
Seorang pria sedang membersihkan topeng berwarna putih dengan hati-hati.
"Tuan" ada ketukan pintu terdengar dari luar ruangan pria itu
"Ada apa?"
"Kami tidak bisa menemukan buku itu tuan, jurnal yang kami curi sebelumnya memang hanya buku jurnal tumbuhan. Tidak ada sihir pengubahan sama sekali. Di dalam ruangan prof. Nyx juga tidak ada buku itu, kami juga mencari di rumah prof. Nyx tapi buku itu tetap tidak kami temukan" mendengar laporan dari bawahannya, pria itu langsung melempar topeng yang sangat di rawatnya tadi.
"HAHAHA Nyx, tunggu saja aku pasti akan mendapatkan buku itu! Bahkan jika aku harus membunuhmu" sorot mata pria itu berubah menjadi sangat kejam dengan senyum psikopat di wajahnya.
"Apakah desa tempat membuat alat sihir terbaru sudah kita kuasai?"
"Sudah tuan, kami sudah menyuap para bangsawan yang ada di desa itu. Dan kami juga memblokir semua informasi tentang desa itu ke dunia luar. Beberapa bulan lagi, alat sihir terbaru akan selesai"
"Baguslah, culik gadis dengan mana sihir yang banyak, aku kekurangan tumbal. Para gadis yang sebelumnya tidak memiliki cukup banyak mana sihir, kekuatanku sangat kurang saat ini. Dan juga pergi ke panti asuhan untuk melihat anak-anak berbakat disana. Jika ada yang berbakat langsung adopsi dan latih mereka menggunakan elemen kegelapan. Ohya kumpulkan semua penganut elemen kegelapan. Sudah saat nya kita keluar dan membuat dunia ini semakin meriah"
"Baik Tuan!" Pria yang melapor tadi segera melaksanakan perintah yang diberikan oleh tuannya.
"Dunia kembali sangat membosankan tanpamu Elen. Aku akan membuatnya kembali meriah dengan teriakan dimana-mana. Jika mau marah maka datanglah dan hentikan aku sebelum aku membunuh orang-orang yang berusaha kau lindungi dengan mengorbankan nyawa mu itu" pria itu mengelus lukisan seorang gadis yang sangat cantik yang sedang tersenyum cerah. Setelah mencium lukisan itu ia meletakkan kembali lukisan itu dengan sangat hati-hati.
...****************...
2 hari berlalu sejak kejadian penculikan itu, para gadis yang di culik berhasil selamat, tetapi mereka harus melakukan pemeriksaan secara menyeluruh karena ditakutkan mereka di masuki elemen kegelapan dan juga mereka masih harus beristirahat karena mana sihir mereka entah mengapa banyak terkuras. Kejadian penculikan ini di rahasiakan oleh pihak akademi cratein atas permintaan para bangsawan kerajaan.
Penyerangan yang di lakukan oleh penganut elemen kegelapan tentu akan membuat orang-orang panik mengingat banyaknya korban yang berjatuhan saat serangan yang mereka lakukan 20 tahun yang lalu.
"Yuna!" Yuna saat ini sedang beristirahat di unit kesehatan untuk memulihkan mana sihirnya
"Kakak!?" Yuna terkejut melihat Arthur yang tiba-tiba datang
"Apa kau baik-baik saja? Aku sangat terkejut saat mendengar kabar kau terluka!" Arthur yang sedang menjalankan misi langsung bergegas kembali setelah mendengar apa yang terjadi selama ia meninggalkan Yuna.
"Kakak tenanglah, aku baik-baik saja"
"Syukur kau baik-baik saja, tapi lain kali ingatlah untuk tidak membuat keputusan seenaknya seperti itu. Aku sudah mendengar semua nya dari Rey"
"Baik kakak, aku tahu aku salah kali ini. Apakah ayah juga sudah mengetahui masalah ini?"
"Tentu saja sudah, ayah bahkan hampir membunuhku karena tidak menjaga mu, ia bahkan ingin meninggalkan tugasnya untuk menjemputmu karena khawatir padamu jika aku tak menghalangi nya datang mungkin saat ini kau sudah di bawa pulang kembali ke ibukota olehnya" Yuna mengangguk mendengar perkataan Arthur, Yuna sebenarnya telah menyiapkan diri jika ayahnya tiba-tiba datang untuk membawa nya kembali.
"Iya, yang penting kau selamat. Masih ada yang harus kulaporkan kepada Rey, jadi kau istirahatlah" Yuna mengangguk kemudian Arthur meninggalkan ruangan tempat Sena di rawat.
Yuna dapat melihat jika saat ini Lyra juga sedang di marahi oleh Alan. Yuna yang melihat keakraban diantara mereka pun tersenyum. Ada beberapa kejadian seperti ini yang akan tetap terjadi sesuai dengan novel, tapi ia senang karena berbeda dengan yang di novel dimana Yuna yang menjadi semakin akrab dengan Alan, disini Alan yang menjadi semakin dekat dengan Lyra. Tak lama Alan datang ke tempat tidurnya. Yuna sudah menyiapkan diri untuk di marahi lagi. Ia sudah dimarahi oleh Reykell, prof. Ares, prof. Nyx, dan Arthur.
Saat Alan tiba tepat di depan Yuna ia dahi Yuna menggunakan jarinya. Itu tidak terlalu keras tapi tentu saja tetap terasa sedikit sakit. Yuna yang terkejut langsung memegang dahi nya.
"Apa yang kau lakukan?" Yuna menatap sinis ke arah Alan
"Hukuman untukmu! Berani nya membuat rencana berbahaya seperti itu"
"Kenapa hanya aku yang mendapatkan hukuman? Kulihat tadi Lyra tidak kau hukum hanya kau marahi!"
"Lyra tunanganku, aku tidak tega memukulnya" mendengar jawaban Alan membuat Yuna menatap datar ke arahnya. Sungguh ia ingin membalas Alan tapi Yuna sadar diri ia bersalah kali ini.
"Apa kau baik-baik saja?" Alan menjadi canggung di tatap seperti itu, ia langsung mengalihkan perhatian
"Seperti yang kau lihat"
"Aku sebenarnya ingin memarahimu juga karena membuat rencana seperti itu, tapi karena kau sudah menerima hukuman dan aku juga ingin berterima kasih karena berkatmu nyawa mereka semua dan juga Lyra selamat" belum sempat Yuna merespon. Alan langsung pergi melarikan diri
"Lyra, jadi dia tadi sedang mengomeliku atau tidak? Dari perkataannya seperti tidak, tapi entah kenapa aku merasa kesal melihatnya" Lyra tertawa mendengar perkataan Yuna. Setelah kejadian ini Lyra dan Yuna menjadi semakin akrab. Mereka tidak lagi canggung satu sama lain. Kedua nya mulai membuka diri dan menjadi teman baik.
"Ohya, apakah Andreas baik-baik saja? Aku belum mendengar kabarnya"
"Tadi Alan berkata Andreas sudah sadar, tapi karena ia menderita cukup banyak luka, ia akan cuti selama beberapa hari sebelum kembali ke akademi" mendengar perkataan Lyra membuat Yuna semakin bersalah. Ia yang membuat Andreas ikut campur dengan keegoisannya.
"Aku tahu apa yang kau pikirkan, tapi Yuna kau juga harus memikirkan karena rencanamu 7 gadis yang di culik berhasil kembali ke keluarga mereka dengan selamat. Akademi cratein juga sangat berterima kasih padamu karena mencegah lebih banyak korban. Prof. Nyx mengatakan 7 gadis itu mungkin saja telah menjadi korban jika kita tidak mengulur waktu dan mungkin saja para iblis tingkat menengah-tinggi sudah menyerang akademi dan itu akan memakan lebih banyak korban"
"Terima kasih Lyra, aku memang merasa bersalah, tapi jika waktu kembali pun aku rasa aku akan tetap memilih pilihan yang sama, tapi dengan rencana yang lebih sempurna. Ohya apakah tubuhmu sudah baik-baik saja?"
"Aku sudah tidak apa-apa, mana sihirku sudah kembali normal. Harusnya aku yang bertanya padamu. Karena kau mendapat serangan hari itu"
"Aku sudah tidak apa-apa. Ohya kau akan merahasiakan kekuatan asli ku kan?"
"Tenang saja. Rahasia mu aman" Lyra tersenyum ke arah Yuna.