kok, wkwkw" kata (Y/n) kepadanya. Sedangkan Bakugou ia hanya bisa terdiam dan mencoba untuk memikirkan hal apa yang akan terjadi.


Bagaikan air yang mengalir, bagaikan angin berhembus, hari dimana (Y/n) harus pergi itu datang tanpa diundang.


"Terimakasih atas kerja samanya, ya?" kata (Y/n) sambil tersenyum kepada teman-teman sekelasnya. "(Y/n), apakah kau akan pergi?" tanya seorang diantara mereka. "Iya (Y/n)! Kapan kau akan kembali? Kapan-kapan mampir ke U.A ya!" (Y/n) yang terikat dengan portal dan keadaan itu hanya bisa membatu di alam bawah sadarnya.


Keadaan itu membuat dirinya mengisolasi keinginan yang sebenarnya. "Kapan-kapan, dan aku nggak janji ya... Gomenne!" ucap (Y/n) sambil tersenyum. "Yah~!" (Y/n) tersenyum dan memeluk teman-teman perempuannya. Tanda bahwa ia sangat senang bertemu mereka semua.


Saat pulang sekolah Bakugou mendatangi kelasnya, "Hoi... Kau punya dress?" tanya Bakugou to the point. "Kenapa tiba-tiba?" tanya (Y/n) padanya. "JAWAB SAJA SIALAN!" kata Bakugou dengan emosi yang seperti biasanya.


"Ehm... Nggak punya" ungkap (Y/n) dengan jujur. Kemudian Bakugou menarik tangannya dengan agresif. "Eh, Bakugou mau kemana?! Kita kan masih di sekolah!" kata (Y/n) dengan spontan. "Apa maksudmu di sekolah? Kita kan biasanya juga seperti ini" kata Bakugou sambil mengernyitkan keningnya.


(Y/n) sekarang hanya bisa pasrah sambil menahan ekspresinya, sedangkan anak-anak lain hanya bisa kaget melihat Bakugou yang menarik tangan (Y/n).


Setelah Bakugou menjemput (Y/n) dari kelasnya, dia membawa (Y/n) menuju salah satu toko gaun yang terdekat. Tentu saja (Y/n) yang bingung itu hanya bisa membelalakan matanya. Deretan gaun sederhana sampai ke yang paling mewah itu membuat (Y/n) menangis dalam hati karena keindahannya.


"Kau pilih satu, akan kubelikan" ucap Bakugou padanya dengan santai. 'Hah? Dia bercanda?' batin (Y/n). "Bakugou... Sebenarnya kita mau kemana? Bukankah lebih baik kita berhe" ucapan (Y/n) itu dipotong olehnya. "NGGAK BAKAL KUBERITAHU! CEPAT BELI!" kata Bakugou padanya.


"Uhm..." gumam (Y/n) dengan bingung. Bakugou menghela nafas pelan, karena ia tahu dia bersalah. "Maaf, pokoknya kau harus beli" kata Bakugou kepada (Y/n). "Setidaknya kau harus beli 1" lanjutnya dengan tegas. "Anggap saja itu hadiah apresiasi dari ka-" Bakugou menghentikan perkataannya. 'Ka?' batin (Y/n) sambil memiringkan kepalanya. "Dariku karena kau sudah bekerja keras... Kau mengerti? Hadiah ap-re-si-a-si, sialan!" lanjut Bakugou. (Y/n) tersentak dengan perkataan Bakugou, terutama di kata 'hadiah apresiasi' dia kembali merasakan perasaan yang sedih karena harus berpisah dengannya di hari itu juga.


"Kamu ngapain? Cepat pilih!" kata Bakugou sambil mengernyitkan keningnya. "Nanti kuganti deh" ucap (Y/n) sambil tersenyum. Kemudian Bakugou menyentil kepalanya itu, "Nggak usah! Pergi sana!" usir Bakugou sambil mendorong pelan tubuh (Y/n). "Kau liat apa sih?" ucap Bakugou sambil memasang senyum meremehkan.


Sejenak waktu terasa terhenti... Senyuman Bakugou itu kembali membuat (Y/n) berdebar sebagai tanda bahwa ia menyukainya.


(Y/n) P.O.V.


Saat itu aku benar-benar tak mengerti mengapa Bakugou tiba-tiba membawaku ke toko baju untuk membeli dress. Apa ada pesta atau semacamnya? Gila... Aku gugup banget, baju ini terlalu feminim. Aku nggak pede,



*Sumber : Pinterest (Nggak nemu yang versi anime, bisa disesuain sama halu kalian)


"WOI! CEPAT KELUAR!" teriaknya kepadaku. Apa ini cocok denganku? Bagaimanapun aku sudah lama sekali tidak menggunakan dress. Ah, sudahlah! Aku nggak peduli!


3 R.d. Person P.O.V.


Sudah sekitar satu menit setelah (Y/n) masuk kamar pas, Bakugou yang tidak sabar itu berteriak dengan kesalnya kepada (Y/n). "WOI! CEPAT KELUAR!" teriak Bakugou sambil mengernyitkan keningnya. Para staff disana hanya bisa menatap Bakugou dengan canggung dikarenakan mereka takut dengan sikap Bakugou.


Bagaimana tidak? Sikap Bakugou itu pastinya akan terus menerus menarik perhatian orang, suaranya yang keras itu tentu saja membuat orang-orang sedikit kesal dan terganggu.


"Ah... Iya, bentar Bakugou" kata (Y/n) dari dalam kamar pas. "Cepat" ujar Bakugou yang tidak nyaman karena terus ditatap oleh para staff. (Y/n) berjalan keluar dari kamar pas dengan canggung, suara sepatu haknya itu membuat Bakugou senang karena akhirnya (Y/n) selesai mengganti dress.



*Sumber : Pinterest (Visualnya bisa disesuaikan sama kalian).


Penampilan (Y/n) yang cantik itu terlintas di mata Bakugou, kelopak matanya yang polos tanpa riasan. Wajah yang mulus alami, dan hidungnya yang mungil itu benar-benar tergambarkan secara indah di mata Bakugou. Baju warna pink dan stylenya yang feminim itu cocok dengan (Y/n). Size baju yang pas, dan juga rambutnya yang terurai itu membuat (Y/n) semakin menarik dilihat. Tampaknya baju itu benar-benar cocok padanya, untuk sementara waktu Bakugou memandang keindahan dari paras (Y/n) itu. Kemudian Bakugou memalingkan wajahnya karena ia tidak kuat untuk melihat (Y/n) secara pasti.


Jantungnya yang berdebar sangat kencang itu membuat dirinya tidak bisa mengontrol diri, sedangkan para staff yang ada disana pun benar-benar mengakui kecantikan (Y/n) yang natural.


Pandangan sekilas Bakugou dan tindakan membuang wajahnya itu membuat (Y/n) jadi ragu untuk menggunakan baju itu. 'Apa ini terlalu berlebihan' batinnya sambil menelan ludah secara kasar. "Ehm, Bakugou.. Nggak cocok ya?" kata (Y/n) dengan canggung sambil berputar di hadapannya. Rotasi perputaran (Y/n) yang dilakukan hanya sekali, membuat Bakugou benar-benar tidak bisa menahan detak jantungnya. Hal itu membuat Bakugou mengeluarkan ledakan secara tidak sengaja, orang-orang di sekitar tentu kaget karena suara ledakan itu. Untungnya ledakan saat itu adalah ledakan kecil yang tidak berbahaya.


"Bakugou\, kau tidak ap" ucapannya dipotong oleh Bakugou yang kini mengambil kendali raut wajahnya dengan paksa. "APA APAAN HA-AH? KAU ITU NGAPAIN SIH PUTER-PUTER?! NANTI JATUH *****!" protes Bakugou.


"Kamu kira aku nggak bisa pakai hak?" kata (Y/n) sambil tersenyum canggung. "YA TETEP AJA ***!" protes Bakugou dengan kasar. "Ah\, iya" kata (Y/n) sambil melihat lagi baju yang ia pakai. "Aku ganti aja ya? Kayaknya nggak co" ucapan (Y/n) dipotong secara lembut oleh Bakugou.


"Cocok, udah pake itu aja" kata Bakugou dengan tenang. (Y/n) tersenyum puas melihat reaksi Bakugou, "Tapi, Bakugou... Kenapa kau memalingkan wajahmu begitu?" tanya (Y/n) padanya. "Apa kau bohong?" tanya (Y/n) dengan tidak enak. "Jangan bohong lah! Aku tau aku nggak cocok kok" kata (Y/n).


Kemudian Bakugou mengernyitkan keningnya, "NGGAK! UDAH SINI AH! AYO BAYAR!" kata Bakugou yang langsung menarik tangannya. (Y/n) kaget karena Bakugou langsung menarik tangannya, 'Ya ampun, agresif banget' batin beberapa staff yang ada disana.


Bakugou hanya bisa mengacak-acak rambutnya selagi berjalan, hal itu membuat (Y/n) sadar akan denyut nadi Bakugou yang berdetak begitu cepat. Dirinya yang berusaha untuk tidak peka itu menyadari betapa Bakugou menyukai dirinya yang seperti itu. Namun dia berusaha untuk diam dan tidak tahu apa yang terjadi, dia tidak bisa membalas perasaannya.


Begitu pikirnya... Kemudian setelah membayar, mereka berjalan sambil bergandengan tangan. "AWAS KALAU KAU LEPAS! AKU NGGAK MAU MEMBANTUMU LAGI MELAWAN ORANG SEPERTI PREMAN SIALAN DI TEMPO HARI!" katanya kepada (Y/n). (Y/n) tertawa, "Iyain aja deh~" ejek (Y/n). "KENAPA GITU?!" protesnya lagi. "Ya... Kenapa ya?" kata (Y/n) sambil tertawa.


"Tapi, aku suka kau yang seperti ini... Itu yang membentuk dirimu kan?" kata (Y/n) sambil tersenyum ceria. Sekali lagi, tulang pipinya itu naik membentuk senyuman terindah yang pernah Bakugou lihat. "Apa sih... Aku kan begini supaya kau nggak ilang aja... Soalnya kamu kan kayak hantu" (Y/n) tadinya tidak bisa menahan damage dari perkataan Bakugou yang mengatakan bahwa ia khawatir. Namun karena Bakugou menyepetnya sebagai 'Hantu', ia tidak jadi salting dan protes padanya.


"Heh! Aku bukan hantu!" protes (Y/n) sambil mengernyitkan keningnya. Kebiasaan mengernyitkan kening itu tampaknya sudah menular kepada (Y/n), hal itu membuat Bakugou menahan tawa. "Lu kenapa sih" ucap (Y/n) yang tidak mengerti dengan tingkah Bakugou. "Yah... Bagaimanapun ekspresiku itu tidak cocok denganmu"


"Kau itu lebih cocok kalau tersenyum" (Y/n) kaget karena Bakugou mengatakan hal yang seperti itu.


'Kau tahu (Y/n)? Semua orang yang suka padamu pasti akan memiliki sikap yang berbeda jika bersama denganmu... Aku harap kau bisa membedakannya dan tidak salah paham lagi tentang apa itu cinta'


Detak jantung (Y/n) sekali lagi membuat denyutan yang menyakitkan baginya... Dia kembali berpikir, bagaimana bisa Bakugou mencintai dirinya yang tidak memiliki apa-apa.... Bahkan jika dia dibandingkan dengan Uraraka, dia merasa minder karena dia tidak bisa apa-apa jika dibandingkan dengannya.


Terkadang (Y/n) suka membandingkan dirinya dengan orang lain, dia selalu membandingkan dirinya dengan perempuan-perempuan yang pernah digosipkan juga dengan Bakugou. Kini otaknya itu menyadari dirinya sendiri, kalau sebenarnya... Mereka memang sudah saling mencintai.


Setelah berjalan cukup lama, Bakugou menghentikan langkahnya... "Tutup matamu, sialan" katanya kepada (Y/n). (Y/n) yang percaya dengan Bakugou langsung menutup matanya dengan pelan, Bakugou berjalan ke belakang (Y/n) dan memasang sebuah kain yang menutup mata (Y/n).


"Bakugou... Kau merencanakan sesuatu kan? Mengapa kau menutup mataku dengan kain?" namun Bakugou terdiam dan menarik tangan (Y/n). "Kau akan tahu sendiri, AWAS KALAU KAU LEPAS PENUTUP MATAMU ITU! AKAN KULEDAKKAN KAU SIALAN!"ancam Bakugou padanya.


(Y/n) tertawa, "Baiklah, pangeran" ejek (Y/n). "HEH! JANGAN PANGGIL GUA GITU?!" protes Bakugou dengan malu. "Hehe, kamu gitu amat sih" cengir (Y/n). Bakugou langsung menarik tangannya dengan lembut, "Ikuti langkahku, jangan buka penutup matanya" perintah Bakugou.


Lagi-lagi jantung (Y/n) tidak bisa dikendalikan... Lalu (Y/n) mengangguk mengerti dengan apa yang diperintahkan oleh Bakugou. Dan benar saja, Bakugou benar-benar melindunginya dari tiang, dan halangan yang ada di depannya. Karena dia tahu (Y/n) akan meringis kesakitan jika terjatuh. Dia mendapatkan pengalaman ini di saat ia dan (Y/n) pergi ke Disney Land.


Secara mendadak langkah Bakugou terhenti, "Bakugou? Kau berhenti?" tanya (Y/n) dengan bingung. Terdengar suara lagu yang merdu memasuki telinga (Y/n)... Kemudian Bakugou melepas tangannya, dan membuka ikatan tali yang menutup matanya itu.


"Buka matamu, Gadis RSJ" ucap Bakugou sambil berbisik di telinganya. Kemudian (Y/n) membuka matanya perlahan dan menemukan hal yang ia tidak duga.


Balon warna-warni menghiasi atmosfer taman saat itu, berbagai dessert dan makanan ditata dengan rapih disana. "Selamat datang, (Y/n)!!" kata anak-anak kelas A secara bersamaan.


Pesta itu dibuat khusus untuk (Y/n) yang akan meninggalkan U.A. Tentu saja hal itu membuat (Y/n) sedikit tersentuh dengan apa yang mereka lakukan... "Itulah mengapa, kau membelikanku ini? Ya kan, Bakugou?" tanya (Y/n) kepadanya. "Yah, itu uang patungan dari kami semua" ucap Bakugou sambil melihat ke arah lain.


"Eh-eh?" kata (Y/n) dengan kaget. "(Y/n)! Ayo sini!" teriak Mina kepadanya. Tentu saja hal itu membuat (Y/n) tidak bisa menahan air mata terharunya...


"(Y/n)! Apa kau suka?" tanya Kirishima kepada (Y/n). (Y/n) mengangguk, "Terimakasih banyak, semuanya!" ucap (Y/n) sambil tersenyum tulus kepada mereka semua. "Ngomong-ngomong (Y/n) bajumu itu cocok padamu!" kata Kaminari padanya.


"Wah, benarkah? Berarti kau nggak bohong ya" ucap (Y/n) kepada Bakugou. "NGGAK! NGAPAIN AKU BOHONG!?!" teriak Bakugou padanya. "He? Bakugou... Kau bilang apa padanya?" ejek Kaminari. "Iya... Bakugou, kau ngomong apaan tuh?" goda sero juga padanya.


"NGGAK GW NGGAK NGOMONG APA-APA!" protes Bakugou.


***


Pesta perpisahan dengan (Y/n) itu berlangsung dengan lancar. Sebenarnya (Y/n) juga tak menyangka kalau pihak sekolah mengizinkan mereka untuk membuat pesta kecil-kecilan seperti itu. Dan tentunya banyak guru yang datang untuk mengucapkan selamat tinggal juga kepada (Y/n).


(Y/n) tersenyum kepada mereka dan mengucapkan terimakasih untuk terakhir kalinya. Sedangkan Bakugou, saat itu sempat masuk kedalam karena diseret oleh teman-temannya. Entah apa yang dilakukan oleh mereka... Tapi Uraraka bilang kalau itu adalah urusan pria, lebih baik (Y/n) jangan ikut campur.


"Mina! Preparasinya udah mantap!" teriak Sero dari dalam. "Oh ya? Kalian apakan dia? Berhasil? Gimana caranya?" balas Mina kepadanya. "Eh? Mereka berhasil?" lanjut Toru. "Sepertinya begitu, dia kan akhir-akhir ini agak berubah" ucap Uraraka. "Maaf, kalian ngomongin apa sih?" ucap (Y/n) penasaran.


Kemudian wajah Mina dan Toru berubah seperti ibu-ibu tukang comblang. (Y/n) hanya bisa tersenyum canggung melihat mereka berdua. 'Toru... Ini kesempatan terakhir kita kan?' kata Mina dengan tatapan matanya. 'Iya dong! Ya walau sebenarnya sayang banget... Kenapa (Y/n) harus pergi' lanjut Toru dengan telepati.


"Sudahlah teman-teman... Lebih baik kalian beri tahu kepada (Y/n) tentang apa yang akan kalian rencanakan" ucap Yaomomo yang ikutan nimbrung. Perkataannya itu diangguki oleh Jirou, "Kalau tak mau bilang juga tak apa kok" kata (Y/n) dengan tidak enak.


"Teman-teman kita berhasil!" teriak Kaminari dengan excited. "GW BUKAN BONEKA KALIAN SIALAN! KENAPA KALIAN PAKSA GW SI ***!?!" kata Bakugou yang akhirnya di dorong keluar menggunakan pakaian formal.



Sumber : Pinterest (bisa disesuaikan sama kalian - sebagai tambahan Bakugou nggak pake kacamatanya ya)


(Y/n) hanya bisa membelalakan matanya dengan penampilan Bakugou saat itu... "Nice Work!" ucap Mina sambil mengacungkan jempol. "Yay!" ucap Kaminari sambil menunjukkan jempolnya. "KALIAN GILA! GW NGGAK MAU **!" protes Bakugou yang sekarang masih meronta dari paksaan Kirishima dan Todoroki yang ikut-ikutan karena dia juga penasaran dengan reaksi (Y/n). "GW DITARIK KAYAK ORANG MATI! TERUS DIPAKSA PAKE BAJU SIALAN INI! GW MAU BALIK!" (Y/n) hanya bisa tertawa melihat mereka yang nekat mendandani Bakugou sampai seperti itu.


"GW MAU BALIK A" ucapan Bakugou terpotong oleh (Y/n) yang langsung berteriak. "Bakugou! Bajumu bagus! Kamu yakin mau lepas?" kata (Y/n) dengan suara keras. 'Nah ini nih yang kami tunggu-tunggu! RO-MAN-CE!' batin Mina dan Toru dengan senang. Bakugou tersentak setelah mendengar perkataannya...


Seketika Bakugou langsung berubah pikiran\, dia menyikut Kirishima dan juga Todoroki dengan sedikit keras. "JANGAN PEGANG-PEGANG GW ***! GW JIJIK!" protes Bakugou pada mereka berdua. 'Ternyata seorang Bakugou bisa beralasan juga ya' batin beberapa anak perempuan.


Setelah itu Mina memberikan dua jari kepada Jiro yang berada di dekat speaker... Kemudian Jirou mengangguk tanda mengerti...


Seketika intro lagu klasik masuk ke dalam telinga mereka semua dengan lembut. (Y/n) sedikit kaget mendengar lagu itu, "La Valse de L'Amour?" ucap (Y/n) dengan kaget. "Wah, (Y/n)! Kau tahu banyak ya!" ucap Mina dengan excited. (Y/n) tertawa, "Daripada itu... Memangnya siapa yang mau berdansa?" gumam (Y/n).


'Lagipula kenapa mereka memasang lagu yang ada di cinderella...' batin (Y/n) dengan canggung. 'Masalahnya kalau lagu ini aku udah hafal karena adikku terus menerus memasang itu' batin (Y/n).


'Timing sempurna?' kata Toru lewat telepatinya. 'Iyap! Kau benar! dan lagi sepertinya (Y/n) tahu gerakan dansanya' balas Mina. Kemudian mereka berdua tersenyum licik ke arah (Y/n)... Uraraka dan Tzuyu hanya bisa terdiam, dan Yaomomo hanya bisa berdehem karena ia malu.


"Eh? Kok kalian?" kemudian Mina dan Toru mendorong (Y/n) ke tengah. "Kau juga, Bakugou!" ucap Kaminari sambil mendorongnya. "HEH! GW KAN NGGAK BILANG GW MA-u" ucap Bakugou yang sekarang sudah berada di tengah bersama (Y/n).


Bakugou yang kini sudah gila setengah mati hanya bisa berdecih di depan (Y/n), begitu pun juga (Y/n) yang diam mematung. "Yee~ Kau tunggu apa lagi, Bakugou?!" ucap Mina dengan tidak sabar. "Cukup ajak dia berdansa!" lanjut Kaminari.


"DIAM KALIAN B*******!" teriak Bakugou kepada Mina dan Kaminari. Karena canggung dan tidak tahu harus apa (Y/n) langsung memulai pembicaraan. "Bakugou\, memangnya kau bisa berdansa?" tanya (Y/n) sambil tertawa.


"Emangnya kau bisa?" tanya Bakugou balik kepadanya. 'Plis jangan bilang mereka berdua nggak bisa' batin yang lain. "Sedikit?" ucap (Y/n) dengan canggung. "Bakubro! Ajak dia, bro! Kau kan bisa!" kata Kirishima yang kemudian ikut campur.


"BACOT KAU RAMBUT ANEH!" kata Bakugou lagi. Kemudian Bakugou memberikan tangannya dengan wajah yang memerah.


"Berikan tanganmu, sialan... Kalau nggak kuledakkan kau" kata Bakugou kepada (Y/n). "Ulang lagi ulang!" teriak toru. "BACOT KAU TUBUH NGILANG!" protes Bakugou padanya. (Y/n) dengan canggung memberikan tangannya, walau Bakugou sudah sering memegang tangan (Y/n).


Kini Bakugou bisa merasakan hal yang berbeda saat memegang tangannya... "Bakugou! Mulainya di pinggang!" kata Mina lagi. "BACOT LU!" protes Bakugou yang kini wajahnya memerah. "Mulai dari tangan juga nggak apa-apa kok" kata (Y/n) padanya. "Kau kenapa percaya diri sekali sih?" ucap Bakugou padanya.


"Mungkin karena aku hafal gerakannya?" canda (Y/n). "Tch\," katanya sambil melihat ke arah lain. "Ulang\, ulang! Mereka bukannya dansa malah ngobrol!" ucap Toru dengan kecewa. "JANGAN ULANG LAGI *****!" protes Bakugou padanya.


"(Y/n) nggak bakal diledakin kan?" tanya Yaomomo kepada Uraraka. "Nggak akan!" jawab Mina yang ikutan nimbrung.


Kali ini, musik diputar dengan lembut. Bakugou yang memengang tangan (Y/n) sedari tadi itu langsung mengetahui ritmenya. Begitu pun juga (Y/n) yang hafal dengan gerakannya... Tempo langkah kaki mereka itu membuat anak-anak yang lain menyingkir memberikan mereka space untuk bergerak.


Debaran jantung mereka itu berdetak secara tak karuan... Kemudian (Y/n) memutar badannya di hadapan Bakugou yang kemudian ditangkap dengan tempo yang pas oleh Bakugou. "Kau beneran hafal ya?" tanya Bakugou sambil melanjutkan gerakan selanjutnya. "Iya lah.." jawab (Y/n).


Kemudian (Y/n) meletakkan tangan kirinya dipunggung Bakugou dan Bakugou yang meletakkan tangannya di punggung (Y/n). Sehingga (Y/n) bisa menyamping dan kemudian kembali kagi tepat di hadapan Bakugou yang kemudian memegang kedua pinggangnya. Hal begitu juga terjadi saat (Y/n) menyamping ke kanan.


"Aku jago kan?" ejek (y/n) kepadanya. "Bodo amat" ucap Bakugou yang langsung menangkap tangannya dan melanjutkan gerakannya. "Aku nggak nyangka mereka bakal menjebak kita seperti ini" gumam (Y/n) kepada Bakugou yang kemudian berputar dengan tumpuan tangannya. "Ga tahu, pada dasarnya anak cewek memang menjijikan" ungkap Bakugou dengan jujur.


(Y/n) tertawa, "Tapi tidak dengan dirimu" lanjut Bakugou kepada (Y/n) yang saat itu sedang berdansa bersamanya. (Y/n) tersentak kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Bakugou tentang dirinya. "Ini berapa kali putaran lagi?" ucap Bakugou yang mulai kesal karena mereka yang daritadi berputar-putar. "Empat kali lagi" ucap (Y/n) kepadanya. "Tch," katanya yang kemudian melanjutkan gerakannya. "Dan masih banyak putaran lainnya loh" kata (Y/n) sambil tertawa.


"JANGAN MENANTANGKU!" protesnya. Saat itu tiba dimana mereka saling berdekatan hingga dapat merasakan suhu tubuh masing-masing. Debaran jantung yang tak terduga itu terus berlanjut hingga putaran (Y/n) selanjutnya.


Mereka mengulang gerakan yang hampir mirip dengan awal gerakan mereka. Hingga akhirnya lagu itu sampai di pertengahan, mereka yang terlalu menghayati itu akhirnya mendalami lagu dengan penghayatan.


*Sumber : Pinterest (Bisa disesuaikan lagi sama halu kalian ya)


Bakugou kembali kaget melihat wajah enjoy yang dimiliki oleh (Y/n). Wajahnya kini memerah karena melihat hal itu. Namun untungnya karena tempo dansa mereka, wajah Bakugou yang memerah itu bisa teratasi.


"Hoo! Lihat mereka! Mereka cocok banget nggak sih?" kata Toru yang kini melihat mereka sedang berdansa. "Aku baru tahu Bakugou jago dansa... Begitu juga dengan (Y/n)" ucap Uraraka. "Mereka itu diem-diem dansa di belakang kita kayaknya!" kata Mina kepada mereka. "Belum tentu, kan?" ucap Yaomomo kepadanya.


"Bakubro, manly banget" ucap Kirishima yang meneteskan air mata terharu. "Dari pada itu, lihatlah (Y/n)! Bodynya it" ucapan Mineta terpotong oleh Jiro yang menusukkan Earphonenya ke telinga Mineta. "Tutup mulutmu!" ucap Jirou dari kejauhan.


"Bakugou, kau jago juga! Apa sebelumnya kau pernah les atau bahkan belajar?" kata (Y/n) kepada Bakugou yang sekarang membawanya ke sisi-sisi tempat mereka berdansa. "Nggak, aku nggak pernah belajar" ucap Bakugou sambil menyombongkan dirinya. "Bohong!" ucap (Y/n) dengan curiga. Kemudian, Bakugou bersiap untuk memegang pinggangnya. "Jangan bilang" gumam (Y/n) dengan matanya yang terbelalak. Kini (Y/n) tidak tahu harus melakukan apa lagi. Kini dia menyerahkan dirinya itu kepada hatinya agar bisa mengontrol semuanya. "Bakugou! Aku berat tau!" kata (Y/n) yang kini terangkat sementara. "Nggak Ah, kau kayak bantal yang ringan" ejek Bakugou kepadanya.


Sedangkan yang lain hanya bisa terdiam melihat itu... "Fiks! Bakugou sama (Y/n) udah pernah dansa!" tegas Mina. Kemudian Bakugou mengernyitkan keningnya, "Akan kuledakkan mereka nanti" ucap Bakugou yang kini masih bersama (Y/n). "Jangan! Kasihan mereka!" ucap (Y/n) yang kini memposisikan tubuhnya untuk pose dansa teakhir.


Setelah itu lagu itu selesai diputar dan mereka masing-masing membungkukan badan untuk closing. "Makasih, Bakugou" ucap (Y/n) yang berterimakasih. "Terserah kau" ucap Bakugou sambil memasang senyum meremehkan. Kemudian tepukan tangan itu bergemuruh mengitari mereka semua. Setelah itu, Bakugou ingat akan tugasnya yang seharusnya meledakan mereka semua.


"Bakubro, kau keren!" teriak Kirisima padanya. "KENAPA KAU JUGA IKUT-IKUTAN RAMBUT ANEH!?!" protes Bakugou yang kini wajahnya sudah memerah bagaikan tomat. "Aku juga baru tahu, kalau kacchan bisa berdansa" lanjut Midoriya. Begitupun juga Todoroki yang mengangguk, "KALIAN GILA! AKAN KULEDAKKAN KALIAN SEMUA! SINI KAU DEKU! AKU MULAI DARI KAU DULU!" Midoriya yang panik dengan sikap Bakugou yang saah tingkah itu kini berusaha untuk kabur.


"Bakugou! Bisakah kita bicara sebentar?" hal itu membuat Bakugou menghentikan langkahnya. "Aku akan menunggu di belakang?" ucap (Y/n) sambil tersenyum. Hal itu tentu saja membuat Bakugou terdiam sementara, dirinya kembali merasakan firasat buruk yang ia pernah rasakan sebelumnya. Sedangkan yang lain salah paham akan keadaan mereka berdua.


"Baiklah" ucap Bakugou yang kemudian meluluh. "Nanti saja, aku juga masih ingin berbicara dengan yang lainnya!" ucap (Y/n) yang kemudian mendekati yang lainnya. Hal itu membuat Midoriya kembali merasakan ketidakamanan... Begitupun juga dengan yang lainnya, namun tidak seperti yang mereka pikirkan... Bakugou diam dan bersender di dinding sambil melihati (Y/n).


Setelah itu karena beberapa dari mereka adalah orang yang peka dan cepat tanggap mereka sadar kalau mungkin hari itu adalah hari terakhir mereka bersama.


***


Bakugou mendatangi tempat yang biasanya didatangi oleh dia dan (Y/n). Bisa dibilang itu adalah tempat rahasia yang ditemukan oleh Bakugou dan (Y/n) mengetahuinya karena waktu itu dia sempat berteleportasi ke sini.


*tempat yang dimaksud adalah tempat yang berada di Ch 05,5 - Sweet Memories (Pt. 2)


"Bakugou, kau ingat saat pertama kali kita bertemu?" tanya (Y/n) kepadanya. "Kenapa tiba-tiba?" tanya Bakugou kepadanya. "He? Bukankah saat itu kau lucu banget ya? Nganggep aku sebagai villain terus teriak-teriak?" ejek (Y/n).


"JANGAN BICARAKAN SOAL ITU!" protes Bakugou padanya. "Lagipula kau mau bicara apa sih? Jangan-jangan kau mau bicara soal itu?" ucap Bakugou memutuskan. "Soal itu? Apaan?" tanya (Y/n) padanya.


"Lupakan..." kata Bakugou sambil melihat ke arah lain. "Sekarang lebih baik kau jelaskan... Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Bakugou padanya. (Y/n) melihat ke arah lain sambil tersenyum, "Terimakasih" ucap (Y/n) padanya. "Hah?"


-End of Ch 10,5


Haloh~ Ada yang masih online jam segini? Makasih udah mau baca ya^^!


Lanjut di epilog? Makasih udah mau baca:3