
3 R.d. Person P.O.V.
Setelah bermain Rolly Coaster, mereka berdua mengambil barang mereka yang dititipkan itu. Dan barang mereka itu kembali dalam keadaan sempurna, baik dalam maupun luar. Akan tetapi pembicaraan mereka itu tak jauh dari candaan dan penolakan keras.
"Gw kayak gini karena gak kebiasa teriak tuh" ucap Bakugou pada (y/n). "Masa sih? Ngomong sama aku aja suka teriak-teriak? Haha" kata (y/n). Ucapannya yang jujur sekaligus menyindir itu membuat Bakugou kesal,
"NGGAK!!! AKU GAK SUKA TERIAK!?! AKU GAK MAU TERIAK KYK CEWEK GILA PAS NAIK ROLLY COASTER SIALAN!!" protes Bakugou yang malu karena perbuatannya itu.
'Dia nggak mengakuinya ya?' batin (y/n) yang pasrah dengan tindakannya itu. 'Tapi apa maksudnya cewek gila, hah?' kata (y/n) dalam hati sambil berusaha untuk menahan emosinya. (Y/n) yang tidak mau marah dan mengeluarkan emosi itu berusaha untuk melupakan perkataan Bakugou dan berpikir ke hal yang lain. Karena baginya teriak-teriak dan mengeluarkan emosi itu hanya akan menguras tenaga.
'Selanjutnya ngapain ya?' batin (y/n) lagi sambil berpikir. Setelah itu (y/n) menatap ke arah komidi putar dengan mata yang berbinar-binar, "Daripada itu... Ayo kita kesana! Bakugou-kun!" ajak (y/n) sambil mengalihkan pembicaraan.
"HAH?! KEMANA SIALAN?!" tanya Bakugou dengan suaranya yang keras itu. (Y/n) tersenyum ceria dan berjalan lebih cepat dari Bakugou, "HOI JANGAN CEPAT-CEPAT SIALAN!?!"
Hal itu membuat (y/n) menghentikan langkahnya, Bakugou bingung dengan tingkahnya itu juga menghentikan langkahnya. (Y/n) dengan mata berbinar-binar itu melihat ke arah komidi putar, karena Bakugou penasaran dan tidak sempat lihat ke depan. Dia melihat (y/n) dan mencari tahu apa yang (y/n) lihat. 'Jangan bilang-'
"Ke komidi putar!" jawab (y/n) sambil tersenyum ceria. 'Hah?! DIA GI-LA?!' batin Bakugou yang mengatakan (y/n) orang gila secara mentah-mentah dalam pikirannya.
"NGGAK! KYK BOCIL!" tolak Bakugou yang saat itu memikirkan harga dirinya. 'KENAPA DIA LIAT AKU KYK GITU SIH?!' kata Bakugou dalam hati. "ITU WAHANA KHUSUS BOCIL!?! AKU GAK MAU!" tolak Bakugou lagi sambil memberikan alasan yang jelas.
'Dia malu ya?' batin (y/n) sambil melihat ke wajah Bakugou. "APA LU LIAT-LIAT?!" protes Bakugou yang kesal sekaligus tidak nyaman karena tatapannya itu.
▪️▫️▪️▫️▪️
Ch 05 - Sweet Memories | I'm Promise! | Bakugou Katsuki x Readers | Different World Au
▫️▪️▫️▪️▫️
▪️▫️▪️▫️▪️
Bisakah kau bersamaku terus seperti ini?
- (Y/n)
▫️▪️▫️▪️▫️
3 R.d. Person P.O.V.
"Gak mau?" tanya (Y/n) lagi padanya. Namun pertanyaan itu membuat Bakugou kesal, hal itu terlihat jelas dari wajahnya yang sebal dan alisnya yang mengernyit. "TCIH!?! LU KIRA GW MAU IKUT LU?!" katanya sambil mengambil alah balik menjauhi (y/n).
"JANGAN HARAP GW IKUT!" sambungnya lagi dengan nada yang kasar seperti biasanya.
'Ah... Sosoknya itu kyk gurita sedang marah...' batin (Y/n)
'Tpi salah ku juga sih, ngapain ngajak dia main kyk gini?... Kenapa aku sedikit kecewa ya?' tanya (Y/n) dalam hatinya.
Bakugou mulai berjalan pergi ke kursi yang ada di sana, "Yaudah aku naik sendiri ya! Kalau mau main yang lain sendiri aja, ya? Aku tak apa kok!" ucap (y/n) sambil memperbolehkannya mengambil kebebasan.
Tetapi hal itu membuat Bakugou salah paham dan menghentikan langkahnya.
'Sekarang- DIA MENGUSIRKU KAN?! DIA KIRA AKU INI APA SIALAN?!' batin Bakugou salah paham.
'Sial' batinnya lagi.
(Y/n) P.O.V.
Kenapa aku sedikit kecewa dengan tindakannya itu ya?
Mungkin aku terlalu mengekangnya...
Iya, aku terlalu egois...
"Yasudah aku mau naik itu sendiri, ya! Kalau kamu mau main yg lain sendiri aja ya! Aku tak apa kok!" ucapku sambil tersenyum dan mempersihlakannya main yang lain.
Kemudian dia terhenti setelah aku mengatakanku begitu, mungkin dia memang ingin pergi? Niatnya itu besar sekali ya...
Hah... Aku memang harus menekan rasa egoisku agar tidak berekspetasi tinggi padanya... Bagaimanapun dia adalah Bakugou, aku tak bisa memintanya menemaniku secara seenaknya...
"Kalau begitu aku deluan ya! Dah Bakug-" kemudian dia berbalik dan memegang tanganku.
"Sialan- KENAPA KAU MENGUSIRKU SIH?!" hah? ngusir?
"Aku nggak ngusir kok" belaku pada diriku sendiri. "Aku kan gak bisa seenaknya padamu... Maka dari itu aku memperbolehkanmu bermain yang lain" ucapku dengan jujur.
Apa dia menerima permintaan maafku atau-
"ALASAN SAJA KAU SIALAN!?!" Ya- aku terlalu berekspetasi tinggi padanya...
"Ma-" dia memotong perkataanku itu dengan menarik tanganku. "HE?! Kau mau menarikku kemana?! Aku mau main komid-"
"KAU MAU MAIN ITU KAN?! RIBET AMAT SIH?! GILIRAN DITEMENIN GAMAU TCIH!" Eh? Dia berubah pikiran?
Hahaha... Lucu banget sih... Bagaimanapun anak ini memang gak bisa kutebak...!
Bakugou P.O.V.
Sialan! KENAPA GW JADI IKUTAN MAIN SAMA DIA?!
***
3 R.d. Person P.O.V.
Kemudian (y/n) yang excited itu melihat sekeliling begitu masuk komidi putar, "UWOAH~!!! Sugeee!?!" ucapnya dengan mata berbinar-binar.
"WOI JANGAN MALU-MALUIN GW?!" protes Bakugou padanya.
"Kalau begitu aku mau naik kuda itu! Ayo Bakugou!" ucap (Y/n) sambil mengambil inisiatif untuk menarik tangan Bakugou.
"WOI! JANGAN TARIK TARIK!" protes Bakugou. "Kalau diem terus ntar kita gak kebagian kuda!" ucap (y/n) sambil memulai langkahnya menuju kuda putih komidi putar yang menarik perhatiannya itu.
"KALAU GAK KEBAGIAN YASUDAH SIALAN! KENAPA AKU HARUS IKUTAN REPOT SIH?!!!" ptotes Bakugou lagi kepada gadis yang menariknya itu.
Kemudian (Y/n) berhasil menaiki kuda putih keinginannya itu, sedangkan Bakugou dia hanya pasrah dengan duduk di kuda hitam sebelah (Y/n).
"Bakugou!?! Jangan duduk bersila gitu dong!!" protes (Y/n) kepada Bakugou.
"JANGAN MEMERINTAHKU SIALAN!" balas Bakugou dengan amarahnya itu.
'Mereka ini mau ribut apa main sih?' batin salah satu staff. Kemudian Bakugou membetulkan posisi duduknya yang dikomentari dan dilihati orang itu.
Tentu saja dia benci cara orang menatap dan bersikap kritis padanya, 'Aku begini karena aku peduli, kalau kau seenaknya... Masalahnya buka hanya kamu yang malu tetapi aku juga' kata (Y/n) dalam hatinya.
Kemudian operator komidi putar memberikan aba-aba kepada para pengunjung yang sudah duduk di komidi putar, tanpa basa-basi operator komidi putar pun dinyalakan.
Irama lagu ceria secara cepat memasuki telinga (Y/n) dan Bakugou. Namun reaksi mereka berdua lah yang membedakan masing-masing pribadi, aura mereka saling bertolak belakang satu sama lain.
(Y/n) yang ceria bagaikan petani yang baru memanen hasil tanamannya sedangkan Bakugou... Dia bagaikan orang yang ribet dan ingin cepat mengakhiri itu.
"Bakugou... Kau tidak menyukainya?" tanya (Y/n) yang saat itu sedang menikmati permainan. "NGGAK!" protesnya kesal.
"Maaf ya... Kalau gitu abis ini aku ikut kamu aja deh mau main apa..." hal itu membuat Bakugou tersentak dan salah paham.
'APA DIA NGUSIR AKU LAGI?!' batinnya dengan perasaan kesal.
'Tapi, dia katanya mau ikut kan? Gimana kalau habis ini kuisengi saja dia ya?' batin Bakugou sambil sedikit terkekeh.
"Kau ketawa?" tanya (y/n) to the point. "NGGAK!" protes Bakugou yang berbohong kepada (Y/n).
***
"Bakugou, sepertinya kau tadi sedikit menikmati wahana" ucap (Y/n) yang mencoba memastikan hal yang ia percayai.
"NGGAK! KATA SIAPA?!" protes Bakugou kepada (Y/n).
Kemudian Bakugou menghentikan langkahnya karena teringat kembali ide isengnya dan memasang senyum meremehkan, (Y/n) yang menyadari hal itu juga menghentikan langkahnya.
"Bakugou... Ada masalah?" tanya (Y/n) dengan perasaan tidak enak.
"Bagaimanapun kau harus membayar perlakuan gila mu itu, karena kau... Citraku jadi hancur sialan-!" ucapnya sambil memulai langkah. "Citra? Daripada itu emangnya kita mau kemana?" jawab (Y/n) smbil mengikuti Bakugou.
Bakugou mengeluarkan peta dari sakunya itu\, "Hah? Sejak kapan kau mengambil pet-" ucapan (Y/n) dipotong oleh Bakugou... "JANGAN KEPO ***!?!" bela Bakugou terhadap dirinya sendiri itu.
Tentu saja dia harus membela dirinya agar tidak malu, di sisi lain dia pun tidak mau (y/n) tahu kalau sebenarnya dia memang ingin bermain dengan tujuan membuang stressnya.
Tentu saja hal ini terjadi karena gengsi yang ada dalam dirinya itu sangat besar.
Kemudian (Y/n) yang ceria itu berubah saat melihat papan tulisan 'Haunted House'.
Author Naration P.O.V.
(Y/n) terdiam membatu saat melihat itu, "Kenapa? Kau takut?" tanya Bakugou sambil meremehkannya.
"Nggak! Aku nggak takut! Ayo kita masuk!" ucap (Y/n) sambil mengambil inisiatif untuk masuk.
(Y/n)... Sungguh malang nasibmu... Bakugou yang saat itu sudah terbiasa dengan rumah hantu hanya bisa menahan tawa melihat gadis itu. Tentunya (Y/n) cuma bisa malu karena reaksinya saat melihat hantu itu terbongkar kepada Bakugou.
Tak hanya itu, di pinggir jalan ada sesuatu yang menimpa (y/n) sehingga membuat (Y/n) malu untuk ke sekian kalinya...
3 R.d. Person P.O.V.
Di pertengahan jalan yang gelap, (Y/n) berusaha untuk menghibur dirinya. "Dasar pengecut!" bisik Bakugou kepada (Y/n) sambil memulai langkah lebih dulu. "Aku gak takut! Kamu kali?!" protes (Y/n) sambil berusaha untuk menjaga harga dirinya itu. "Apanya? Kakimu aja sampai bergetaran" ejek Bakugou yang meremehkannya sambil memegang lampu pemandu jalan.
"Nggak, ah!" sangkal (Y/n) dengan malu. Hal itu membuat Bakugou iseng, dan mulai jalan dengan tempo langkah yang sangat cepat. "Eh tungguin! Lu yang bawa lampunya jalan deluan kyk gitu gmn gw mau liat jal-" (y/n) menghentikan perkataannya. 'Kenapa anak itu diam aja?' kata Bakugou dalam hati sambil menghentikan langkahnya.
"Ho-" panggilan Bakugou itu terpotong oleh pekikan (y/n) yang takut karena salah satu hantu yang terjatuh tepat di depannya.
"ARGH! IH APA INI WEYY?!" hal itu membuat Bakugou berbalik. "KOK KEPALA BISA POTEL?! MAMA!?!" ucap (Y/n) sambil menutup matanya. "Pft- Lu tuh apa-apaan sih?!" ucap Bakugou sambil tertawa kecil melihat tingkahnya. 'AH SUDAHLAH! AKU UDAH GAK PUNYA MUKA LAGI!!' batin (y/n) dengan malu.
Kemudian dengan reflek (y/n) berlari dan memeluk Bakugou. Detak jantung tidak bisa berbohong, hal itu terlihat dari detakan jantung Bakugou yang berdetak sangat kencang. "HEH JANGAN PELUK-PELUK!" protes Bakugou yang kaget karena tindakan (y/n) yang mendadak itu.
Kemudian (Y/n) tersadar dengan perilakunya itu, "Bakugou cepat keluar dong!" ucap (Y/n) sambil melepaskan pelukannya itu. "Sialan- kau benar takut ya?" ucap Bakugou sambil mengernyitkan keningnya. Hal itu membuat (y/n) kembali tersentak, "Nggak tahu, ah! Berikan aku lampunya dong!" pinta (y/n) dengan nada merengek.
"KALAU BEGITU KENAPA KAU NGGAK AMBIL PAS DITAWARI DILUAR!?!" protes Bakugou yang tak mau memberikan lampunya itu kepada (y/n).
"Eh?! Emangnya boleh?! Kan dibolehinnya cuma satu yang bawa, Bakugou!" balas (y/n) sambil membuat alasan.
"NGGAK SIALAN! TADI SAAT KAU DITAWARI KAU DIAM SAJA!?!" protes Bakugou kepadanya lagi.
Hal itu membuat (y/n) berusaha untuk mengingat kejadian sebelum masuk rumah hantu, "Emangnya ditawarin?" tanya (y/n) kepada Bakugou.
'Tapi anak ini, dia memang menutup mulutnya saat ditawari lampu kan? Dasar cewek sok-sok kuat!' batin Bakugou. "Iya, kau nggak ingat?" ucap Bakugou padanya. (Y/n) menggeleng-gelengkan kepalanya, hal itu membuat Bakugou kesal.
'Dia tadi itu ngapain?! Dia ini pura-pura kuat apa gimana? Apa dia pikun?! Nyusahin aja sih!?!' batin Bakugou. "KAU INI PIKUN APA GIMA-" ucapan Bakugou terpotong disaat (y/n) yang tidak hati-hati itu menabrak tiang dan menimbulkan suara keras.
*Brak!*
"Aw?! Kenapa harus ada tiang sih?! Sakit dodol!?!" kata (y/n) dengan suaranya yang meninggi. "LUNYA SIH GAK LIAT JALAN!?!" ucap Bakugou dengan suara kerasnya itu. Karena (y/n) tidak bisa menahan rasa sakit, dia pun kehilangan kendali atas emosinya. "Gw gimana mau liat jalan kalau lampunya nggak stabil?!" protes (y/n) yang jongkok itu sambil memegangi kakinya.
"NGGAK AH INI SEMUA SALAH LU YANG BUTA NGGAK LIAT JALAN!" ucap Bakugou yang tak mau disalahkan. "Gw gak buta heh!" bela (y/n) terhadap dirinya sendiri.
"Argh! Sudahlah! Iya, aku takut! Aku gak kebiasa nonton horror kau tahu itu?!" ucap (y/n) dengan jujur. Hal itu membuat Bakugou tertawa, "Eh jangan ketawa dong?! Kamu ini buat aku malu aja, dasar duren!" ucap (y/n) sambil berusaha menahan sakitnya itu.
"GW BUKAN DUREN *****!?!" protes Bakugou. "Hahaha maaf... Kalau gitu kau mau kubilang apa kalau bukan duren?" tanya (y/n) sambil tertawa mengejek. "LEBIH BAIK KAU PANGGIL NAMAKU SAJA SIALAN!?! BUKANKAH ITU SUDAH JELAS?!"
Hal itu membuat (y/n) tersentak...
"Kalau begitu, Katsuki?" tanya (y/n) sambil tersenyum.
(Y/n) P.O.V.
"GW BUKAN DUREN *****!?!" protes Bakugou padaku. "Hahaha maaf... Kalau gitu kau mau kubilang apa kalau bukan duren?" tanyaku sambil tertawa. "LEBIH BAIK KAU PANGGIL NAMAKU SAJA SIALAN!?! BUKANKAH ITU SUDAH JELAS?!"
Hah? Nama? Dia serius? Kenapa disaat kakiku sakit begini dia memperbolehkanku memanggil namanya? Apa aku salah paham?
"Kalau begitu, Katsuki?" tanyaku sambil tersenyum canggung. Dia terdiam saat aku panggil begitu, eh apa aku salah bicara? "BUKAN NAMA DEPAN SIALAN!?!"
Eh?
"SIALAN! BISA-BISANYA KAU BEGITU?!" ucapnya sambil memalingkan wajahnya.
Apa aku tak salah lihat?
Telinganya?
"APA KAU LIHAT-LIHAT?! HAH?!"
Memerah?
Ah... Tidak (y/n)... Kau tidak boleh menanyakannya... Itu terlalu canggung untuk ditanyakan... Aku gak boleh salah paham, tetapi kenapa rasanya kami seperti orang pacaran sungguhan sih?!
Iya juga... Kenapa aku baru ingat sekarang?
Sebenarnya kejadian saat masuk disney land membuatku bingung, mengapa dia mengambil keputusan itu? Apa dia ingin mempermainkanku? Atau dia ingin memanfaatkanku?
Kemudian sensasi sakit di kakiku itu kembali menyerang, sialan! Kenapa sakit sekali sih?! "Kalau begitu... Karena aku tak mau kau membenciku, bagaimana kalau kita buat nama panggilan yang bagus?" tanyaku kepadanya. "Hah?! KENAPA KAU MASIH MEMBICARAKAN SOAL NAMA SIH?!"
Ya karena aku sa-ngat ber-te-ri-ma-ka-sih padamu loh! Namaku jadi sangat-amat indah!
*Nama yang (y/n) maksud : Gadis RSJ, Gadis gila
3 R.d. Person P.O.V.
(Y/n) terdiam melihati Bakugou, sehingga mereka berdua melakukan eye contact. 'Sial gadis ini- apa-apaan dia?! Kenapa dia menatapku seperti itu?!' batin Bakugou.
'Matanya merah banget ya... Entah mengapa aku menyukai matanya... Lalu sosoknya yang berusaha untuk menjaga harga diri dan bekerja keras...'
'Sepertinya aku tahu apa nama panggilanku yang cocok untuknya' batin (y/n) sambil tersenyum.
'Kenapa dia tersenyum?!' batin Bakugou. 'Aku tak salah lihat kan?!...' batinnya lagi.
"Kamu dapat pupil merah seperti itu dari gennya siapa?" tanya (y/n) kepadanya. 'Dia tersenyum cuma karna lihat mataku? NON SENSE!?!' kata Bakugou dalam hatinya. "DARI SI NENEK TUA ITU LAH SIAPA LAGI!?!" ucap Bakugou dengan kasar. "He.... Dasar! Kau ini jahat banget manggil ibumu dengan sebutan 'nenek' " ucap (y/n) sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. "HEH! TAPI DIA KAN EMANG TUA?!" kata Bakugou. 'Hahaha... Aku memang terlalu baik ya... Mau-mau aja dipanggil gadis rsj...' batin (y/n).
"Sepertinya aku tahu apa panggilan yang cocok untukmu, calon pro hero?" ucap (y/n) sambil tersenyum. 'Huh?' batin Bakugou.
"Kau mendengarku calon pro? Bukankah itu julukan yang bagus?" ucap (y/n) dengan ceria. "JANGAN BERMAIN-MAIN DENGAN JULUKANKU SIAlAN!?! CRINGE BANGET TAU NGGAK?!" ucap Bakugou sambil membuang wajahnya.
Sekali lagi Bakugou salah tingkah dengan perkataan (y/n), "Kau bisa berjalan?" tanya Bakugou sambil bertekuk satu kaki di hadapan (y/n). "Kau kira, benturan sekeras itu- nggak sakit hah?" tanya (y/n) dengan kesal. "Tch, lemah" ucap Bakugou.
"Ya-ya~ Gw akui klo gw lemah kok, makasih loh" ucap (y/n) sambil memasang senyum ramah. "Pegang ini" ucap Bakugou sambil memberikan lampu penerang jalan itu pada (y/n). "He? Bukannya ini telat?" tanya (y/n) kepadanya. "PEGANG SAJA SIALAN?!" hal itu membuat (y/n) langsung memegang lampu lenteranya. "Emangnya kenap-" (y/n) menghentikan perkataannya karena kaget dengan perilaku Bakugou.
Author Naration P.O.V.
(Y/n) memang benar-benar menyangka kalau bom berjalan itu akan menggendongnya, hal itu membuat detak jantungnya berdetak dengan kencang. Korelasi antara detak jantung mereka berdua itu terdengar seperti irama lagu cinta, 'mengapa dia seperti ini?' batin (y/n) sambil berusaha untuk menjaga sikapnya.
'Sialan adrenalin, jangan buat aku gelisah seperti ini sialan!' protes Bakugou dalam hati.
"Jangan teriak di jalan, kalau tidak kubunuh kau" ancam Bakugou.
(Y/n) P.O.V.
Saat keluar dari wahana rumah hantu, seperti yang kuperkirakan... Banyak orang melihati kami dengan tatapan yang lumayan menggangu, ya aku masih bisa toleransi dan memaafkannya sih... Tetapi tidak dengan Bakugou... Kau tahu sendiri kan seorang 'Bakugou' itu gimana?
Author Naration P.O.V.
"Hoi, kau bisa menungguku sebentar kan?" tanya Bakugou kepada (y/n). "Bisa kok, maaf ya kalau aku merepotkanmu" ucap (y/n) dengan perasaan bersalah. "Tch! Terserah" ucap Bakugou sambil merendahkan suaranya.
Tak jauh dari sana mereka menemukan taman, "Bakugou.. Aku duduk di kursi itu saja!" ucap (y/n) sambil menunjuk ke arah taman. "Aku tahu! Jangan memerintahku sialan!" protes Bakugou dengan suara yang tidak keras. 'Dia kenapa gak teriak-teriak ya?' batin (y/n). 'Yasudahlah... Justru itu bagus' batin (y/n).
Kemudian Bakugou membiarkan (Y/n) duduk di kursi yang ada di taman. "sebelum itu perlihatkan kakimu itu sialan!" perintah Bakugou kepada (Y/n). (Y/n) yang belum sempat bergerak itu membuat Bakugou mengambil tindakan langsung untuk memegang kaki (y/n), "Aw! Bakugou, pelan-pelan!" ucap (y/n) sambil meringis.
"YA-YA! AKU TAHU!" ucap Bakugou sambil memperlembut pegangannya. Dengan hati-hati dia memposisikan kaki kanan (Y/n) di depannya, "Oi- kakimu ini lemah juga ya" ucap Bakugou sambil melihat lebam yang ada di kaki kanan (y/n).
"Kakiku memang lemah, apalagi di ujung jari..." kata (y/n) dengan jujur.
"Aww~" ucap seseorang di belakang mereka. 'Rasanya aku mengenal suara ini' batin (y/n) dan Bakugou secara bersamaan.
3 R.d. Person P.O.V.
Kemudian (y/n) melihat ke arah depan, "Mina? Kau disini?" tanya (y/n) kepada Mina dan teman-temannya yang baru datang itu. "Wah~! Rupanya (y/n) cepat mengingat namaku ya! Aku terharu loh!" ucap Mina sambil mendekati (Y/n) dan Bakugou.
'Menghafal apanya... Gadis Bodoh ini kan memang sudah tau kita semua dari awal' batin Bakugou. "Woah, Bakugou! Apa yang kau lakukan dengan kaki (y/n)?!" pekik Kaminari seolah tidak percaya. Kemudian Bakugou menurunkan kaki (y/n), "Bukan urusanmu sialan" ucap Bakugou sambil berdiri.
'Tumben dia nggak marah' batin mereka kecuali Bakugou dan (y/n). "Ahaha... Aku tidak hati-hati... Jadi aku nabrak tiang pas main barusan" ucap (y/n) sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu. "HE?! SERIUS?!" ucap mereka yang baru datang itu secara bersamaan.
"Woah! Itu tidak gentle sama sekali bro!" ucp Kirishima yang salah paham. "BUKAN AKU YANG MEMBUATNYA MENABRAK SIALAN!" protes Bakugou. "Jadi kesimpulannya ini salahmu ya, (y/n)?" tanya Sero kepada (y/n). Hal itu membuat (Y/n) mengangguk, "Kalian kalau mau main sihlakan saja! Tak usah pedulikan aku" ucap (y/n) sambil tersenyum. Kemudian Bakugou berdecih, "Kalian tunggui si gadis rsj itu, aku mau pergi" perintah Bakugou kepada teman-temannya. "HAH?!" ucap Kaminari dan Sero bersamaan. "Kau mau kabur, Bakugou?" tanya Jirou padanya. "NGAPAIN AKU KABUR HAH?! NGAPAIN LAGI KALAU BUKA-" kemudian Bakugou menghentikkan perkataannya.
'Hampir keceplosan kalau aku mau beli alat pertolongan pertama' batin Bakugou dengan wajahnya yang memerah.
"AWAS SAJA KALAU KALIAN KABUR!!?!" ancam Bakugou sambil mulai mengambil langkah pergi.
"He~ Eijiro-kun, apakah kau berpikir yang sama sepertiku?" tanya Mina kepada kekasihnya itu. "Maksudmu?" tanya Kirishima kepadanya. "Ah~! Dasar tidak peka!" ucap Mina dengan kecewa. "Tuh bro!" ejek Kaminari. "Eh, apa?" tanya Kirishima sambil berpikir kembali.
"(Y/n)! Kau tidak berpikir kalau Bakugou sedang mencari obat untukmu~?" ucap Mina kepada (Y/n) dengan nada andalannya itu. "Eh?! Nggak! Nggak mungkin" ucap (Y/n) kepada Mina.
"Tapi masuk akal loh" balas Jirou. "He? Kau berpikir begitu juga ya, jirou?" tanya Kaminari. Jirou mengangguk, "Tetapi harga dirinya kan tinggi, mungkin saja dia ingin pergi ke toilet?" ucap (Y/n) yang berusaha untuk tidak berharap itu.
Ya... (Y/n) terlalu takut untuk berharap suatu hal yang tak mungkin baginya, "Kalian tidak main?" tanya (y/n) pada mereka. "Kami kan disuruh menunggumu disini" ucap Kirishima dengan canggung.
"Kalau kami tidak menungguimu, bisa-bisa kami dimarahi Bakugou" lanjut Sero. "He? Nanti aku saja yang bilang kalau aku meminta kalian pergi" ucap (y/n) dengan perasaan tidak enak.
"Ya, tetap saja!" ucap Mina sambil khawatir.
"Omong-omong (y/n) bagaimana caramu membuat Bakugou mau masuk Disney Land?" tanya Jirou pada (y/n) dengan penasaran. "Iya juga, aku penasaran" lanjut Sero dengan penasaran.
"Iya, padahal Bakugou sepertinya tidak akan berubah pikiran secepat itu" ucap Mina. "Pasti ada sesuatu kan (y/n)?" tanya Kirishima pada (y/n). Kemudian banyak pertanyaan dipertanyakan oleh mereka kepada (y/n).
"Eh, satu-satu dong!" ucap (y/n) dengan canggung.
Bakugou P.O.V.
Sialan... Kenapa aku mau repot-repot begini sih? Apa aku sudah gila? Apa aku sudah rusak? Mengapa gadis itu selalu saja membuat jantungku berdebar-debar?
Dan lagi... Sebenarnya dia siapa sih? Jujur daritadi aku mempertanyakan ini... Mengapa dia bisa menghasilkan uang segitu banyaknya dalam satu kali ucapan? Apa dia hanya beruntung? Sebenarnya apa itu quirknya? Mungkin tak hanya satu kan? Tapi... Mengapa aku bisa melihat penglihatan yang tak seharusnya aku lihat seperti saat itu?
Rumahnya itu seperti kandang yang menuntutnya sempurna secara tak langsung... Lagipula... Siapa wanita yang memukulnya itu? SIALAN, KENAPA PENGLIHATAN ITU TERUS TERNGIANG-NGIANG DI OTAKKU SAAT MULAI MEMIKIRKANNYA SIH?!
Sudahlah! Rasanya aku tadi melihat toko yang menjual alat pertolongan pertama?! Itu dimana, SIALAN!?!
Kemudian aku pun membuka peta yang kubawa barusan, menyusuri toko yang ingin kucari. Karena sangat tidak mungkin jika aku terbang menyusuri disney sialan ini untuk mencari toko itu, LAGIPULA ITU HANYA AKAN MENGHABIS-HABISKAN TENAGA SIALAN?!
MENGAPA AKU BISA BERPIKIR HAL SEPERTI ITU SIALAN?!
AKU KENAPA SIH!
Sial!
3 R.d. Person P.O.V.
Kemudian Bakugou menemukan toko pertama, dia menuju situ karena mengikuti firasatnya.
//Side P.O.V.
'Semoga Bakugou tidak kenapa-napa' batin (Y/n) yang sedikit khawatir itu.
//Back to Bakugou side
"Apa disini ada First Aid ?" tanya Bakugou kepada orang yang ada di toko. "Ada" ucap staff itu dengan ramah. "Aku beli satu" ucap Bakugou dengan serius. "Kalau begitu sebelah sini" ucap staff itu sambil menunjukkan jalan ke arah rak dimana First Aid itu berada.
***
3 R.d. Person P.O.V.
(Y/n) dan yang lainnya itu masih berbincang-bincang dengan seru, tentunya topik pembicaraan itu tak jauh dari 'Bakugou'. "(Y/n)... Seandainya kalau Bakugou memiliki perasaan padamu kau bagaimana?" tanya Mina tiba-tiba. "Eh?! Nggak mungkin!" ucap (Y/n) sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kan seandainya, (y/n)" lanjut Jirou. (Y/n) terdiam sejenak, "Mungkin saja aku akan mencoba mengetahuinya terlebih dahulu" ucap (y/n) sambil tersenyum.
"Lagipula, aku pasti jauh dari tipe idamannya... Dia yang perfeksionis seperti itu aku rasa banyak yang ingin bersamanya, lagipula aku pun tak berharap padanya kok!" ucap (Y/n) dengan jujur. "Ah begitu" ucap Mina sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
'Entah mengapa di sisi lain aku merasa sakit... Rasanya aku terlalu bergantung pada, Bakugou... Aku ini lemah mental, aku sama sekali tak cocok untuknya' batin (y/n). 'Aku pun tak tahu alasan mengapa setiap aku ingin menangis atau emosiku tidak stabil... Aku terus menerus bertemu dengannya...' katanya lagi dalam hati.
'Rasanya ingin menghilang saja'
"(Y/n)!? Kau baik-baik saja?" ucap Mina dengan panik sambil melihat keberadaan (y/n) yang mulai memudar. "Eh kenapa teman-teman?" tanya (y/n). Yang lain semakin panik karena keberadaan (y/n) yang mulai memudar itu, "Eh kenapa pandanganku buram sekali?" tanya (y/n) sambil mencoba melihat sekeliling.
"HOI GADIS BODOH!?! KAU MAU KABUR HAH?!"
Bagaikan ilusi... Secepat kilat keberadaan (y/n) itu pulih kembali, keberadaannya tidak lagi buram... Kemudian kakinya yang lebam itu, menghilangkan bekasnya...
"Lah?!" Namun kejutan itu tak berlangsung lama, saat luka lebam itu menghilang... Di saat yang bersamaan luka itu mengeluarkan darah, "HAH?! KENAPA BISA BEGITU?!" ucap Bakugou yang langsung terburu-buru mendekati (y/n).
Tanpa peduli pembicaraan ortang-orang sekitar dan teman-temannya yang menghalangi, Bakugou langsung menerobos dan mengeluarkan barang yang dia beli itu. (Y/n) yang melihat usaha Bakugou itu tak mempercayai apa yang dia lihat... (Y/n) yang terharu itu mengucurkan air mata dari sebelah mata, yakni mata kanannya.
"He?! (y/n)?! Sakit banget!?!"
"Nggak kok, aku tak apa!" sangkal (Y/n) sambil mengusap air matanya.
'Kenapa aku terus merasakan kehangatan? Apa aku bisa disini selamanya?' batin (y/n). Kemudian ada sebuah suara yang terbesit di kepala (y/n),
(Y/n) P.O.V.
"Jangan pernah menyesal dengan apa yang kau pilih ya, nikmatilah dan jangan lupa bersyukur"
Suara apa itu? Rasanya familiar... Aku pernah dengar dimana ya? Terlepas dari itu sepertinya aku memang harus mencoba hidup berdampingan dengan dua dimensi ini...
Unknown P.O.V.
Setiap pilihan, pasti ada yang harus dipertanggung jawabkan... Apakah mengendalikan dua dimensi merupakan kutukan? Responsbilty merupakan hal yang sulit, kau tahu itu kan?
Kemudian pintu terbuka, "Nona... Tuan Jake, meminta anda untuk menghadap kepadanya... Apa nona bisa?" tanya seorang ajudan yang datang menemuiku untuk menyampaikan pesannya.
"Baiklah, saya akan ikut denganmu" jawabku kepada ajudan itu.
3 R.d. Person P.O.V.
Kemudian Bakugou mencuci tangannya menggunakan han sanitizer yang dia bawa, 'Anak ini kebiasaan bersihnya nggak berubah ya' batin mereka terkecuali Bakugou dan (Y/n). 'Dia ini mirip ibuku yang segalanya serba steril' batin (y/n). "Jangan merengek saat kuobati, kalau tidak kuledakkan kau" ancam Bakugou sambil mengernyitkan keningnya. Bakugou mengelap darah yang mengucur dengan kapas, setelah itu dia membuka b*tdine dan meneteskannya ke kapas yang lain.
'Semoga saja Bakugou menaruh betadinenya pelan-pelan, kalau tidak kasihan juga (y/n) yang diobati olehnya' batin Kirishima. Lalu beberapa dari mereka mencoba untuk mencairkan sesuasana sambil berbincang-bincang mengenai rencana mereka selanjutnya.
Bakugou mulai mengusap b*tadine ke daerah luka, (y/n) yang menahan sakit itu menegangkan kakinya. Hal itu membuat Bakugou sadar akan tindakannya itu, "Bisakah kau melemaskan kakimu Hah?! Itu membuatku tidak fokus, dasar bodoh!" ucap Bakugou dengan kesal.
"Maaf" ucap (Y/n) dengan merendah. "Emangnya sakit ya?" tanya Bakugou dengan suara kecil. "Kau bilang apa?" tanya (Y/n) yang tidak mendengarkan perkataannya tadi karena suara Bakugou terlalu kecil.
"AKU TIDAK BILANG APA-APA SIALAN! BERHENTI PROTES ATAU KULEMPAR KAU!?!" ucap Bakugou dengan malu.
'Padahal mereka barusan mesra, tapi Bakugou sendiri yang menghancurkan sesuasana' batin Mina dan Kaminari secara bersamaan.
'Untung kita punya pembicaraan masing-masing.. Kalau tidak bisa saja Bakugou memarahi kami karena terus-menerus melihat ke arahnya' batin Kirishima.
Kemudian Bakugou mengambil plester dari kotak First Aid, hal itu membuat (y/n) tak enak... "Bakugou... Plesternya sama aku saja" ucap (y/n) kepadanya. "KAMU INI BISA DIAM NGGAK SIH?!" protes Bakugou. 'Ah... Dia mau melakukannya ya? Tapi masalahnya aku makin gak enak sama dia...' batin (Y/n).
Pada akhirnya Bakugou yang memasang plester di luka (y/n), "SUDAH SELESAI SIALAN! KAU BISA BERJALAN SENDIRI KAN?! JANGAN MINTA GENDONG LAGI SIALAN!" ucap Bakugou dengan keras.
"Bakugou?! Kau menggendong (Y/n)?!" ucap Kaminari dan Sero secara histeris. Hal itu membuat Bakugou tersentak malu, "NGGAK!?!" protes Bakugou. "He? Masa sih?" ucap Mina sambil menatap curiga ke arah (y/n) sekaligus tatapan penasaran dari Jirou.
"BAKUGOU MUKAMU MEMERAH?!" ucap Kaminari dengan nada besar. "KUBILANG NGGAK MUKA BODOH!" teriak Bakugou kepadanya. "Bakubr-" ucapan Kirishima dipotong oleh Bakugou karena dia tak mau mendengar godaan dari teman-temannya lagi. "KUBILANG NGGAK SIALAN!" teriak Bakugou.
Kemudian (Y/n) berdiri dari kursi, "Bakugou-kun, makasih ya!" ucap (y/n) sambil tersenyum ceria. Hal itu membuat wajah Bakugou kembali memanas, "JANGAN TERSENYUM GILA SEPERTI ITU SIALAN!?!"
Masalahnya saat itu bukan hanya Bakugou yang malu, (Y/n) juga malu karena Bakugou menyatakan secara langsung kalau dia menggendong dirinya. "Teman-teman! Gimana kalau kita main boom-boom car?" ucap (Y/n) sambil mengalihkan pembicaraan.
"Eh, ide seru tuh!" ucap Kirishima yang mengikuti topik. Tetapi hal itu membuat Mina dan yang lainnya sedikit ngambek karena dia tidak berhasil mencomblangi 'pasangan baru' yang ada di hadapan mereka. Tetapi Mina dan yang lainnya melupakan hal itu dengan cepat karena mereka juga ingin bermain boom-boom car.
'Untung alihan pembicaraanku itu berhasil' batin (Y/n) dengan perasaan lega.
(Y/n) P.O.V.
Setelah itu aku dan teman-teman main ke wahana boom-boom car, namun ada kejadian konyol yang membuat Bakugou ngambek... Saat kami ingin mulai bermain, mobil yang dinaiki Bakugou rusak dan tak bisa jalan. Karena itu Bakugou marah dan mengata-ngatai mobil tersebut dengan sebutan 'mobil keramat sialan'.
Tapi untungnya amarahnya itu reda saat makan siang, mungkin makanan pedas adalah satu faktor pendorong yang membuat mood-nya kembali.
Kemudian hari itu berubah menjadi hari yang sangat menyenangkan untukku, mentraktir mereka semua, beli gulali, main sampai sore, tapi tentunya ini tak terlepas dari pertengkaranku dan Bakugou yang sepele.
Bahkan tadi saat aku berterimakasih dan ingin mengembalikan uang yang dia keluarkan untuk First Aid, dia malah menolaknya dengan keras di depan publik...
Tetapi entah mengapa, hari ini rasanya... Aku berkali-kali melihat sikap Bakugou yang tersembunyi, dia tak sejahat yang aku kira... Dia hanyalah seorang 'Bakugou'... Karena itu aku harus mencoba untuk memakluminya.
"HOI GADIS BODOH!?! KAU KENAPA DIAM SAJA SIALAN!?!" protesnya padaku. "Eh maaf, kau bicara apa?" tanyaku kepadanya. Ah... Dasar aku ini, kenapa aku tidak mendengarkannya sih?
"Tidak jadi" ucap Bakugou langsung mengalihkan pandangnya. Dia ini mau ngomong apa sih?
Yasudahlah lupakan saja!
Bakugou P.O.V.
"Hoi, Gadis RSJ... Aku rasa aku harus mengatakan soal tadi pagi... Tch, bisakah kita-" kemudian aku menghentikan perkataanku karena si gadis RSJ itu terlihat sama sekali tidak fokus. "HOI GADIS BODOH!?! KAU KENAPA DIAM SAJA SIALAN!?!"
"Eh maaf, kau bicara apa?" Sialan... Kenapa aku jadi malas bicara dengannya? "Tidak jadi" kemudian dia mengangguk. Sialan... Tinggal bilang saja kalau ajakan pacaran tadi pagi itu cuma untuk sementara... Kenapa aku tak berani mengatakannya sih?!
Sialan...
"Bakugou-kun apa kau menikmati hari ini?" tanya si gadis RSJ. Kenapa dia bertanya begitu sih?! Tetapi ini tak terlalu buru- "NGGAK! KENAPA KAU MENANYAKANNYA SIALAN?!"
3 R.d. Person P.O.V.
"NGGAK! KENAPA KAU MENANYAKANNYA SIALAN?!" ucap Bakugou sambil menentang apa yang dikatakan dalam pikirannya. 'Dasar Tsundere, semua yang kau lakukan itu benar-benar terlihat seperti kau sangat menikmatinya tahu' batin (Y/n) sambil tertawa. "HOI JANGAN TERTAWA!?!" protes Bakugou padanya.
"Bakugou, (Y/n) ! Kesini! Kita kan mau foto!" ucap Mina dari kejauhan. "Baik!" jawab (y/n) dengan suara sedikit keras. "Bakugou, ikut foto yuk!" ajak (Y/n).
"NGGAK!?! HARI INI AKU BENAR-BENAR SEPERTI BOCIL KARENA KAU GADIS RSJ?! KARENA ITU AKU GAK MA-" ucapan Bakugou terpotong karena tarikan tangan (y/n). "HOI LEPASKAN AKU!" protes Bakugou. "Hey, kalau bukan sekarang... Kapan lagi?" ucap (y/n) sambil menoleh ke Bakugou dan memberikan senyuman terindah tanpa ia sadari.
Hal itu membuat Bakugou terdiam, "Kh- sialan... Terserah kau!"
Akhirnya setelah foto kenang-kenangan... Hanya ada 1 foto diantaranya yang bagus, sisanya jelek dikarenakan sikap Bakugou yang tak mau di foto. 1 foto itu pun bagus dikarenakan (y/n) yang menenangkannya, tetapi saat tenang Bakugou hanya 2 detik... Berterimakasih lah kepada pengunjung hoki yang memotret, karena dia membuat foto kenang-kenangan dimana Bakugou saat itu benar-benar tenang...
*** (Di luar Disney Land)
"Hwaaah! Seru banget!" ucap Mina dengan lega setelah bermain. "Hah... Seru sih... Tapi entah mengapa setelah bermain aku capek" ucap Kaminari. "Setuju, sepertinya hanya para perempuan dan Bakugou yang masih memiliki semangat ekstra" ucap Sero. "Eh omong-omong dimana Bakugou dan (y/n)?" tanya Jirou yang ikut nimbrung.
"Bakugou ingin menemani (y/n) yang pulang melalui jalur teleportasi, setelah itu dia ikut kita pulang" jelas Kirishima. "Jadi maksudmu itu, kita tunggu Bakugou dulu sebelum pulang?" tanya Mina kepada Kirishima. Kemudian Kirishima mengangguk,
//Bersama Bakugou dan (y/n)
"Bakugou, makasih banyak ya!" ucap (Y/n) sambil tersenyum. "Tch- jangan berterimakasih padaku sialan" jawab Bakugou sambil mengernyitkan keningnya. "Kalau begitu aku pulang?" tanya (Y/n). Kemudian Bakugou terdiam dan menatap (y/n) dengan serius, sampai membuat (y/n) berpikir 'anak ini kenapa?'
Kemudian Bakugou mendekati (y/n), "E-eh Bakugou, kau mau apa?" tanya (yn/) dengan canggung. Kemudian Bakugou mendekati (y/n) hingga jarak mereka itu benar-benar dekat, sekitar 6 cm diantaranya. Hal itu membuat indra penciuman (y/n) tajam, dan mencium aroma parfum laki-laki darinya. 'Sial... Mengapa wangi parfumnya itu membuatku gugup... Dan lagi mengapa dia mendekatiku dan menatapku seperti ini?' batin (Y/n).
Kemudian Bakugou mengambil daun dari helaian rambutnya itu, dan membuangnya... 'Eh?' hal itu membuat (y/n) malu dengan pikirannya.
"Kau... Apakah aku bisa mempercayaimu?" tanya Bakugou kepada (y/n). "Itu semua.. Tergantung padamu, Bakugou... Kalau aku.. Aku akan mempercayaimu, dari awal aku selalu mempercayaimu" ucap (y/n) sambil menyipitkan matanya dan bibirnya itu melengkung membentuk senyuman terindah yang pernah Bakugou lihat.
Kemudian (y/n) menghilang seperti biasa, setelah itu Bakugou jongkok dan menutup wajahnya itu dengan tangan kanannya. 'Sial... Ada apa denganku?' batin Bakugou.
'Nggak mungkin kan...?' batinnya lagi.
'Sialan! SADARLAH *****!'
-To Be Contunied to Ch 05.5
Yo~ Halo semuanya^^ Makasih udah mau baca sampai akhir ya^^!
//Maaf kalau lama update TvT, btw ini uwu-uwu nya udah cukup belum?:3
Siapin mental ya... Soalnya bentar lagi konflik:3
//Eh... Kok aku malah spoiler sih TvT
Yaudah, lanjut di pengumuman dari aku yuk:3
//Sampe nanti di pengumuman:3