I Don'T Want To Be The Protagonist

I Don'T Want To Be The Protagonist
22 | Penyerangan 2



"Apakah gedung ini di lapisi pelindung lagi?" Yuna bertanya pada Sylvie yang masih mencoba untuk menghancurkan gudang itu


"Iya, dan ini lebih tebal dari pelindung yang kita hancurkan tadi dan pelindung kali ini melebihi ukuran gudang"


"Kusarankan jangan membuang-buang mana kalian, pelindung itu dirancang dengan sangat kuat. Ohya, kalian tidak bisa menghancurkannya dari dalam karena pelindung bagian dalam akan menyerap mana kalian dan itu akan membuat pelindung ini semakin kuat. Hanya dari luar lah kalian bisa menghancurkannya walaupun membutuhkan lebih banyak tenaga haha" pria itu tertawa kemudian ia mengarahkan sihir ke rekannya yang terluka dan yang sudah meninggal. Tak lama cahaya hitam pekat mengelilingi mereka dan kemudian mereka kembali bergerak. Yuna dan lainnya terkejut melihat itu bahkan pria yang sudah tidak bernapas tadi kembali bergerak


"Apakah kalian terkejut? Hahaha jangan terkejut, karena sejujurnya mereka dari awal hanyalah boneka, aku mengisi jiwa mereka dengan iblis. Jika kau mengalahkannya seharusnya kau menghancurkan wadah menusia nya bukan membunuh jiwa nya"


"Kau pasti membutuhkan banyak sekali mana untuk melakukan itu semua. Kenapa kau masih terlihat baik-baik saja"


"Hahaha seperti yang diharapkan dari raja roh angin. Aku menemukan cara untuk mengatasi masalah itu. Karena itu aku bisa dengan bebas memanggil jiwa iblis, walaupun hanya iblis tingkat rendah, tapi setidaknya itu masih lebih hebat daripada kebanyakan manusia"


"Kau!!? Kau bukan manusia kan! Manusia tidak akan bisa melakukan itu" Yukii berteriak ke arah pria itu


"Benar sekali. 100 poin untukmu, aku bukan manusia. Ohya rubah, apakah kau tidak mengingatku? Aku adalah keberadaan yang setara dengan dewa. Terakhir kali kau melawanku hingga kau terluka parah"


"Aku tidak pernah bertemu denganmu. Dan aku tidak pernah terluka parah"


"Wah sungguh jahat karena kau melupakanku. Apakah kau kehilangan ingatanmu? Yah hanya itu jawaban kenapa kau masih bisa hidup saat ini dan menjalin kontrak dengan gadis itu. Jadi sekarang apa yang akan kita lakukan? Melanjutkan ritual dan membuat kalian menjadi tumbal?" Yuna menatap sinis pria itu. Ia sungguh tak menyangka akan bertemu dengan orang yang sangat menyebalkan


"Apa yang kau inginkan dengan memanggil iblis ke dunia ini?" tujuan ritual ini tidak pernah di ceritakan di novel, karena saat itu Yuna dan lainnya berhasil diselamatkan dan penjahatnya bunuh diri sebelum di tangkap


"Kau bahkan tahu aku ingin memanggil iblis, hei kurasa aku semakin menyukaimu. Apakah kau tak ingin bersamaku? Aku akan mengabulkan apapun keinginanmu"


"Dalam mimpimu. Kau pikir aku ingin bersamamu? Mustahil!" pria bertopeng itu hanya tertawa mendengar perkataan Yuna


"Kalau begitu matilah kalian disini" Pria itu mengeluarkan bola hitam yang semakin lama semakin besar.


"Yuna! cepat berkumpul di satu tempat" Yuna dan yang lainnya segera mendekat ke arah Sylvie. Sylvie kemudian membuat lingkaran pelindung di sekitar mereka, Sylvie menyadari sihir apa yang ingin digunakan pria itu. Sihir itu seperti bom yang akan meledak kemudian mencemari wilayah sekitarnya dengan elemen kegelapan. Elemen lain sangat sensirif terhadap elemen kegelapan. Karena sifat elemen kegelapan yang menelan apapun. Karena itu jika mereka terkena ledakan itu kemungkinan mana sihir mereka akan terhisap.


Tak lama suara ledakan yang sangat keras terdengar. Mereka tidak bisa melihat apa yang terjadi di luar lingkaran pelindung. Hingga sekitar 5 menit kemudian. Yukii batuk darah dan akhirnya menghentikan dirinya mengalirkan mana sihir ke pelindung itu. Pelindung itu lama-kelamaan mulai menghilang. Saat seluruh pelindung hilang mereka melihat keadaan benar-benar hancur karena di cemari sihir kegelapan. Timbuhan di sekitar banyak yang layu dan gudang menjadi hancur berkeping-keping.


"Luar biasa!! Kalian benar-benar bisa menghindari sihir itu walaupun aku hanya menggunakan setengah kekuatan tubuh ini tapi kalian tetap luar biasa karena menghindarinya. Aku sebenarnya masih ingin bermain-main dengan kalian, sayangnya mana sihirku terkuras cukup banyak, dan karena aku masih sangat menyukai tubuh ini, aku tak bisa membiarkannya rusak. Para serangga diluar sana juga mulai menghancurkan pelindungku. Karena itu aku akan bertemu kalian lagi lain kali" setelah mengatakan itu pria bertopeng itu menghilang dengan kegelapan yang mengeliling nya bersama ke empat rekan boneka nya itu. Setelah pria itu menghilang Yuna langsung melihat keadaan Yukii yang terlihat tidak baik-baik saja


"Yukii, apakah kau tidak apa-apa?"


"Aku tidak apa-apa, hanya saja aku kehilangan banyak sekali mana untuk pertama kalinya. Pria itu benar-benar kuat, hampir saja kita tak bisa mempertahankan pelindung itu. Tuan, aku akan istirahat sebantar" Yuna hanya mengangguk kemudian ia melihat Yukii semakin menyusut kembali ke bentuk kelinci nya. Yuna akhirnya menggendong kelinci yang sedang tertidur itu.


"Yuna, seperti kata pria tadi, sepertinya sudah ada tim penyelamat yang datang dan mereka mencoba menghancurkan pelindung ini. Aku akan kembali dulu dan malaporkan hal ini kepada dewa. Hal seperi pria itu seharusnya tidak boleh ada di dunia manusia"


"Baiklah Sylvie, terima kasih atas bantuanmu. Jangan lupa istirahat juga. Kau menghabiskan banyak mana juga tadi" Sylvie mengangguk kemudian menghilang bersama dengan hembusan angin.


10 menit kemudian dinding pelindung itu benar-benar hancur. Mereka melihat prajurit dan juga Beberapa profesor akademi cratein, ada juga Reykell dan prof. Ares. Melihat Yuna dan Lyra baik-baik saja, Reykell berjalan ke arah mereka. Dan hal pertama yang dilakukan Reykell adalah memukul kepala mereka berdua


"Huh!?" Yuna dan Lyra terkejut dengan pukulan Reykell


"Apakah kalian tahu jika hal yang kalian lakukan sangat berbahaya? Apa yang akan kukatakan kepada Alan dan Arthur jika kalian berdua terluka? Aku juga akan menghadapi amarah archduke dan duke kerajaan ini. Kalian bisa menunggu kami berkumpul baru menyerang mereka. Untung saja kalian tidak terluka. Lain kali jika ada masalah seperti ini jangan menghadapinya sendiri! Apakah kalian paham!?" ini pertama kalinya Yuna dan Lyra menghadapi kemaran Reykell. Mereka sadar kesalahan mereka tidak main-main kali ini


"Apakah kalian paham perkataanku?" nada suara Reykell sangat dingin berbeda dengan dirinya yang biasa


"Paham, maafkan kami ka Rey" Lyra menundukkan kepalanya.


"Bagaimana denganmu Yuna? Aku tahu kau memiliki Beast dan juga raja roh, tapi kuharap lain kali kau tidak bertindak seenaknya seperti itu, kau tahu apa yang akan terjadi jika rencana kalian gagal? Tidak hanya kau yang terluka tapi teman-teman yang kau ajak dalam rencana gilamu itu akan menjadi korban"


"Maaf ketua" Yuna memikirkan lagi perkataan Reykell, ia memang merasa terlalu percaya diri kali ini. Ia mengira sudah berlatih dengan baik selama ini. Ia terlalu sering menjadi pemenang, ia merasa tinggi karena mengetahui isi novel tapi ternyata ia salah, ia bahkan belum melihat pria itu sungguh-sungguh menyerangnya. Jika sejak awal pria itu serius ia mungkin sudah tidak bernyawa lagi kali ini, bukan itu saja, ia juga hampir mencelakai Lyra, Alle Sylvie dan Yukii.