
...▫️▪️▫️▪️▫️...
...♪ For Better Experience only ♪...
...♪ #02.5 Soundtrack : A Thousand Years - Christina perri (Piano cover) ♪...
...Ch 02,5 - Another Dimension (Pt.2) | I'm Promise! | Bakugou Katsuki x Readers | Different World AU...
...Kita terlahir ke dunia sebagai cangkang kosong yang mencari jati diri...
...- (Y/n)...
3 R.d. Person P.O.V.
Terdengar sedikit suara bising dari pojok ruangan latihan Bakugou, Bakugou yang tidak peduli itu tetap melanjutkan latihannya untuk mengangkat beban.
Kemudian matanya terbelalak dikarenakan kehadiran gadis hantu yang meninggalkan-nya dua hari yang lalu.
Dia berdiri dengan cepat dan memastikan penglihatannya itu. Meletakkan barbelnya itu dan langsung marah pada gadis itu dikarenakan perasaannya yang khawatir itu. Tentu saja bagi Bakugou perasaan khawatir itu hanyalah kebohongan, karena itu dia terus menyangkalnya.
"HOI! KAU INI-!?! BENAR-BENAR SEPERTI HANTU, SIALAN!?! TERAKHIR KAU HILANG! LALU, DUA HARI KEMUDIAN KAU DATANG LAGI?!" protes Bakugou padanya.
"JELASKAN MENGAPA KAU HILANG SEPERTI ITU! KUSO ONNA!" sambungnya dengan kasar.
"Maafkan aku!" kata (y/n) sambil memejamkan matanya. Lalu Bakugou berusaha untuk mengendalikan emosinya, kemudian ia membuang nafasnya dengan kasar.
"Kalau begitu sekarang kau jangan ganggu aku" kata Bakugou sambil kembali ke tempatnya dan melanjutkan latihannya.
(Y/n) P.O.V.
Gawat apa yang harus kulakukan? "Ah... Kalau soal dua hari yang lalu, aku kembali lagi ke duniaku setelah aku bertemu dengan kau dan juga shoto" ucapku dengan reflek. Sial- Mulutku ini!
Tapi... Kalau aku jujur justru itu tak apa kan? Dia terdiam dan melanjutkan latihannya, aduh gimana ya...
Oh iya bukti! "Kalau untuk bukti aku- Sebentar" kira-kira aku membawa ponselku atau tidak ya?! Aduh... Eh iya, aku kan ada di rumah sakit... Tak mungkin aku membawa ponselku!
"Ah maaf, aku tak membawa ponselku....! Aduh gimana ya-" gumamanku itu dihentikan olehnya.
"BERISIK! BISAKAH KAU DIAM?!" serunya padaku. "Ah, maaf!" ucapku sambil menunduk. Dia berdecih sambil fokus ke latihannya, entah mengapa aku tidak pernah melihat dia ngegym di anime... "Setahuku kau tidak latihan di gym ini" kataku padanya.
Dia sedikit tersentak, "Itu sama sekali bukan masalahmu, sialan!" katanya sambil tetap mengangkat barbel dari tempatnya itu.
Posturnya yang sedang tiduran sambil mengangkat barbel itu... Entah mengapa terlihat sedikit sexy... Mungkin inilah mengapa para perempuan di duniaku menyukainya, dan sampai ingin menikahinya meskipun dia tidak nyata.
Tak hanya itu, wajahnya pun kalau dilihat secara langsung lumayan tampan dibandingkan saat aku melihatnya di anime. Mungkin saja karena aku tidak memiliki teman pria... Aku jadi gugup saat berada di dekatnya... Bagaimanapun aku kan gak boleh gugup! Jadi lupakan perasaan ini dan cari tahu kebenaran soal ini!
Tapi aku harus mulai dari mana? Sekarang saja dia acuh tak acuh dengan kehadiranku...
Hah... Bagaimanapun sekarang pertanyaannya adalah- Kenapa dia latihan di gym? Sedangkan di animenya... Bukankah dia selalu latihan di pepohonan yang ada di sebelah U.A.?
Aku pun sepertinya terlalu sok tahu soal dia, ya... Aku tak tahu apapun soal Bakugou Katsuki, aku tak boleh sok tahu dengannya.
"Kenapa kau tahu-" dia bicara sesuatu? "Apa?" tanyaku padanya. "KENAPA KAU TAHU AKU TIDAK SUKA LATIHAN DI GYM SIALAN?!" eh? berarti aku benar?
"Soalnya kau terlihat seperti itu" jawabku sambil mengalihkan pandang. Oh? Dia berdecih lagi ya? Kira-kira dia sudah berapa kali berdecih seperti itu ya? Aku tak sempat menghitungnya hahaha...
"Aku memang baru kesini karena kebetulan sekolah mempersiapkan menyiapkan tempat gym untuk para siswanya... Karena itu aku memakainya" ucapnya sambil mengembalikan barbel itu ke posisi asalnya dan mulai duduk.
"KENAPA AKU MALAH MENGATAKANNYA PADAMU SIALAN?!" protesnya dengan nada suara yang keras seperti biasanya. Ah... Sepertinya dia memang belum sepenuhnya mempercayaiku, karena itu dia malah marah ke dirinya sendiri karena memberi tahu hal yang seharusnya aku tidak ketahui...
Aku yang merasa serba salah itu berusaha untuk berdiam diri, "HOI JANGAN BERDIAM DIRI MEMBIARKAN AKU NGOMONG SENDIRI!" ish! Dia ini mau apa sih sebenernya?
"Maaf, habisnya aku takut serba salah kalau berbicara denganmu... Lagipula sepertinya kau masih belum sepenuhnya mempercayaiku dan aku belum punya-" dia memotong perkataanku.
"Lupakan soal bukti, sekarang aku mencoba untuk mempercayaimu" Eh?!
Dia ini kerasukan apa sih?
"Apa aku bermimpi ya?" ucapku sambil mencubit pipiku. "KAU MEREMEHKANKU HA?!" protesnya padaku.
Setelah itu dia memposisikan dirinya untuk melakukan push up, "Kau melakukan work out kira-kira berapa kali sehari?" tanyaku padanya sambil memandangi dirinya yang sedang melakukan push up.
Dia sekali lagi terlihat kesal mendengarku itu, "MEMANGNYA ITU URUSANMU?!" protesnya lagi.
"Memang bukan urusanku sih, tapi aku ingin mencoba melakukan work out juga agar badanku bisa bagus" ucapku sambil mencari alasan.
"Tch, memangnya kau tak terbiasa melakukan ini?" tanyanya sambil melakukan push up.
"Iya, lagipula aku memang tak bisa konsisten dalam melakukan satu hal... Seperti work out yang termasuk salah satunya" ujarku dengan jujur.
3 R.d. Person P.O.V.
"Apakah semua perempuan di duniamu pemalas?" tanya Bakugou sambil membetulkan posisinya dan bersiap untuk sit up.
(Y/n) yang lelah itu pun langsung duduk di lantai karena ia lelah berdiri, sedangkan disana tidak ada kursi sama sekali.
"Nggak semua, justru anak perempuan sebayaku kebanyakan yang memiliki badan bagus karna rajin work out... Mungkin cuma aku yang begitu" ucap (Y/n) sambil tertawa.
Bakugou yang benci melihat orang merendahkan dirinya sendiri itu protes padanya, namun kali ini Bakugou protes dengan nada yang pelan.
"Bagaimanapun itu tubuhmu tidak terlalu gemuk, jadi percaya dirilah" (Y/n) yang mendengar hal itu membelalakkan matanya seolah tak percaya.
"DAN LAGI AKU TAK SUKA ORANG YANG MEREMEHKAN DIRINYA SENDIRI! JANGAN SALAH PAHAM!" belanya sambil marah-marah saat melakukan sit up.
'Ada apa denganku, kenapa sekarang aku malah berani berbicara lepas dengannya... PADAHAL DIA KAN ORANG ASING! AKU TAK BOLEH BEGINI!' batin Bakugou sambil mengontrol dirinya yang salah tingkah itu.
"Terimakasih, Bakugou..." ucap (Y/n) sambil tersenyum tulus. "Aku-" ucapannya itu kembali terpotong oleh Bakugou yang sidah selesai sit up, "AKU HANYA TAK SUKA ORANG MERENDAHKAN DIRINYA! PADAHAL KITA SEMUA KAN SEDERAJAT SIALAN!"
(Y/n) kembali tersentak karena perkataannya, 'Apa Bakugou yang aku kenal di anime dan di dunia ini berbeda? Kenapa karakternya lebih lembut dibandingkan yang ada di anime?'
'Apa jangan-jangan ini adalah time skipped?'
'Bagaimanapun jika diingat-ingat lagi bangunan U.A. memang ada sedikit yang berubah' batin (Y/n).
"Bakugou, kamu sekarang kelas berapa?" tanya (y/n) memastikan.
Bakugou mengernyitkan kembali keningnya itu, "KOK KAMU KEPO SEKALI SIH?!" serunya dengan keras.
Hal itu membuat (y/n) merasa bersalah dan menunduk, Bakugou yang merasa bersalah itu berdecih karena sikapnya yang begitu. "Kelas 2, tahun depan aku akan naik ke kelas 3"
"KAU PUAS HA?!" sambung Bakugou dengan nada yang keras seperti biasanya.
'Kelas 2?' batin (Y/n). "Bukankah kau kelas 1-A?" tanya (Y/n) sambil memastikan lagi. Wajah (Y/n) yang terlihat sedikit panik, Bakugou kembali salah paham karena hal itu.
'Kenapa dia tahu kelasku yang tahun lalu?!' batin Bakugou dengan sedikit kaget. "Kau- KAU BENAR-BENAR PENGIKUT TERSISA ALL FOR ONE YA?!" teriak Bakugou sambil mendekati (Y/n).
"Ah- Tidak! Aku bukan pengikutnya!" bela (y/n) dengan tegas. Secara sekilas ingatan buruk berupa trauma masa kecil terbesit di kepala (Y/n), hal itu membuat (Y/n) bergetar dan meneteskan air mata.
Sekali lagi Bakugou yang melihat (Y/n) meneteskan air mata untuk kedua kalinya itu membuatnya terdiam dan merasakan perasaan bersalah. "Tch- sial kau ini kyk anak kecil saja! Maaf!" ucapnya pada (y/n).
Hal itu kembali membuat (y/n) kaget, 'Seorang Bakugou meminta maaf padaku? Sebenarnya apa yang terjadi setelah anime ini tamat?' batin (y/n). "Maaf... Aku hanya teringat memori masa lalu" kata (y/n). 'Memori masa lalu? Entah mengapa aku jadi teringat kuso- deku pada saat dia masih SMP' batin Bakugou.
"Sebenarnya aku tidak tahu apa yang harus kukatakan padamu Bakugou, aku tidak mengerti bagaimana cara untuk menyelesaikan hal ini..."
...♪ For Better Experience only ♪...
...♪ #02,5 Soundtrack (2): Here's Your Perfect (Piano cover) ♪...
'Mengerti untuk menyelesaikan, maksudnya?' batin Bakugou sambil mendengar perkataan (y/n) itu.
"Dari awal pun aku sudah memilih pilihan yang salah, yakni memberi tahumu hal yang seharusnya tidak kamu tahu..." ucap (Y/n) dengan merendah.
'Kau kan dari awal memang begitu, SIALAN! SEKARANG KARENA TERLANJUR KAU HARUS MEMBERITAHUKU!' batin Bakugou kesal.
"Aku tak mengerti kenapa aku disini, bahkan aku sampai berpikir aku hanyalah bermimpi" ucap (y/n) dengan jujur.
'Bermimpi? SIALAN JANGAN CARI SENSASI!?! JANGAN BANYAK OMONG! CUKUP BUKTIKAN-' Lalu (y/n) berlutut, "HE-OI APA YANG KAU LAKUKAN?!" sentak Bakugou dengan sedikit kaget.
"Yang aku tahu, kau tidak akan mendengarkan orang jika orang itu tidak berlutut... Aku... Minta maaf,"
'Sekarang dia sedang minta maaf?' batinnya lagi.
"Awalnya aku pun tidak menginginkan hal ini- aku tak mengerti apa yang harus aku lakukan! Karena itu aku-" Bakugou kembali memotong ucapannya.
"Pasti ada satu hal yang membuatku ingin datang kesini meskipun hanya sebentar" ucap Bakugou padanya.
(Y/n) P.O.V.
"Pasti ada satu hal yang membuatku ingin datang kesini meskipun hanya sebentar" ucapnya sambil melihat ke arah wajahku secara sekilas.
"Iya kah? Apakah kau tahu apa itu?" tanyaku padanya.
"AKU TIDAK TAHU SIALAN! TANYA DIRIMU SENDIRI SAJA!" aku kembali tertawa melihat reaksinya.
"JANGAN TERTAWA!?!" protesnya lagi.
"HE-OI KAU KENAPA?!" Aku memegangi kepalaku. "Ma- af! Kepalaku sakit lagi!" ucapku sambil memegangi kepalaku.
Setelah itu Bakugou meletakkan tangannya di pundakku karena panik, "Oi!"
"O-"
"OI!"
Aku kembali tersadar saat dia menggoyangkan aku, "Ah, gomen! Aku-" aku menghentikan perkataanku karena bingung. Dia berdecih sambil melepaskan tangannya, kembali berdiri hal itu pun membuatku juga berdiri. Dia mengacak-ngacak rambutnya yang semula juga sudah berantakan itu sambil mengernyitkan keningnya, "Kau ini sebenarnya siapa?" tanyanya padaku.
Bakugou P.O.V. //Sebelum (Y/n) pingsan)
Gadis ini sebenarnya siapa sih? Aku tak mengerti apa yang ada di pikirannya... Terlalu mencurigakan untuk seorang villain, terlalu lemah untuk seorang villain... Bahkan dia pun mengakui bahwa dirinya tak sekuat itu, dan memiliki depresi soal hidupnya...
Walaupun aku tak sepenuhnya percaya dengan perkataannya itu, entah mengapa firasatku berkata 'dia sama sekali tidak jahat, jaga dia baik-baik'
"Pasti ada satu hal yang membuatku ingin datang kesini meskipun hanya sebentar" kataku padanya dengan suara pelan. Tetapi, aku tidak bisa ikut gila bersamanya...
Dan lagi kenapa tadi aku berpikir untuk membiarkannya yang tidak membawa bukti itu?!
"Iya kah? Apakah kau tahu apa itu?"
"AKU TIDAK TAHU SIALAN! TANYA DIRIMU SENDIRI SAJA!" Dia- JANGAN MENTERTAWAKANKU SIALAN!
"JANGAN TERTAWA!?!"
"Ah ma-" Dia?
"HE-OI KAU KENAPA?!" Dia ini kenapa sih?! Kenapa dia memegangi kepalanya? Apa dia benar-benar pasien RSJ?!
"Ma- af! Kepalaku sakit lagi!" Dia bicara pakai bahasa apa?
Sial dia sepertinya akan jatuh!
"Oi!"
Sial! Kenapa dia pingsan sih! Karena dia pingsan mendadak seketika badannya itu berubah menjadi berat, secara sekilas nampak baju rumah sakit yang dia sedang pakai. Secara sekilas aku dapat melihat ruangan rumah sakit yang asing, secara sekilas aku mendengar orang-orang lain yang berbicara menggunakan bahasa asing.
Itu, bukanlah bahasa jepang kan? Apa yang mereka bicarakan?
Sial! Gadis ini- Sebenarnya siapa sih?!
SIAPA YANG NGGAK CURIGA KALAU-
Sebentar- Kenapa bentuk manusia di dimensi ini agak berbeda?
Darimana sebenarnya dia berasal?!
//Selintas memori yang masuk ke dalam kepalaku
Plak! OI! SIAPA YANG MENAMPAR-
"Dasar kau anak bodoh!" ORANG GILA SIALAN KENAPA DIA MENAMPARKU?! KAU BICARA APA SIH!
*Sring (Suara bising)* SIALAN SUARA APA INI! APAKAH QUIRK INI INGIN MEMBUAT GENDANG TELINGAKU PECAH?!
"Kalau kau tidak belajar, tidak akan ada makanan untuk hari ini! Belajar tuh jangan cuma 1 jam!" KENAPA DIA MERINTAH-MERINTAH SIH?!
LOH-?
KENAPA AKU TAK BISA BICARA SIALAN! DAN LAGI- TUBUH SIAPA INI?!
Jangan bilang-
"(Y/N)! Kau dengar IBU TIDAK SIH?!" (y/n)? Itu siap- HAH?! AKU JADI SI GADIS BODOH?!
"Aku dengar kok Bu, aku akan belajar" sial! Kenapa aku bicara sih?! AKU KAN TAK MAU BICARA SEPERTI ITU SIALAN?!
*Sring (Suara bising)*
SIALAN! APA LAGI INI?! SUARA GILA INI?! KAU MAU MEMBUAT AKU MATI HAH?!
SIAL! KEPALAKU PUSING!
//End of selintas memori
Hah? Ini? Gym? Aku kembali?
"O-" SIAL! MULUTKU MASIH BERAT UNTUK BERBICARA!
"Oi!"
"OI!" aku berteriak keras begitu suaraku kembali, lalu aku menggoyangkan tubuh cewek gila itu yang ada di lantai.
^^^*Fyi: posisi Bakugou saat itu berhadapan dengan (y/n) yang sedang duduk di lantai, jadi Bakugou berlutut dan menggoyangkan tubuh (y/n).^^^
"Ah, gomen! Aku-" Tch! Dia ini! AKU KIRA KAU MATI SIALAN!
Kemudian aku berdiri dan mengacak-ngacak rambutku karena aku bingung. "Kau ini sebenarnya siapa?"
3 R.d. Person P.O.V.
"Aku? Aku pun sejujurnya tak mengenal diriku... Secara objektif aku adalah (y/n), (l/n)... Tetapi untuk subjektifnya, aku tak mengenal siapa diriku ini... Kenyataan yang kutopang baik di dimensi ini ataupun dunia nyata membuatku bingung sehingga aku-" ucapan (y/n) terpotong oleh gumaman Bakugou.
"Kau tersesat bukan?" gumam Bakugou dengan sedikit perasaan yang iba. Perasaan yang familiar, yang pernah Bakugou rasakan itu membuat dirinya iba dengan (y/n). Dia sudah tidak bisa mengelak perasaan ibanya, dikarenakan saat itu dia melihat dirinya di masa lalu ada di dalam (y/n).
"Bagiku, tidak mengenal diri sendiri... Padahal kau sudah melakukan hidupmu sejauh ini adalah hal yang bodoh....Karena itu- SIAPA DIRIMU?" ucap Bakugou yang berusaha untuk menyadarkan (y/n).
(Y/n) tertawa melihat pertanyaan Bakugou itu, "HOI AKU SERIUS! JANGAN TERTAWA!" protes Bakugou yang memerah karena (y/n) yang membuatnya malu.
'Ya... Bagaimanapun aku adalah aku, seertinya ertanyaan Bakugou ada untungnya juga' batin (y/n)
"Kenapa mukmu memerah?" tanya (y/n) secara terang-terangan. "AKU TIDAK MEMERAH! ITU KALI HNYA PERASAANMU SAJA!" protes Bakugou sambil memalingkan wajahnya.
"KALAU TAK ADA YANG KAU KATAKAN AKU-" ucapannya terhenti melihat (Y/n) yang berdiri dan mengusap air matanya.
"Terimakasih Bakugou, aku sudah lebih baik sekarang" ucap (y/n) sambil tersenyum.
"Dan untuk pertanyaanmu itu... Aku bisa mengatakan kalau aku itu (Y/n) secara objektif maupun subjektif" sambungnya.
Lalu Bakugou tersenyum meremehkan (Y/n), 'Dia tersenyum?' batin (y/n).
Lalu menempatkan tangannya diatas kepala (y/n), dan mengacak rambutnya itu... "Kalau begitu hiduplah dengan bangga, sialan!" katanya pada (y/n) sambil menantangnya.
Setelah itu kelegaan (y/n) membuatnya kembali ke dunia nyata, "Dasar sialan! Kenapa aku selalu begini di depan dia sih?!" ucap Bakugou sambil mendadak jongkok menyadari sikapnya.
(Y/n) P.O.V.
Eh? Aku kembali?
.
.
.
Asdfghjkl-?! Kenapa Bakugou bisa bersikap selembut itu sih?!
...-End of chapter 02...
*Penjelasan tambahan*
(Y/n) (l/n) merupakan salah satu anak yang dikaruniai kekuatan untuk membuka portal ke dimensi lain.
Untuk membuka portal dia harus mengandalkan perasaannya yang kuat itu untuk membuka portalnya.
Kejelasan soal dunia pararel dan portal masih belum diketahui secara pasti, karena itu (y/n) sekarang masih belum mengetahui kekuatannya yanga sebenarnya.
Saat dia pergi ke dimensi lain, keberadaannya itu otomatis membuat dirinya bisa mengerti dan bisa berkomunikasi dengan orang lain di dimensi lain secara mudah.
*Karena saat itu bahasa yang digunakan di dimensi bnha adalah bahasa jepang, keberadaannya itu membuat situasi dimana Bakugou bisa mendengarnya bicara menggunakan bahasa jepang. Sedangkan (Y/n) sendiri dia bisa membuat situasi dimana perkataannya itu langsung diterjemahkan ke bahasa jepang. Tentunya kemampuan ini dilakukan secara tidak sadar, saat (y/n) sadar dan ingin kembali ke dunia nyata tentu saja kemampuan itu memudar... Karena itu Bakugou sempat mendengarnya menggunakan bahasa indonesia.
^^^*Misteri yang lainnya bisa kalian tebak dan pecahkan sendiri ya:3^^^
^^^//karena kalau aku kasih tau sekarang, bisa-bisa aku spoiler:')^^^
...*End of penjelasan tambahan*...
Makasih bagi kalian yang mau baca sampe akhir:3
...▪️▫️▪️▫️▪️...