I Don'T Want To Be The Protagonist

I Don'T Want To Be The Protagonist
17 | Akademi Cratein



Akhirnya mereka tiba di akademi cratein. Terlihat sudah banyak siswa dari 3 akademi berkumpul. Suasana akademi cratein sangat berbeda dengan akademi olimpus. Akademi cratein tidak memiliki banyak gedung tinggi dan mewah, daripada kesan mewah akademi cratein lebih terlihat lebih sederhana dengan gedung yang didominasi warna coklat dan hijau. Akademi nya sendiri banyak di kelilingi oleh tumbuhan hijau yang membuat kesan pemukiman pedesaan di akademi cratein.


Reykell melapor ke panitia pelaksana dan anggota yang lain masih menunggu di depan pintu gerbang. Tak lama Reyekell datang bersama seorang pria dan seorang wanita.


"Selamat datang di akademi cratein, perkenalkan aku Leon dan ini adik ku Lina, aku yang akan mendampingi kalian selama di akademi cratein, jika ada yang ingin kalian ketahui kalian bisa langsung bertanya padaku. Baiklah kalian mungkin lelah karena perjalanan jauh, aku akan mengantar kalian ke kamar masing-masing. Untuk para wanita kalian akan di pandu oleh Lina sedangkan untuk para pria kalian pergi bersamaku" Pria dan wanita itu tersenyum ke arah kelompok Yuna. Mereka berdua terlihat mirip terutama dengan tanda lahir di dekat kelopak mata mereka.


"Baiklah, Yuna dan Lyra kalian bisa langsung istirahat. Aku akan membawa semua perlengkapan lomba" mendengar perkataan Reykell, Yuna akhirnya mengeluarkan seluruh perlengkapan lomba dari cincin dimensi nya. Mulai dari alat sihir yanga akan dipamerkan hingga peralatan untuk merakit alat sihir.


Setelah urusan mereka selesai, Yuna dan Lyra akhirnya berjalan bersama Lina menuju kamar mereka. Jujur Yuna cukup lelah karena telah menempuh perjalanan selama 2 hari. Selama perjalanan mereka menuju ke kamar, Yuna melihat banyak sekali tumbuhan yang tidak pernah dilihatnya, ia sangat tertarik dengan ilmu ramuan sihir, karena itu ia suka membaca jurnal tentang tumbuhan. Karena tumbuhan adalah bahan pokok dari pembuatan ramuan sihir.


"Akademi kalian memiliki banyak sekali tumbuhan yang tidak ku ketahui" Yuna tiba-tiba memulai percakapan


"Iyakan, ketua akademi kami Prof. Nyx sangat menyukai berbagai macam tumbuhan, ia sendiri yang berkeliling antar benua untuk menemukan banyak tumbuhan kemudian menanamnya di akademi cratein. Karena itu akademi kami tidak pernah sekalipun kekurangan tumbuhan saat membuat ramuan sihir. Kami juga memiliki jurnal tumbuhan sendiri yang hanya disimpan di perpustakaan akademi cratein" Yuna berbinar mendengar jawaban Lina, ia berharap memiliki kesempatan untuk membaca jurnal tumbuhan di akademi cratein


"Apakah aku boleh membaca jurnal tumbuhan itu? Aku cukup tertarik dengan berbagai macam tumbuhan"


"Aku akan bertanya dulu kepada prof. Nyx, memang tidak ada larangan tertulis tapi selama ini seluruh buku di perpustakaan akademi hanya di baca oleh siswa akademi kami"


"Baiklah, terima kasih Lina maaf aku merepotkanmu"


"Tidak masalah, nah kita sudah sampai. Ini kamar kalian. Aku minta maaf, aku lupa memberitahu jika setiap kamar akan di isi oleh 4 orang jadi selain kalian berdua akan ada siswi lain di kamar kalian"


"Baiklah, terima kasih sudah mengantar kami Lina" Aku dan Lyra akhirnya masuk ke kamar itu sedangkan Lina kembali karena dia hanya bertugas mengantar kami, di dalam kamar terlihat masih kosong, 2 siswi lainnya belum terlihat.


"Lyra, kau ingin tempat tidur yang mana?"


"Aku ingin yang dekat jendela itu" Lyra menunjuk tempat tidur yang memiliki jendela di dekatnya.


"Baiklah, kalau begitu aku akan mengambil yang di sebelahmu" Yuna dan Lyra membereskan bawaan mereka, dan hanya ada kesunyian di dalam kamar. Walaupun Yuna dan Lyra telah bersama selama ini, mereka jarang berbincang bersama, apalagi jika berdua seperti ini. Lyra selama ini sangatlah pendiam, di novel juga dijelaskan jika Lyra memang tidak banyak bicara, tapi Yuna tidak menyangka Lyra akan sependiam ini.


"Lyra, bisakah aku yang mandi terlebih dahulu?" memecahkan suasana canggung diantara mereka Yuna mengajak Lyra berbicara walaupun itu hanya pertanyaan seputar mandi


"Baiklah. kalau begitu aku mandi dulu" Yuna akhirnya masuk ke kamar mandi, ia membersihkan diri dan berendam sekitar 10 menit. Setelah selesai ia akhirnya keluar dan melihat Lyra yang sedang tertidur.


Yuna ingin membangunkan Lyra dan menyuruhnya bersih-bersih terlebih dahulu, tapi ia tak tega karena Lyra terlihat sangat lelah. Yuna akhirnya membiarkan Lyra untuk tertidur dan berniat membangunkannya 2 jam lagi. Yuna mengambil cemilan di cincin dimensi nya dan mengeluarkan buku jurnal yang di berikan oleh Reykell. Yuna belum selesai membaca buku itu. Saat sedang asik membaca, pintu kamar tiba-tiba terbuka.


"Permisi" terlihat 2 gadis masuk ke kamar itu


"Silahkan masuk, maaf kami memilih tempat tidur terlebih dahulu" Yuna bangkit dari tempat tidurnya


"Tidak, tidak apa-apa, kalian memang telah tiba terlebih dahulu. Ohya perkenalkan aku Sasha, dan ini temanku Alle kami dari akademi Sandhurst" gadis berambut coklat itu memperkenalkan dirinya dengan pose ksatria


"Perkenalkan aku Yuna dan yang tertidur itu temanku Lyra, maafkan Lyra yang tertidur dia sangat lelah karena perjalanan jauh. Ohya kami dari akademi olimpus"


"Tidak apa-apa, semua orang pasti lelah. Ohya apakah kau Yuna de Windford?" kali ini gadis yang bernama Alle yang bertanya


"Iya benar"


"Wah Yuna, aku sungguh ingin bertemu denganmu. Aku adalah rakyat yang tinggal di daerah kekuasaan tuan archduke, saat berumur 14 tahun disaat kita kekurangan makanan tuan archduke memberikan kami banyak bantuan pangan, kudengar itu karena kamu yang membantu kami. Aku sungguh ingin mengucapkan terima kasih karena mu adikku saat itu bisa bertahan dari kelaparan" gadis bernama Alle itu menggengam tangan Yuna dan mengucapkan terima kasih berulang kali, Yuna juga ingat saat krisis pangan akibat kekeringan, ia meminta bantuan Sylvie dan Yukii, mereka menanam tanaman dengan elemen tumbuhan miliknya hasil nya sangat banyak karena ditanam dengan bantuan para roh dan juga dialiri mana sihir, hasil dari tanaman itulah yang membantu orang-orang di wilayah archduke.


"Sama-sama, kau tak perlu berterima kasih, itu sudah menjadi tanggung jawab keluargaku. Ohya kalian mewakili perlombaan apa?"


"Kami mengikuti lomba pertarungan pedang sihir, siswa akademi kami kebanyakan mengikuti lomba itu, karena memang mata pelajaran kami sedikit berbeda dengan 2 akademi lainnya. Kalian sendiri mengikuti lomba apa?"


"Kami mengikuti lomba penelitian alat sihir, aku dan lyra dari klub penelitian alat sihir"


"Wah, aku sangat tertarik dengan alat sihir, orang-orang seperti kalian yang menciptakan banyak alat sangat membantu kami para rakyat biasa, terakhir kali saat kami mengikuti ujian masuk akademi Sandhurst yang dilakukan di hutan, akademi menyiapkan tenda sihir, tenda itu sangat nyaman karena terlihat kecil dari lyar tapi saat masuk itu ternyata sangatlah luas dan katanya itu buatan siswa akademi olimpus saat lomba 5 tahun lalu" 5 tahun lalu adalah terakhir kalinya akademi olimpus membawa hadiah utama untuk tim penelitian alat sihir, setelah itu mereka terus kalah dari akademi cratein.


Kali ini tim Yuna ingin membawa pulang hadiah utama, mereka telah mengembangkan alat pendeteksi kebohongan yang telah ditingkatkan 2 hari sebelumnya karena Yuna yang tiba-tiba mendapatkan ide, walaupun mereka akhirnya pusing karena harus meminta izin karena belum menambahkan fitur terbaru alat sihir mereka di lembaga hak cipta. Untung saja ketua mereka adalah putra mahkita sehingga mereka bisa mendapatkan izin untuk mendaftarkan fitur terbaru saat lomba telah selesai dengan syarat fitur terbaru alat sihir mereka tidak membahayakan pengguna. Mereka akan kembali mencoba menguji nya kembali besok. Jika alat sihir mereka berhasil tentu saja ini akan sangat bermanfaat untuk kerajaan. Jadi Yuna dan yang lainnya optimis akan memenangkan hadiah utama.