I Don'T Want To Be The Protagonist

I Don'T Want To Be The Protagonist
9 | Menuju ke Akademi



2 tahun kemudian...


Akhirnya hari ini aku akan menuju ke Akademi. Latar tempat dimana novel With You dimulai. Aku telah menyiapkan semuanya dengan baik. Yang pertama, Sylvie telah resmi dilantik menjadi raja roh dan membantuku untuk menguatkan elemen angin ku dan membantuku menyembunyikan elemen air dan tumbuhan ku. Jadi saat penilaian elemen nanti hanya elemen anginku saja yang akan terdeteksi. Yang kedua, tidak seperti di novel aslinya sekarang aku memiliki Yukii dan Sylvie aku juga memiliki Yuzhu sebagai pengawalku dengan ini keselamatanku akan lebih terjamin. Dan yang paling utama, aku tak menjadi anak yang diabaikan oleh keluarganya, bahkan aku terkenal karena terlalu dicintai oleh ayah dan kakakku. Karena saat pesta debutku, sebegai hadiah ulang tahun ayah mengumumkan akan memberikan wilayah penghasil batu sihir kepadaku. Hal itu tentu saja membuat orang terkejut dan menjadi perbincangan dikalangan bangsawan atas.


Aku saat ini sedang menyiapkan barang-barang yang akan ku bawa ke Akademi. Walaupun semua hal telah disiapkan disana, tentu ada beberapa barang pribadi yang harus dibawa oleh para siswa baru.


"Yunyi, apakah semua sudah lengkap?" tanyaku kepada Yunyi yang sedang mengecek barang-barang yang akan kubawa ke akademi


"Sebagian besar sudah nona, kita hanya perlu cincin dimensi pribadi untuk nona. Apa nona tidak ingin memintanya kepada tuan Archduke"


"Ohiya, aku lupa. Semalam ayah menyuruhku keruangannya untuk mengambil cincin dimensiku"


Aku sungguh melupakan soal cincin dimensi. Karena selama ini aku telah mempunyai gelang dimensi yang diberikan Sylvie kepadaku 2 tahun yang lalu. Hanya aku yang mengetahui bahwa gelang yang kupakai adalah gelang dimensi, pernah suatu waktu ketika ayah dan kakak menanyakan perihal gelang yang kupakai itu. Aku hanya menjawab bahwa aku menemukan gelang itu di ruang harta dan aku menyukainya. Setelah itu ayah dan kakak sudah tidak pernah menanyakan.


"Ayah, apakah kamu sibuk?" aku membuka ruang kerja ayah tanpa mengetok pintu. Dapat kuliat ayah bersama asistennya tengah berbicara dan langsung diam begitu melihatku muncul.


"Ayah tidak sibuk, apakah kau kesini untuk mengambil cincin dimensimu?" Ayah berjalan kearahku dan menggendongku.


"Ayahh!! Turunkan aku! Aku sekarang bukan anak kecil, umurku sudah 17 tahun ayah." Kebiasaan ayah yang sampai sekarang tidak bisa hilang adalah menggendongku. Aku yang sudah berumur 17 tahun cukup malu dengan ini, ayah bahkan tidak memandang tempat dan ia akan langsung saja menggendongku begitu melihatku, terkadang ada beberapa bangsawan yang kaget melihat tingkah ayah saat bersamaku.


"Iya, kau sudah sangat besar. Kau bahkan akan meninggalkan ayahmu sekarang"


"Ayah, aku hanya pergi ke akademi bukannya pergi meninggalkan ayah selamanya"


"Sering-seringlah pulang, jangan seperti kakakmu. Dia bahkan tidak pernah pulang selama 2 tahun ini"


"Ayah, kau tau kakak sibuk dengan penelitiannya di akademi, bahkan dia sering mengirim surat kepadaku dan sering mengatakan dia menyesal tidak bisa pulang"


"Huhh.. anak itu hanya mengirim surat kepadamu, aku bahkan akan berfikir dia telah mati disuatu tempat diakademi jika ia tak mengirim surat untukmu" Aku melihat ayah sambil tersenyum, ini adalah orang yang sama yang ingin membunuhku 17 tahun yang lalu. Aku cukup sedih karena aku akan meninggalkan ayah tampanku ini.


"Ayah, jadi dimana cincin dimensiku"


Ayah melepaskan pelukannya dariku dan berjalan menuju meja belajarnya dan mengambil sebuah kotak dari dalam laci kemudian memberikan kotak itu padaku. Aku mengambil kotak itu dan membukanya, dan melihat sebuah cincin yang sangat cantik berwarna silver dengan hiasan berlian kecil berwarna merah.


"wah.. ini sangat cantik ayah. Aku menyukainya, terima kasih" aku memeluk ayah dan mencium pipinya


"Yuna, berhati-hatilah saat di akademi, jangan berpisah dari Yuzhu. Jika ada yang mengganggu mu langsung hubungi ayah atau kakakmu" kata ayah sambil mengelus-elus puncak kepalaku


"Baik ayah". Rasanya aku ingin menangis saat berfikir besok aku akan meninggalkan ayahku ini sendirian. Aku akan diakademi selama 5 tahun dan hanya diperbolehkan pulang saat liburan setahun sekali.


Hari ini, aku akan berangkat ke akademi bersama Yunyi dan Yuzhu. Saat di akademi keluarga bangsawan hanya diizinkan untuk membawa 1 pelayan dan 1 pengawal, tapi ada juga beberapa bangsawan yang tidak membawanya seperti kakak. Awalnya aku tidak ingin membawa Yuzhu, karena soal keamananku kurasa aku sudah cukup aman di lindungi oleh Yukii dan Sylvie. Tetapi ayah memaksaku untuk tetap membawa Yuzhu, akhirnya aku mengikuti keinginan ayah.


"Iya, hati-hati di jalan. Dan ingat pesan ayah semalam" aku mengangguk sambil terus memeluk ayah. Setelah beberapa saat aku melepas pelukan ku dan menaiki kereta. Aku terus melihat keluar jendela sampai aku tak bisa melihat ayah lagi.


Perjalanan ke akademi tidak memerlukan waktu yang lama. Karena ada portal khusus menuju akademi yang berada di pusat kota. Kediaman Archduke Windford berada di pusat kota sehingga aku tak butuh waktu lama untuk mencapai lokasi portal menuju akademi. Saat aku tiba, beberapa orang memperhatikan kereta ku yang sangat mencolok. Keretaku sangat besar dan sangat mewah dengan kuda poni berwarna putih yang menarik keretaku. Ayah memaksaku untuk menaiki kereta ini, walaupun awalnya aku ingin menaiki kereta biasa saja.


"Permisi nona" seorang prajurit menyapaku dari luar kereta. Aku membuka jendela dan dapat kulihat bahwa wajah prajurit itu memerah saat melihatku.


"Ada apa ya?" tanyaku pada prajurit itu sambil tersenyum


"ahh.. it..u.. no..na ada sedikit masalah dengan portalnya, portal akan dibuka setengah jam lagi. Jika nona berkenan, nona bisa istirahat disebelah sana. Disana ada beberapa bangsawan yang juga sedang menunggu" prajurit itu berbicara sambil menunduk malu.


"Baiklah, terima kasih telah memberitahuku" Aku keluar kereta didampingi dengan Yuzhu, sedangkan Yunyi menunggu didalam kereta bersama Yukii. Aku berjalan menuju tempat yang di maksud prajurit tadi. Saat memasuki ruangan dapat kulihat beberapa bangsawan yang duduk secara berkelompok, mereka pasti sudah mengenal satu sama lain karena normalnya bangsawan yang telah melakukan debut akan langsung mencari teman dan meningkatkan koneksi keluarga, beda denganku yang saat telah melakukan debut dua tahun lalu malah memilih menghabiskan waktu di rumah mempelajari sihir dari Yukii dan Sylvie.


"wah.. apakah dia Lady Yuna? Dia sangat cantik seperti yang rumorkan"


"H-heii. Dia bahkan lebih cantik daripada saat aku nelihatnya di pesta debutnya 2 tahun lalu"


"Melihat kecantikannya aku bahkan merasa diriku bisa jatuh cinta padanya"


"Hah!? Tapi kau perempuan!"


"Makanya aku mulai mempertanyakan kenormalanku"


"Kau Gila"


Aku sedikit malu mendengar pembicaraan mereka tapi tetap berusaha memasang eksoresi datar di wajahku, tapi kurasa aku cukup mengerti perassan mereka. setiap aku melihat cermin aku bahkan masih sering takjub dengan kecantikan ku. Tidak diragukan lagi kecantikan tokoh protagonis, sungguh beda dengan diriku saat menjadi Yulia yang memiliki kulit kering dan kusam karena tidak pernah menyentuh skincare.


"uang untukku makan saja susah, gimana ceritanya mau beli skincare . huff R.I.P Sobat Missqueen" Pikirku sambil terus berjalan kearah Alan dan Lyra. Awalnya aku ingin mengabaikan keduanya tetapi aku sudah terlanjur bertatap mata dengan Lyra dan merasa tak enak jika mengabaikannya.


"Salam yang mulia pangeran ke 2, dan selamat siang Lady Lyra" aku menyapa mereka dengan senyumanku


"Selamat siang Lady Yuna" Lyra membalasku sambil tersenyum dan Alan hanya menganggukan kepalanya membalas salamku.


"Huaa.. Lyra sangat manis saat tersenyum, tak salah dulu aku mengidolakan Lyra saat membaca novel itu" Aku melihat aura Lyra yang tegas dan elegan. Aku rasa aku semakin menyukai Lyra. Setelah menyapa mereka aku pamit dan menuju kursi kosong di pojok ruangan. Dari sini aku masih bisa melihat Lyra dan Alan. Dan dapat kulihat Alan yang selalu berusaha berbicara dengan Lyra tetapi hanya dibalas dengan anggukan tak peduli oleh Lyra.


"hm.. bukannya menurut novel, walaupun Lyra dari awal memiliki sifat cuek, tapi dia tidak pernah cuek saat bersama pangeran Alan. Dia bahkan selalu berusaha mengajak pangeran Alan berbicara. Kenapa sekarang sebaliknya" aku merasa tingkah Lyra dan Alan agak menyimpang dari Novel, apa ini semacam efek kupu-kupu karena aku mengubah masa lalu Yuna? Tapi aku cukup bahagia melihat mereka berdua bersama seperti ini.


"Aku berjanji tak akan mengganggu hubungan kalian berdua" Pikirku sungguh-sungguh melihat kearah Lyra dan Alan.