I Don'T Want To Be The Protagonist

I Don'T Want To Be The Protagonist
25 | Ujian



Ada 2 jenis ujian yang dilaksanakan di Akademi Olimpus, yang pertama adalah ujian tertulis dan yang kedua adalah ujian praktik. Ujian akhir Praktik yang diterapkan di akademi Olimpus berbeda untuk tiap kelas, kelas khusus S memiliki ujian praktik paling sulit. Karena siswa-siswa kelas khusus S memiliki mana sihir yang sangat berbeda dengan kebanyakan siswa. Ujian untuk kelas Yuna kali ini adalah menjelajahi sekaligus mengawal seseorang di Hutan Erebos.


Hutan Erebos merupakan hutan terlarang untuk masyarakat umum yang memiliki mana sihir rendah. Karena di dalam hutan ini terdapat ilusi yang membuat orang-orang terkadang tersesat di dalamnya dan akan sulit untuk menemukan jalan keluar. Dalam hutan ini juga terdapat banyak Beast kuat yang memungkinkan menyerang manusia jika merasa wilayahnya terusik. Hutan ini juga dikenal sebagai hutan kegelapan karena lebih dari 20 tahun lalu para penganut elemen kegelapan membuat markas disini.


Para peserta ujian telah diberikan rute perjalanan yang dimana tidak terlalu banyak bahaya di sana, kesulitannya hanya pada menemukan jalan dengan gangguan ilusi dan kemungkinan akan melawan beberapa Beast tingkah rendah-menengah. Ujian dilakukan dengan batas waktu 1 minggu dimana siswa di bagi menjadi 2 kelompok. Kelompok petama adalah Yuna, Lyra, Felix, Selly, dan Andreas. Sedangkan kelompok kedua adalah Alan, Riana, Mark, Leyi, dan Elise. Kelompok 1 akan berangkat melalui jalur daerah selatan dan kelompok 2 melalui jalur utara. Finish kedua kelompok berada di arah barat.


"Oh tidak, mengapa aku harus sekelompok dengan Felix, diantara 10 teman kelasku hanya Felix yang kujauhi, karena terkadang aku sangat membenci aura disekeliling Felix, seperti ada hawa kebencian didalamnya" Yuna melihat Felix dan kebetulan mata mereka bertemu, dapat kulihat dia mencoba tersenyum ke arah Yuna tapi diabaikan oleh Yuna.


"Lyra, kuharap jangan terlalu memaksakan dirimu" ucap Alan sebelum berpisah dengan Lyra


"Baik pangeran, saya harap anda juga berhati-hati" setelah mengucapkan itu Lyra berjalan ke tim nya. Terlihat Alan hanya tersenyum tipis melihat respon dingin dari Lyra.


"haa.. nasib jomlo, sebelum ujian pun aku harus melihat mereka berdua dulu. Sikap mereka berdua sangat berbeda dengan novel. Sampai sekarang pun aku masih merasa aneh melihat Alan yang mengejar Lyra bukan sebaliknya. Tapi aku juga senang melihat mereka berdua bersama" Yuna berjalan menyusul Lyra dan yang lainnya juga bergegas menyusul.


Saat ini Yuna, Lyra, Felix, Selly dan Andreas telah berada di garis start sebelum ujian dimulai. Mereka akan mengawal seorang pria dan 2 wanita. Selain itu tim mereka akan di dampingi oleh seorang guru dan kali ini sialnya yang mendampingi tim mereka adalah Prof. James.


"Baiklah silahkan kalian berunding tentang pembagian tugas kalian masing-masing. Anggap saja aku tak ada dan ingatlah bahwa aku tidak akan membantu kalian selama perjalanan, kecuali jika memang ujian sudah melampaui batas sewajarnya" setelah mengatakan itu Prof. James pergi menuju orang yang akan mereka kawal. Mereka berlima mulai berunding tentang pembagian tugas.


"Kurasa Yuna cocok untuk menjadi pemimpin tim ini" Selly berbicara dan tersenyum kearahku


"Yah, kurasa tidak salah memilih Yuna, tapi kali ini aku ingin mencalonkan Felix karena dia memiliki elemen tumbuhan yang akan memudahkan kita mendeteksi bahaya karena saat ini kita berada di hutan. Lebih menguntungkan menggunakan elemen tumbuhan. Dan juga aku menyarankan agar Yuna bisa menjaga bagian belakang" Kali ini Andreas yang bersuara


"Bagaimana pendapatmu Yuna?" Tanya Lyra kepada Yuna.


Jika di pikirkan kembali perkataan Selly ada benarnya, Yuna memiliki lebih banyak mana sihir, dan juga tanpa mereka ketahui Yuna juga memiliki elemen tumbuhan yang tentu lebih menguntungkan untuk digunakan di hutan seperti perkataan Andreas. Tapi jika Yuna memilih menjadi pemimpin tim, ia harus melindungi mereka dan tak bisa mengawasi Felix, tetapi jika sebaliknya Felix yang menjadi ketua tim dan Yuna menjaga area belakang ia bisa mengawasi Felix. Yuna juga meresa ia tidak harus terlalu menonjol karena bisa saja tanpa sadar ia mengeluarkan elemen tersembunyi nya.


"Aku setuju dengan Andreas, mari kita pilih Felix menjadi pemimpin tim dan aku akan menjaga area belakang" Perkataan Yuna di beri anggukan oleh Lyra dan Felix. Andreas tersenyum senang sambil menyombongkan diri ke arah Selly.


"Baiklah aku akan menjadi pemimpin tim dan akan menjaga area depan bersama Lyra, Yuna akan menjaga area belakang. Selanjutnya aku menyerahkan kiri dan kanan kepada Selly dan Andreas. Kuharap kita selamat sampai tujuan". Setelah mengatakan ini Yuna kebetulan melihat Felix tersenyum menyeringai.


Setelah beberapa saat dapat terlihat sebuah cahaya ditembakkan dilangit sebagai tanda bahwa ujian telah dimulai dan merek akan memulai perjalanan. Dalam 5 menit seperti perkataan Selly, mereka bertemu dengan kabut tebal yang menghalangi arah pandangan mereka, dengan sihir Felix yang mengarahkan tumbuhannya ke segala arah, mereka dapat dengan mudah melanjutkan perjalanan tanpa hambatan.


30 menit kemudian untuk pertama kalinya mereka bertemu dengan beberapa Beast berperingkat sedang yang menuju ke arah mereka. Yuna memanggil Sylvie dan Yukii untuk membunuh Beast itu. Tapi, tak lama setelah mereka membunuh Beast itu beberapa Beast tingkat rendah secara berkelompok mulai bermunculan.


Yuna dan lainnya melawan mereka tanpa meninggalkan area penjagaan masing-masing. setelah 1 jam akhirnya mereka mengalahkan semua Beast itu. Mana sihir mereka terkuras cukup banyak karena melawan banyak Beast menggunakan sihir, mereka kemudian memulihkan diri menggunakan ramuan sihir yang telah mereka siapkan. Tak terasa bulan pun akhirnya muncul, mereka memutuskan untuk mencari tempat untuk berkemah karena sangat berbahaya untuk melanjutkan perjalanan dimalam hari. Mereka menemukan sebuah goa dan setelah memastikan bahwa goa itu kosong mereka memutuskan untuk beristirahat di sana. Baru sehari mereka memasuki hutan, dan anehnya mereka telah melawan banyak Beast. Padahal lokasi mereka saat ini masih terbilang bagian awal hutan.


"Tuan?" Suara Yukii tiba-tiba terdengar di pikiran Yuna. Yuna tadi mengirim Yuki untuk menyelidiki tempat mereka bertarung melawan kelompok Beast tadi. Sungguh aneh melihat sekolompok besar Beast menyerang kami di wilayah awal hutan.


"Apa kau menemukan sesuatu?"


"Seperti perkataan tuan, setelah saya menyusuri tempat kita bertarung tadi, saya menemukan sisa-sisa dari bubuk Drunkard. Bubuk ini akan tercium sangat menggoda untuk para Beast, sebelumnya aku tak terlalu menyadarinya, tidak heran banyak Beast yang menyerang kita. Jika bubuk ini tetap digunakan sampai kita mencapai wilayah tengah hutan, ditakutkan kita akan di serang oleh Beast peringkat tinggi" Perkataan Yukii membuat Yuna terkejut. Jadi ada yang dengan sengaja ingin mencelakai mereka semua dan orang itu ada kemungkinan ada di tim mereka. Yuna merasa harus menyeledikinya lebih jelas besok sebelum mereka mencapai area tengah hutan, Yuna memanggil Sylvie untuk membuat pelindung di luar goa dan menyuruh Yukii untuk berjaga diluar, setelah memberikan perintah Yuna beristirahat di sebelah Lyra.