
"Apakah kau sudah menyiapkan apa yang ku minta?" pria yang berbicara itu menggunakan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya. Ia juga mengenakan topeng berwarna putih. Dijubahnya terlihat sebuah simbol berbentuk bulan sabit berwarna merah
"Aku sudah menyiapkan semuanya di gudang kosong itu, bisakah kau berhenti mengganggu ku sekarang?" pria yang berpakaian seperti bangsawan ini menundukkan kepala dihadapan pria berjubah hitam
"Sisa satu hal lagi, kau harus menyiapkan tumbal untukku, bawakan 10 gadis yang memiliki banyak mana sihir, setelah kau membawakan ku para gadis itu aku tidak akan lagi menganggumu dan akan mengembalikan putra mu"
"Baiklah, kau harus berjanji ini adalah permintaan terakhirmu"
"hehe aku berjanji tenang saja" Tak lama pria dengan jubah hitam perlahan menghilang di kegelapan. Sedangkan pria yang ditinggalkan sedang memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa memenuhi keinginan pria berjubah hitam itu.
"Lomba akademi akan dimulai besok, aku harus memanfaatkan acara itu untuk menculik beberapa gadis dan mempersembahkannya kepada beliau" ia kemudian berjalan menuju asrama akademi cratein.
...****************...
Di saat bersamaan, Yuna dan yang lainnya sedang menguji coba alat sihir mereka, besok lomba sudah akan di mulai, walaupun perlombaan alat sihir di mulai sore hari, tapi alat sihir yang akan di perlombakan harus di serahkan sebelum upacara pembukaan. Maka dari itu, malam ini adalah malam terakhir mereka menguji coba alat sihir mereka.
"Yuna, apakah alat nya sudah bekerja dengan baik?" Reykell muncul di sebelah Yuna
"Untuk sistem pendeteksi kebohongan sudah bekerja dengan baik, tapi ada sedikit masalah saat pembaca pikiran diaktifkan bersamaan. Pikiran yang disampaikan ke pengguna tidak terlalu jelas terdengar. Aku akan menambahkan kapasitas penampung mana nya. Tapi kekurangannga dibutuhkan lebih banyak mana saat ingin membaca pikiran"
"Begitu saja, kita bisa mengganti metode pengisian mana nya tapi sudah tidak banyak waktu. Setelah lomba baru kita tambahkan inti Beast yang cocok untuk pengganti mana sihir. Sekarang fokus saja agar alat ini selesai"
"Baik ketua aku akan mengubah penampungan mana sihirnya" mereka sedang menguji coba fitur terbaru yang baru mereka tambahkan. Alat pendeteksi kebohongan yang mereka buat setelah di teliti lebih lanjut ternyata memiliki kemungkinan untuk membaca pikiran. Jadi saat menempelkan tangan ke alat pendeteksi kebohongan, seseorang bisa membaca pikiran mereka dibantu dengan helm yang di pasangkan kepada orang yang akan membaca pikiran itu. Jika berbohong alat ini akan memancarkan sinyal kepada orang yang memakai helm dan jika orang yang memakai helm memasukkan mana sihirnya ke helm ia akan bisa membaca pikiran dari orang yang berbohong. Jadi alat pendeteksi kebohongan ini hampir 100% akurat. Kekurangannya adalah jika orang itu jujur maka helm juga tidak akan bisa membaca pikiran. Karena alat pendeteksi kebohongan tidak akan bereaksi apapun jika orang itu berkata jujur.
Mereka mencoba alat itu hingga tengah malam. Setelah semua nya berfungsi dengan baik mereka akhirnya bisa beristirahat.
"Aku akan mengantar kalian berdua, Alan dan Rey kalian bereskan semua ini" Arthur mengantar Yuna dan Lyra kembali ke asrama. Mereka berdua awalnya ingin membantu untuk membereskan alat sihir itu tapi karena sudah terlalu malam Arthur melarang mereka. Saat sampai di kamar ternyata Sasha dan Alle sudah tertidur. Sore tadi Lyra juga sudah berkenalan dengan mereka. Dan mereka berempat akhirnya berteman karena merasa cocok.
Keesokan harinya, Yuna, Lyra, Sasha dan Alle bangun sangat pagi. Mereka akan pergi ke upacara pembukaan, acara di hadiri oleh seluruh peserta lomba juga para siswa akademi cratein selaku tuan rumah. Selain itu para guru pendamping juga sudah ada, Yuna melihat prof. Ares yang telah ikut bergabung di antara para guru. Upacara pembukaan berlangsung sekitar 1 jam. Banyak sihir juga beberapa bela diri ikut tampil. Setelah itu para pemenang tahun lalu melakukan parade di hadapan seluruh peserta lomba, mereka membawa piala dari masing-masing cabang lomba dan mengembalikan piala itu pihak panitia. Yuna melihat piala yang di bawa oleh siswa akademi cratein untuk lomba penelitian alat sihir. Ia akan membawa pulang piala itu dan memajangnya di ruang klub mereka.
"Yuna!, Lyra!" Yuna dan Lyra yang awalnya ingin berkumpul bersama tim penelitian alat sihir mendengar nama mereka dipanggil
"Hai Lina, kau peserta lomba juga ya? Aku kira ku hanya panitia" Yuna memegang tangan Lina
"Iya, aku tim lomba ramuan sihir. Aku juga sebenarnya bukan panitia, hanya saja hari itu kakak sendirian dan kebetulan aku lagi senggang makanya aku membantunya mengantar para siswi ke kamar mereka. Ohya tadi aku bertemu dengan siswa akademi olimpus dan katanya dia teman kelasmu. Kalau tidak salah nama nya Andreas"
"Tadi aku hanya basa basi bertanya apakah dia kenal denganmu dan Lyra tak kusangka dia malah mengatakan kalian sangat dekat. Teman sehidup semati!"
"Hahaha, dia memang seperti itu"
"Ohya Yuna, aku kebetulan bertemu dengan prof. Nyx tadi, dan aku bertanya soal keinginanmu untuk membaca jurnal tumbuhan di perpustakaan. Tapi maaf, prof. Nyx tidak mengizinkannya. Ternyata sebelumnya ada beberapa jurnal tumbuhan yang menghilang dari perpustakaan, karena itu untuk saat ini seluruh jurnal tumbuhan di simpan sendiri oleh prof. Nyx hingga mereka menemukan jurnal tumbuhan yang hilang. Karena itu kau tidak bisa membacanya, tapi kau diperbolehkan untuk masuk ke perpustakaan kami"
"Jadi begitu walaupun aku sedikit kecewa taoi semoga jurnal itu segera ditemukan, terima kasih Lina, sekali lagi maaf sudah merepotkanmu"
"Tidak merepotkan kok, ohya jika kau ingin aku bisa mengajakmu berkeliling akademi. Perlombaan ku akan langsung di lombakan hari ini dan sore nanti aku senggang"
"Kebetulan aku juga lomba hari ini tapi lomba kami dimulai sore hari, tapi karena perlombaan alat sihir hanya sebentar kurasa kita masih sempat berkeliling. Jika tak keberatan aku akan menerima tawaranmu. Bagaimana denganmu Lyra?"
"Aku juga ikut, suasana disini sangat berbeda dengan akademi kita. Aku juga ingin berkeliling sebelum kembali ke olimpus"
"Baiklah sudah ditetapkan. Kalau begitu aku akan menunggu kalian selesai lomba"
"Baiklah" Yuna, Lyra dan Lina akhirnya berbincang untuk waktu yang lumayan lama hingga mereka dipanggil oleh Reykell karena tim penelitian alat sihir dipanggil oleh prof. Ares.
"Hanya 2 orang yang akan mempresentasikan alat sihir kita, awalnya aku ingin meminta Reykell dan Arthur karena bagaimanapun mereka berdua senior, tapi ternyata Arthur tidak bisa karena mendapatkan tugas dari yang mulia raja, Alan juga akan ikut membantu Arthur, jadi hanya tersisa kalian berdua. Jadi siapa yang ingin menemani Reykell menjelaskan alat sihir ini" prof. Ares melihat ke arahku dan Lyra
"Alat sihir ini adalah ide Lyra tapi Yuna juga menambahkan ide baru, jadi kalian berdua pasti paling paham dengan alat ini. Aku awalnya ingin kalian berdua saja yang menjelaskan alat sihir ini tapi karena ketua klub wajib maju juga makanya hanya bisa salah satu dari kalian yang mewakili" Reykell juga ikut memandang Lyra dan Yuna
"Aku sarankan Lyra saja ketua, karena ide awal memang sepenuhnya dari Lyra dan ide tambahanku juga tidak terlalu sulit untuk dijelaskan, yang pasti Lyra juga paham sepenuhnya dengan fitur tambahan itu. Aku menyarankan agar Lyra saja yang mewakili klub kita" Yuna sebenarnya tidak mau tampil di depan umum. Mengingat nasib malang Yuna di novel karena menarik terlalu banyak perhatian
"Bagaimana Lyra apakah kau setuju?"
"Aku setuju kak Rey. Mohon bantuannya"
"Baiklah sudah ditetapkan. Karena Alan dan Arthur telah pergi, Yuna kau bantu siaga jika tiba-tiba terjadi hal yang tidak diinginkan dengan alat sihir kita. Reykell dan dan Lyra kalian fokus untuk lomba nanti sore. Ingatlah target kita membawa pulang piala itu"
"Baik prof. Ares" mereka bertiga menjawab secara bersamaan.