
Hari ini perasaan Yuna lebih baik dari hari sebelumnya. Kakaknya sudah muncul dan setelah 3 tahun tidak bertemu ternyata kakaknya semakin tampan dan mirip dengan ayahnya.
"Kakak, sampai kapan kamu mau di sini? Kakak punya kamar sendiri kan" Yuna melihat Arthur yang sedang bersantai di sofa sambil membaca buku
"Aku masih merindukanmu. Ohya apa kau sudah memilih ingin masuk klub apa?" Arthur yang sejak kemarin tidak ingin meninggalkan Yuna menginap di kamar Yuna semalaman.
"Aku belum memutuskan ingin masuk klub apa" Yuna saat ini sedang bersiap untuk masuk kelas. Yunyi tentu saja membantu Yuna untuk bersiap.
"Kalau begitu masuk saja ke klub penelitian alat sihir. Aku masuk klub itu"
"Apa yang kita lakukan di klub itu?"
"Adik ku yang cantik. 3 tahun tak bertemu kurasa kau jadi semakin bodoh? Sudah jelas nama klub nya adalah penelitian alat sihir. Tentu saja kita meneliti alat sihir" Yuna menatap datar kakaknya itu. Ia juga sadar dirinya telah mengajukan pertanyaan yang bodoh
"Baiklah. Apa syarat pendaftarannya?"
"Hanya menghadap ke Prof. Ares selaku pembina klub dan menyelesaikan tugas yang ia berikan. Setelah itu menunggu pengumuman lulus"
"Semudah itu?"
"Jangan meremehkannya. Klub itu termasuk salah satu klub yang terkenal karna sering memenangkan lomba antar akademi tapi selalu hanya menerima sedikit siswa setiap tahunnya. Bahkan tahun setelah ku menjadi semakin sulit. Putra mahkota yang menjadi ketua klub saat ini menambah tingkat kesulitan ujian masuknya dan sekarang hanya ada aku dan putra mahkota di klub"
"Kenapa hanya ada kalian berdua?"
"Karna klub hanya wajib di ikuti oleh siswa tingkat 1 hingga 3. Dan siswa tingkat 4 dan 5 yang sibuk mengurus kelulusan memilih untuk berhenti dari klub. Dan di angkatanku hanya aku dan putra mahkota yang lulus ujian masuk klub saat itu. Untuk siswa tingkat 2 awalnya ada 3 orang yang lulus, tapi mereka bertiga berhenti dan pindah ke klub lain"
"Kenapa?"
"Karna putra mahkota menyuruh mereka membuat alat sihir yang cukup diluar nalar. Kau tahu kan setiap tahun akademi kita akan ada pertandingan persahabatan dengan akademi lain, dan tahun lalu tentu saja klub kita ingin ikut serta dan putra mahkota yang ambisius itu tentu saja ingin mendapatkan tempat pertama, karna terakhir kali klub memenangkan hadiah utama itu 5 tahun lalu dan putra mahkota akhirnya menyarankan untuk membuat alat sihir yang membuat kita berpindah lokasi"
"Bukannya ada sihir seperti itu? Sihir yang membuat kita berpindah setelah menandai lokasi tersebut. Dan juga bukannya saat memasuki portal akademi alat sihir itu juga berfungsi untuk pindah ke lokasi lain dalam waktu singkat? Itu bukan lah hal yang baru kan?" Yuna memikirkan sihir perpindahan para Prof. Kemarin. Ia akan bertanya lebih jelas tentang sihir yang sangat berguna itu
"Ini sedikit berbeda dengan sihir perpindahan dan juga alat sihir yang digunakan saat membuat portal akademi. Jadi sihir perpindahan itu memerlukan jumlah mana sihir yang lumayan banyak untuk menggunakannya apalagi jika jaraknya jauh, jadi sangat jarang orang akan menggunakannya untuk bepergian jauh. Dan kekurangannya adalah sihir itu hanya bisa berpindah ke tempat yang sudah pernah kita datangi dan mengingat secara jelas lokasi tersebut. Dan untuk alat sihir yang di gunakan di portal, itu hanya lah alat sihir yang memperpendek jarak dari 2 tempat. Jadi ibukota dan akademi yang harusnya di tempuh dengan jarak 2 bulan tapi dengan adanya portal jarak tersebut menjadi dekat dengan hanya beberapa detik saja. Kekurangan alat sihir itu adalah alat sihir itu hanya bisa memperpendek jarak 2 lokasi. Itulah mengapa portal ke akademi hanya ada di ibu kota. Jadi jarak yang di dekat kan adalah jarak ibukota dan akademi. Apa kau paham?" Yuna mengangguk mendengar penjelasan Arthur.
"Ohh seperti pintu kemana saja yang dimiliki Doraemon?" Yuna tanpa sadar berbicara tentang Doraemon
"Doraemon? siapa itu?"
" Oh bukan siapa-siapa kak, intinya aku paham alat sihir seperti apa yang ingin di buat putra mahkota. Aku juga agak mendukungnya bukankah sangat nyaman jika memiliki alat sihir seperti itu? Kita bisa pergi kemanapun dengan mudah" Yuna memikirkan pintu kemana saja yang dimiliki Doraemon, dulu dia sangat menyukai kartun itu dan iri dengan alat-alat canggih yang dimiliki Doraemon, bukankah hidup menjadi lebih mudah jika ia memiliki seluruh alat modern milik Doraemon
"Alat sihir itu memang mengagumkan tapi tentu saja sulit untuk di buat. Tahun lalu kami gagal membuatnya dan batal untuk mengikuti lomba, tidak hanya itu kita bahkan kehilangan anggota. Karna 3 anggota itu sudah menyerah membuat alat sihir itu. Pikir mereka putra mahota terlalu gila jika ingin membuat alat luar biasa seperti itu"
"Kalau begitu aku semakin ingin bergabung. Aku cukup tertarik juga untuk membuat alat sihir"
"Baiklah, akan lebih nyaman juga jika kita lebih sering bertemu"
"Ohya kak Art, ada yang kupikirkan sejak tadi, tadi kau mengatakan hanya ada satu portal menuju akademi, jadi apakah akademi lain selain akademi olimpus tidak memiliki portal?" Di dalam novel akademi selain olimpus tidak di ceritakan. Bahkan lomba antar akademi pun tidak di sebutkan
"Apakah kau tidak melihat jalanan saat menuju akademi? Setelah melewati portal akan ada persimpangan di jalan, masing-masing menuju akademi nya sendiri dan akademi olimpus yang paling dekat dengan portal. Ada 3 akademi yang didirikan di benua kita. Pertama Akademi Olimpus yang awalnya merupakan akademi khusus untuk para bangsawan. Kedua Akademi Cratein yang banyak di isi oleh rakyat biasa yang berbakat dan bangsawan yang tak di terima di olimpus. Dan terakhir Akademi Sandhurst yang khusus untuk para prajurit. akademi Sandhurst juga belajar sihir tapi agak berbeda dengan akademi olimpus dan cratein. Mereka menggunakan mana sihir yang disatukan dengan pedang, tombak, panah, dan mereka lebih banyak belajar tentang hal militer"
"Wah luar biasa, jadi 2 akademi lainnya tidak terlalu jauh dengan akademi kita?"
"Akademi Cratein bisa di tempuh dengan jarak 2 hari dan akademi Sandhurst bisa di tempuh dengan jarak 5 hari. Alasan kenapa portal lebih dekat dengan akademi olimpus adalah karna yang menciptakan alat sihir untuk membuka portal adalah siswa akademi olimpus. Kau tau siapa itu?"
"Siapa?"
"Itu adalah ibu kita. Helena de Windford adalah orang yang membuat portal menuju akademi. Dan hingga saat ini hanya dia yang tau cara membuat nya. Ibu juga yang menjadi alasan kenapa akademi olimpus menerima siswa dari rakyat biasa, ibu adalah rakyat biasa pertama yang menjadi siswa akademi olimpus, saat itu kepala akademi tanpa sengaja bertemu dengan ibu yang memiliki banyak mana sihir dan pengetahuan membuat alat sihir. Setelah masuk akademi tentu saja ibu banyak dihina oleh para bangsawan karena itu ibu berusaha membuat portal untuk membuktikan kepada para bangsawan yang menghina nya bahwa rakyat biasa pun bisa memiliki prestasi yang sebanding dengan para bangsawan karna pada dasarnya semua manusia itu sama. sejak saat itu akademi olimpus dan akademi cartein tidak lagi menjadi akademi bangsawan atau akademi rakyat biasa tapi menjadi sama rata walaupun memang masih banyak bangsawan yang memilih untuk masuk ke akademi olimpus karna akademi olimpus masih menjadi akademi nomor 1"
"Ibu kita sangat hebat" Aku tersenyum lembut ke arah Arthur. Semua hal ini tentu tidak di jelaskan di novel. Novel itu hanya membahas masalah cinta antara Yuna dan pangeran Alan.
"Jika ibu tidak hebat dia tidak akan memiliki anak seperti kita. Hanya mengharapkan ayah tidak akan membuat anak tampan cantik dan cerdas seperti kita"
"Hahaha kurasa kakak benar" Yuna dan Arthur ternyata bercerita cukup lama tanpa terasa 5 menit lagi kelas Yuna akan dimulai dan sial nya jam pertama adalah kelas Prof. James